Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 230


__ADS_3

"Roy" panggil Melodi.


"Ya Bos" jawab pria yang namanya dipanggil Melodi.


"Kalian sudah siapkan apa yang aku pinta?" tanya Melodi.


"Sudah Bos" jawab pria itu.


"Bagus bawa ke sini" perintah Melodi.


Wajah Bela tampak semakin takut tapi tidak dengan Rania.


"Hey wanita iblis" panggil Wildan.


Rania menatap Wildan dengan tatapan angkuh.


"Sebentar lagi semua kesombongan dan keangkuhan kamu akan segera luntur. Kamu akan menangis dan bertekuk lutut di hadapan kami meminta untuk dilepaskan" ancam Wildan.


"Aku tidak takut, lihat saja nanti pasti pacarku akan menghajar kamu" sahut Rania.


"Hahaha... Kamu kira Mr. Smithson akan membela kamu? Itu karena dia belum tau kebusukan kamu, kalau nanti dia tau kejahatan kamu dia pasti akan meninggalkan kamu. Kamu akan tinggal sendiri. Tidak pria yang mau dengan wanita ****** seperti kamu" ujar Wildan.


"Cih aku tak percaya. Smithson sangat mencintaiku. Buktinya dia rela mengejar aku ke sini" ucap Rania membela diri.


Tak.. tuk.. tak..


Terdengar suara tapak kaki seorang.


Sreeeeek.. sreeeeek...


Seperti suara gesekan benda yang di tarik di atas lantai.


Kreaaaak..


Pintu pun terbuka, pria yang diperintahkan Melodi untuk membawa apa yang dia pinta kini sudah datang dengan membawa box besar. Bella terlihat semakin ketakutan sedangkan Rania masih menatap Wildan dengan tatapan menantang.


Melodi tersenyum dingin lalu menatap ke dalam box.


"Buka" perintah Melodi.


Pria yang bernama Roy membuka box yang dia bawa.


Melodi dan Wildan tersenyum puas dengan apa yang mereka lihat. Ini adalah hukuman kecil untuk dua wanita ini tapi bisa dipastikan mereka pasti aja kencin* di celana.


"Masukkan mereka ke dalam box" perintah Melodi.


Dua pria langsung memegang kedua tangan Bella dan Rania yang masih terikat. Mereka didorong dari belakang secara paksa hingga selangkah demi selangkah mereka berjalan ke depan.


"Aaaaaa... apa itu?" tanya Rania kaget.


Dia terlihat sangat jijik.


"Itu tikuuuus" sambut Bella.

__ADS_1


"Wil jangan lakukan" Kesombongan Rania mulai goyah.


"Melodi tolong jangaaan... Wiiiil... " wajah Bella memelas meminta pengampunan.


"Kalian tidak akan mati karena ini. Jadi kalian jangan takut, kami hanya memberikan hukuman kecil kepada kalian. Yang kalian lakukan pada istriku lebih jahat. Kalau ada apa - apa dengan dia, istri dan anakku yang celaka. Nyawa mereka taruhannya. Kalian hanya aku kasih hamster. Nikmatilah bermain dengan mereka" ujar Melodi.


"Masuk kalian" bentak Wildan.


"Aaaaaakh" teriak Rania.


"Aaaw... iiiiiiig" sambut Bella geli.


Mereka kini sudah masuk ke dalam box besar yang berisikan hamster. Mereka tidak bisa berontak karena tangan mereka terikat. Para hamster mulai naik ke tubuh mereka. Kedua wanita mulai menjerit.


"Tambah yang lainnya" perintah Melodi.


"Baik Bos" jawab Roy


Roy kembali keluar dari ruangan.


"Aaaaw... tolong Wildan kami minta maaf. Kami mengaku salah dan tidak akan melakukan kejahatan lagi" ucap Bella memohon.


"Iya benar, aku jera" sahut Rania.


"Iiiiiih... " kedua wanita itu merinding karena menahan geli.


Para hamster sudah masuk ke dalam pakaian mereka.


Tak lama kemudian Roy datang lagi membawa kotak yang terbuat dari kaca. Bisa dibilang akuarium kecil yang berisikan hewan mirip ular.


"Ulaaaaar" teriak Rania.


Dia semakin ketakutan.


"Please Wil... Od.. aku mohon aku tidak sanggup" ujar Bella memohon dan memelas.


"Masukkan" perintah Melodi.


Roy mulai memasukkan belut. Rania dan Bella tidak tau kalau hewan itu adalah belut. Mereka mengira hewan - hewan itu adalah ular.


"Ya Tuhaaaaan aaaaaaw.... " pekik Rania.


"Ingat Tuhan juga kamu ya" ejek Wildan.


"Kurang ajar kamu Wildan, lihat saja nanti ya. Smithson akan menghajar kamu" ancam Rania.


"Hahaha kita lihat saja nanti apa yang terjadi" sahut Wildan.


"Makanya sebelum bertindak pikirkan balasan apa yang kalian rasakan" tegas Melodi.


"Iiiiih Wildaaaaan... Odiiiii aku gak sanggup sungguh. Cukuuup hentikan ini" ucap Bella putus asa.


Dia merasa sangat geli dengan hewan yang terasa dingin dan berlendir lengket di tubuhnya. Ditambah lagi bulu - bulu hamster yang menyentuh wajahnya.

__ADS_1


"Tambah lagi Ro, yang terakhir" perintah Melodi.


Sontak kedua mata Rania dan Bella bulat membesar ingin keluar sangking terkejut dan takut dengan perintah Melodi.


"Ka.. kamu mau melakukan apa lagi Od?" tanya Bella lemah.


"Ini semua gara - gara kamu Bel. Kalau saja kamu tidak ingin kembali pada Wildan hal ini tidak akan terjadi" ucap Rania.


"Enak saja kamu menyalahkan aku. Bukannya kamu yang ingin balas dendam pada Wildan karena malu pertunangan kalian batal dan dia mempermalukan kamu di depan semua orang" bantah Bella.


Kini dua wanita itu bertengkar dan saling menyalahkan.


"Hahahaha kerjasama kalian ternyata semudah itu pecah. Sekarang kalian jadi saling menyalahkan" ujar Wildan.


"Kamu tahu Rania siapa yang membuat kamu dan keluarga kamu malu?" tanya Wildan.


Rania menatap penasaran ke arah Rania.


"Mr. Smithson sendiri yang melakukan semua itu. Dia yang merayu kamu dan menjebak kamu di hotel agar kamu mau kembali padanya. Dan dia juga yang merekam semua itu. Dia hanya meminta izin padaku untuk memutar video ini di hari pertunangan kita agar pertunangan kita batal dan kalian bisa kembali bersama. Aku tentu saja tidak keberatan karena aku tidak mencintai kamu. Ada wanita baik yang lebih hebat dari kalian berdua sudah menantiku. Dia adalah Ratna calon istriku " ungkap Wildan.


"Ti.. tidak mungkin Smith melakukan semua itu" ujar Rania.


"Kamu tanyakan saja kepadanya" sambut Wildan.


Wildan menatap Bella.


"Dan kamu Bella, hubungan kita sudah selesai sejak kamu pergi meninggalkan aku. Dengan kamu lebih memilih karir dari pada aku, aku tau kamu tidak tulus mencintaiku. Aku malah bersyukur sekarang. Mungkin kalau seandainya kita menikah aku tidak tau rumah tangga seperti apa yang akan kita jalani. Kamu sedikitpun tidak mau mengalah untuk karir kamu. Kamu pasti tidak bisa menjadi istri yang baik mengurus aku dan anak - anak. Aku tidak mencari wanita seperti itu. Yang aku butuhkan adalah kenyamana di masa depanku. Rumah tempat aku benar - benar pulang setelah seharian lelah bekerja mencari nafkah untuk keluarga" ucap Wildan kepada Bella.


"A.. aku menyesal Wil" sahut Bella.


"Penyesalan kamu sudah terlambat. Aku sudah menemukan rumahku. Terimakasih kamu sudah meninggalkanku dulu, itu yang menjadi cambuk dalam hidupku untuk hidup lebih baik lagi" jawab Wildan.


Tiba - tiba Roy datang membawa akuarium kecil yang isinya.....


"Melodi apa ituuuuuuu?" teriak Bella shock.


"Ini cocok untuk kalian berdua. Ini hadiah terakhir dariku. Mungkin hewan - hewan ini bisa menghilangkan rasa gatal yang luar biasa bagi pikiran kalian. Dan justru sebaliknya tubuh kalian lah yang merasakan gatal luar biasa karenanya" jawab Melodi.


"Aaaaaaaw... ulat buluuuuuuuu" teriak Rania.


"Masukkan Roy" perintah Melodi.


Dan pria itu memasukkan semua ulat bulu yang ada di dalam akuarium ke dalam box besar dimana Rania dan Bella berjuang dari serangan hamster dan belut.


Kini penderitaan mereka bertambah dengan hadirnya ulat bulu.


Gatal - gatal deh.. paling besok badan kalian bentol - bentol. Batin Roy.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2