
Keesokan paginya Ratna sudah sampai ke kampung Cinta naik taxi membawa gaun dan MUA yang telah dia dan Wildan cari tadi malam.
Dengan bantuan pihak hotel mereka bisa mendapatkan segala kelengkapan untuk pesta pernikahan dadakan sahabat mereka.
Tenda sederhana juga sudah mulai dipasang di depan rumah Cinta. Menurut Wildan ini adalah tenda sederhana tapi bagi orang kampung sudah sangat mewah.
Wildan juga meminta bantuan pihak Hotel untuk dekorasi sederhana tempat akad nikah Cinta dan Melodi. Pihak hotel juga menyiapkan menu makan siang untuk pesta akad nikah Melodi dan Cinta.
Surya sudah selesai menyiapkan semua keperluan untuk akad nikah. Pada tetangga juga sudah diundang.
Surya memang harus menjelaskan kepada para tetangga bahwa rencana pernikahan Cinta dadakan berhubung karena calon suami Cinta harus menyusun jadwal lagi untuk resepsi pernikahannya.
Ada beberapa suara sumbang yang mengatakan bahwa pernikahan dadakan ini dilangsungkan karena Cinta sudah berbadan dua. Tapi Cinta dan keluarganya tidak menanggapi semua itu.
Yang penting mereka sudah menjalankan sesuai dengan ajaran agama. Kalau mencoba membela diri pada orang - orang yang kepo dan iri akan sangat sulit. Biar saja waktu yang menjawab semuanya.
Jam setengah sepuluh pagi Melodi dan Wildan sudah sampai di rumah Cinta dengan memakai jas lengkap dan rapi.
Beberapa wanita saling berbisik mengagumi penampilan calon suami Cinta.
"Pantas saja Cinta mau segera menikah, calonnya ganteng banget dan kaya. Susah mengikat pria seperti ini, jadi begitu dapat langsung di sikat" ucap seorang warga.
"Beruntung banget Cinta dapat suami setampan dan sekaya ini" sambut yang lain.
"Cinta kan juga cantik dan pintar. Percuma donk kalau dapat suami orang biasa. Gak percuma punya otak cemerlang dan sukses bekerja di Jakarta. Dia juga bisa menggaet pria tampan dan kaya" ujar seorang lagi.
Amel dan bibik sibuk memastikan segala sesuatu demi kelancaran akad nikah Cinta pagi ini.
Tepat jam sepuluh pagi Melodi sudah duduk di depan penghulu.
"Silahkan dibaca - baca Nak ucapan saat ijab kabul nanti" perintah Bapak kadi nikah.
Melodi membaca secarik kertas yang mencatat nama Cinta lengkap dengan nama orang tuanya.
Aku kok seperti tidak asing dengan nama Papanya Cinta? Tapi siapa ya, aku kok lupa? Tapi aku merasa sangat mengenal nama ini? Aaah.. mungkin saja ketepatan sama. Di dunia ini kan banyak nama yang sama. Namaku saja mungkin banyak tersebar di seluruh Indonesia ini. Ucap Melodi dalam hati.
Akhirnya ijab kabul pun di mulai. Cinta yang seorang yatim piatu tidak mempunyai saudara laki - laki dinikahkan dengan menggunakan wali nikah.
Melodi berjabat tangan dengan wali nikah dan mengucapkan akad nikah dengan lantang dan tanpa diulang.
"Bagaimana?" tanya kadi nikah.
__ADS_1
"Saah'" jawab para saksi, salah satunya adalah Wildan.
"Mana pengantin wanitanya, silahkan keluar dari kamar" perintah kadi nikah.
Cinta keluar dari kamar diiringi Ratna sahabatnya. Cinta tampak cantik sekali dalam balutan gaun pernikahan berwarna putih
MUAnya juga sukses menyulap wajah Cinta jadi sangat cantik. Melodi sempat pangling tadi melihat wajah cantik istrinya.
Ya setelah ijab kabul tadi, kini Cinta susah resmi menjadi istri Melodi. Cinta berdiri di hadapan Melodi. Kini saatnya Melodi memasangkan cincin pernikahan ke jari tangan Cinta dimana cincin tersebut yang juga menjadi mahar pernikahan mereka.
Prok... prok.. prok..
Semua tamu yang hadir bertepuk tangan setelah cincin terpasang. Keduanya saling tatap sangat dalam dan sangat bahagia.
