Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 98


__ADS_3

Wildan sampai di apartementnya. Dia melihat semua ruangan sudah rapi. Wildan berjalan menuju dapur dan melihat apa yang ada di atas meja makan. Ternyata hidangan makan ini sudah tersedia lengkap.


Wildan mencoba mencari sosok Ratna di dalam apartement nya tapi dia tidak juga menemukannya. Wildan segera menghubungi Ratna.


"Halo Rat, kamu dimana?" tanya Wildan.


"Saya di apartement saya Pak. Oh iya Pak maaf saya belum izin. Tadi saya bawa makanan untuk makan malam saya" pinta Ratna.


"Kamu kok makan di apartement kamu sih, kan biasanya makan malam bareng saya di apartement?" tanya Wildan.


"Saya baru dengar ceramah Mamah Dedew Pak, kalau dua orang yang bukan muhrim berada dalam satu ruangan maka yang ketiga diantara mereka adalah setan. Saya gak mau ketemu setan Pak, saya takut" ungkap Ratna.


"Di rumah saya gak ada setan Rat" ujar Wildan bingung.


"Ada Pak, Bapak aja yang gak bisa lihat" sahut Ratna.


"Dimana? Kamu pernah lihat emang nya? Kok gak pernah cerita sama saya?" tanya Wildan penasaran.


Setannya ya di hati aku Pak, bisik - bisik untuk mengharapkan kamu jadi pendamping hidupku. Jawab Ratna dalam hati.


"Justru karena belum lihat makanya saya takut Pak. Kalau udah lihat mah saya pasti pingsan Pak" jawab Ratna.


"Ada - ada saja kamu. Kamu takut ya aku terbujuk rayu setan?" tanya Wildan.


Ratna menganggukkan kepalanya tapi tentu saja Wildan tidak bisa melihatnya.


"Hei Ratna.. kamu kok diam aja?" tanya Wildan.


"Eh aku lagi makan Pak. Maaf aku duluan. Bapak makan sendiri aja ya" jawab Ratna.


Wildan menarik nafas panjang.


"Ya sudah kalau begitu" sahut Wildan.


Walau kesal Wildan tak bisa memaksa Ratna untuk makan bersamanya. Akhirnya Wildan makan sendiri di meja makan.


Setelah selesai makan Wildan berjalan ke kamarnya untuk bersih - bersih. Tiba - tiba ponselnya berdering. Wildang langsung mengangkat telepon tersebut.


Karena beberapa dua hari ini dia memang sedang menunggu kabar dari si penelepon.


"Halo Pak" sapa seorang pria dari seberang.


"Ya.. apa informasi yang kamu dapatkan?" tanya Wildan tak sabar.


"Wanita itu memang wanita yang selama ini dicari Pak. Saya sudah menyelidiki data keluarganya. Orang tuanya memang yang meninggal dalam kecelakaan itu" jawab pria itu.


"Shiiiit..... " Wildan memukul tempat tidurnya.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu punya tugas baru" sambut Wildan.


"Ya Pak" sahut pria itu.


"Hapus semua bukti yang menunjukkan kalau dia adalah orang yang sama. Aku tak mau Melodi menemukan kebenaran ini" perintah Wildan.


"Baik Pak" jawab pria itu.


"Ya sudah laksanakan dengan secepat mungkin jangan sampai orang suruhan Melodi menemukan ini lebih dulu" desak Wildan.


"Ya Pak, saya mengerti" balas pria itu.


Telepon terputus.


"Od apa yang akan kamu lakukan kalau kamu tau Cinta lah orang yang selama ini kamu cari. Dendam kamu tak beralasan itu, sudah dari dulu aku suruh lupakan. Tapi kamu selalu mencari kambing hitam atas kematian Papa Mama kamu. Sangat tidak masuk akal kamu menyalahkan Cinta. Dia juga korban dan kamu hanya bisa marah" gumam Wildan kesal.


"Apakah yang aku lakukan ini bisa menyelamatkan rumah tangga kalian? Aku sudah sering mengingatkan kamu kalau dendam ini yang nanti akan menghancurkan kamu Od. Aku tidak bisa membayangkan kalau apa yang aku katakan pada kamu benar - benar terjadi. Kamu akan hancur karena dendam kamu sendiri Odi. Ya Tuhaaaan tolonglah sahabatku ini. Biarkanlah dia bahagia, jangan biarkan dendam ini membuat hidupnya hancur" Doa Wildan.


****


Akhirnya sampailah mereka di akhir pekan.


"Yank besok surat nikah kita akan selesai, barusan aku di kabari oleh Mas Surya. Besok setelah surat nikah kita selesai dia akan segera mengirimkannya" ujar Melodi.


"Benarkah Mas?" tanya Cinta.


Cinta tampak terkejut tapi tak bisa dipungkiri kalau dia juga sangat bahagia mendengar kabar yang Melodi sampaikan pagi ini.


Cinta mengalungkan tangannya di leher suaminya.


"Alhamdulillah akhirnya pernikahan kita sah dimata agama dan hukum negara" sambut Cinta sukacita.


"Iya donk, aku kan tidak main - main dalam mencintai kamu" ujar Melodi.


"Makasih Mas" ucap Cinta.


Setelah mengecup kedua pipi Melodi Cinta melanjutkan pekerjaannya kembali, membersihkan meja makan.


"Yank minggu lalu kita belum jadi kan ziarah ke makam orang tua kamu" ujar Melodi.


Cinta mengangguk sambil sibuk membersihkan meja makan usai mereka sarapan pagi.


"Gimana kalau setelah ini kita ke makam orang tua kamu? aku ingin berkenalan dengan mereka?" ajak Melodi.


Cinta menatap wajah suaminya, dia tidak menyangkan kalau Melodi masih ingat tentang makam kedua orang tuanya.


"Benar nih Mas?" tanya Cinta masih tidak percaya.

__ADS_1


"Mengapa kamu selalu bertanya seperti itu? seolah - olah kamu masih kurang yakin kalau aku memang sangat mencintai kamu?" tanya Melodi.


"Aku hanya merasa kalau Allah sangat menyayangiku, memberikan semua ini secara beruntun. Aku takut kalau aku akan lupa bersyukur sehingga Allah marah dan menghukumku" jawab Cinta.


Melodi menarik lembut tangan Cinta. Hingga Cinta kembali berdiri di hadapannya.


"Kamu itu anak yang baik, Allah tidak akan menghukum kamu" sambut Melodi.


Cinta tersenyum lembut membalas ucapan Melodi.


"Sekarang selesaikan semua pekerjaan kamu, setelah itu kita pergi ke makam kedua orang tua kamu ya" perintah Melodi.


"Oke Mas, aku akan bereskan semuanya dengan cepat" sambut Cinta.


Cinta segera menyiapkan semua pekerjaannya. Sedangkan Melodi menunggunya dengan sabar di depan TV.


Setelah pekerjaannya selesai Cinta langsung ke kamar untuk berganti pakaian.


"Ayo Mas kita pergi, aku sudah siap" ajak Cinta.


"Okey.. yuk kita pergi" sambut Melodi.


Melodi dan Cinta turun ke lantai basement dan segera naik ke mobil. Melodi melajukan mobilnya menuju ke makam orang tua Cinta.


Hingga tibalah di perempatan jalan yang tak jauh dari kampus Cinta. Biasanya kalau naik Bus dari kosan menuju kampus Cinta selalu melalui jalan ini.


Cinta mulai berkeringat dingin dan duduk dengan gelisah. Tiba - tiba Cinta merasa pusing. Cinta memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit di kepalanya.


"Aaaaaw" pekik Cinta.


Dia membuka matanya tapi tiba - tiba Cinta merasa silau. Refleks Cinta meletakkan kedua tangannya menutupi wajah dan matanya.


"Aaaaaah" gumam Cinta.


Melodi langsung melirik Cinta. Setelah itu menepikan mobilnya dan mereka berhenti.


"Kamu kenapa yank?" tanya Melodi.


"Kepalaku tiba - tiba pusing Mas. Gak tau kenapa, aku sering merasakan seperti ini setiap kali melewati jalan ini. Kalau dari kosan menuju kampus aku selalu lewat jalan ini. Dan aku sudah beberapa kali merasakan seperti ini" jawab Cinta.


Cinta mencoba mengatur nafasnya.


"Kamu tau yank? Di sini lah terjadinya kecelakan maut yang di alami kedua orang tuaku. Di tempat ini juga kedua orang tuaku meninggal. Aku juga lama baru bisa lewat jalan ini. Sebenarnya tadi aku tidak mau lewat sini tapi jalan dari sini lebih cepat makanya aku pilih lewat sini. Apakah ini yang dinamakan kontak batin? Kedua orang tuaku itu kan mertua kamu, orang tua kamu juga sekarang? Apakah kamu bisa terhubung dengan semua ini?" tanya Melodi penasaran.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2