Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 113


__ADS_3

Ombak pernikahan Cinta dan Melodi kembali tenang. Sepekan sudah berlalu, perhatian dan kasih sayang Melodi kembali seperti dulu.


Satu yang Cinta hindari, dia tidak akan mengungkit tentang kematian kedua orang tua Melodi ataupun orang tuanya karena Melodi seperti memiliki trauma akan hal itu.


Cinta takut trauma itu masih meninggalkan luka yang sangat besar. Buktinya kemarin saja mood Melodi berubah drastis karena mereka melewati jalan dimana kecelakaan orang tua Melodi terjadi.


Menikah bukan hanya mentingkan kebahagiaan diri sendiri saja tetapi juga pasangan. Saling menghargai dan mengetahui batasan yang tidak boleh kita langgar.


Karena sejatinya manusia adalah makhluk yang tak luput dari dosa. Harus ada sebuah peraturan dalam hidup ini agar hidup manusia tidak kacau balau.


Peraturan yang paling mendasar adalah agama. Di dalam ilmu agama ada peraturan - peraturan yang harus kita patuhi dan tidak boleh dilanggar. Ilmu agama yang membuat hidup manusia jadi terarah dan memiliki tujuan.


Walau begitu masih banyak manusia - manusia yang melanggarnya. Banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi bisa karena godaan setan, sifat dasar manusia itu, lingkungan ataupun keadaan yang sedang menghimpit.


Contoh terdekat yang Cinta lihat saat ini adalah suaminya. Kini hidup Melodi lebih teratur sejak perlahan dia membenahi ilmu agamanya. Sekarang shalat Melodi tidak pernah bolong lagi.


Hidup Melodi kini benar - benar berubah. Wajahnya sudah tak sedingin dulu lagi. Emosinya juga lebih stabil sehingga Wildan perlahan mulai bisa mempersiapkan kepergiannya dari perusahaan Melodi.


"Od ada yang ingin aku bicarakan pada kamu" ucap Wildan.


"Ada apa Wil?" tanya Melodi.


"Kamu tidak ingin menggelar resepsi pernikahan kalian? Seluruh karyawan sudah mengetahui tentang pernikahan kalian tapi banyak rekan bisnis kita yang tidak tau.Menurut aku mempublikasikan perbinakahan kalian kepada orang banyak akan membantu perkembangan perusahaan. Citra kamu di mata para rekan bisnis kita akan semakin positif. Kamu tidak pernah lagi terdengar mampir ke diskotik atau bermain - main dengan para wanita" saran Wildan.


Melodi tampak sedang memikirkan usul dari Wildan.


"Mmmm... bagus juga ide kamu itu. Aku akan memikirkannya" sambut Melodi.


"Bicarakan hal ini dengan istri kamu. Bagaimanapun dalam pernikahan itu kan ada dua orang yang berperan. Bukan hanya kamu saja, tapi Cinta juga. Mungkin dia punya sebuah keinginan atau impian yang belum terwujud. Siapa tau kamu bisa membuat hal itu terjadi" ujar Wildan.


Mata Melodi tampak berbinar.

__ADS_1


"Benar juga apa yang kamu katakan, nanti aku akan membicarakannya dengan Cinta di apartement. Tapi Wil ada yang sudah aku rencanakan sejak aku menikah. Namun hingga saat ini belum aku mulai" ungkap Melodi


"Apa itu?" tanya Wildan.


"Aku ingin mencari rumah yang memiliki tanah yang luas. Kalau bangunan rumahnya kecil pun tak mengapa yang penting halamannya luas. Aku ingin membuat rumah seperti suasana di kampung Cinta. Banyak tanaman dan pemandangannya hijau" jawab Melodi.


"Kalau kamu mau yang seperti itu letaknya harus sedikit jauh Od. Mana mungkin di tengah kota bisa kita temukan rumah seperti yang kamu inginkan itu" sahut Wildan.


"Tidak apa sekarang kan jalan tol sudah lengkap, kemana - mana juga bisa cepat" jawab Melodi.


Wildan tersenyum menatap Melodi.


"Kenapa?" tanya Melodi penasaran.


"Kamu benar - benar sudah berubah ya.. Dulu kamu gak suka punya tempat tinggal yang jauh dari kantor. Makanya kamu cari apartement yang terletak di tengah kota, dekat kalau mau kemana - mana" jawab Wildan.


"Perubahan yang abadi Wil, dulu kan aku belum menikah. Belum ada yang urus, pengennya hidup simple tanpa beban. Tapi sekarang aku sadari kita tidak bisa terus - terusan hidup bebas. Terlahir sebagai laki - laki harus punya tanggung jawab yang besar untuk dirinya sendiri dan keluarga" ungkap Melodi.


"Aku semakin senang mendengarnya, hidup kamu kini semakin baik. Kamu juga sekarang sudah bisa mengatasi amarah kamu. Sepertinya waktuku tidak akan lama lagi Od di sini" ujar Wildan.


Seketika tatapan Melodi berubah dan menatap Wildan dengan serius.


"Aku tidak pernah siap rasanya kalau harus kamu tinggalkan" ungkap Melodi.


"Hei.. aku bukan pergi untuk selamanya. Aku hanya tidak bekerja di Perusahaan kamu. Kamu sudah siap untuk mengurus perusahaan ini sendiri. Asisten pribadi kamu sudah aku latih untuk membantu kamu. Sekarang kamu juga sudah menikah, sudah gak kesepian lagi. Kamu sudah bahagia kini giliran aku yang akan mencari kebahagiaanku" sambut Wildan.


"Maaf, aku terlalu egois" ucap Melodi.


"Hei.. ini bukan kamu" ledek Wildan.


Melodi si pria dingin jarang sekali mengatakan kata maaf. Tapi saat ini selain dia mengucapkan kata itu wajahnya juga tampak sedih.

__ADS_1


Wildan yang sudah mengenal Melodi sejak remaja jadi tidak tega melihatnya. Walau terkadang Wildan sering merasa jengkel karena sikap Melodi yang suka berbuat sesuka hati, emosian dan dingin. Tapi Wildan tau sisi lembut Melodi.


Wildan mengenal Melodi jauh sebelum Melodi berubah menjadi monster setelah kedua orang tuanya meninggal. Sebelum itu Melodi adalah pria yang hangat dan menyenangkan.


Oleh sebab itu Wildan sangat yakin kalau hati Melodi memang baik, dia hanya sedang terluka. Tapi kini sudah ada Cinta sebagai obat lukanya. Perlahan - lahan cintanya Cinta bisa membuat sakit Melodi sembuh. Melodi perlahan - lahan juga sudah kembali ceria.


"Selama ini aku selalu mengekang dan mengikat kamu agar tidak pergi dariku. Tapi kini aku sadar kamu juga punya masa depan. Kamu adalah seorang anak yang harus berbakti kepada orang tua kamu. Tidak mungkin selamanya kamu bisa selalu ada di sisiku. Om Raharjo sudah semakin tua, dia kamu juga membutuhkan kamu untuk meneruskan Perusahaan kalian. Persiapkan saja semuanya Wil, aku tidak akan memberatkan kamu lagi dan tidak akan menahan kamu agar kamu tetap tinggal. Silahkan bangun masa depan yang telah menunggu kamu. Aku akan berjuang mengurus perusahaan ini sendiri" ungkap Melodi.


Wildan menepuk bahu Melodi untuk menberikan semangat.


"Hei jangan melow.. aku merasa tidak sedang berbicara dengan kamu" canda Wildan.


"Aku serius, terimakasih kamu sudah banyak membantu aku selama ini. Kamu tidak pernah meninggalkan aku sendirian, kamu selalu menemani aku melewati waktu - waktu yang sulit dalam hidupku. Aku berhutang banyak kepada kamu" ujar Melodi.


Wildan tersenyum harus, belum berpisah saja rasanya sudah sesedih ini. Tujuh tahun lebih mereka berjuang bersama mulai dari nol hingga mereka berhasil seperti sekarang ini.


"Aku akan menunggu sampai resepsi pernikahan kamu selesai di gelar, setelah itu baru aku keluar dari perusahaan ini. Aku juga akan membantu kamu menemukan rumah impian kamu bersama Cinta" sahut Wildan.


"Baiklah kalau begitu secepatnya aku akan bicarakan hal ini kepada Cinta. Aku juga akan mulai mencari dan merancang rumah masa depan kamu" balas Melodi.


"Sudah waktunya kamu bahagia Od" ucap Wildan.


"Kamu juga" sahut Melodi.


Mereka saling rangkul sambil menatap langit dari balkon apartement Melodi yang berada di dekat kolam renang. Segelas kopi dan roko menemani waktu santai mereka malam ini.


Sudah lama mereka tidak berbincang santai seperti malam ini. Terkadang ada rindu untuk melakukannya lagi berdua.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2