
Satu bulan berlalu Amel dan Surya sudah tiba di Jakarta. Besok mereka akan menjalani jadwal bertemu dengan dokter kandungan.
"Lho kamu kenapa Mel?" tanya Bibik yang khawatir melihat keadaan Amel seperti menggigil kedinginan.
"Aku lagi gak enak badan Bik, rasanya mau demam. Masuk angin mungkin" jawab Amel.
"Kalau Mbak gak enak badan ya gak usah datang Mbak. Jadwal ke dokter kandungannya kan bisa ditunda minggu depan" sambut Cinta.
"Tadi waktu berangkat dia masih sehat Cin, di jalan baru dia mulai menggigil seperti ini" ujar Surya.
"Apa karena AC di kereta terlalu dingin?" tanya Bibik.
"Nggak kok Bik, aku gak kedinginan" jawab Surya.
"Aku cuma masuk angin. Udah nanti minta tolong kerokin ya Bik" pinta Amel.
"Oh ya sudah. Nanti Bibik ke kamar kamu" ujar Bibik.
"Kalau begitu aku ke kamar ya Cin, Bik" ucap Amel.
"Iya Mbak, istirahat aja langsung" balas Cinta.
Amel dan Surya langsung menuju kamar tamu rumah Melodi dan Cinta. Sekitar jam tujuh malam Melodi sampai di rumah. Dia baru pulang dari kantor.
"Mas, langsung mandi ya. Udah aku siapain semua. Setelah itu kita makan. Mbak Amel dan Mas Surya sudah datang" sambut Cinta.
"Iya sayang" jawab Melodi sambil mengecup lembut istrinya.
Melodi bergegas ke kamar untuk mandi, setelah selesai semua baru dia keluar kamar dan bergabung dengan keluarganya di ruang makan.
"Wah ada sayur asem" ucap Melodi begitu melihat hidangan yang tersaji di atas meja.
Ada juga ayam sambel, tempe goreng dan cumi goreng tepung.
"Iya gak tau nih kok aku pengen makan yang asem - asem" sambut Cinta.
"Jangan - jangan... " ucap Amel.
Cinta tersenyum membalas ucapan Amel.
"Aku baru belum telat Kak datang bulan" sambut Cinta.
"Oh kirain" balas Amel.
Mereka mulai menikmati hidangan makan malam bersama - sama. Tiba - tiba Amel merasa ada sesuatu yang bergejolak di perutnya.
Amel menghentikan makannya dan segera berjalan menuju kamar mandi.
"Ueeeek.. ueeeek.. " Amel memuntahkan semua makanan yang baru saja dia makan.
"Kamu kenapa dek?" tanya Surya.
Surya memijat punggung istrinya.
"Kamu sepertinya beneran masuk angin Mel" ucap Bibik.
"Ya udah Kak istirahat aja ke kamar nanti makan malam Kakak aku antar ke kamar aja" sambut Cinta.
"Iya, maaf ya jadi ganggu makan malam kalian. Aku duluan istirahat, kalian lanjut aja makannya" ucap Amel.
Amel kembali ke kamarnya sambil memagang kepalanya yang terasa sangat pusing. Tiba - tiba pandangan Amel gelap dan dia jatuh dilantai.
__ADS_1
"Ameeeeeel... " panggil Surya.
Sontak semua terkejut melihat Amel sudah tergeletak diatas lantai tak sadarkan diri.
Mereka semua keluar dari meja makan dan segera menghampiri Amel.
"Bawa ke kamar Mas" perintah Melodi.
"Iya" jawab Surya.
Surya menggendong Amel dan membawanya ke kamar. Bik Sumi mengambil minyak angin ke kamarnya lalu menyusul ke kamar Amel dan Surya.
"Meeeel.." panggil Surya.
"Yank panggil dokter" perintah Melodi.
"I.. Iya Mas" jawab Cinta.
Cinta segera meraih ponselnya dan memanggil dokter pribadi Melodi. Sementara yang lainnya berusaha menyadarkan Amel.
Bibik mengoleskan minyak angin di hidung dan kepala Amel. Surya memijit telapak kaki Amel yang tampak pucat. Tak lama kemudian Amel sadar.
"Aku kenapa Mas, kok aku sudah di kamar?" tanya Amel bingung.
"Kamu pingsan dik" jawab Surya.
"Kamu gak pernah seperti ini Mel. Apa yang kamu rasakan?" tanya Bibik khawatir.
"Kepalaku pusing sekali Bik" jawab Amel.
Bibik memijit kepala Amel.
"Silahkan Dok" ucap Melodi.
"Baik Pak Melodi" sambut Dokter.
Melodi segera keluar dari kamar Amel karena Dokter akan memeriksa Kakak iparnya. Melodi menunggu di luar kamar.
Tak lama kemudian terdengar suara Cinta dan yang lainnya serentak berkata.
"Alhamdulillah... " ucap Mereka.
Melodi penasaran dan kembali masuk ke kamar.
"Ada apa? Mengapa kalian berkata Alhamdulillah, apa kalian senang melihat Mbak Amel sakit?" tanya Melodi penasaran.
"Kata dokter Kak Amel hamil Mas" jawab Cinta gembira.
"Oh ya benarkah?" tanya Melodi tak percaya.
"Iya Pak, tapi untuk memeriksa kandungan Kakak ipar Bapak lebih lanjut, saya sarankan langsung ke Dokter kandungan saja" jawab Dokter.
"Iya Dok, besok memang jadwal kami ke Dokter kandungan" sambut Surya.
"Ibu mengalami yang namanya ngidam. Kalau wanita hamil muda memang biasa mengalami mual muntah seperti ini di trimester pertama. Sebaiknya secepatnya ke Dokter kandungan biar dikasih vitamin dan obat mual" ujar Dokter.
"Baik Dokter" jawab Surya.
Cinta langsung mendekati Kakaknya.
"Kak aku senang sekali mendengarnya. Akhirnya Kakak hamil juga. Padahal baru menjalani program hamil selama satu bulan. Allah mendengar doa - doa kita" ucap Cinta.
__ADS_1
"Iya dek, terimakasih" jawab Amel pelan.
"Kalau begitu saya pamit dulu ya Pak, Bu. Maaf saya tidak bisa memberikan obat sembarangan kepada Ibu hamil. Karena bisa berbahaya bagi kandungannya. Saya hanya bisa saranin kalau Ibu mual bisa cium minyak angin. Usahakan makan walau sedikit saja karena trimester pertama sangat penting dalam pertumbuhan calon bayi juga perkembangan otaknya. Harus diisi dengan nutrisi dan vitamin yang lengkap. Kalau ibu mual makan nasi bisa makan buah atau dicari makanan apa kira - kira yang Ibu inginkan" pesan Dokter.
"Baik Dokter. Terimakasih banyak" ucap Amel dengan lemah.
"Saya permisi" ujar Dokter.
Dokter diantar Melodi sampai ke pintu depan. Cinta dan Bibik bergantian memeluk Amel untuk berbagi kebahagiaan.
"Selamat ya Nduk, akhirnya apa yang kamu nanti - nantikan bertahun - tahun tercapai juga" ucap Bibik menangis terharu.
"Iya Bik, terimakasih" Amel juga menangis bahagia.
"Selamat ya Kak akhirnya Kakak juga yang duluan hamil dari aku" ujar Cinta.
"Makasih Dek, semoga kamu secepatnya menyusul ya" sambut Amel.
"Aamiin.. " jawab Cinta.
Surya menatap istrinya penuh cinta.
"Sabar ya Deek, kamu harus kuat menjalani kehamilan ini" ucap Surya penuh kasih.
"Iya Mas aku rela menjalaninya. Seberat apapun akan aku jalani asalkan anak kita sehat tumbuh kembangnya" sambut Amel.
Mereka saling berpelukan. Tak lama Melodi kembali ke kamar Amel.
"Selamat Mbak Amel, Mas Surya. Akhirnya kalian mendapatkan momongan. Semoga Mbak Amel dan calon bayi kalian sehat dan lancar semua hingga lahiran" ucap Melodi.
"Makasih ya Odi atas semuanya. Kami tidak tau harus berkata apa lagi. Kamu sudah sangat banyak membantu kami" peluk Surya.
"Tidak apa Mas kita kan sudah jadi keluarga" sambut Melodi.
"Semoga kalian juga secepatnya menyusul kami" ujar Amel.
"Aamiin... " sahut Cinta dan Melodi bersama - sama.
Akhirnya Amel hanya bisa istirahat di kamar saja malam ini. Sedangkan yang lainnya kembali ke kamar masing - masing. Begitu sampai di kamar dengan wajah sedih Cinta naik ke atas tempat tidur.
"Kenapa wajah kamu begitu yank?" tanya Melodi.
"Aku iri melihat Kak Amel, dia sudah hamil tapi aku belum" jawab Cinta dengan wajah sedih.
"Mungkin kita kurang berdoa dan berusaha" jawab Melodi.
"Aku selalu berdoa lho Mas" ujar Cinta.
"Ya berarti kurang usaha" balas Melodi.
Cinta langsung terdiam, tiba - tiba dia tersenyum nakal dan mencoba menggoda Melodi.
"Kalau begitu mari kita usaha malam ini Mas" ajak Cinta.
Waaaah aku suka Cinta yang seperti ini? Kenapa kok dia bersikap aneh beberapa hari ini, biasanya dia gak pernah agresif seperti ini. Tapi sudah lah, seperti ini memang lebih baik. Soran Melodi dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1