Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 173


__ADS_3

Keesokan harinya setelah puas melihat - lihat sawah mereka Melodi dan Cinta berencana untuk kembali pulang ke Jakarta.


"Kak kami pulang ya, jangan lupa dua minggu lagi datang ke Jakarta, Kakak kan mau cek kandungan" ucap Cinta kepada Amel.


"Iya Dek" jawab Amel.


"Tapi Cin, Amel mau diapain lagi? Kata dokter kan miomnya udah mengecil?" tanya Surya bingung.


"Ya mau di periksa donk Mas apakah miomnya sudah hilang atau lebih mengecil lagi, sekalian aja program hamil biar Kak Amel cepat hamil. Kalian kan sudah lebih tiga tahun menikah" jawab Cinta.


"Ooh aku kira cukup sekali saja" ujar Surya polos.


"Ya lebih baik di periksa sampai tuntas Mas" sahut Melodi.


"Iya Od, kalau begitu InsyaAllah dua minggu lagi kami akan datang" sambut Surya.


"Kalau begitu kami pamit ya Mas, sampai ketemu dua minggu lagi di Jakarta" pamit Zayd.


Mereka saling berpelukan dan berpamitan, lalu berangkat menuju Jakarta. Sesampainya di tol Jakarta mereka berpencar. Melodi dan Cinta menuju Kota Bogor sedangkan Wildan dan Ratna menuju Ibu kota.


Jam lima sore mereka sudah sampai di rumah. Mereka langsung mandi dan tak lama kemudian shalat maghrib.


Malam hatinya sebelum mereka tidur seperti biasa Melodi dan Cinta saling bercerita pengantar tidur.


"Yank aku lupa kasih tau kamu, lusa kita akan mulai sibuk menghadiri persidangan Sofia" ucap Melodi.


Cinta menatap wajah suaminya dengan serius.


"Sudah mulai berjalan Mas sidangnya?" tanya Cinta.


"Iya, kita akan dimintai keterangan berupa saksi" jawab Melodi.


"Apa yang harus aku katakan Mas?" tanya Cinta dengan tatapan cemas.


"Kamu tidak perlu khawatir, jawab saja dengan jujur apa pertanyaan mereka" jawab Melodi.


"Semuanya? cerita tentang Papanya juga?" tanya Cinta.


"Ya kenapa tidak, kan dendam Sofia karena persoalan Papanya. Harusnya hukuman Papanya lebih berat dari hukuman korupsi. Karena Papanya sudah terbukti melakukan percobaan pembunuhan" jawab Melodi.

__ADS_1


"Tapi kak Papanya Sofia sudah meninggal Mas" ujar Cinta.


"Ya mungkin sekarang Allah sudah memberikan hukuman langsung kepadanya. Tiga anak dalam waktu yang bersamaan menjadi seorang yatim piatu. Aku hampir mengalami kebangkrutan karena dia mencoba mencuri semua aset Papaku. Sedangkan kamu lebih parah, sudah kritis dia masih saja berusaha membunuh kamu" sahut Melodi geram.


"Walau masa lalu itu pahit tapi ternyata semuanya bisa kita lalui kan Mas. Bersyukur Allah sangat sayang kepada kita. Dan yang salah pasti akan mendapatkan hukumannya di dunia dan akhirat. Mudah - mudahan Sofia segera bertaubat agar Allah memaafkan semua dosa - dosa yang telah dia perbuat" ucap Cinta tulus.


"Kamu tidak dendam kepada nya sayang? Dia yang sudah membunuh anak kita bahkan dia sempat menyakiti kamu?" tanya Melodi.


Cinta tersenyum lembut kepada Melodi.


"Allah saja Maha Pengasih dan Maha Penyayang Mas. DIA lebih berhak atas apa saja yang terjadi di dunia ini. Kita hanya lah makhluk ciptaan Allah. Malu banget kalau kita tidak bisa memaafkan kesalahan Sofia" jawab Cinta.


Melodi mempererat pelukannya pada Cinta kemudian mengecup lembut puncak kepala Cinta.


"Aku bangga memiliki kamu sayang. Dulu sebelum mengenal kamu aku pasti sudah menghabisi Sofia. Apalagi dia sudah menyakiti orang yang paling aku sayang. Papanya juga sudah membunuh kedua orang tuaku. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Tapi setelah ada kamu, kamu banyak sekali mengajarkan aku kesabaran hingga aku tidak mudah meledak seperti dulu lagi. Sekarang aku juga sudah bisa mengontrol emosiku semuanya karena kamu sayang" ungkap Melodi.


"Menikah itu saling melengkapi Mas, kita harus punya manfaat untuk pasangan kita. Aku tidak mau menjadi beban kamu, aku ingin mempunyai arti disamping kamu. Kamu sudah menerima aku dengan penuh cinta masak aku harus duduk diam saja. Aku ingin kita bersama - sama menuju surga Allah. Oleh sebab itu aku tidak ingin suamiku melakukan kesalahan hanya karena bujuk rayu setan" sambut Cinta.


"Terimakasih sayang, terimakasih sudah hadir di hidupku. Maaf kalau diawal pertemuan kita aku sangat buruk memperlakukan kamu, aku jadi sangat malu jika mengingat semuanya" ungkap Melodi.


Cinta tersenyum mengingat - ingat pertemuan mereka di awal - awal. Melodi memang tampak dingin bahkan Cinta sangat takut jika bertemu dengannya.


"Kalau kita ingat sekarang justru semuanya jadi sangat manis Mas. Kamu yang begitu dingin membuat aku tertarik kepada kamu" ucap Cinta.


Lagi - lagi dan lagi Melodi melakukannya berulang ulang. Bahkan jadi lebih lama dengan hembusan nafas yang semakin berat.


"O.. oooo jangan katakan kalau kamu menginginkannya lagi Mas?" ucap Cinta mulai khawatir.


Dengan senyuman nakalnya Melodi menjawab ucapan Cinta barusan.


"Kamu tau aja yank" jawab Melodi.


Tangan Melodi lebih cepat bergerak sebelum dia berucap.


"Apa kamu tidak merasa lelah Mas? Kita baru saja melakukan perjalanan dari Cirebon ke Jakarta dan kamu sendiri yang menyetir mobil?" tanya Cinta khawatir.


"Untuk yang satu itu aku tidak akan pernah lelah sayang. Aku ingin membuat kamu kembali hamil" jawab Melodi.


"Kalau aku hamil nanti kamu harus puasa?" goda Cinta.

__ADS_1


Cinta mulai melakukan gerakan - gerakan yang menggoda gaira* Melodi.


"Ooh sayang kamu membuat aku tidak bisa membatalkan niatku semula" gumam Melodi menikmati semua sentuhan Cinta di tubuhnya.


"Demi anak kita aku rela berpuasa. Tapi aku rasa anakku bisa memahami keinginan Papanya. Dia juga pasti akan merindukan aku untuk sering - sering menjenguknya. Lihatlah nanti aku akan membuktikannya" ujar Melodi.


Cinta tersenyum merasa lucu dengan jawaban suaminya itu. Tapi itu hanya sesaat karena Melodi terus memancing tubuhnya untuk lebih merasakan kehangatan malam ini.


Hingga akhirnya mereka melakukan bercocok tanam lagi malam ini. Sembari berdoa semoga usaha mereka membuahkan hasil.


*****


Sepekan berlalu.


Hari ini Ratna dan Wildan berencana untuk berangkat ke Pati tanah kelahiran Ratna. Ratna sengaja tidak memberi kabar kepada keluarganya karena dia ingin memberi kejutan pada Ibu dan adik - adiknya.


Ratna sudah membeli banyak oleh - oleh untuk mereka semua. Selain dia memang sudah mempersiapkannya selama seminggu ini Wildan juga memaksa Ratna untuk membeli lebih banyak lagi oleh - oleh untuk calon mertua dan adik - adik iparnya.


Semakin dekat kota Pati jantung Ratna semakin kencang berdetak. Dia sangat tegang memikirkan apa nanti yang akan terjadi saat Bapaknya melihat dia datang bersama seorang pria.


"Mas, aku boleh minta satu permohonan gak?" tanya Ratna.


"Apa itu?" Wildan balik bertanya.


"Mmm... kamu kan menginap di hotel, bagaimana kalau kita cari hotel buat kamu dulu. Nanti setelah itu kita naik taxi online saja ke rumahku?" punya Ratna.


"Lho kenapa kita harus naik taxi online?" tanya Wildan bingung.


"Udah ikutin aja permintaanku Mas" jawab Ratna.


.


.


BERSAMBUNG


Ayo ada yang tau kenapa Ratna meminta seperti itu? Penasaran... tunggu update up selanjutnya ya guys...


Selamat membaca 🥰

__ADS_1


Jangan lupa aku selalu menanti dukungan dari kalian semua agar lebih semangat lagi update nya. Dan tak lupa aku akan terus mengucapkan terimakasih kepada semua pembaca setiaku karena kalian sudah meluangkan waktu untuk membaca hasil karya ku.


Semoga Allah memberi kelancaran kepada kalian semua. Aamiin...


__ADS_2