
Esok paginya Melodi terbangun lebih dahulu. Mungkin Cinta terlalu lelah sehingga dia tidak mendengar suara alarm dari ponselnya.
Melodi menatap wajah Cinta yang sedang lelap tertidur. Senyum terbit disudut bibirnya, dengan sangat lembut Melodi menyentuh kepada Cinta dan menariknya kedalam pelukannya.
Aaaah hangat sekali memeluk tubuh kamu sayang.. Terimakasih sudah memberikan aku sesuatu yang sangat indah malam ini. Kamu telah menyerahkan apa yang selama ini telah kamu jaga dan pertahankan. Ucap Melodi dalam hati.
Melodi mengecup lembut kening Cinta. Kemudian kembali menatap wajah Cinta yang sangat cantik.
Kamu adalah hadiah dari Allah yang DIA kirim untuk menghapus lukaku. Sejak ada kamu duniaku penuh warna. Kamu banyak memberikan pengajaran dalam hidupku padahal umur kamu masih sangat muda tapi hidup telah menempah kamu menjadi gadis dewasa dan mandiri. Sambung Melodi.
Melodi membelai lembut rambut Cinta.
Aku tidak tau apakah sisi jahat dalam hatiku sudah hilang, yang jelas sejak ada kamu aku melupakan semua dendamku. Biarlah aku nikmati hidup ini dengan kehadiranmu. Semoga dengan adanya kamu aku tidak memikirkan masa lalu. Benar kata Wildan mungkin aku harus mengikhlaskan semuanya agar aku bahagia. Batih Melodi.
Tubuh Cinta bergerak tanpa Cinta sadari tangannya memeluk erat pinggang Melodi dan menguncinya. Seolah - olah Cinta sedang memeluk guling.
Sentuhan kulit dengan kulit seperti ini membuat hawa panas di tubuh Melodi kembali hadir. Rasa itu datang lagi meminta untuk segera dipenuhi.
Melodi kembali mengecup bibir ranum Cinta. Cinta yang semula sedang bermimpi lama kelamaan merasa apa yang dia rasakan sangat nyata bukan mimpi. Dia membuka matanya, alangkah terkejutnya dia ketika melihat seseorang ada di hadapannya menyentuh tubuh polosnya dengan sepuasnya.
Refleks Cinta langsung menolak tubuh Melodi untuk menjauh dari tubuhnya. Cinta melepaskan pelukan dan jepitan kakinya ke tubuh Melodi.
Melodi tersenyum melihat wajah panik Cinta. Pasti dia lupa kalau mereka baru saja melewati malam panas yang menggelora.
"Kenapa sayang? Apakah kamu menginginkannya lagi?" tanya Melodi.
"Pa... Pak.. Melodi " panggil Cinta tegang.
Tak lama kemudian Cinta menarik nafas lega, dia sudah ingat kalau pria yang ada di hadapannya adalah suaminya. Ya pria yang baru satu hari sah menikahinya.
"Maa.. maaf Mas aku lupa" ucap Cinta merasa bersalah.
"Dimaafkan, tapi jangan sering - sering lupa ya.. sakit tau hatiku" goda Melodi.
"Aaah Mas Odi.. Udah jam berapa sekarang?" tanya Cinta.
Cinta memutar tubuhnya mencoba meraih ponselnya. Tapi tiba - tiba tangan Melodi memeluk tubuhnya dari belakang. Seketika tubuh Cinta merinding karena hembusan nafas Melodi di lehernya.
Tubuh Cinta jadi tegang dan kaku membuat Melodi merasa senang karena bisa bebas melakukan apapun pada tubuh istrinya.
__ADS_1
Tangan nakal Melodi langsung bergerilya menyentuh bagian - bagian favorit yang ingin dia sentuh.
"Maaas sudah pagi, sudah adzan subuh. Kita harus mandi dan shalat subuh" ucap Cinta mengingatkan.
Sulit sekali untuk menetralkan tarikan nafas Cinta yang mulai memburu. Akibat dari ulah Melodi yang dengan sangat cepat memberikan efek di tubuh Cinta.
"Harus ya.. aku ingin lebih lama seperti ini bersama kamu sayang" sambut Melodi.
"Harus donk Mas. Shalat itu wajib, kita gak boleh meninggalkannya walau dalam keadaan sakit sekalipun. Apalagi saat seperti ini, harusnya kita malu kepada Allah karena melupakan dan mengabaikan NYA di hari bahagia kita" komentar Cinta.
"Baik Ustadzah. Ternyata aku menikah dengan seorang ustadzah" balas Melodi.
Cinta langsung memukul lembut tangan Melodi yang nakal dan baru saja menyentuh area sensitif nya.
"Aaaw.. sakit yank" protes Melodi pura - pura kesakitan.
"Gak usah pura - pura. Aku cuma pukul kamu dengan sangat pelan sekali. Udah yuk kita mandi dan shalat subuh" ajak Cinta.
Cinta melepaskan tubuhnya dari pelukan Melodi. Karena malu dengan keadaannya yang sangat polos tanpa busana akhirnya Cinta menarik selimut dan melilitkan nya ketubuhnya.
Otomatis tubuh polos Melodi yang terlihat. Wajah Cinta langsung memerah karena malu.
"Tunggu sebentar" Cinta langsung turun dari tempat tidur dan berjalan mengutip satu persatu pakaiannya.
Setelah itu baru Cinta menutupi tubuh Melodi dengan selimut.
"Ayo Mas mandi dan shalat subuh" ajak Cinta.
"Kamu dulu ya yank" sahut Melodi.
"Ya sudah aku siapkan mandian kamu, kamu siap - siap ya" balas Cinta.
"Oke sayang" sambut Melodi senang.
Cinta berjalan dengan pelan - pelan karena bagian intinya terasa nyeri.
"Aaaw.. " pekik Cinta.
"Pelan - pelan donk yank, sakit kan... " ucap Melodi.
__ADS_1
Wajah Cinta kembali memerah mengingat apa yang telah mereka lalui tadi malam. Akhirnya Cinta masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi bathup dengan air hangat.
Sembari menunggu air penuh Cinta menggosok giginya dan membersihkan tubuhnya. Kemudian Cinta memanggil Melodi untuk mandi. Dia takut suaminya itu lupa tatacara mandi junu*.
"Mas udah penuh, yuk mandi" ajak Cinta.
Melodi langsung berjalan menuju kamar mandi. Melihat dalam cahaya terang tubuh istrinya yang hanya tertutup pakaian dalam saja otomatis kembali membangkitkan sesuatu yang sudah tertidur tadi.
"Yank.. " panggil Melodi penuh harap.
"Maaf Mas.. waktunya tidak cukup. Kita hanya mandi ya.. nanti setelah itu terserah Mas" sahut Cinta.
"Benar ya?" tagih Melodi.
Cinta menganggukkan wajahnya malu. Dengan lembut Cinta menuntun suaminya untuk membersihkan tubuh mereka sesuai dengan syariat. Dimulai dengan mencuci tangan dan bagian organ inti*, membaca niat, berwudhu lalu membasahi tubuh dengan air.
Melodi mengikutinya dengan serius tanpa merasa digurui. Bahkan dia sangat berterima kasih karena Cinta sudah mengajarkannya hal - hal yang telah lama dia tinggalkan.
Setelah selesai mandi mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Usai shalat Cinta langsung merapikan alat shalat mereka.
"Mas aku masak sesuatu dulu ya untuk kita makan" ucap Cinta.
Dia takut suaminya ini akan langsung menerkam nya setelah janjinya tadi di kamar mandi. Perutnya sudah terasa lapar, mungkin karena aktivitas berat yang mereka lakukan tadi malam.
Cinta hanya memasak nasi goreng dengan telur mata sapi untuk sarapan pagi mereka dihari pertama mereka tinggal serumah.
"Akhirnya apa yang aku bayangkan selama ini terkabul. Aku melihat kamu memasak di dapurku pagi - pagi dan menyiapkan sarapan pagi untukku. Aku sudah lebih dulu membayangkan kamu sebagai istriku" ucap Melodi yang sudah duduk di meja makan menyaksikan kegiatan Cinta di dapur.
"Aku cuma masak nasi goreng aja Mas, gak apa - apa kan?" tanya Cinta.
"Tidak apa asalkan layak dimakan. Apapun yang kamu hidangkan pasti enak, aku sangat yakin akan hal itu" Jawab Melodi.
Cinta menghidangkan sepiring nasi goreng di hadapan Melodi kemudian dia juga mengisi piring dirinya sendiri. Baru setelah itu mereka sarapan pagi bersama.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG