
Praaaang.....
Cangkir yang dipegang Amel jatuh ke lantai dan pecah. Amel spontan langsung menyentuhnya hingga tangannya terluka.
"Sstttt.... astaghfirullah" pekik Amel kesakitan.
"Kak, Kakak kenapa? Berdarah? Kakak terluka" ucap Cinta.
Cinta membantu Amel untuk mengobati lukanya dan membersihkan pecahan kaca.
"Ada apa Kak, sepertinya kakak melamun tadi? Apa ada yang sedang kakak pikirkan? " tanya Cinta.
"Nggak, tadi kakak ceroboh dan kurang memperhatikan makanya tanpa sengaja tersenggol" jawab Amel.
"Udah biar aku saja yang buat minuman untuk Mas Melodi" ujar Cinta.
Cinta membuatkan minuman baru untuk Melodi dan dia membawanya ke depan. Tinggal Amel sendiri yang duduk di dapur sambil menatap kepergian adiknya.
Apa yang harus aku lakukan? Mengapa bisa begini ya Allah.. Papa.. Mama... Ya Allah tolong lindungi keluarga kami. Doa Amel dalam hati.
Bibik berjalan ke dapur menghampiri Amel.
"Mel ayo kita memasak untuk makan siang ini" ajak Bibik.
"Eeh iya Bik" jawab Amel dengan wajah yang tampak sedikit pucat.
"Kamu kenapa?" tanya Bibik penasaran.
"Bik.. sini" panggil Amel sambil berbisik.
Bibik mendekat karena penasaran.
"Barusan Cinta cerita katanya orang tua Melodi meninggal juga karena kecelakaan dan tanggal kematiannya sama dengan Papa Mama Bik. Yang membuat aku shock, Cinta cerita tentang tempat kejadian kecelakaan Papa dan Mama. Cinta bilang di situ juga Papa dan Mama Melodi meninggal" ungkap Amel sambil berbisik.
"Astaghfirullah... apakah Melodi anak dari....?" tanya Bibik.
Mereka seketika terdiam saat Cinta kembali ke dapur.
"Mau masak apa Kak hari ini? biar aku bantuin?" tanya Cinta.
"Kamu bawa Melodi aja gih ke sungai, biar Bibik dan Kak Amel aja yang masak. Atau ajak Melodi keliling kampung" perintah Bibik.
Cinta menatap ke dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.
"Baiklah kalau begitu aku ajak Mas Melodi ke sungai aja ya.. aku juga udah pengen main air" ujar Cinta dengan ceria.
"Iya, jangan lupa pulang saat makan siang ya" pesan Amel.
"Oke Kak" jawab Cinta.
Cinta balik ke depan dan mengajak Melodi jalan - jalan ke Sungai. Amel dan Bibik menunggu mereka pergi. Setelah Cinta dan Melodi keluar kedua wanita itu buru - buru membicarakan kembali pembicaraan tadi yang sempat terhenti.
__ADS_1
"Bik, gimana ini?" tanya Amel khawatir.
"Semoga tidak terjadi apa - apa dengan Cinta. Bibik lihat Melodi tulus mencintai Cinta dan dia sangat sayang pada Cinta" jawab Bibik.
"Tapi kalau dia tau Cinta adalah anak yang selamat dari kecelakaan itu gimana Bik?" tanya Amel takut.
"Kamu kan sudah membersihkan semua data - data rumah sakit. Kita juga sudah pindah ke kampung. Semua sudah lama terjadi. Kalau mereka mencari kita pasti mereka sudah menemukan kita lebih dulu. Lagian Cinta juga tidak ingat apa - apa saat kecelakaan itu terjadi" jawab Bibik.
"Tapi aku tetap takut Bik" sahut Amel.
"Pasrah semuanya kepada Allah.. Kita tidak bersalah jadi kita tidak perlu takut. Bibik yakin Allah pasti akan punya rencana lain di balik semua ini" pesan Bibik.
Amel tampak menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Semoga tidak terjadi apa - apa dengan Cinta" ujar Amel.
"Ya sudah kita masak yuk. Melodi kan sudah menjadi keluarga kita, perlakukan dia dengan baik. Dia pasti akan melihat ketulusan kita" sahut Bibik.
Amel dan Bibik mulai memasak untuk makan siang mereka. Tak lama Surya pulang dari kantor kelurahan.
"Assalamu'alaikum" ucap Surya.
"Wa'alaikumsalam" jawab Amel sambil menyambut kedatangan suaminya.
"Aku melihat mobil Melodi di depan. Apa mereka datang?" tanya Surya.
"Iya Mas mereka datang tadi pagi. Sepertinya sudah sampai kota dari tadi malam tapi baru tadi pagi ke sini. Mereka menginap di Kota" jawab Amel.
"Nggak Mas, kata Cinta mereka akan nginap di rumah ini" jawab Cinta.
"Waah hebat Melodi, demi cintanya kepada Cinta dia mau berbuat seperti itu. Padahal dia berasal dari keluarga kaya, aku gak nyangka dia mau tidur di rumah ini" sahut Surya.
"Mas ada yang ingin katakan pada kamu menyangkut Cinta" ucap Amel dengan serius.
"Apa itu dek?" tanya Surya.
"Kita ke kamar aja. Aku takut Cinta dan Melodi tiba - tiga datang dan mereka mendengarnya" jawab Amel.
Amel dan Surya segera masuk ke kamar mereka. Bersamaan dengan itu Cinta dan Melodi sudah kembali dari sungai.
"Bik sepedanya Mas Surya udah ada di depan. Mas Surya sudah pulang?' tanya Cinta.
Begitu sampai di rumah Cinta langsung menuju dapur mengambilkan minum untuk suaminya.
"Sudah, kalian gak ketemu?" tanya Bibik sambil menyiapkan masakannya.
Cinta menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Mungkin mereka di kamar" ujar Bibik.
Cinta kembali ke depan sambil membawa teko dan gelas untuk Melodi.
__ADS_1
"Mbak Ameeel.. Mas Surya sudah pulang ya" panggil Cinta.
"U.. udah Cin" jawab Amel dari kamar.
Amel dan Surya saling tatap.
"Ingat Mas jangan katakan apapun tentang kecelakaan Papa dan Mama. Bilang aja Mas tidak tau apa - apa. Saat kejadian itu kan Mas memang tidak ada dan kita juga belum saling kenal" pesan Amel khawatir.
"Iya dek.. Mas akan ingat pesan kamu" sahut Surya.
"Udah yuk kita keluar dan ajak Melodi ngobrol" ajak Amel.
Amel dan Surya keluar dari kamar mereka.
"Eh ada Cinta dan Melodi rupanya" sapa Surya.
Cinta dan Melodi menjabat tangan Surya dengan hormat.
"Sudah lama datangnya?" tanya Surya pada Melodi.
"Sampai Cirebon tadi malam Mas tapi ke sini nya baru tadi pagi" jawab Melodi.
"Surat nikahnya sudah sampai kan?" tanya Surya.
"Sudah oleh karena itu kami datang ke sini. Kami berencana tiga minggu lagi akan mengadakan resepsi pernikahan kami di Jakarta. Kami sangat berharap Mas, Mbak Amel dan Bibik datang" pinta Melodi.
Amel menatap wajah bahagia Cinta. Matanya tampak berkaca - kaca antara haru tapi takut dengan rumah tangga adiknya. Bisa jadi rumah tangga ini juga akan mengancam jiwa adiknya.
Tapi Amel tidak tau harus berbuat apa. Dia bingung apakah harus jujur kepada Cinta untuk berhati - hati pada suaminya. Pasti Cinta akan bertanya mengapa Amel menyuruhnya seperti itu.
Tak mungkin Amel menceritakan kisah kejadian kecelakaan Cinta dan kedua orang tua mereka. Selama ini Amel merahasiakan cerita itu karena dia takut dengan kesehatan Cinta.
Apalagi tentang ingatan Cinta yang hilang di saat - saat kecelakaan itu. Dokter dulu pernah berpesan untuk tidak memaksa Cinta mengingat kejadian itu. Biarlah Cinta yang mengingat sendiri. Dengan begitu Cinta akan lebih bisa lebih siap dan menerimanya dari pada mendengar cerita orang dan dia berkeras mengingatnya.
Buktinya setiap kali Cinta berusaha keras mengingatnya dia akan merasa sakit kepala dan yang terparah Cinta bisa tidak sadarkan diri.
"Datang ya Kak, pasti donk. Inikan pesta resepsi adik kesayangannya Kakaaaak" rengek Cinta kepada Amel.
Cinta memeluk Kakaknya manja. Amel membalas pelukan Cinta dan memeluk adiknya itu penuh kasih sayang.
"InsyaAllah dek" jawab Amel.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers... maaf ya tiga hari ini aku upnya cuma sedikit. Soalnya aku lagi dilanda kemalasan dan hampir patah semangat dengan level novel ku.
Tapi karena membaca komentar para readers semua aku merasa punya tanggung jawab untuk menyelesaikan novel ini dan berusaha menampilkan karya yang terbaik untuk kalian baca.
__ADS_1
Terimakasih sudah setia membaca novel ku dan mendukung aku sampai sejauh ini. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Memberikan kalian rezeki yang berlimpah. Aamiin.