Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 253


__ADS_3

Dua bulan berikutnya Wildan dan Ratna kembali menjalani program hamil. Tapi kali ini mereka akan menjalani program bayi tabung.


Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) adalah kehamilan yang terjadi dan diawali dengan sel telur dibuahi oleh ****** di luar tubuh. Pembuahan tersebut pun dilakukan di dalam sebuah tabung. Prosedur ini dilakukan bila kehamilan tidak kunjung terwujud meski sudah mencoba berbagai macam cara, seperti mengonsumsi obat-obatan dan melakukan operasi atau inseminasi buatan.


Wildan dan Ratna menjalani tahapan - tahapan yang dokter jadwalkan. Mereka menjalani lima tahapan.


1.Langkah 1: Stimulasi, atau disebut juga ovulasi super


Pada langkah awal ini, Ratna akan diberikan obat kesuburan untuk meningkatkan produksi sel telur. Selain itu, Ratna tersebut juga akan menjalani USG trans*aginal secara teratur untuk memeriksa ovarium dan tes darah untuk memeriksa kadar hormon.



Langkah 2: Pengambilan Telur



Kemudian Ratna menjalani operasi kecil, yang disebut aspirasi folikular, akan dilakukan untuk mengeluarkan sel telur dari tubuh wanita.  Dengan menggunakan gambar USG sebagai panduan, dokter memasukkan jarum tipis melalui vagi*a ke dalam ovarium dan kantung folikel yang berisi telur. 


Jarum tersebut terhubung ke alat penghisap yang menarik telur dan cairan keluar dari setiap folikel satu per satu. Prosedur ini diulang untuk ovarium lainnya.



Langkah 3: Inseminasi dan Fertilisasi



Sper*a Wildan akan ditempatkan bersama dengan sel telur dengan kualitas terbaik. Prosedur pencampuran sper*a dan sel telur ini disebut inseminasi. Telur dan sper*a kemudian disimpan dalam ruang yang lingkungannya dikontrol. Sper*a biasanya akan membuahi sel telur beberapa jam setelah inseminasi.



Langkah 4: Kultur Embrio



Setelah sel telur yang dibuahi membelah, itu menjadi embrio. Staf laboratorium secara teratur memeriksa embrio untuk memastikan embrio tumbuh dengan baik. Dalam waktu sekitar 5 hari, embrio normal memiliki beberapa sel yang aktif membelah.



Langkah 5: Transfer Embrio



Embrio ditempatkan ke dalam rahim Ratna 3 sampai 5 hari setelah pengambilan sel telur dan pembuahan. Dokter memasukkan tabung tipis (kateter) yang berisi embrio ke dalam vagi*a Ratna, melalui leher rahim, dan naik ke dalam rahim. Jika embrio menempel (implan) di lapisan rahim dan tumbuh, hasil kehamilan.


(Mohon maaf kalau sedikit membahas secara ilmiah biar kita semua tambah ilmunya ya).


Semua langkah - langkah itu telah Ratna dan Wildan jalani. Mereka tinggal menunggu jadwal datang bulan Ratna berikutnya. Kalau Ratna telat haid itu artinya Ratna hamil tapi kalau Ratna haid berarti program bayi tabung gagal.


Selama hampir satu bulan Ratna lebih banyak melakukan aktivasi di atas tempat tidur. Wildan dengan setia selalu menemani Ratna agar Ratna tidak merasa bosan.


Mereka menonton televisi bersama, bermain di kamar, main ludo atau ular tangga. Bahkan Wildan sering mengajak Ratna makan di atas tempat tidur dan menyuapinya.


"Sayaaaang.. ingat ya. Apapun terjadi nanti jangan pernah kamu meninggalkan aku" pinta Wildan.


"Harusnya aku yang berkata begitu Mas" sahut Ratna.


"Aku bisa pastikan kalau aku tidak akan meninggalkan kamu. Tapi kamu, berdasarkan pengalamanku sudah dua kali kamu berniat untuk meninggalkanku" jawab Wildan.


Ratna menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Aku tidak berniat meninggalkan kamu" ujar Ratna.


"Janji?" tagih Wildan sambil menyodorkan jari kelingkingnya.


Ratna tersenyum lembut dan menyambut jari kelingking Wildan dengan jari kelingkingnya sehingga jari mereka saling bertautan.


"Hari ini Cinta mau datang katanya Mas ke sini" ujar Ratna.


"Oh ya? Bawa Radit?" tanya Wildan.


Ratna menganggukkan kepalanya.


"Bawa donk, anak itu mana bisa di tinggal, lasak banget" jawab Ratna.


"Namanya anak cowok biasa itu" sahut Wildan.


Tak lama kemudian terdengar bunyi bel apartement mereka.


Ting... Tong..


"Nah panjang umur, baru aja diomongin" sambut Ratna.


"Bentar ya aku bukakan pintu dulu untuk mereka" ujar Wildan.


Wildan membuka pintu apartement.


"Uncle Wiiiiil" panggil Radit.


Radit langsung berlari ke pelukan Wildan.


"Hai sayang, semakin besar ya kamu" sambut Wildan sambil menggendong Radit.


"Ayo masuk" ucap Wildan pada Melodi dan Cinta.


"Di kamar, masuk aja Cin. Dia udah nungguin kamu dari tadi" jawab Wildan.


"Kalau begitu aku masuk ya" pamit Cinta.


Cinta masuk ke dalam kamar Ratna.


"Hai sayaaaaang" sapa Cinta.


Cinta dan Ratna saling berpelukan.


"Bagaimana perasaan kamu?" tanya Cinta.


"Setiap harinya selalu cemas dan tak sabar menghitung hari" jawab Ratna sedih.


"Eeeeh jangan terlalu di pikirin. Ingat pesan dokter kamu gak boleh stres" ucap Cinta mengingatkan.


"Aku juga ingin sekali untuk tidak memikirkannya Cin tapi bagaimana pun aku mencoba tidak memikirkannya ya tetap aja kepikiran" sambut Ratna.


Cinta membelai lembut kepala Ratna.


"Serahkan semua kepada Allah hanya kepada DIA kita meminta. Yang penting kamu sudah berusaha semaksimal mungkin setelah itu pasrah. Apapun yang terjadi berarti memang itu yang terbaik. Mungkin ada hikmah dibalik semuanya" nasehat Cinta.


Ratna terdiam mendengar ucapan Cinta.


"Kalau ditanya hati aku ingin sekali seperti yang kamu katakan tadi Cin, tapi pikiranku terus berputar. Selalu muncul kata - kata bagaimana kalau tidak berhasil, bagaimana dengan Mas Wildan. Bagaimana dengan mertuaku, bagaimana dengan keluargaku dan bagaimana dengan aku?" ungkap Ratna.

__ADS_1


Air mata Ratna menetes di pipinya.


"Ucapan adalah doa. Ucapkanlah yang baik - baik. Mas Wildan tidak menuntut kamu kan?" tanya Cinta.


Ratna menggelengkan kepalanya.


"Tidak, dia malah meminta aku. Kalau seandainya usaha kami gagal, dia meminta aku agar jangan meninggalkannya. Aneh kan Cin? Harusnya aku yang berkata seperti itu? Aku tidak mau egois Cin memilikinya hanya untukku seorang. Dia butuh penerus, keluarganya juga sama. Kalau semua cara sudah dilakukan tapi aku tidak juga hamil berarti kan memang aku yang salah" jawab Ratna.


"Mas Wildan tidak pernah menyalahkan kamu Rat, dia sangat mencintai kamu. Kamu jangan pesimis gitu donk, harus percaya diri. Mas Wildan itu cinta mati sama kamu" hibur Cinta.


Ratna hanya diam.


"Kamu gak boleh turun dari tempat tidur?" tanya Cinta.


"Boleh, Mas Wildan aja yang kadang terlalu lebay, dia bawa makanan ke kamar dan suapin aku padahal aku kan gak sakit" jawab Ratna.


"Kita keluar yuk, Radit kangen kamu" ajak Cinta.


"Aku juga kangen sama anak kamu itu" balas Ratna.


Cinta dan Ratna berjalan keluar kamar.


"Onty Yatnaaaa" panggil Radit senang.


"Sayaaaaang" sapa Ratna.


"Onty sakit?" tanya Radit.


Ratna tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak" jawab Ratna sambil membelai lembut kepala Radit.


"Oh iya ini kami bawain cake kesukaan kamu" ujar Cinta.


"Waaaaah enak banget itu" sambut Ratna senang.


"Sini biar aku potong ya" Wildan mengambil kotak cake dan membawanya ke dapur.


Tak lama kemudian Wildan kembali membawa nampan berisi piring cake dan gelas.


"Ayo Dit di makan cakenya" ucap Wildan kepada Radit putranya Melodi.


"Mas aku mau donk" pinta Ratna.


Wildan mengambilkan sepotong cake lalu meletakkannya dipiring kecil.


"Ini untuk kamu sayangku" ucap Wildan lembut.


Ratna hanya tersipu malu mendapat perlakukan romantis seperti itu dari Wildan. Ratna langsung menyambut piring kecil dan memotong cakenya.


Potongan kecil masuk ke dalam mulut Ratna dan dia memakannya sambil menikmati cake favoritnya. Tiba - tiba mata Ratna membesar. Dia segera berlari ke arah dapur membuat semua mata tertuju padanya.


"Sayang jangan lari - lari" pesan Wildan.


Ratna berlari ke kamar mandi.


"Ueeeeeek.... ueeeeeeek... "


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2