
Saat berjalan menuju proyek, tatapan mata Melodi mencari keberadaan Cinta. Entah mengapa hatinya lega begitu melihat sosok Cinta ada dalam barisan karyawannya yang sedang menanti kedatangannya.
"Selamat siang Pak" sapa Baik hormat.
"Ya siang" jawab Melodi singkat.
"Bagaimana keadaan kalian di sini?" tanya Wildan.
"Alhamdulillah kami semua baik Pak" jawab Baim.
"Setiap hari kamu memberikan laporan mengenai perkembangan proyek, rasanya tak adil kalau saya hanya memantau dari jauh. Oleh sebab itu tiga hari ke depan saya bersama Pak Melodi akan menemani kalian di sini" ucap Wildan.
Cinta dan teman - temannya saling tatap. Mereka tidak menyangka kalau pimpinan perusahaan mereka akan sidak dan menginap di sini selama beberapa hari.
"Aku kita berkeliling" ajak Melodi.
Melodi berjalan paling depan menuju tempat pembangunan proyek. Disusul Wildan dan Baim di sampingnya. Yang lainnya mengikuti mereka dari belakang.
"Duh serasa cuci mata ya.. Tiga minggu lihat proyek terus sekarang lihat yang cakep - cakep aku merasa hidup kembali" ucap seorang wanita anggota tim.
"Huss.. nanti mereka dengar" bisik Santi.
Jujur Cinta juga tak bisa mengalihkan tatapannya pada pria yang bertubuh gagah itu. Kalau dihitung dengan jari baru tiga kali dia bertemu dengan pria dingin itu. Ini kali ke empat dan pesona pria itu semakin tampan di mata Cinta.
Mereka berjalan keliling proyek hampir satu jam. Cuaca mendung dan sebentar lagi akan hujan. Mereka menghentikan pekerjaan karena sepertinya hujan akan turun dengan deras.
"Mari Pak kita ke Mes" ajak Baim.
"Oke mari" sambut Melodi.
Melodi membalikkan badan dan berjalan melewati para karyawan yang ada di belakangnya. Tanpa sengaja tubuhnya dan Cinta saling bersentuhan.
Melodi dapat pencium wangi parfum milik Cinta, aroma yang lembut tapi manis. Seperti wangi kue yang tiba - tiba membuat Melodi kangen dengan masakan Cinta.
Saat di tengah perjalanan mereka menuju Mes tiba - tiba hujan turun dengan derasnya.
Melodi melihat Cinta berlari dan jilbabnya mulai basah. Sontak Melodi membuka jasnya dan ingin memberikannya kepada Cinta untuk menutupi tubuhnya tapi ternyata refleks Baim lebih dulu, dia membuka jaketnya dan memberikannya kepada Cinta.
Aksi itu dapat dilihat Melodi dengan jelas, rahangnya mengeras dan tidak suka melihat pemandangan seperti itu. Wildan tersenyum tipis.
Cemburu lo kan? Hahahaha itulah tujuanku mengajak kamu ke sini. Tawa Wildan dalam hati.
"Tadi pagi sudah aku katakan kepada kamu untuk memakai jaket tapi kamu tidak memakainya" ucap Baim sambil menutupi kepala Cinta.
"Jaketku basah" jawab Cinta.
"Sudah yuk kita lari ke Mes" ajak Baim.
Mereka berlari bersama - sama sampai ke Mes. Melodi akhirnya menaruh jasnya sebagai pelindung kepalanya. Dan berlarian dengan yang lain menuju Mes.
"Ups.. untung waktunya pas jadi gak basah kuyup" ujar Baim.
__ADS_1
"Makasih Im" ucap Cinta.
Melodi melihat mereka berinteraksi dengan mesra membuat hatinya panas.
"Mari masuk Pak" ucap Baim kepada Melodi dan Wildan.
Mereka duduk di ruang santai dimana di sana ada TV, biasanya di ruangan ini anggota tim berkumpul setiap malam hari untuk saling bercerita dan menjalin kekompakan.
Tiba - tiba ponsel Baim bergetar. Dia membaca pesan yang baru saja masuk.
"Waduh catering untuk makan malam katanya gak bisa datang karena hujan deras. Bagaimana makan malam kita?" tanya Baim kepada anggota timnya.
"Siapa yang bisa masak?" tanya Melodi.
Tatapannya tajam menatap Cinta. Cinta tidak bisa mengelak, dia mengerti apa arti tatapan Melodi saat itu.
"Sa.. saya bisa Pak. Tapi di sini persediaan bahan makanan tidak cukup" jawab Cinta.
"Itu gampang tinggal belanja kalau hujannya sudah mulai reda. Lagian masih lama waktu makan malam" ujar Melodi sambil melirik jam tangannya.
"Kalian silahkan berganti pakaian. Nanti pada sakit lagi karena bajunya basah terkena hujan" perintah Wildan.
"Baik Pak, permisi" sambut anggota tim yang lain.
Satu jam kemudian hujan tampak sudah mulai reda, angin juga sudah tak sekencang tadi.
"Kamu, siapa nama kamu?" tanya Melodi kepada Cinta.
Ups.. pintar sekali kamu pura - pura Od. Batin Wildan.
"Ci.. Cinta Pak" jawab Cinta.
"Ikut kami belanja, kami juga ingin membeli baju ganti dan beberapa perlengkapan lainnya. Karena ini sidak kami tidak membawa pakaian" perintah Melodi.
"Ba.. baik Pak" jawab Cinta.
"Maaf Pak apa perlu saya bantu. Nanti Cinta kan perlu bantuan untuk membawa barang - barang belanjaannya" pinta Baim menawarkan diri.
"Tidak usah, cukup kami bertiga saja. Ada Wildan yang bisa membantu dia nanti" jawab Melodi.
"Okey.. " sambut Wildan.
"Ayo Wil kita berangkat" ajak Melodi.
"Siap Bos" jawab Wildan.
Wildan dan Melodi berjalaj keluar Mes menuju mobil dan diikuti oleh Cinta di belakang mereka. Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan langsung menuju Mall terdekat.
"Wil nanti coba kamu cari tau cateringan para karyawan, saya tidak suka mereka membatalkan pesanan seperti itu. Tidak profesional, kalau mereka tidak mengantar makan malam, semua karyawan mau makan malam apa nanti malam" tegas Melodi.
"Oke Od" sambut Wildan.
__ADS_1
Cinta hanya bisa diam mendengarkan pembicaraan kedua petinggi Sanjaya Corp dari kursi penumpang.
Tak lama kemudian mereka sudah sampai ke Mall yang ada di Bandung.
"Kita cari pakaian dulu terakhir baru belanja bahan masakan" perintah Melodi.
"Ba.. Baik Pak" jawab Cinta patuh.
Cinta berjalan tergesa - gesa mengikuti jejak langkah dua pria itu yang sangat lebar sehingga Cinta kewalahan untuk mengimbanginya.
Sampailah mereka di tempat menjual pakaian. Melodi dan Wildan memilih beberapa pakaian mereka sedangkan Cinta hanya melihat dan memperhatikan mereka saja.
Melodi dan Wildan membeli dua pakaian proyek untuk besok dan lusa. Dua pakaian santai dan tak lupa pakaian dalam.
Melodi berhenti di tempat jaket, dia memilih satu jaket untuk dia pakai. Udara di Mes pasti dingin apalagi daerah itu kan memang dingin di tambah lagi cuacanya mendung pasti dia sangat membutuhkan jaket.
Dia memiliki jaket yang dia suka. Lalu mencari keberadaan Cinta.
"Hey kamu" panggil Melodi.
"Sa.. saya Pak?" tanya Cinta terkejut.
"Iya, siapa lagi kalau bukan kamu. Sini cepat" jawab Melodi.
Cinta berjalan mendekati Melodi.
"Pilih jaket untuk kamu. Saya tidak suka melihat karyawan saya kecentilan dan suka menggoda pria" ucap Melodi dingin.
Cinta langsung menatap wajah Melodi.
"Saya tidak pernah menggoda pria Pak" bantah Cinta.
"Apa tu tadi saat hujan. Hanya kamu dan si Ibrahim yang mesra - mesraan. Kalau dia baik pada semua orang kenapa hanya pada kamu dia berbuat seperti itu. Itu artinya apa? Karena kamu sudah menggodanya" ujar Melodi lagi.
Wajah Cinta sontak tampak marah. Wildan langsung ikut campur dia takut mereka bertengkar di sini.
"Sudah Cin pilih saja jaketnya dan jangan melawan perintah atasan" bisik Wildan.
Cinta mengurungkan niatnya ingin protes kepada Melodi. Seketika dia juga sadar kalau dia masih butuh pekerjaan ini. Dia tidak mau dipecat setelah satu bulan bekerja.
"Baik Pak" jawab Cinta.
Cinta masih kesal sebenarnya oleh sebab itu tiba - tiba dia punya ide untuk mengerjain Melodi.
Rasain, aku akan kerjain kamu. Bos dingin bermulut bon cabe level seratus. Umpat Cinta dalam hati.
Cinta memilih jaket yang paling mahal untuk dirinya.
Hahaha... kapan lagi bisa beli jaket semahal ini. Kamu yang bayarkan, siapa suruh nyuruh aku pilih jaket. Teriak Cinta dalam hati.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG