Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 257


__ADS_3

Minggu depannya setelah melakukan berbagai persiapan Wildan dan Ratna akhirnya berangkat umroh. Pak Raharjo memberikan waktu dua minggu untuk mereka pergi.


Selama dua minggu ke depan Pak Raharjo yang akan mengurus Perusahaannya. Wildan dan Ratna berangkat dengan penuh harapan dan doa.


Selama beribadah di sana tak henti - hentinya Ratna berdoa dan membujuk Allah untuk mengabulkan permintaannya. Dia hanya ingin hamil, ingin merasakan bagaimana menjadi seorang Ibu.


Ratna mengetuk pintu langit dengan cara bersujud di setiap shalatnya. Dengan tangisan air mata dia mencoba mengikhlaskan apa yang telah dia alami beberapa minggu yang lalu. Kehilangan calon anak mereka yang hanya Allah titipkan di rahimnya selama satu bulan saja.


Setelah selesai umroh Wildan sempat mengajak Ratna honeymoon ke Kota - Kota yang tak jauh dari Mekkah. Mereka kembali mempererat keharmonisan dan keromantisan dalam rumah tangga mereka.


Mencoba melupakan kisah sedih yang kemarin dan berusaha tegar menghadapi masa depan di depan. Apapun itu semua pasti karena campur tangan Allah.


Wildan tak pernah lagi menyinggung masalah kehamilan pada Ratna. Dia tidak mau merusak hati Ratna kembali dengan mengingatkan Ratna pada kesedihannya.


Keduanya sama - sama menikmati quality time berdua tanpa beban dan bebas lepas. Hingga akhirnya waktu kebersamaan mereka telah usai.


Ratna dan Wildan kembali ke Indonesia dan menjalani kehidupan mereka seperti dulu tentunya dengan semangat baru. Ratna kini mencari kesibukan dengan mengikuti berbagai les membuat kue bersama Ibu - Ibu rumah tangga lainnya.


Terkadang dia pergi bersama Cinta mengikuti pengajian atau juga berbelanja bersama. Sesekali mereka berkumpul dengan teman - teman anggota geng di Perusahaan Sanjaya.


Seperti saat ini mereka sedang berkumpul di cafe langganan mereka.


"Santi udah hamil ya?" tanya Loly.


"Alhamdulillah sudah masuk tiga bulan" jawab Santi.


Cinta melirik ke arah Ratna, ingin melihat apakah ada perubahan wajah dari sahabatnya itu.


"Wah selamat ya San, semoga lancar hingga lahiran" ucap Ratna tulus.


"Terimakasih ya Rat, semoga kamu juga secepatnya mendapat momongan" doa Santi.


"Aamiin" sahut Ratna.


Diam - diam Cinta menggenggam tangan Ratna dari bawah meja.


"Kamu hebat" bisik Cinta.

__ADS_1


Ratna hanya tersenyum membalas ucapan Cinta.


Wahyu menatap wajah Ratna dari kejauhan. Sudah dua tahun lebih pernikahan Ratna dan Wildan. Dia tau Ratna bahagia dengan pernikahannya. Wildan sangat mencintai Ratna dan berhasil menjadi suami yang baik.


Tapi Wahyu juga mendengar kesedihan Ratna. Apalagi sebulan yang lalu Ratna baru saja keguguran. Anak yang diharap - harapkan dari program bayi tabung ternyata gagal.


Wahyu masih tetap sendiri, dia belum menemukan wanita yang tepat untuk menjadi istrinya. Bukan dia tidak bisa move on dari Ratna hanya saja dia belum menemukan wanita sebaik Ratna.


Tanpa terasa dua jam mereka berkumpul. Akhirnya satu persatu dari mereka bubar dan pulang. Cinta juga sudah di jemput Melodi dan Radit. Kini hanya tinggal Ratna dan Wahyu.


"Pak Wildan masih lama Rat?" tanya Wahyu.


"Lagi dalam perjalanan menuju kemari. Kamu pulang aja duluan Yu, aku mau belanja ke supermarket dulu" jawab Ratna.


"Tapi kamu sendirian" ujar Wahyu.


"Tidak apa, udah biasa juga" sahut Ratna.


Wahyu hanya menatap Ratna.


"Udah pergi sana, tinggalin aja aku sendiri. Aku gak apa - apa kok" usir Ratna.


Ratna melanjutkan langkahnya menuju supermarket. Sedangkan Wahyu tidak pulang sesuai yang Ratna perintahkan. Hatinya gak tenang membiarkan Ratna sendirian.


Wahyu ingat hampir tiga tahun yang lalu dia dan Ratna pernah menghadapi kejadian seperti ini. Hanya saja saat itu sudah malam sehingga terjadilah sesuatu yang buruk pada mereka berdua.


Diam - diam Wahyu mengikuti Ratna dari belakang. Tapi Ratna bukan sedang menuju supermarket. Tapi Ratna berjalan menuju sebuah restoran yang ada di dalam gedung Mall.


"Lho katanya mau belanja tapi kok masuk ke dalam restoran lagi. Kamu bukan mau makan lagi kan Rat?" gumam Wahyu.


Diam - diam Wahyu juga masuk ke dalam restoran. Dia mencoba mencari sosok Ratna. Ternyata Ratna sedang menemui seseorang.


Wahyu mencari tempat yang dekat dengan Ratna duduk. Dia penasaran siapa orang yang Ratna temui.


"Kamu sudah lama menunggu?" tanya Ratna.


"Nggak baru kok" jawab seorang wanita.

__ADS_1


Alangkah terkejutnya Wahyu ketika melihat sosok wanita yang sedang berhadapan dengan Ratna.


"Bu.. bukannya itu Rania?" tanya Wahyu pada diri sendiri.


Dia terkejut karena melihat tampilan Rania yang jauh berubah. Dulu setau Wahyu Rania tidak memakai jilbab dan selalu berpakaian sexy. Tapi sekarang sudah memakai hijab.


Wahyu hampir tidak mengenalnya karena Wahyu juga hanya beberapa kali melihat wajah Rania. Itupun sudah sangat lama.


"Ada apa kamu mengajak aku ketemuan di sini Ratna?" tanya Rania.


Ratna menatap lurus ke dalam mata Rania. Dia mencoba mencari jawaban dari pertanyaan - pertanyaan yang ada di dalam hatinya.


"Apa benar kamu mau menjadi istri kedua Mas Wildan?" tanya Ratna.


Apa? Mengapa kamu bertanya seperti itu Ratna? Tanya Wahyu dalam hati.


Wahyu mencoba mendengar pembicaraan dua wanita itu. Dia sangat terkejut saat mendengar Ratna bertanya seperti kepada Rania.


Tatapan mata Rania terlihat sendu.


"Maafkan aku Rat, bukan maksudku ingin merusak rumah tangga kalian. Om Raharjo datang ke rumah Papaku dan bercerita tentang keinginannya yang ingin mempunyai keturunan. Aku tidak tau ide dari mana tiba - tiba Om Raharjo dan Papaku sepakat untuk menyambung perjodohan kami yang dulu sempat terputus. Awalnya aku menolaknya Ratna karena aku tidak mau merusak rumah tangga kalian. Tapi Om Raharjo meyakinkan aku kalau Wildan tidak akan menceraikan kamu. Aku akan menjadi istri kedua Wildan. Om Raharjo juga berkata kalau aku dan kamu sudah lebih saling mengenal. Dia berharap kita bisa akur dan menjadi saudara" jawab Rania.


Ratna menelan salivanya. Jangan tanya bagaimana perasaannya saat ini. Pasti sakit tapi dia harus menekan sakitnya perasaannya demi masa depan suaminya.


"Aku sadar Rat, masa laluku membuat aku sulit untuk mendapatkan pria baik - baik. Tidak akan ada pria yang mau menerima keadaanku seperti sekarang ini. Tiba - tiba datang tawaran dari Om Raharjo dan dia berjanji bahwa Wildan tidak akan menceraikan kamu. Seminggu aku memikirkan tawaran Om Raharjo sehingga aku mendapatkan jawabannya. Mungkin seperti inilah nasibku hanya bisa menjadi istri kedua dari pria yang sudah beristri. Dan mungkin hanya dibutuhkan untuk mendapatkan keturunan. Mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan hati Mas Wildan karena aku tau Mas Wildan sangat mencintai kamu. Aku mencoba menerima nasibku Rat, mungkin kamu juga mau berbaik hati membagi kebahagian kami sedikit saja padaku" air mata Rania mulai mengalir.


"Sulit sekali mendapat suami seperti Mas Wildan. Laki - laki yang baik dan mencintai istrinya. Aku.. aku.. maafkan aku Rat, aku iri dengan kebahagiaan kamu. Aku mengharap belas kasih kamu sedikiiiit saja membagi Mas Wildan padaku. Aku rela kalau jatahku hanya satu atau dua hari saja Rat, selebihnya biarlah Mas Wildan menjadi milik kamu. Aku tidak menuntut apapun pada Mas Wildan. Aku hanya berharap bisa memberikan keturunan untuknya" pinta Rania sambil terisak.


Gila.. Rania berkata seperti itu? Dia kan wanita juga, wanita mana yang mau berbagi suami. Apalagi Rania memintanya langsung kepada Ratna. Batin Wahyu.


Ratna menarik nafas panjang.


"Baiklah Rania aku akan coba bicarakan hal ini pada Mas Wildan. Tapi aku tidak menjanjikan apapun pada kamu" ucap Ratna.


Apa yang terjadi selanjutnya? Lanjut bab berikutnya ya guys...


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2