
"Dia adalah orang tua dari wanita yang ingin membunuh kamu. Dia Papa Rania" ungkap Melodi.
Pantas saja aku seperti pernah melihat pria ini, rupanya dia Papanya Rania. Batin Cinta.
"Maaf Melodi... kedatangan Om ke sini untuk meminta maaf atas kesalahan Rania kepada istri kamu. Om sudah salah mendidik Rania selama ini sehingga dia tumbuh menjadi wanita yang bebas" ucap pria itu dengan mata berkaca - kaca.
"Maaaas" Cinta memanggil Melodi karena tidak tega melihat Papa Rania memohon seperti itu demi anaknya.
"Tidak sayang, jangan katakan apapun padaku. Aku tidak akan merubah keputusanku. Justru apa yang aku lakukan lebih baik. Rania harus diberikan pelajaran agar dia jera dari pada nanti dia jadi besar kepala dan melakukan hal yang lebih buruk lagi kepada orang lain" ujar Melodi tegas.
"Om mengerti dengan pemikiran kamu Melodi tapi saat ini Rania benar - benar sudah mendapatkan pelajaran atas apa yang telah dia lakukan. Dia sudah dua hari tinggal di penjara, Om harap itu bisa membuat pukulan keras untuknya" potong Papa Rania.
Melodi tampak tidak bergeming dan goyah.
"Tolonglah cabut tuntutan kamu Melodi. Kata Wildan istri kamu sedang hamil. Sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua. Nanti kalian akan tau bagaimana kasih sayang orang tua. Orang tua tidak akan sanggup melihat anaknya menderita apalagi dia seorang perempuan" sambung Papa Rania.
"Justru karena sikap lemah Om seperti ini membuat Rania jadi besar kepala dan dia akan terus melakukan kejahatan karena nanti Om akan hadir menjadi pahlawannya. Ingat Om, Om lah yang memberikan jalan ke neraka kepada Rania. Rania hidup bebas selama ini, itu adalah tanggung jawab Om sebagai orang tua kepada Allah. Om bertinxagt seperti ini belum tentu hati Rania tersentuh dan nanti pada akhirnya Om tua, mungkin bisa saja sikap Rania yang akan membunuh Om" jawab Melodi.
"Maaaaas" potong Cinta.
Air mata Papa Rania akhirnya jatuh perlahan ke pipinya. Cinta, Ratna dan Wildan melihat iba kepada Papanya Rania.
"Ya yang kamu katakan benar Od. Om selaku orang tua yang lebih tua usianya di bandung kalian tidak pernah memikirkan apa yang kamu katakan tadi. Kini Om sadar, Om sudah salah melangkah dalam hal mendidik Rania. Selama ini Om hanya bangga terhadap prestasi pendidikannya sehingga Om merasa semua tingkah laku Rania wajar karena selama ini dia tinggal di luar negeri. Om lupa, tidak pernah mengajarkan pendidikan agama kepadanya. Dan itu nanti yang akan Om pertanggung jawabkan di hadapan Allah" sahut Papa Rania.
__ADS_1
Pria itu menatap wajah Melodi dengan wajah memelas dan penuh harap.
"Om berjanji bukan hanya kepada kalian tapi kepada diri Om sendiri juga kepada Allah. Om akan mendidik Rania jadi wanita yang lebih baik lagi kedepannya. Tolong beri Om kesempatan" pinta Papa Rania.
Melodi hanya diam.
"Dengan Om bisa bertemu kamu saat ini Om sangat yakin. Allah sudah memberikan kesempatan bagi Om selaku orang tua untuk mengkoreksi diri dalam hal mendidik anak. Apalagi kamu sudah mengingatkan Om atas kegagalan yang telah Om lakukan. Om malu pada kalian. Kalian masih muda saja bisa berubah, padahal dulu Om tau bagaimana kehidupan kalian. Sementara Om masih terlena dengan gemerlapnya dunia. Om janji setelah Rania bebas Om akan mendidiknya menjadi anak yang lebih baik. Tolong Odi beri Om kesempatan untuk hidup lebih baik lagi sebagai diri Om sendiri juga sebagai orang tua" ungkap Papa Rania.
Cinta menggenggam tangan Melodi.
"Tidak ada manusia yang tak pernah salah Mas, begitu juga dengan kita kan. Allah aja masih kasih kesempatan kita untuk bisa memperbaiki diri masak Mas mau menghalangi niat baik Papa Rania" ucap Cinta lemah lembut.
Inilah kelemahan Melodi, tatapan teduh dan kata - kata lembut Cinta yang selalu bisa meruntuhkan keegoisan Melodi. Kalau sudah begini mana bisa Melodi menolak permintaan istrinya.
Melodi menarik nafas panjang.
"Baiklah aku akan menarik tuntutanku. Tapi ingat Om sekali lagi Rania mencoba mengganggu kehidupanku, keluargaku, aku tidak akan segan - segan untuk menghancurkannya. Dan kali itu aku tidak akan memandang siapa Om" ucap Melodi.
"Terimakasih Odi.. terimakasih Cinta. Kalian memang sangat baik. Beruntung kamu memiliki istri secantik dan sebaik Cinta yang bisa membuat hidup kamu jauh lebih baik. Om doakan semua kalian bahagia, dan semoga Cinta sehat - sehat hingga lahiran. Kalian mendapat anak yang soleh atau solehah" ucap Papa Rania.
"Dan kepada kalian juga Wildan dan Ratna. Semoga acara pernikahan kalian lancar, kalian menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warrahmah. Kamu juga beruntung Wil mendapatkan calon istri seperti Ratna. Kalian manusia yang baik sehingga layak juga mendapatkan pasangan yang baik juga" sambung Papa Rania.
Wildan tersenyum lega akhirnya pilihan dia tidak salah membawa Papa Rania ke rumah Melodi. Wildan sangat tau kelemahan Melodi. Jika Cinta yang sudah memintanya, sekeras apapun hati Melodi pasti akan bisa diluluhkan Cinta.
__ADS_1
"Satu lagi Wil, permintaan Om kepada kamu" ucap Papa Rania.
"Apa itu Om?" tanya Wildan.
"Om minta tolong perusahaan Om merger dengan perusahaan kamu. Jadikan salah satu anak perusahaan di PT. Raharjo Group. Nanti Om akan umumkan kalau Perusahaan Om gulung tikar. Om akan membawa keluarga Om jauh dari keramaian dan kemewahan kota Jakarta. Om akan didik Rania mulai dari awal lagi. Dia harus bisa memperbaiki hidupnya dan bertahan hidup jauh dari kemewahan. Semua demi masa depan Rania. Jika Om merasa Rania sudah bisa diberikan beban tanggung jawab yang lebih berat baru Om akan meminta kembali Perusahaan Om" pinta Papa Rania.
Wildan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ternyata ini rencana Papa nya Rania setelah Rania bebas dari penjara. Tapi memergerkan perusahaan seperti ini tidak lah mudah. Apalagi Perusahaan Raharjo Group sudah memiliki beberapa anak perusahaan.
"Waduh itu berat banget Om, aku tidak yakin bisa memikul tanggung jawab sebesar itu. Masalahnya Perusahaan itu kan hidup mati keluarga Om" elak Wildan.
"Tidak apa, saat Om memutuskan untuk menitipkan perusahaan itu kepada kamu, Om sudah ikhlas akan hal terburuk yang terjadi. Mungkin bukan rezeki Om lagi. Tapi jauh di lubuk hati Om yang paling dalam, Om sangat yakin kamu akan berhasil menjalankan perusahaan Om dengan baik. Kamu pria yang sangat pintar dan bertanggung jawab. Kamu pasti bisa membantu Om, tolong Wil" pintar Papa Rania dengan memelas.
Wildan melirik ke arah Melodi. Melodi menganggukkan kepalanya memberi isyarat kepada Wildan untuk menerima tawaran Papa Rania. Karena menurut Melodi, Wildan pasti bisa menjalankan dan menjaga perusahaan itu dengan baik.
Wildan menarik nafas panjang lalu menatap mata Papa Rania dengan tegas.
"Baiklah Om, aku terima tawaran dari Om" jawab Wildan.
"Kalau begitu mulai besok kita akan urus surat - suratnya. Setelah semua selesai dan Perusahaan Om sudah bergabung dengan perusahaan kamu baru Om akan menjemput Rania di penjara. Sekali lagi Om mengucapkan terimakasih untuk kalian semua dan maaf Om sudah sangat merepotkan" ujar Papa Rania tulus.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG