
"Sus... Sus.. Suster.. istri saya sudah sadar itu" lapor Melody.
"Iya sabar Pak, tunggu sebentar ya kami akan memeriksa Bu Cinta" jawab seorang perawat.
Dokter bersama beberapa perawat memeriksa keadaan Cinta. Hasil pemeriksaannya semua baik - baik saja. Cinta bisa dipindahkan sekitar satu jam lagi.
"Bagaimana Dok keadaan istri saya?" tanya Melodi begitu melihat dokter keluar dari ruangan pemulihan.
"Alhamdulillah keadaannya baik. Sebentar lagi Bu Cinta bisa kita pindahkan ke ruangan rawat inap ya Pak" jawab Dokter.
"Baik Dok, terimakasih" sambut Melodi.
Dokter pergi meninggalkan ruangan pemulihan. Kini tinggal Melodi dan keluarganya menatap Cinta dari luar melewati kaca yang ada di luar.
Tiba - tiba seorang perawat datang.
"Pak Melodi" panggil perawat.
"Iya Sus saya" jawab Melodi sigap.
"Bu Cinta ingin bertemu Bapak, silahkan masuk tapi maaf cuma Bapak saja ya. Yang lain nanti tunggu di kamar Bu Cinta saja ya karena sebentar lagi Bu Cinta akan kita pindahkan" ujar Perawat.
"Iya Sus" jawab Amel dan yang lainnya.
Melodi masuk ke dalam ruangan pemulihan bersama perawat.
"Maaaas" panggil Cinta begitu dia melihat Melodi.
Air mata Cinta seketika keluar, Melodi langsung mencium wajah Cinta penuh dengan kasih sayang.
"Udah sayang jangan menangis, semua sudah berlalu. Sekarang kamu sudah aman" ucap Melodi berusaha menenangkan Cinta.
"Sekarang aku ingat semuanya Mas, Om Andar ingin membunuhku" jawab Cinta.
"Iya sayang, tadi kan Sofia sudah mengatakannya" sahut Melodi.
"Bukan Mas.. bukan setelah kecelakaan tapi pada saat kecelakaan Om Andar mencoba membunuhku. Waktu itu aku melihat dia sedang memeriksa keadaan mobil orang tua Mas. Aku mengenalinya dan meminta tolong. Kakiku terjepit dan aku tidak bisa keluar dari mobil. Om Andar mendekati mobil kamu, aku kira dia akan menyelamatkan tapi ternyata dia membekap mulutku hingga aku tidak sadarkan diri" ungkap Cinta sambil terisak.
"Kurang ajar, seandainya dia masih hidup aku akan membunuhnya" ucap Melodi marah.
Cinta menggelengkan kepalanya.
"Kalau kamu membunuhnya kamu akan sama seperti dia Mas, menjadi seorang pembunuh. Aku tidak mau suamiku, Papa dari anakku jadi seorang pembunuh" sambut Cinta.
Seketika Melodi menegang, Cinta belum tau kalau saat ini dia sudah kehilangan anak mereka.
__ADS_1
"Iya sayang kamu jangan menangis lagi ya" ujar Melodi.
"Mana Mbak Sofia Mas? Kamu tidak membunuhnya kan?" tanya Cinta khawatir.
"Nggak sayang, dia sudah ditangkap polisi. Aku akan menuntutnya dengan hukuman yang paling berat. Dia sudah membuat kamu terluka" jawab Melodi marah.
Dia juga sudah membunuh anak kita. Sambung Melodi dalam hati.
"Bu Cinta sekarang kita pindah ya" sapa perawat dengan ramah.
"Eh iya Sus" jawab Cinta.
"Mas temani aku ya, jangan pergi. Aku masih takut" Pinta Cinta.
"Iya sayang, aku tidak akan kemana - mana" sahut Melodi.
Melodi menemani Cinta untuk dipindahkan ke ruangan rawat inap. Begitu Cinta keluar dari ruangan pemulihan dia langsung disambut Amel dan Bibik juga Ratna.
"Cintaaaaa.. kamu yang sabar ya" ucap Amel.
Mereka semua menangis dan menyuruh Cinta bersabar, membuat Cinta bingung tapi dia tidak sempat bertanya. Tempat tidurnya sudah di dorong menuju kamar rawat inapnya.
Cinta sudah selesai dipindahkan, kini dia sudah terbaring dengan nyaman di atas tempat tidur di kamar super VIP Rumah Sakit ini.
"Kalau kamu butuh sesuatu kamu bilang ya" ujar Melodi.
"Aku tidak perduli sayang, semua biar Wildan yang atur. Yang penting kamu baik - baik saja" jawab Melodi.
"Iya dek, jangan pikir yang macem - macem dulu fokus aja pada kesehatan kamu" sambung Amel.
"Kaaaak Om Andar mau membunuhku. Aku sudah ingat semua" ungkap Cinta.
"Apaaaa?" tanya Amel terkejut.
Melodi menganggukkan kepalanya.
"Sofia juga bilang begitu, dia adalah anak Andar dari istri pertamanya" jawab Melodi.
"Kenapa dia ingin bunuh kamu dek?" tanya Amel bingung.
"Andar yang menyebabkan kecelakaan Papaku terjadi, tapi dia tidak tau kalau mobil yang bertabrakan dengan mobil Papaku adalah mobil temannya sendiri. Saat kejadian dia sedang memastikan kalau Papa dan Mamaku sudah meninggal. Ternyata Cinta melihatnya saat itu" jawab Melodi.
"Iya Kak aku meminta tolong kepadanya tapi dia malah membekap mulutku hingga aku tidak sadarkan diri" sambung Cinta.
"Astaghfirullah.. kejam banget Om Andar melakukan semua itu pada kamu dek. Kamu kan masih kecil dan saat itu kamu juga tidak bisa melukan apa - apa. Tega sekali dia" umpat Amel geram.
__ADS_1
"Itulah kalau manusia sudah dikuasi hawa nafsu untuk memiliki dunia ini. Mengambil milik orang lain yang bukan miliknya" ujar Bibik.
"Untung saja dia sudah meninggal di penjara kalau tidak mungkin dia akan di hukum mati karena tuntutan pembunuhan berencana" sahut Melodi.
"Sofia juga Pak, tuntut aja dia. Kan dia sudah merencakanan semua ini. Itu juga namanya pembunuhan berencana karena dia sudah membuat Cinta keguguran" ucap Ratna tanpa sadar.
"A.. apa aku keguguran? Anak kita sudah gak ada Maaas?" tanya Cinta terkejut.
Seketika wajah Ratna pucat.
"Astaghfirullah maaf Pak aku keceplosan sangkin emosinya" ujar Ratna.
"Maaaas... " panggil Cinta.
Air mata Cinta mulai mengalir deras dari sudut matanya.
"Aaa... aku gagal jadi Ibu" ucap Cinta sambil menangis terisak.
"Sayaaang tenang.. kamu harus tenang. Kamu wanita yang kuat. Aku yakin kita pasti bisa melalui semua ini" sahut Melodi mencoba menenangkan Cinta.
"Iya Dek, anggap saja kalian sudah punya tabungan untuk akhirat. Nanti kan kamu bisa hamil lagi, yang penting kamu harus sehat" hibur Amel.
"Benar Cinta yang penting kamu sehat" sambut Bibik.
"Kamu harus tenang sayang, setelah kamu sembuh kita atur waktu untuk liburan lagi. Maaf aku harus mengambil pilihan yang sulit saat itu. Kamu mengalami pendarahan, pilihannya hanya satu harus menggugurkan kandungan kamu kalau tidak nyawa kamu tidak akan selamat. Saat itu aku hanya memikirkan kamu sayang.. kalau kamu tidak ada bagaimana aku bisa hidup lagi di dunia ini. Bagaimana aku bisa punya anak - anak lainnya dari kamu?" tanya Melodi.
"Tapi anakku hiks.. hiks.. aku tidak bisa menyelamatkannya Mas, padahal aku sudah berusaha melindunginya. Maafkan aku Mas" ucap Cinta merasa bersalah.
"Aku yang harusnya minta maaf kepada kamu sayang karena aku tidak bisa menjaga kamu. Aku kecolongan sehingga kamu bisa di culik Sofia" sahut Melodi.
"Semua sudah takdir dari Allah Cin, Melodi.. tidak ada yang salah dan kalian jangan saling menyalahkan diri kalian masing - masing. Ini sudah ketentuan dari Allah. Sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana langkah kita ke depan" potong Surya.
"Iya Mas, terimakasih" jawab Melodi.
"Udah ya Dek, kamu harus ikhlas. Jangan merasa bersalah, anak kamu tidak pergi. Nanti di akhirat kalian akan berkumpul kembali" hibur Amel.
"Benar Cinta, maafkan aku ya Pak Melodi. Karena aku keceplosan Cinta jadi sedih begini" sambut Ratna menyesal.
"Tidak apa Ratna. Cepat atau lambat Cinta memang harus mengetahuinya" jawab Melodi.
Ratna merasa sangat lega ternyata Melodi tidak marah. Dari tadi dia sudah merutuki dirinya sendiri atas kebablasan mulutnya mengeluarkan kata - kata. Syukurlah semuanya bisa selesai dengan baik.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG