
Tibalah hari Senin.
Setelah shalat subuh Ratna langsung berangkat menggunakan taxi online menuju Bandara. Dia akan berangkat dengan pesawat jam tujuh lewat tiga puluh menit menuju kota Semarang.
Sesampainya di Semarang Ratna langsung dijemput oleh supir dari Perusahaannya. Rencana Ratna akan tugas selama satu minggu di Semarang. Tentu saja dia sangat senang karena akhir pekan dia bisa pulang beberapa hari ke kampungnya di Pati.
Ratna tiba di lokasi pembangunan kantor cabang yang akan dibangun oleh PT. Jaya Bersama. Dia akan disambut oleh Dirut PT. Rahardjo Pelangi yang merupakan anak Perusahaan PT. Raharjo Group.
Sebenarnya Ratna sangat enggan berhubungan dengan Perusahaan ini. Karena Perusahaan ini pernah membuat Bapak Ratna kecewa dalam hidup. Tapi yah namanya pekerjaan. Seberat apapun harus bisa Ratna hadapi.
"Selamat pagi Ibu Ratna Wulandari, perkenalkan saya Bagas kepala bagian Pengawasan dan Pengembangan Perencanaan Proyek dari PT. Raharjo Pelangi" sapa seorang pria setengah baya.
Kalau Ratna perkirakan tuanya hampir sama dengan Bapaknya. Apakah pria ini dulu termasuk teman Bapaknya? Apa pria inikah yang dulu memfitnah Bapaknya?
Berbagai pertanyaan bermunculan di kepala Ratna.
Ah mengapa aku harus berhubungan dengan mereka? Tanya Ratna dalam hati.
"Selamat pagi Pak, saya dijadwalkan bertemu dengan Dirut PT. Raharjo Pelangi. Apa saya bisa bertemu dengan beliau?" tanya Ratna sopan.
Pria yang ada di depan Ratna tersenyum mendengar pertanyaan Ratna.
"Bisa Bu, anda di tunggu di kantor kami. Pak Dirut sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Ibu" jawab Pria itu.
Yang benar saja? Apa aku se istimewa itu sampai harus di sambut. Yah memang kantor kami belum di buka di Kota ini sehingga aku memang belum punya kantor di sini. Tapi apa iya aku akan disambut seperti seorang tamu spesial? tanya Ratna tak yakin dalam hati.
"Baiklah, tapi saya ingin berkeliling dulu Pak memeriksa seluruh pembangunan ini" pinta Ratna.
"Baik Bu, silahkan saya antar dan temani Ibu berkeliling" sambut Pria yang bernama Bagas.
Mereka berjalan mengelilingi bangunan yang sedang di bangun.
"Saya kira Perusahaan Ibu akan mengirimkan karyawan laki - laki" ujar Pria itu.
"Ah saya hanya meninjau lapangan saja Pak. Dirut PT. Raharjo Group teman baik atasan saya. Jadi beliau mempercayakan semua proses pembangunan pada PT. Raharjo Pelangi berdasarkan atas rekomendasi dari induk Perusahaan Bapak" ungkap Ratna.
"Alhamdulillah kalau begitu Bu. InsyaAllah kami akan menjaga kepercayaan itu" sambut Pak Bagas.
Ratna tersenyum ramah kepada Pak Bagas.
__ADS_1
Kalau dari tampilannya sepertinya Pria ini baik. Semoga saja dia jujur dan amanah. Tapi mengapa Mas Wildan mempromosikan anak perusahaannya ini. Dia kan tau kalau Perusahaan ini sudah berbuat curang pada Bapakku mengapa dia seperti sengaja menjebakku untuk berada di sini? tanya Ratna curiga.
Ratna menarik nafas panjang. Menjelang siang hari Ratna dan Pak Bagas akhirnya bergerak menuju kantor PT. Raharjo Pelangi.
Ratna merasa heran di depan kantor sudah di pajang baleho yang bertuliskan 'Selamat Datang Ibu Ratna Wulandari'.
Ratna merasa penyambutannya terlalu berlebihan. Sehingga Ratna merasa sangat sungkan sekali.
"Pa.. Pak.. maaf apa di Perusahaan ini selalu seperti ini menyambut kedatangan rekan bisnisnya?" tanya Ratna penasaran.
"Tidak semua Bu, kami hanya lakukan pada orang - orang spesial saja" jawab Pak Bagas.
"Tapi saya bukan orang yang spesial Pak? Saya hanya utusan dari PT. Jaya Bersama" ujar Ratna.
Pak Bagas tersenyum ramah kepada Ratna.
"Nanti saat di dalam Ibu pasti akan mendapatkan jawabannya" jawab pria itu semakin membuat Ratna penasaran.
Ratna dan Pak Bagas masuk ke dalam gedung PT. Raharjo Pelangi. Ratna memperhatikan seluruh bangunan Perusahaan tersebut dengan seksama.
Perasaannya tak bisa dilukiskan. Lebih kepada sedih dan sakit hati. Karena di Perusahaan ini dulu Bapaknya mendapatkan perlakuan tidak adil dan sangat dirugikan.
Sampailah Ratna di ruangan Dirut. Pak Bagas mengetuk pintu ruangan pejabat tertinggi di Perusahaan itu.
"Silahkan masuk" jawab suara yang ada di dalam.
Pak Bagas mempersilahkan Ratna masuk.
"Silahkan masuk Bu" ucap Pak Bagas.
Ratna masuk ke dalam ruangan Dirut. Baru tiga langkah dia masuk, kaki Ratna rasanya sangat kaku. Dia terdiam karena shock melihat apa yang ada di hadapannya.
Ratna melihat sosok pria yang sangat dia kenal selama seumur hidupnya. Tapi dengan tampilan yang sangat berbeda. Pria itu sudah tidak terlihat muda lagi.
Dengan memakai kemeja biru muda dan jas berwarna hitam lengkap dengan dasinya. Berdiri dengan gagahnya di tengah ruangan sambil tersenyum hangat menatap wajahnya. Pria itu tampak sangat berwibawa dan satu lagi, Ratna melihat pria itu sangat tampan sekali.
Dia adalah cinta pertama seorang anak perempuan. Siapa lagi kalau bukan Bapaknya tercinta.
"Ba.. Bapak. Bagaimana Bapak bisa ada di sin?" tanya Ratna terkejut.
__ADS_1
"Selamat datang putriku tercinta di PT. Raharjo Pelangi. Apakah tidak ada pelukan untuk Bapak?" sambut Pak Ramlan.
Ratna langsung berlari memeluk erat Bapaknya. Matanya mulai berkaca - kaca dan akhirnya lolos hingga menetes dipipinya.
"A.. apa maksud semua ini Pak?" tanya Ratna.
Setelah puas memeluk tubuh putrinya Pak Ramlan memberi jarak dan perlahan melepaskan tubuh Ratna.
"Kita duduk dulu Nduk" ucap Pak Ramlan.
"Bapak kenapa gak pernah ngomong sesuatu padaku?" tanya Ratna lagi.
Pak Ramlan menarik tangan putrinya dan menuntunnya untuk duduk di sofa ruang kerjanya. Dengan patuh Ratna mengikuti intruksi dari Pak Ramlan.
Kini mereka duduk bersebelahan. Pak Ramlan masih tetap menggenggam erat tangan putrinya. Sambil tersenyum harus dengan mata berkaca - kaca.
"Minggu lalu Nak Wildan datang ke rumah. Dia membawa semua data - data karyawan di Perusahaan ini. Dia mencurigai beberapa pegawai yang seusia Bapak dan masa kerja mereka juga sudah lama. Dia menyuruh Bapak untuk menunjuk satu teman Bapak yang dulu sudah memfitnah Bapak" ungkap Pak Ramlan.
"Mas Wildan?" tanya Ratna tak percaya.
"Ya, Wildan. Dia pria yang sangat baik dan pintar. Dengan mudah dan cepat dia bisa membongkar kecurangan Direktur lama di Perusahaan ini. Ternyata teman yang dulu sudah memfitnah Bapak menjabat sebagai Dirut di Perusahaan ini" jawab Pak Ramlan.
Air mata Ratna semakin deras jatuh di pipinya. Dia benar - benar tidak menyangka Wildan berhasil membongkar kecurangan yang terjadi dua puluh tahun yang lalu hanya dengan waktu yang singkat.
"Dirut tersebut di pecat dan di jobloskan ke penjara. Lalu Mas Raharjo datang ke Semarang dan meminta Bapak untuk menjabat sebagai Dirut di Perusahaan ini. Karena jabatan itu sedang kosong" lanjut Pak Ramlan.
"Pak Raharjo juga datang?" tanya Ratna terkejut.
"Iya sayang, Papa Wildan sudah meminta maaf kepada Bapak atas kelalaiannya dulu sebagai seorang atasan. Semua sudah selesai, kami sudah saling memaafkan. Kini sudah tidak ada penghalang hubungan kamu dengan Wildan Nduk. Kalian sudah bisa kembali menjalin hubungan dan merencanakan hari pernikahan kalian" jawab Pak Ramlan.
"Tapi Pak, semua sudah berbeda sekarang. Mas Wildan... " ucap Ratna terputus.
Pintu ruangan kerja Pak Ramlan terbuka. Alangkah terkejutnya Ratna melihat orang yang baru saja masuk.
Jreng... jreng...
Siapa itu yang datang? Lanjut Bab selanjutnya ya.. 😊
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG