Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 158


__ADS_3

Malam harinya mereka makan dibawah langit yang begitu cerah malam ini. Sudah lama sekali Wildan dan Melodi tidak merasakan suasana seperti ini.


Mereka saling bercerita, tertawa dan bercanda. Sambil menikmati makanan sederhana ikan bakar dan cah kangkung tak lupa sambel terasi dan beberapa lalapan. Itu semua sangat menggugah selera mereka malam ini.


Cinta mengambilkan makanan untuk Melodi dengan penuh kasih sayang.


"Makasih sayang" sambut Melodi sambil meraih piring yang Cinta berikan kepadanya.


Amel juga tak jauh beda melakukan hal yang sama. Sedangkan Bik Sumi dengan malu - malu juga tak mau kalah.


"Akang mau?" tanya Bik Sumi.


"Boleh" jawab Pak Ilham dengan penuh perhatian dan kelembutan.


Bik Sumi segera mengambilkan makanan untuk Pak Ilham. Hal itu tak luput dari perhatian Amel dan Ratna. Mereka saling tatap penuh pertanyaan kepada Cinta.


Ratna menyenggol lengan Cinta.


"Apakah ada yang aku lewatkan di sini?" bisik Ratna kepada Cinta.


"Lihat saja dan doakan" jawab Cinta singkat.


"Waaaow.. " sahut Ratna terkejut.


"Dari pada bengong mending kamu ladenin tuh Bos kamu" ujar Cinta.


"Eh iya, nanti bisa kena pecat kalau dia aku cuekin" balas Ratna.


Ratna segera mengambilkan makanan untuk Wildan dan menyerahkannya langsung.


"Makasih Rat" ujar Wildan.


Walau Wildan bersikap biasa saja tapi hati Ratna merasa sekarang Wildan seperti menjaga jarak kepadanya.


Kalau Bapak menjauh dan membawaku ke Perusahaan Bapak hanya untuk melihat Bapak menikahi Rania dan menggantikan tugasnya dikantor lebih baik dulu aku memilih mundur Pak. Ucap Ratna sedih di dalam hati.


Melodi dan Cinta makan dengan mesra bersama - sama. Begitu juga dengan Amel dan Surya. Kini ada pasangan baru yang lagi berbunga - bunga yaitu Pak Ilham dan Bik Sumi.


Ratna menatap tiga pasangan itu dengan nelangsa. Sesekali Ratna melitik Wildan yang ada di depannya. Wildan terlihat sedang asik makan sendiri.


Tanpa Ratna sadari Wildan sebenarnya diam - diam memperhatikan sikap Ratna. Wildan tersenyum tipis.


Sabar ya Rat, aku selesaikan dulu urusan Rania baru aku lamar kamu. Kalau aku dekatin kamu lebih dulu aku takut Rania akan berbuat jahat kepada kamu. Karena Rania adalah tipe wanita nekad dan dendam. Sedangkan kamu sangat polos. Aku tidak mau kamu jadi korban perjodohan kami. Batin Wildan.


Malam harinya setelah selesai makan malam bersama Ratna dan Wildan pamit kembali ke apartement.


"Kami pulang ya Mbak, Mas, Bik, Pak Ilham. Makasih ya Pak Melodi, Cinta" ucap Ratna.


"Sama - sama Ratna, kamu hati - hati ya" sahut Bik Sumi.


"Rat nanti kalau Cinta dan Melodi pulang kampung kamu ikutan aja. Lihat rumah Mbak yang baru udah selesai renovasi" ajak Amel.


"I.. InsyaAllah Mbak" jawab Ratna.


"Kami permisi semuanya" ujar Wildan.

__ADS_1


Ratna dan Wildan akhirnya pulang dari rumah Melodi. Mereka kembali ke apartement tempat mereka tinggal.


Kini tinggal Cinta dan yang lainnya bersiap untuk istirahat. Melodi sudah tidak sabar ingin segera masuk ke kamar. Berulang kali dia memberi kode kepada Cinta tapi Cinta masih sibuk membantu Bibik dan Ratna membereskan sisa makanan mereka.


"Yank tolong carikan baju tidur aku. Baju aku ini bauk asep" pinta Melodi.


"Sebentar ya Mas, Mas ke kamar aja duluan, sebentar lagi aku nyusul" sambut Cinta.


Dengan kesal Melodi berjalan ke kamarnya. Tapi sepuluh menit kemudian Cinta tak kunjung datang ke kamarnya. Melodi sudah sangat tidak sabar ingin berbuka puasa.


"Yaaank cepetan donk, aku udah gerah banget, bajunya bauk banget" rengek Melodi yang kembali keluar dari kamarnya.


Amel menyenggol lengan adiknya.


"Udah sana kamu urusin aja bayi besar kamu itu. Bila perlu kasih minum susu biar cepat tidur" ledek Amel.


"Ih Mas Melodi gak sabar banget" gumam Cinta kesal.


Melihat Cinta pergi meninggalkan area teras belakang, Melodi buru - buru kembali ke kamarnya. Bagitu Cinta masuk ke kamarnya Melodi langsung menyebutnya dengan pelukan mesra.


"Lama banget sih, aku udah kangen banget" ucap Melodi.


Ya Tuhan bisa - bisanya aku lupa dengan janjiku kemarin. Waaah gawat nih, sepertinya malam ini aku akan digempur habis - habisan. Jerit batin Cinta.


"Kengen apaan sih Mas tiap hari ketemu, tiap hari tidur bareng" ujar Cinta.


"Nah itu, aku mau ajak kamu tidur bareng" potong Melodi cepat.


"Iya sabar baru juga jam berapa, aku juga belum ngantuk" jawab Cinta pura - pura tidak mengerti maksud sinyal dari Melodi.


"Oooh gampang tinggal matikan AC aja Mas, pasti deh Mas berkeringat" balas Cinta.


"Ih kamu buat aku kesal aja" Melodi langsung menggendong Cinta dan membawanya ke atas tempat tidur.


"Mas aku gosok gigi dulu ya, mulutku bau bawang" pinta Cinta.


Melodi menarik nafas panjang.


"Kamu mau menguji kesabaran aku ya?" tanya Melodi.


"Nggak, aku memang ingin gosok gigi kan mau kasih service yang memuaskan" jawab Cinta sambil tersenyum menggoda.


Akhirnya Melodi mengalah, dia melepaskan pelukannya pada Cinta. Cinta segera turun dari kamar mandi untuk bersih - bersih. Lima menit kemudian Cinta keluar.


Dia sengaja mengganti pakaiannya dengan baju tidur se*y yang dibelikan Melodi untuk dia pakai selama honeymoon dulu.


"Waaaow" ucap Melodi semangat.


Tapi wajah Cinta terlihat seperti meringis.


"Kenapa sayang?" tanya Melodi.


"Sepertinya aku kebanyakan makan sambel tadi. Perutku sedikit mules tapi tadi aku duduk lama di toilet gak ada reaksi" jawab Cinta.


"Jadi gimana donk?" tanya Melodi.

__ADS_1


"Ya gak gimana - gimana, lanjoooooot" pekik Cinta kembali bersemangat.


Melihat perubahan wajah istrinya Melodi jadi kembali semangat. Wajahnya terlihat sangat bersemangat. Melodi langsung menarik tangan Cinta hingga akhirnya Cinta jatuh diatas tubuh Melodi.


Melodi mulai mencumb* Cinta dengan sentuhan - sentuhan lembutnya.


"Jangan lupa baca doa Mas biar barokah" pesan Cinta.


"Eh iya biar dapat anak yang soleh dan sholehah" sambut Melodi.


Melodi langsung mengangkat kedua tangannya.


"Bismillah" ucap Melodi.


Sontak Cinta tertawa lebar, dia kira Melodi akan membaca doa yang panjang ternyata cuma itu doank.


"Kok ketawa?" tanya Melodi penasaran.


"Yang panjang donk doanya" jawab Cinta.


"Darurat yank, Allah juga tau doa aku dalam hati. Udah yuk.. " potong Melodi.


Melodi mulai mengecup seluruh wajah Cinta tentunya dengan penuh kelembutan. Sedangkan Cinta mulai mengimbangi aktivitas Melodi.


Satu persatu pakaian Cinta dan Melodi ditanggalkan hingga akhirnya mereka hanya memakai pakaian daleman saja.


"Mas sabar... " ucap Cinta karena seperti Melodi tergesa - gesa karena sudah tidak tahan.


"Tenang aja yank, aku akan melakukannya dengan pelan - pelan dan penuh penghayatan" jawab Melodi.


Melodi mulai membuka satu persatu daleman Cinta. Hingga terakhir daleman bagian dalam. Melodi terlihat sangat shock saat melihat apa yang ada di dalamnya.


Cinta merasa penasaran dan merubah posisinya.


"Kenapa Mas?" tanya Cinta.


"Kamu datang bulan yank" jawab Melodi pasrah.


"Yaaaah pantas saja perutku sakit" sambut Cinta.


"Jadi aku gimana donk yank? Udah on ini juniornya?" pekik Melodi sedikit tertahan karena takut di dengar yang lain.


"Sabar Mas sepertinya Mas harus puasa seminggu lagi" ujar Cinta.


"Astaga...... " ucap Melodi kesal.


.


.


BERSAMBUNG


Panas - panas 🔥🔥🔥


Yang malam jumat jangan sampai batal seperti Melodi ya..

__ADS_1


Selamat menikmati 😍😍


__ADS_2