
Seminggu berlalu, akhirnya Cinta diizinkan pulang oleh Dokter. Tapi Melodi tetap saja over protect dalam menjaga Cinta.
Melodi membeli kursi roda untuk Cinta agar Cinta tidak lelah berjalan keluar dari rumah sakit.
"Mbak maaf di apartement aku hanya ada satu kamar, Mbak dan Bibik nginap di apartement yang ditempati Ratna ya. Di sana ada dua kamar" ucap Melodi.
"Iya Di, gak masalah. Kami bisa kok tidur dimana saja" sambut Amel.
"Apartement yang Ratna tempati hanya beda dua lantai saja kok Kak. Kalau ada perlu Kakak dan Bibik bisa langsung naik ke apartement kami" ujar Cinta.
"Iya tapi kami gak bisa lama - lama di sini. Besok kami harus pulang ke Cirebon karena Mas Surya udah kelamaan ditinggal" sambut Amel.
"Gak apa kan Nduk kamu ditinggal?" tanya Bibik penuh kasih sayang.
"Gak apa Bik, aku malah minta maaf udah ngerepotin kalian" jawab Cinta
"Yang namanya keluarga gak ada istilah ngerepotin dek" sahut Amel.
"Dua minggu lagi kan kami datang lagi ke sini" ujar Bibik.
"Eh iya gimana Od acara dua minggu lagi tetap jadi?" tanya Amel.
"InsyaAllah jadi Mbak, aku sudah tanya Dokter yang penting Cinta istirahat yang cukup dan gak boleh banyak fikiran" jawab Melodi.
"Denger itu Dek.. kamu harus jaga kesehatan dan jangan banyak pikiran" sambung Amel.
"Tapi Kak.. Mas ada yang menjadi pikiranku selama seminggu ini. Aku harus tanya pada kalian, karena penggalan - penggalan kejadian kecelakaan aku dan Papa semakin sering aku alami. Aku merasa semua semakin jelas dan nyata. Aku juga semakin sering bermimpi tentang kecelakaan. Aku tidak bisa menghentikan otakku untuk terus memikirkannya" ungkap Cinta.
Melodi dan Amel terlihat tegang.
"Sayang nanti saja ya kamu ceritanya setelah kita sampai di apartement. Disini pasti kamu kurang nyaman kalau mau cerita" ujar Melodi berharap saat mereka sampai nanti Cinta melupakan apa yang sedang dia pikirkan.
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di apartement. Melodi mendorong kursi roda Cinta masuk ke dalam lift dan mereka naik ke lantai paling atas dimana apartement mereka berada.
Sampailah mereka di apartement Melodi.
"Kamu mau langsung istirahat ke kamar?" tanya Melodi.
"Nanti aja Mas aku bosan tiduran terus. Aku duduk di sofa aja" jawab Cinta.
__ADS_1
Melodi dan Amel saling lirik, apakah Cinta sengaja mengatur posisinya untuk menceritakan keresahan yang tadi dia ceritakan saat mereka masih di mobil.
"Duduk Mbak, Bik" ucap Melodi.
"Maaf aku gak bisa menyambut kedatangan kalian, padahal kalian baru kali ini datang ke sini" ungkap Cinta.
"Gak apa dek, keadaannya memang begini" sambut Amel.
"Setelah resepsi kami akan pindah ke rumah kami Mbak di daerah Bogor. Aku sudah membeli rumah dan sedang dalam tahap renovasi. Begitu pulang dari resepsi kami akan langsung pindah ke rumah baru kami" ujar Melodi.
"Waaah beruntung sekali kamu dek, suami kamu sangat perhatian dan baik sekali" sambut Amel.
Cinta tersenyum menyambut ucapan Amel.
"Kak.. Mas.. Bik.. udah bisa belum aku cerita?" tanya Cinta.
Seketika suasana jadi tegang.
"Sayang aku takut kamu tidak kuat. Jangan terlalu banyak pikiran" jawab Melodi khawatir.
"Iya dek, kamu tidak boleh stress, ingat anak kamu di dalam perut" sambung Amel.
"Kalau kamu merasa lebih lega setelah menceritakannya ceritalah Nduk. Dari pada kamu pendam terus itu yang lebih bahaya" ujar Bibik sambil menggenggam tangan Cinta.
Melodi dan Amel menunggu dengan penuh kekhawatiran.
"Aku mau bertanya dulu, mengapa ada foto Papa dan Om Andar di ruangan Mas?" tanya Cinta.
Melodi mencoba mencari kata - kata yang bisa Cinta cerna dengan baik tanpa harus menimbulkan rasa penasaran lebih.
"Aku tidak tau sayang, ada orang yang mengirimkannya kepadaku. Om Andar adalah asisten pribadi Papaku yang di penjara karena menggelapkan dana perusahaan hingga perusahaan Papaku hampir bangkrut. Aku tidak tau kalau Om Andar mempunyai hubungan dengan Papa kamu" jawab Melodi.
"Om Andar adalah teman Papa, benarkan Kak?" tanya Cinta kepada Amel.
"Iya benar. Dia teman sekolah Papa dulu kalau tidak salah, Papa pernah bercerita kepadaku" jawab Amel.
"Sayang.. kamu kenapa pingsan saat melihat foto mereka?" tanya Melodi dengan sangat hati - hati.
Dia takut Cinta kembali merasa sakit kepala berlebihan dan akhirnya pingsan lagi.
__ADS_1
"Aku tidak tau, tiba - tiba saja ada penggalan - penggalan kejadian yang aku lihat di masa lalu. Aku merasa ketakutan saat melihat foto Om Andar. Tapi aku tidak tau apa sebabnya, bukannya selama ini Om Andar baik dengan keluarga kita Kak?" tanya Cinta.
"Iya, dia pria yang baik. Tapi tidak tau mengapa dia bisa berbuat kejahatan seperti itu" jawab Amel.
"Namanya manusia yang mudah terhasut bujuk rayu setan. Banyak manusia lupa daratan saat melihat uang. Mereka bisa melakukan apa saja demi untuk mendapatkannya. Itulah yang dinamakan kita hidup diperbudak uang. Tidak akan pernah merasa cukup dan nyaman dalam hidup" potong Bibik.
"Aku ingin tau cerita sebenarnya tentang kecelakaan itu Kak. Aku lelah mencoba mengingat - ingat terus. Setiap kali aku bertanya kepada Bibik dan Kakak, kalian selalu menutupinya. Aku tau kalian berbohong kepadaku. Kalian menyembunyikan sesuatu kan? Kini aku sudah besar, sudah dewasa. Aku sudah kuat mendengar semua ceritanya sebenarnya tentang kecelakaan itu?" punya Cinta.
Amel dan Melodi semakin tegang.
"Sayang.. kami takut kamu tidak kuat mendengarnya" sambut Melodi.
"Justru aku butuh kebenaran agar pikiranku lebih tenang. Tidak terus mencari tau dan mengingat - ingat apa yang terjadi saat itu. Aku mohon kepada kalian jujurlah padaku. Aku sudah siap mendengarnya" pinta Cinta dengan memohon.
Bibik dan Amel saling pandang. Akhirnya Bibik memberi isyarat kepada Amel untuk menceritakan kejadian sebenarnya kepada Cinta.
"Baiklah Dek, Kakak harap kamu bisa menerima cerita ini dengan lapang dada" jawab Amel.
Amel menarik nafas panjang.
"Sore itu kalian, kamu, Papa dan Mama sedang dalam perjalanan menuju kampusku. Kalian ingin menjemputku setelah itu kita pergi bersama - sama ke kampung karena ingin menghadiri pesta pernikahan anaknya Bibik dikampung. Saat itu sedang hujan deras. Kamu ingat jalan yang selalu kamu ceritakan kalau kamu lewat di situ kamu merasa ada sesuatu yang aneh terjadi di sana?" tanya Amel.
"Iya, bukankah tempat itu tempat terjadinya kecelakaan Papa dan Mamanya Mas Melodi?" tanya Cinta kepada Melodi.
"Iya sayang, disanalah kamu kecelakaan. Mobil Papa kamu dan Papaku tabrakan. Hanya kamu yang selamat dalam kecelakaan itu" ungkap Melodi akhirnya.
"Aa.. apa? Mobil Papa dan mobil Papa nya Mas Melodi tabrakan. Hanya aku yang selamat? Makanya kedua orang tua kita meninggal di waktu yang sama dan penyebabnya juga sama karena kecelakaan?" tanya Cinta terkejut.
Melodi menganggukkan kepalanya dan bersiap - siap didekat Cinta. Dia takut Cinta memberikan reaksi yang berlebihan sehingga membahayakan dirinya dan bayi yang ada dalam kandungannya.
"Pantas saja aku selalu merasa pusing setiap lewat tempat itu. Aku melihat cuplikan - cuplikan terjadinya kecelakaan saat itu. Hujannya deras sekali, Mama mengingatkan Papa untuk berjalan pelan - pelan saja karena kami tidak bisa melihat jalan dengan jelas. Hingga akhirnya aku melihat cahaya yang terang di depan dan terjadi benturan yang sangat keras. Oh ya Allah... sssss... " Cinta memegang kepalanya.
"Cinta.... " panggil Melodi, Amel dan Bibik.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1