Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 48


__ADS_3

Kenapa wajah si Bos yang muncul, apa dia terlalu merindukanku makanya aku jadi memikirkannya? Ah tidak.. tidak.. kamu harus tau diri Cinta. Dia memang good looking, pekerja keras dan bertanggung jawab tapi dia bukan pria soleh. Dia suka jajan sembarangan dan semua itu penuh dengan dosa. Dia juga pria yang sangat dingin. Pasti mati beku berada di samping nya. Batin Cinta.


Cinta langsung memesan makanan untuk Melodi secara online.


"Kamu pasti suka Bos" gumam Cinta.


"Apa Cinta, suka? Siapa? Siapa yang kamu sebut Bos, aku?" tanya Baim yang seketika baper.


"Aaah nggak.. nggak.. Im. Aku sedang bicara sendiri. Aku sedang pesan makanan untuk orang spesial" jawab Cinta.


Sangkin spesialnya aku sampai takut di pecat di kantornya dan juga sebagai asisten pribadinya.


"Dingin banget di luar Im. Aku masuk ya, mau istirahat" pamit Cinta.


"Oke Cin, selamat istirahat" balas Baim.


Baim menatap kepergian Cinta dengan perasaan yang campur aduk. Sulit untuk dijelaskan dengan kata - kata saat ini.


Setengah jam kemudian di Jakarta.


Ting... Tong..


Bunyi bel di apartement Melodi. Melodi berjalan ke arah pintu mengintip dari lobang intai.


"Siapa?" tanya Melodi.


"Antar pesanan Pak dari Bu Cinta" jawab orang yang ada di balik pintu.


Melodi membuka pintu apartementnya dan menerima paket yang berisi makanan.


"Sudah di bayar?" tanya Melodi.


"Belum Pak" jawab pria itu.


"Dasar pelit amat, cuma makanan segini aja gak mau dibayar sekalian. Awas kamu ya" gumam Melodi kesal.


"Apa Pak?" tanya Pria pengantar.


"Nggak, tunggu sebentar saya ambil uangnya dulu di dompet. Berapa semuanya?" tanya Melodi.


"Seratus dua puluh lima ribu rupiah Pak" jawab Pria itu.


"Iya tunggu sebentar" sambung Melodi.


Melodi berjalan ke kamarnya untuk mengambil uang berwarna merah dua lembar lalu menyerahkannya kepada pria pengantar makanan.


"Wah gak ada uang pas Pak? Gak ada kembaliannya?" tanya pria itu.


"Sudah itu tips untuk kamu" jawab Melodi.


"Terimakasih Pak, saya permisi" pamit pria itu.


Melodi masuk kedalam dan langsung berjalan menuju dapur. Wangi makanan yang dia pegang sungguh sangat menggugah selera. Perutnya seketika lapar.


Melodi membuka satu persatu wadah yang berisi makanan. Ada selembar kertas di atas wadah makanan itu. Melodi mengambilnya dan membacanya.

__ADS_1


Selamat makan Bos, semoga Bos suka ya..


Dari yang penuh Cinta ❤


Cih anak ini memang ada saja tingkah anehnya. Umpat Melodi, tapi bibirnya tersenyum tipis.


Melodi makan dengan lahapnya. Gak tau apakah karena saat ini dia memang sedang lapar atau karena makanan ini pesanan Cinta atau karena makanan ini adalah makanan kesukaan Cinta.


Dalam waktu singkat semua makanan itu habis semua dia sikat.


"Aaah sudah dua minggu rasanya aku tidak makan seenak ini" ucap Melodi sambil membelai perutnya yang terasa penuh.


Setelah selesai makan, Melodi berjalan ke kamar dan istirahat. Saat dia hendak berbaring di tempat tidur tiba - tiba ponselnya bergetar. Melodi membuka pesan masuk.


Cinta


Gimana Bos makanannya, enak?


Melow Dingin


Gak enak karena bayar


Cinta


Astaghfirullah ya Allah, Bos maaf aku lupa bener deh aku lupa banget tadi bayar langsung pakai aplikasi.


Duh ini karena sibuk ngobrol sama Baim tadi makanya aku lupa jadinya. Duh gawat, bisa dikira Bos aku pelit dan perhitungan. Batin Cinta.


Melow Dingin


Sudahlah makanannya juga sudah habis


Cinta


Melow Dingin


Tidur sana sudah malam


Cinta


Asshiaaap Bos perintah akan segera dilaksanakan. Selamat istirahat Bos, semoga mimpi indah ya, tapi jangan mimpiin aku ya karena malak ini aku gak mau ketemu Bos walau hanya dalam mimpi hehehe peace.... ✌


"Dasar berani sekali dia. Sangat percaya diri, dasar anak tak tau diri" umpat Melodi kesal.


Dia langsung melempar ponselnya di atas tempat tidur dan berbaring disampingnya. Sebelum memejamkan mata Melodi sempat membayangkan Cinta berjoget goyang dumang di dapur apartement.


Dan Melodi pun tak lama tertidur.


***********


"Aku mau ke Bandung lihat perkembangan proyek" ucap Wildan seminggu kemudian di kantor Sanjaya Corp.


Melodi menatap wajah Wildan.


"Sudah tiga minggu aku hanya terima laporan dari Ibrahim. Aku juga mau cek keadaan para karyawan kita yang tugas di sana" sambung Wildan.

__ADS_1


Melodi pura - pura kembali sibuk bekerja.


"Kamu ikut gak?" tanya Wildan.


"Ngapain aku ke sana kan udah ada kamu yang mewakilkan?" tanya Melodi.


"Yah siapa tau kamu kangen seseorang" jawab Wildan.


Melodi terdiam sesaat.


"Udah ah kalau begitu, aku berangkat ya.. Oh iya aku pinjam mobil kamu, kamu pulang diantar supir aja nanti. Dan karena besok weekend sekalian aja aku liburan ke sana. Aku balik hari minggu ya. Jadi tiga hari ini kamu sendirian aja" pesan Wildan.


Wildan berjalan menuju ruangan kerjanya untuk mengambil barang - barangnya. Setelah semua selesai Wildan turun ke lantai bawah dan berjalan menuju mobilnya.


Saat Wildan masuk ke dalam mobil Melodi yang dia pinjam, dia sangat terkejut melihat siapa orang yang sudah duduk di samping kursinya.


"Astaga Od, aku terkejut banget lihat kamu. Seperti hantu" ucap Wildan sambil mengelus dadanya.


Melodi hanya diam saja dan duduk dengan tenang.


"Kamu mau kemana? Bukannya tadi sudah sangat jelas aku katakan. Aku pinjam mobil kamu ya, kamu pulang sama supir aja" ulang Wildan.


"Kamu cerewet banget, udah jalankan mobilnya" perintah Melodi.


"Kemana?" tanya Wildan bingung.


"Ya ke Bandung, katanya mau ke Bandung untuk lihat perkembangan proyek? Aku kan pemilik perusahaan ini, aku tidak mau ada kerugian sedikitpun pada proyek kali ini" jawab Melodi.


"Halaaah alasan aja, ego kamu ketinggian Od. Jujur aja napa kalau ingin lihat si Love" gumam Melodi


"Apa?" tanya Melodi.


"Love... Cinta... " balas Wildan sambil menyalakan mobil mereka.


"Kita gak singgah ke apartement ambil pakaian?" tanya Wildan.


"Sudah beli di sana aja nanti" jawab Melodi.


"Oke terserah kamu deh" sambung Wildan.


Mobil berjalan keluar area gedung Sanjaya Corp menuju pintu Tol Jakarta - Bandung. Dengan perjalanan yang tak sampai tiga jam mereka sudah sampai di Bandung.


"Kita kemana dulu nih? Cari pakaian atau langsung ke proyek?" tanya Wildan.


"Ya ke proyek lah, urusan pakaian nanti kan bisa" jawab Melodi.


"Duh udah gak sabar banget, baru juga tiga minggu gak ketemu. Rindu berat ya" gumam Wildan pelan tapi tentu saja Melodi bisa mendengarnya.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di lokasi proyek. Baim dan kawan - kawannya sangat terkejut melihat siapa yang datang.


"Teman - teman berkumpul, si Bos datang tuh sidak" teriak Baim.


Sontak Baim dan teman - temannya langsung berkumpul menyambut kedatangan CEO dan wakil CEO Sanjaya Corp.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2