Kini status mereka sudah berubah, Melodi dan Cinta sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Acara dilanjutkan dengan syukuran pernikahan mereka. Semua tamu undangan dipersilahkan makan siang. Melodi dan Cinta duduk di tempat duduk yang sudah disediakan untuk pasangan suami istri yang baru saja ijab kabul.
Sederhana memang tapi semua itu tidak mengurangi kebahagiaan dua hati yang sedang jatuh cinta ini.
"Mas mau makan apa, biar aku ambilkan?" tanya Cinta.
"Apa aja sayang, yang penting pilihan kamu" jawab Melodi lembut.
Setelah itu Cinta mulai menyuapi Melodi. Dengan penuh kesabaran Cinta melayani suaminya. Ini adalah ibadah pertama yang dia laksanakan setelah akad nikah. Akan banyak ibadah lainnya yang menanti.
"Nanti setelah pulang dari kampung kamu langsung tinggal di apartementku ya.. besok baru kita angkat semua barang - barang kamu di kosan. Sebaiknya kamu cuti beberapa hari sayang, karena aku ingin bulan madu bersama kamu" ungkap Melodi.
Wajah Cinta kembali merona. Jantungnya berdetak sangat kencang.
Beginikah rasanya jatuh cinta? tanya Cinta dalam hati.
"I.. iya. Mas.. terserah kamu. Apapun perintah suamiku akan aku laksanakan" sambut Cinta patuh.
Melodi membalasnya dengan senyuman.
Acara selesai sekitar jam dua siang. Cinta segera berganti pakaian di kamarnya dan bersiap - siap hendak pulang ke Jakarta bersama suaminya.
"Maaf Mas, Mbak, Bibik kami tidak bisa berlama - lama di sini. sebenarnya semuanya kan memang diluar rencana. Tapi aku memang harus berkata jujur bahwa aku dan Cinta harus kembali ke Jakat sore ini juga" pamit Melodi kepada keluarga Cinta.
"Iya tidak apa - apa Odi. Kami mengerti" sambut Surya.
__ADS_1
"Mmm.. Dek Odi tolong titip Cinta ya. Dia adik Mbak satu - satunya. Hanya dia keluarga satu - satunya yang Mbak miliki. Dia adalah harta yang tak ternilai harganya. Tolong sayangi dan jaga dia sebaik mungkin. Jangan sakiti dan bahagiakan dia ya" ucap Amel sambil meneteskan air mata.
"Aku akan membahagiakannya Mbak. Mbak gak perlu khawatir. Kebahagian Cinta adalah prioritas utama bagiku" Jawab Melodi.
Tak lama Cinta dan Ratna keluar dari kamar. Cinta sudah berganti pakaian dengan pakaian sederhananya. Make-up nya juga sudah dihapus. Dia sudah kembali menjadi Cinta yang apa adanya.
Tapi semua itu semakin membuat Melodi semakin mencintainya.
"Sudah siap?" tanya Melodi pada Cinta.
"Sudah Mas" jawab Cinta.
"Kalau begitu kami pamit pulang, Mas, Mbak, Bik" ujar Melodi.
Melodi menjabat tangan erat seluruh keluarga Cinta. Cinta memeluk erat Kakak kandungnya dan juga bibik yang sudah membesarkannya.
Mereka saling meneteskan airmata, tapi airmat bahagia.
"Baik - baik ya Nduk di sana. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, layani suami kamu dengan baik dan patuh kepadanya. Ridhonya adalah Ridho Allah" pesan Bibik.
"Iya Bik. Kak aku pulang dulu ya.. dalam waktu dekat kami akan balik ke sini lagi" pamit Cinta.
"Iya Mbak tunggu, hati - hati ya dek.. ingat pesan Kakak kemarin malam" ulang Amel.
"Iya Kak" jawab Cinta.
Mereka segera masuk ke dalam mobil dan mulai bergerak menuju jalan pulang ke Jakarta.
"Waaah perjalanan paling hebat seumur hidupku. Saat pergi hubungan kalian hanyalah sebagai seorang bawahan dan atasan. Siapa sangka saat pulang nasib berkata lain. Kalian sudah menjadi pasangan suami istri" komentar Wildan pada Melodi dan Cinta.
"Jodoh rahasia Allah Wil, kapan, dimana dan siapa itu hanya Allah yang tahu. Kita hanya bisa berusaha, keputusannya harus tetap dengan ridho Allah" sambut Melodi.
"Aamiin.. semoga pernikahan kalian Samawa ya" ujar Wildan.
"Aamiin... " sahut Cinta dan Melodi.
"Terimakasih Wil" balas Melodi.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG