Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 228


__ADS_3

Keesokan harinya di PT. Raharjo Group.


"Halo informasi apa yang kalian dapatkan?" tanya Wildan melalui panggilan telepon.


"Pak nomor telepon yang mengirimkan pesan kepada Bapak sudah kami blokir. Nomor tersebut milik salah satu pelayan Cafe" lapor anak buah Wildan.


"Bagus secepatnya kamu cari dimana alamat si pelaku. Bersihkan foto - foto iti dari ponselnya" perintah Wildan.


"Baik Pak" jawab pria di seberang.


"Oh iya aku mencurigai seseorang. Coba kamu periksa Perusahaan Raber Corp. Apakah si pelaku bekerja di sana. Itu adalah perusahaan mantan tunanganku. Aku curiga dia yang melakukan ini pada calon istriku untuk balas dendam. Siapa tau pelaku resign dari Cafe karena dia tawarkan pekerjaan baru untuk menutupi jejak si pelaku" ujar Wildan.


"Baik Pak perintah akan segera saya laksanakan" jawab pria itu sigap.


"Bagus, seperti biasa aku ingin kabarnya cepat. Jangan sampai dugaanku benar dan mereka melakukan sesuatu yang lebih berbahaya dari sebelumnya. Aku tidak mau pernikahanku batal atau calon istriku dalam bahaya" tegas Wildan.


"Siap Pak" sambut pria itu.


Telepon terputus dan Wildan melanjutkan pekerjaannya. Tak lama Ratna masuk untuk membacakan jadwal Wildan hari ini.


"Rat kamu jangan kemana - mana dulu ya untuk sementara ini. Kalau pun mau pergi harus bersamaku. Aku takut mereka masih merencanakan sesuatu pada kita" pinta Wildan.


"Iya Mas, tapi kalau pergi bersama Cinta boleh gak Mas. Cinta minta di temani makan. Maklumlah lagi hamil, selera makannya tidak seperti biasanya" sambut Ratna.


Wildan berpikir sejenak.


"Kalian mau makan di mana?" tanya Wildan.


"Di Cafe XXX, nanti saat makan siang Cinta akan jemput aku ke sini" jawab Ratna.


"Ya sudah kalau begitu, nanti aku akan hubungi Melodi agar dia mengirim beberapa orang untuk menjaga kalian" ujar Wildan.


"Iya Mas makasih ya" balas Ratna


Ratna kembali ke meja kerjanya. Sedangkan Wildan langsung menghubungi Melodi.


"Od kata Ratna, nanti siang dia dan Cinta akan pergi makan di Cafe XXX. Apa Cinta sudah bilang sama kamu?" tanya Wildan.


"Iya sudah" jawab Melodi.


"Tolong perketat penjagaan mereka Od. Aku gak mau sesuatu terjadi pada mereka. Apalagi Cinta sedang hamil muda. Saat ini perasaanku sedang gak enak untuk melepas Ratna tapi karena istri kamu lagi hamil dan ingin makan aku tak bisa mencegahnya" ungkap Wildan


"Oke Wil, aku akan suruh anak buahku untuk menjaga mereka" jawab Melodi.

__ADS_1


Siang harinya Cinta diantar oleh supir dan dari belakang ada satu mobil lagi yang mengikuti mobil Cinta. Cinta sudah tau kalau Melodi mengutus penjaga untuk menemaninya.


Cinta tidak mau berdebat dengan Melodi karena dia tau Melodi masih trauma atas keguguran Cinta dulu akibat gangguan dari Rania. Resiko menikah dengan pengusaha terkenal saingan bisnisnya banyak.


Apalagi tadi Melodi menjelaskan kalau dia diingatkan Wildan untuk menambah penjagaan. Itu karena Wildan curiga ada orang yang ingin mencelakakan Ratna.


Karena Cinta mengajak Ratna makan siang bareng otomatis Cinta harus mengikuti syarat dari Melodi. Dan seperti inilah keadaannya sekarang.


Cinta sudah sampai di kantor Ratna, begitu Cinta sampai di lobby kantor Ratna langsung masuk ke dalam mobil Cinta. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju Cafe tempat makan yang Cinta inginkan.


Mereka sudah sampai di Cafe dan memesan banyak makanan. Cinta juga mengajak para penjaganya makan, tentu saja di meja yang berbeda dengan mereka.


"Aku dengar cerita kamu dari Mas Odi. Serem banget ya Rat kamu sampai digituin? Wahyu gimana?" tanya Cinta.


"Wahyu juga sama denganku, dia tidak ingat apa - apa malam itu setelah kami minum minuman yang diberikan pelayan Cafe. Untung Wahyu juga tidur lelap jadi dia tidak mengingat kejadian malam itu. Kalau ingat kejadian malam itu aku benar - benar hancur Cin, mereka membuka semua pakaianku dan aku dibaringkan diatas tempat tidur yang sama dengan Wahyu. Kami berpelukan mesra. Aku aja malu banget lihatnya gimana Mas Wildan yang melihat kejadian itu secara nyata" ungkap Ratna.


"Lah terus siapa yang bawa kamu pulang dari hotel?" tanya Cinta penasaran


"Ya Mas Wildan. Begitu mendapat kabar kalau aku dan Wahyu sedang bermesraan di kamar hotel dia langsung datang ke sana" jawab Ratna.


"Mas Wildan bawa kamu tanpa busana?" tanya Cinta dengan suara yang cukup besar.


Para penjaga Cinta yang diutus Melodi sontak melirik ke arah dua wanita itu.


"Ups sorry aku terlalu terkejut" Cinta menutup mulutnya.


"Pelankan sedikit suara kamu" perintah Ratna


"Oke.. Oke.. " jawab Cinta dengan suara yang kecil nyaris berbisik.


"Mas Wildan memakaikan pakaianku" jawab Ratna malu.


"Jadi Mas Wildan udah melihat tubuh polos kamu? Bahkan sudah menyentuhnya?" tanya Cinta kembali dengan suara yang nyaring.


Ratna langsung menutup mulut Cinta yang keceplosan untuk kedua kalinya.


"Cintaaaa" protes Ratna.


"Hehehe aku kelepasan lagi" jawab Cinta tersenyum kecut.


"Waaaah untung aja Mas Wildan akan jadi suami kamu sebentar lagi. Tapi hebat ya Mas Wildan sabar banget. Dia bisa tahan nafsunya kalau Mas Melodi pasti udah terkam aku langsung hehehe" ucap Cinta sambil tertawa bercanda.


"Itu Mas Melodi yang sekarang, kalau Mas Melodi dulu pasti kamu udah mati beku sangking kedinginan" sahut Ratna.

__ADS_1


Cinta langsung tersenyum mendengar ucapan Ratna.


"Tapi aku khawatir Cin, takutnya foto - foto itu tersebar. Mati aku Cin kalau semua orang bisa melihat tubuhku tanpa jilbab dan pakaian" ujar Ratna sedih.


"Kamu tenang aja, Mas Wildan pasti sudah mencegah hal itu terjadi. Menjaga kamu tetap suci aja dia tahan banget Rat, apalagi menjaga kesucian kamu di depan semua orang" sambut Cinta.


"Udahan yuk, udah kelamaan kita di sini, aku mau balik kantor. Masih banyak yang harus aku selesaikan. Soalnya nanti kan mau cuti honeymoon" ajak Ratna.


"Eh iya Mas Wildan mau buka segel yang hampir copot" timpa Cinta.


"Cintaaaaa" protes Ratna lagi.


"Hehehe sorry.. sorry.. " balas Cinta.


Cinta membayar tagihan makan mereka lalu dia dan Ratna kembali masuk ke mobil. Mereka akan mampir ke PT. Raharjo Group untuk mengantarkan Ratna.


Tetapi di tengah perjalanan mobil yang di tumpangi Cinta dan Ratna diserempet mobil dengan kecepatan tinggi. Untung saja supir segera bisa mengelakkan dari tabrakan.


Penjaga yang ada di mobil belakang langsung mengejar mobil yang tadi sempat menyerempet mobil Cinta. Supir langsung menghubungi Melodi.


"Pak ada mobil yang mencoba menyerempet mobil kami" lapor supir


"Apa? Mana para penjaga?" tanya Melodi.


"Sedang mengejar mobil itu" jawab supir.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Melodi


"Ibu baik - baik saja Pak" jawab pria itu.


"Sekarang dimana posisi kalian?" selidik Melodi.


"Hampir dekat PT. Raharjo Group Pak" jawab supir.


"Kalau begitu antar istriku ke sana dan suruh dia menungguku di sana. Aku akan segera menjemputnya" perintah Melodi.


"Baik Pak" jawab Supir patuh.


Mobil melaju menuju Perusahaan Wildan. Mereka selamat kali ini dari serangan orang yang tidak dikenal.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2