
Kini Wildan dan kedua orang tuanya sudah berada di salah satu hotel yang ada di Kota Pati. Walau lamaran Wildan dan Ratna sudah selesai tapi mereka sengaja ingin mengunjungi rumah calon besannya.
Sekalian Mamanya Wildan ingin liburan. Bosan lihat kota dan hiruk pikuknya. Mama Wildan ingin main ke sawah dan sungai. Wildan pernah bercerita kalau kampungnya Ratna sangat sejuk dan indah. Membuat Mamanya penasaran dan ingin sekali mengunjungi tempat itu.
Setelah orang tua Wildan istirahat di Hotel Wildan pamitan untuk mengantar Ratna pulang ke rumahnya. Sedangkan keluarga Ratna sudah lebih dulu pulang menggunakan mobil dinas Pak Ramlan.
Wildan dan Ratna saat ini sudah dalam perjalanan menuju rumah Ratna.
"Akhirnya ada juga waktu kita berduaan" ujar Wildan.
Wajah Ratna langsung merah merona. Wildan sengaja melewati alun - alun kota dan berhenti dipinggir jalan.
"Mampir dulu yuk" ajak Wildan.
Wildan dan Ratna keluar dari mobil, mereka berjalan menuju alun - alun. Wildan sengaja mengarahkan Ratna untuk duduk di kursi tempat mereka berpisah dua minggu yang lalu.
Kini mereka sudah duduk di bangku taman tepat di seberang gedung bank.
"Kamu ingat tempat ini?" tanya Wildan.
Ratna menatap Wildan dengan tatapan bersalah.
"Aku tidak akan pernah bisa melupakan tempat ini Mas" jawab Ratna.
"Kelak kalau kita sudah menikah, jika terjadi lagi masalah yang sama jangan pernah ambil keputusan seperti itu ya.. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Asalkan kita sabar dan sama - sama tidak mau mengenal dan mengucapkan kata pisah, hal itu tidak akan pernah terjadi. Kita sama - sama saling menyakiti hati kita masing - masing. Memang pasti sangat berat bagi kamu jika diberikan pilihan keluarga atau aku. Tapi bukan berarti kami tidak bisa disatukan" ujar Wildan.
Ratna menunduk dan air matanya kembali menetes.
__ADS_1
"Ada jalan keluar lain selain berpisah Ratna. Kamu tidak harus memilih aku atau keluarga kamu tapi kamu bisa merangkul kami, bersama - sama. Tidak ada yang di tinggalkan dan disakiti" lanjut Wildan.
"A.. aku sangat bingung saat itu Mas. Aku tidak tau harus melakukan apa? Maafkan aku" ungkap Ratna.
"Tidak ada yang perlu di maafkan. Aku hanya ingin kita belajar dari apa yang telah kita lalui. Saat kita menikah nanti, aku tidak bisa pastikan semua akan berjalan mulus. Pasti akan banyak permasalah yang kita lalui. Tolong percaya padaku, aku akan melakukan yang terbaik untuk kita, bukan untukku. Tapi untuk aku dan kamu" pinta Wildan.
Ratna menghapus air mata di pipinya.
"Melihat kamu diam - diam menangis di balik meja kerja kamu, rasanya sakit Ratna, sakit sekali. Ingin sekali aku memeluk kamu paksa dan membawa kamu lari ke suatu tempat yang hanya ada aku dan kamu. Tapi aku berpikir ulang, mungkin kamu akan sangat membenciku saat itu. Aku coba bertahan dan bersabar. Begitu juga dengan kamu, aku mohon bersabarlah dan tunggu aku kelak jika kita sedang menjalani cobaan cinta. Jangan patah semangat ataupun putus asa. Aku sudah menetapkan hatiku hanya untuk kamu, tidak ada wanita lain di hatiku. Oleh sebab itu aku akan perjuangkan kamu sampai titik darah penghabisan. Apapun akan aku lakukan untuk kamu" sambung Wildan.
Ratna menatap kedalam manik mata Wildan. Tak perlu Ratna cari tau arti dari tatapan Wildan. Dia sangat tau laki - laki yang ada di hadapannya ini mempunyai cinta yang begitu besar untuknya.
"Bella adalah masa laluku, aku hanya menganggapnya sebagai teman tidak lebih. Dan masalah apa yang kamu lihat dikantor kemarin itu karena Bella sudah terbiasa hidup seperti itu di luar negeri. Dan.. aku juga hidup sepet itu, walau aku sudah coba untuk menjauhinya tapi semua butuh proses. Tidak bisa secepat itu aku bisa jaga sikap. Tapi aku berjanji pada kamu untuk terus memperbaiki diriku" pinta Wildan.
"Aku tidak memaksamu untuk menerima keseluruhan diriku aku hanya pinta kamu tetap bertahan disisiku saja. Cukup itu, biar aku yang akan merubah hidupku jadi lebih layak dan pantas untuk berada disamping kamu" lanjut Wildan.
"Kamu sungguh berarti Rat, kamu sangat berharga. Wanita akan di hargai jika dia bisa menjaga harga dirinya, menjaga sikapnya dan menjaga kehormatannya. Itu yang aku nilai dari kamu. Kamu bisa terlihat lebih bersinar dibanding Bella dan Rania. Wanita seperti mereka banyak Rat di Jakarta ataupun di kota - kota besar justru yang seperti kamu langka dan aku beruntung mendapatkan kesempatan itu. Jadi pria satu - satunya pilihan kamu" jawab Wildan.
"Mas" panggil Ratna.
Wildan tersenyum lembut penuh kasih sayang.
"Tempat ini saksinya kita pernah hampir berpisah dan di tempat ini pula kita kembali bertemu dan berjanji untuk sehidup semati. Kelak kalau kita sudah punya anak - anak dan bawa mereka pulang kampung ke rumah eyangnya. Aku akan berkata bahwa di tempat ini adalah tempat yang paling bersejarah bagi Papa dan Mamanya" ujar Wildan.
Hati Ratna menghangat saat Wildan mengajaknya membayangkan masa depan mereka bersama.
"Jadilah ibu dari anak - anakku Ratna. Kita akan cetak anak - anak yang pintar, cantik dan tampan juga soleh solehah berkat didikan Mamanya dan tentunya benih dari Papanya" pinta Wildan.
__ADS_1
Wildan dan Ratna saling tatap penuh makna.
"Kamu sih tadi aku ajak nikah malam ini gak mau. Kalau tidak kan malam ini kita sudah mulai bosa produksi anak" goda Wildan.
"Maaaaaas" protes Ratna.
Wildan tertawa lepas.
"Hahaha... aaaaaah lega sekali Rat, akhirnya semua selesai dengan baik dan aku bisa menatap kamu seperti ini. Rasanya aku tidak akan pernah puas menatap kamu. Begitu aku antar kamu pulang ke rumah aku akan kembali merindukan kamu. Seminggu yang lalu terasa sangat berat melalui hari - hari tanpa kamu" ungkap Wildan.
"Hampir saja aku culik kamu di gang kos - kosan Santi" sambung Wildan.
"Lho Mas tau aku tinggal di sana?" tanya Ratna terkejut.
Wildan tersenyum sambil mengangguk.
"Cinta atau Mas Melodi yang bilang?" selidik Ratna.
"Tidak.. mereka tidak perlu memberi tahu aku. Aku sendiri yang mencari kamu. Jadi jangan pernah berniat untuk lari dariku. Kemana pun kamu pergi dan dimanapun kamu bersembunyi aku pasti akan menemukan kamu. Aku akan mencari kamu kemana saja. Bahkan keujung dunia sekalipun aku akan menemukan kamu, ingat itu" tegas Wildan.
Wajah Ratna kembali merona mendengar pengakuan indah dari Wildan. Sepertinya rasa cinta Ratna kepada Wildan kini sudah berkali - kali lipat bertambah.
Aaaakh jadi nyesal kenapa tadi aku menolak permintaan Mas Wildan untuk menikahiku malam ini. Batin Ratna.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG