Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 87


__ADS_3

Melodi dan Pak Ilham selesai mencabut ubi. Pak Ilham menyerahkan hasil panen mereka kepada Cinta untuk di goreng.


Cinta sudah menyiapkan kopi untuk kedua pria itu. Sambil duduk di bangku yang ada di belakang rumah Melodi dan Pak Ilham menikmati kopi buatan Cinta.


"Waaah enak sekali Non kopi buatan Non. Pas banget rasanya" puji Pak Ilham


Melodi tersenyum bangga karena istrinya dipuji seperti itu.


"Cinta memang ahli Pak memasak" sambut Melodi.


"Bahagia banget ya jadi Den Melodi punya istri seperti Non Cinta" ujar Pak Ilham.


"Ah Bapak bisa aja" bantah Cinta.


Cinta segera mengolah ubi yang dipanen Pak Ilham dan Melodi tadi. Dia menggorengnya kemudian menghidangkannya kepada mereka.


"Enak banget ya makan ubi sambil ngopi di sini. Aku jadi ingat di kampung" ujar Cinta.


"Kangen kampung ya? Kita kan baru pulang kemarin" sambut Melodi.


Cinta tersenyum mendengar sindiran suaminya.


"Oh iya suami Bapak mana? kok cuma Bapak sendirian aja di sini?" tanya Cinta.


"Istri Pak Ilham sudah meninggal yank. Pak Ilham tinggal sendiri" jawab Melodi.


"Oh begitu. Bapak beneran tinggal sendiri? Gak punya anak?" tanya Cinta.


"Saya tinggal sendiri Non. Saya dan istri saya tidak mempunyai anak. Mungkin Allah punya rencana lain" jawab Pak Ilham.


"Ma.. maaf Pak" sambut Cinta sungkan.


"Tidak apa, memang begitu kenyataannya" jawab Pak Ilham.


Mereka melanjutkan pembicaraan ringan seputar tempat tinggal Pak Ilham Tibalah adzan shalat ashar.


"Yuk Den kita shalat ke Mesjid" ajak Pak Ilham.


"Saya ikut Pak, saya gak bawa mukena" ucap Cinta.


"Kalau mukena ada Non, punya almarhumah istri saya tapi yaaah sudah buluk karena istri saya sudah lama meninggal" sahut Pak Ilham.


"Gak apa - apa Pak yang penting masih bisa dipakai. Kalau begitu saya shalat di rumah aja" balas Cinta.


Pak Ilham dan Melodi berjalan menuju Mesjid dan Cinta shalat di rumah. Tak lama kemudian kedua pria itu sudah kembali dari Mesjid.


"Mas katanya mau ziarah ke makam Papa dan Mamaku?" tanya Cinta.

__ADS_1


"Eh iya sayang udah sore ya. Gak kerasa kita sudah lama di sini" jawab Melodi sambil melirik jam tangannya.


Melodi meriah dompet nya dan mengambil beberapa lembar uang berwarna merah. Dia memberikannya kepada Pak Ilham.


"Pak ini buat Bapak" ucap Melodi.


"Den jangaaan" tolak Pak Ilham.


"Gak apa Pak, anggap saja kami anak Bapak ya.. kami berdua adalah anak yatim piatu Pak Melihat Bapak dan berbincang-bincang hangat dengan Bapak kami berasa punya orang tua lagi" sahut Melodi.


"Benar Pak, kalau lain kali kami main ke sini gak apa - apa kan Pak?" tanya Cinta.


"Silahkan Non, pintu ini terbuka kapan saja buat Aden dan Non Cinta. Saya malah senang kalian datang, jadi punya teman di rumah ini. Sering - sering mampir ya" jawab Pak Ilham.


"Baiklah Pak, kami pamit dulu ya karena kami mau ziarah ke makam orang tua Cinta" ujar Melodi.


"Iya Den, hati - hati ya" sambut Pak Melodi.


Cinta dan Melodi berpamitan dan saling berjabatan tangan dengan Pak Ilham setelah itu mereka kembali menuju mobil.


Melodi mulai menyalakan mobilnya dan melaju keluar area TPU.


"Dimana makam orang tua kamu?" tanya Melodi.


"Di TPU XXX Mas" jawab Cinta.


Melodi melajukan mobilnya menuju ke arah TPU tempat orang tua Cinta di makamkan.


"Eh Mas.. Mas tau gak. Ternyata kedua orang tua kita sama lho meninggalnya. Ternyata pada tanggal yang sama kita menjadi anak yatim piatu. Samaan benar ya Mas nasib kita" ujar Cinta.


"Oh ya?" tanya Melodi terkejut.


"Ketepatan banget ya sayang.. apa ini artinya kita memang berjodoh ya. Agar kita saling menyayangi karena kita punya nasib yang sama?" tanya Melodi.


"Mungkin saja Mas, agar kita saling mengisi dan saling menjaga. Kita sudah tidak punya siapa - siapa lagi, di Jakarta ini hanya ada kita berdua. Jadi Mas cintai aku sepenuh hati ya, karena hanya kamu yang aku punya" jawab Cinta.


"Kamu juga sama donk, masak aku aja yang cinta kamu" sahut Melodi.


"Iya.. iya.. aku juga cinta sama Mas" jawab Cinta malu - malu.


Tiba - tiba hujan turun dengan derasnya.


"Yaaah hujan Mas, kita gak bisa ziarah ke makam Papa Mama" ujar Cinta kecewa.


"Ya gak apa - apa sayang, jangan dipaksain. Masih banyak waktu, besok - besok kan kita bisa ke sana. Sekarang kita ke kosan kamu aja ya jemput barang - barang kamu" sahut Melodi.


"Ya sudah kita ke kosan aku aja. Biar aku kabari Ratna" jawab Cinta.

__ADS_1


Cinta segera menghubungi sahabatnya itu.


"Assalamu'alaikum Rat" ucap Cinta memulai pembicaraan mereka.


"Wa'alaikumsalam Cinta. Ih lama amat kasih kabar. Katanya mau ambil barang - barang? aku tungguin dari pagi gak datang - datang. Mau tanya kamu takut ngeganggu honeymoon kalian. Nanti aku dipecat lagi sama si Bos" jawab Ratna.


Cinta tertawa mendengar ocehan sahabatnya itu.


"Ini kami lagi di jalan menuju kosan. Tadi aku dan Mas Melodi baru selesai ziarah ke makam Papa Mamanya, kemudian mau lanjut ke makam Papa dan Mamaku tapi keburu hujan. Ziarahnya di tunda dulu, kami ke kosan aja mau pamit sama Ibu Kos sekalian bawa barang - barang" ujar Cinta.


"Oke Cin aku tunggu. Barang - barang kamu udah beres semua aku susun" ungkap Ratna.


"Duh baik banget sahabat aku ini. Nanti aku suruh Mas Melodi kasih kamu bonus ya pas gajian" canda Cinta.


"Ratna memang mau aku kasih bonus kok yank" potong Melodi.


"Tuh kamu dengar kan?" sambung Cinta.


Cinta langsung menekan tombol speaker di ponselnya.


"Benarkah Bos? Waaaah mimpi apa aku tadi malam" teriak Ratna senang.


"Kamu kan sudah banyak membantu di acara pernikahan kami. Kamu juga udah banyak bantuin istriku. Karena kamu sahabat baik Cinta aku akan kasih kamu bonus akhir bulan ini" jawab Melodi sambil tersenyum.


"Yeaaaaay... alhamdulillah terimakasih Bosku yang tampaaaan, Cinta beruntung banget kamu dapat suami seperti si Bos. Kalau ada lagi mau donk satu kayak si Bos" teriak Ratna.


"Ada Rat kalau kamu mau" sahut Cinta.


"Siapa.. siapa...?" tanya Ratna.


"Wildan" potong Melodi sambil tertawa.


Dia merasa lucu membayangkan Ratna menikah dengan Wildan. Pasti pas banget. Kalau di pikir - pikir sifat keduanya mirip. Sama - sama reseh, sama - sama ribut tapi keduanya sama - sama baik. Mereka berdua sangat berjasa dalam pernikahan Melodi dan Cinta.


"Pak Wildan ouch... siapa takut Pak" samber Ratna.


"Hahaha... bocor kamu Rat" ejek Cinta tertawa.


Sore itu gelapnya hari ternyata tidak membuat hati pasutri itu ikutan gelap. Malah gelapnya hari ini tanpa mereka sadari menyelamatkan hubungan cinta keduanya.


Mereka tidak tau apa yang terjadi di balik itu semua. Tapi apapun yang terjadi semoga keduanya kuat menghadapinya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2