
"Cinta.... " panggil Melodi, Amel dan Bibik.
"Sayaaaang" Melodi langsung memegang tubuh Cinta.
"Tidak apa Mas, aku masih kuat" jawab Cinta.
"Tidak.. jangan dipaksa. Aku tidak mau kamu memaksa ingatan kamu. Aku takut kamu pingsan lagi sayang. Sudah.. kamu istirahat saja. Jangan banyak pikiran" Melodi membantu Cinta bangkit dari duduknya dan menuntunnya ke kamar.
"Mbak aku bawa Cinta ke kamar dulu ya.. Kalau kakak mau melakukan sesuatu di sini lakukan saja jangan sungkan. Anggap saja seperti di rumah sendiri" ucap Melodi.
"Iya Di" sahut Amel.
Melodi membantu Cinta naik ke atas tempat tidur, dia ikutan berbaring di tempat tidur dan memeluk Cinta dari belakang. Mencoba memberi kenyamanan agar Cinta merasa lebih tenang.
"Jadi itu sebabnya Mas pergi saat kita ziarah ke makam orang tuaku?" tanya Cinta.
Melodi menarik nafas panjang. Sudah saatnya memang dia terbuka tentang semua. Mumpung Cinta juga sedang membahas masalah ini.
"Aku mau buat sebuah pengakuan kepada kamu. Saat Papa dan Mamaku meninggal aku hanya tinggal sendiri. Rasa kehilangan itu sangat menyakitkan, rasanya hidupku hancur. Tak lama kemudian juga Om Andar melakukan penggelapan dana. Aku harus membentengi diriku agar aku bisa menjadi kuat dan hidup dengan sebuah tujuan. Saat itu aku menargetkan kamu sebagai alasan balas dendamku. Aku marah karena kamu selamat. Mengapa kamu yang harus selamat? Mengapa bukan salah satu dari orang tuaku agar aku tidak sendirian menjalani hidup ini. Aku mencari keberadaan kamu dan Kakak kamu tapi aku tidak menemukan kalian. Bertahun - tahun aku melakukannya. Rasa dendam itu sudah mendarah daging, padahal Wildan berulang kali mengingatkan aku kalau dendamku tak beralasan" ungkap Melodi.
"Hingga kamu hadir, perlahan-lahan rasa dendamku hilang. Kamu memenuhi hidupku penuh dengan cinta dan kasih sayang yang kamu punya. Pada saat aku mengetahui bahwa kamu adalah gadis yang selama ini aku cari, aku sempat marah tapi aku takut menyakiti kamu karena aku sangat mencintai kamu. Aku lari menjauhi kamu tapi aku tak bisa. Di diskotik Sofia datang menghampiriku tapi bayang - bayang kamu tidak pernah bisa aku hapus dalam ingatanku. Akhirnya Wildan membawa aku pulang dan menasehatiku" sambung Melodi sambil semakin mempererat pelukannya pada tubuh Cinta.
"Tapi sayang menghapus dendam yang sudah aku bangun selama tujuh tahun ini tidak lah gampang. Untuk kedua kalinya aku kembali bimbang apakah kamu sengaja hadir di dalam hidupku untuk menghancurkanku? Aku mendapat surat kaleng yang berisi foto Om Andar dan Papa kamu. Aku kembali marah dan untuk kedua kalinya aku meninggalkan kamu. Aku galau dan terdampar dalam kegelisahan. Salahku karena aku belum percaya penuh pada cinta kamu. Aku pergi ke makam Papa dan bertemu Pak Ilham. Dia meyakinkan aku kalau kamu memang benar - benar mencintaiku" ujar Melodi.
Sepulang dari sana aku langsung kembali ke kantor untuk bertemu kamu. Aku juga sudah mendapat info dari orang suruhanku kalau kamu koma selama enam bulan pasca kecelakaan itu dan kamu lupa ingatan akan kecelakaan itu. Kamu bahkan mengalami trauma berat setiap kali mengingat hal - hal yang berhubungan tentang kecelakaan itu. Aku merasa sangat bersalah selama ini sudah dendam kepada kamu. Kamu adalah korban dan sebenarnya kamu lah yang paling menderita disini. Kamu kehilangan orang tua kamu, kehilangan ingatan kamu saat - saat terakhir bersama mereka. Kamu juga terluka parah dan mengalami trauma. Aku malu pada diriku sendiri karena sudah jahat selama ini kepada kamu sayang. Maafkan aku" ucap Melodi dengan sungguh - sungguh.
Air mata Melodi tanpa dia sadari mengalir dari sudut matanya. Cinta bisa merasakan rasa bersalah yang besar dihari Melodi. Tidak pernah dia melihat Melodi menangis seperti ini.
Cinta menyeka air mata Melodi dan tersenyum lembut menatap wajah suaminya.
"Sekarang semua sudah jelas kan Mas? Tidak ada lagi prasangka dihati kamu tentang masalah kecelakaan itu?" tanya Cinta.
"Iya sayang, kamulah satu - satunya yang aku miliki. Aku tidak butuh yang lain lagi, cukup kamu saja" Melodi mengecup lembut kening Cinta.
__ADS_1
"Tapi sayang untuk sementara aku memberikan penjagaan ketat kepada kamu. Karena aku merasa ada seseorang yang ingin merusak rumah tangga kita. Sepertinya orang itu mengetahui hubungan kita dimasa lalu sehingga dia menjadikan kejadian itu sebagai alat untuk memisahkan kita" ujar Melodi.
"Apa ada hubungannya dengan Sofia Mas? Dia pernah mengatakan kepadaku kalau kamu menikahiku karena ingin balas dendam atas kematian orang tua kamu?" tanya Cinta.
"Aku belum bisa memastikannya sayang. Aku sedang menyuruh seseorang untuk mencari informasi tentang Sofia. Aku memang mencurigainya tapi aku belum punya alasan kuat untuk mengenyahkannya menjauh dari kita" jawab Melodi.
Cinta sedang berpikir dan menghubungkan kejadian - kejadian yang terhubung antara dia dan Melodi.
"Aaaaaaw... ssss.. " Cinta memegang kepalanya.
"Sayang udahan ya.. jangan banyak berpikir lagi. Sementara ini sudah cukup, jangan kamu pikirkan. Sekarang kamu istirahat dan tidur" perintah Melodi.
"Tapi Mas aku pengen makan soto buatan Bibik. Mumpung Bibik lagi ada di sini" pinta Cinta.
Melodi tersenyum penuh arti kepada Cinta.
"Apakah ini yang namanya ngidam? Kata orang wanita saat hamil akan banyak permintaan" tanya Melodi.
"Apakah kamu keberatan Mas?" tanya Cinta.
Melodi turun dari tempat tidur dan berjalan meninggalkan Cinta di kamar. Melodi keluar kamar dan menghampiri Bibik.
"Bik bisakah Bibik memasakkan Cinta soto. Katanya dia ingin makan soto buatan Bibik" pinta Melodi.
Bibik tersenyum senang.
"Cinta sudah mulai ngidam rupanya. Itu permintaan anak kamu. Baiklah Bibik akan memasakkan makanan yang dia pinta" ujar Bibik.
"Yuk Bik kita lihat apakah di dapur ada semua bahannya" ajak Amel.
"Aku rasa ada, karena Aku dan Cinta belum lama ini belanja bulanan" jawab Melodi.
"Ayo Mel kita buat" ujar Bibik.
__ADS_1
Bibik dan Amel segera berjalan menuju dapur dan memeriksa isi kulkas. Benar kata Melodi semua persediaan ada. Mereka mulai menyiapkan bahan - bahan dan mulai memasak.
Siang harinya Cinta yang baru saja bangun dari tidurnya keluar dari kamar. Aroma soto sudah menusuk hidungnya membuat perutnya semakin lapar.
"Mmmm.. wangi sekali Bik, aku jadi lapar" ujar Cinta.
"Tunggu sebentar ya, hampir matang" jawab Bibik.
"Melodi mana Cin?" tanya Amel.
Cinta melihat sekeliling apartementnya tapi tidak menemukan Melodi.
"Mungkin di ruang kerjanya Kak" jawab Cinta.
"Panggil Melodi Cin biar kita makan siang bareng" perintah Amel.
"Oke Kak.. " sahut Cinta.
Cinta masuk ke dalam ruangan kerja Melodi. Benar saja Melodi sedang bekerja dengan serius. Seminggu tidak masuk kantor membuat pekerjaannya menumpuk.
"Maaaaas makan yuk, aku udah laper banget" ajak Cinta dengan manja.
Cinta merangkul leher Melodi dan langsung duduk diatas paha Melodi. Sikap manja Cinta yang tak biasa ini sangat membuat Melodi terpana.
Melodi langsung mengecup lembut bibir Cinta.
"Aku juga lapar sayang pengen makan kamu" sambut Melodi.
"Kamu lupa apa pesan Dokter Mas" ujar Cinta mengingatkan.
"Iya deh.. aku harus puasa dulu" jawab Melodi.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG