Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 269


__ADS_3

Cinta, Melodi dan Radit pulang ke rumah mereka. Kondisi Melodi sedang tidak fit, apapun makanan yang masuk ke dalam mulutnya pasti akan dia muntah kan kembali. Sehingga tubuh Melodi tampak lemas.


Seharian tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut Melodi. Padahal Cinta sudah memberikan obat mual dan obat masuk angin tapi Melodi tetap muntah - muntah.


"Mas kamu sudah lemas sekali, aku khawatir pada kamu Mas. Kita ke Rumah Sakit yuk?" ajak Cinta.


"Kepalaku pusing sekali sayang" ujar Melodi.


"Iya kita minta antar supir aja biar kamu sekalian diperiksa. Kalau bertahan terus seperti ini bisa bahaya" bujuk Cinta.


"Ya sudah terserah kamu saja" jawab Melodi pasrah.


Cinta menyiapkan barang- barang Melodi dan menyusunnya ke dalam koper. Kalau lihat kondisi Melodi seperti ini perasaan Cinta mengatakan lebih baik Melodi di rawat di Rumah Sakit saja. Dia bisa dibantu dengan infus agar tidak terlalu lemas.


"Pak Ilham tolong bantuin Mas Melodi, saya mau bawa dia ke Rumah Sakit. Kondisinya semakin lemas" pinta Cinta kepada Pak Ilham.


"Baik Cinta" jawab Pak Ilham.


"Bik titip Radit dulu ya. Sayang Mama bawa Papa ke Rumah Sakit dulu ya, kamu di rumah saja sama eyang" ujar Cinta pada Bik Sumi dan Radit.


"Iya Ma" sahut Radit.


Melodi dibantu Pak Ilham berjalan menuju garasi mobil. Koper sudah masuk ke bagasi. Cinta duduk disamping Melodi. Mereka langsung berjalan menuju Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit Melodi langsung diperiksa oleh Dokter jaga dan perawat.


"Gimana Dok keadaan suami saya?" tanya Cinta khawatir.


"Semuanya baik Bu, tidak ada masalah harusnya" jawab Dokter.


"Tapi mengapa suami saya tidak bisa makan? Setiap makanan yang masuk ke mulutnya selalu saja dia muntah kan. Sudah seharian tidak ada makanan yang bisa masuk ke dalam perut suami saya hingga dia lemas" tanya Cinta.


"Ada sedikit gangguan lambung Bu, kalau begitu kita akan bantu Bapak dengan infus agar kondisinya lebih bertenaga. Saya akan kasih resep obat asam lambung juga" ujar Dokter.


"Apa suami saya harus di rawat inap?" tanya Cinta.


"Lebih baik seperti itu Bu, karena kondisi Bapak masih lemah" jawab Dokter.


"Baiklah Dok kalau begitu. Lakukan yang terbaik untuk suami saya" pinta Cinta.


Melodi dipindahkan ke ruangan rawat inap. Kini Melodi bisa istirahat dengan tenang dan sedikit bertenaga. Tak lama perawat datang membawakan menu makanan untuk Melodi.


Masih jarak jauh saja Melodi sudah merasakan bau yang menusuk.


"Jangan mendekat, saya mual mencium bau makan itu" cegah Melodi.

__ADS_1


Cinta menatap wajah perawat.


"Padahal saya masih jauh lho Pak jaraknya dari Bapak tapi penciuman Bapak sangat tajam sekali" ujar Dokter.


"Tapi Mas harus makan lho agar ada isi perutnya" sambut Cinta.


"Aku ingin makan buah saja, kalau makan buah aku tidak merasa mual" pinta Melodi.


"Sepertinya saya mengerti keadaan Bapak saat ini Bu. Saya akan bicara pada Dokter ya Bu. Kalau Bapak meminta buah - buahan tidak apa Bu berikan saja asal bukan buah yang rasanya asam" ujar Perawat.


"Terimakasih Suster" sambut Cinta.


"Kalau begitu makanan ini saya letak dimana Bu?" tanya Perawat.


"Gimana Mas?" tanya Cinta kepada Melodi.


"Bawa aja Sus, saya mual mencium baunya" jawab Melodi.


"Baiklah kalau begitu Pak" sahut Perawat.


Perawat keluar dengan membawa makanan untuk Melodi. Tak lama kemudian Dokter datang bersama perawat tadi.


"Selamat Pak, bagaimana keadaannya?" sapa Dokter.


"Kalau tenaga alhamdulillah sudah bertambah tapi selera makan belum ada Dokter dan saya mual mencium bau makanan yang lebih kuat" jawab Melodi.


"Lho istri saya sangat sehat Dok, coba aja lihat? Masak saya yang sakit istri saya yang malah diperiksa?" tanya Melodi bingung.


"Begini Pak, hasil dari pemeriksaan kami dan pantauan kami Bapak sangat sehat. Tapi ciri - ciri penyakit Bapak sangat mirip dengan wanita hamil" ungkap Dokter.


Wajah Melodi tampak terkejut.


"Jadi maksud Dokter saya ini sedang hamil? Yang benar saja Dok?" tanya Melodi tidak senang.


"Bukan Bapak yang hamil, tapi kami menduga kalau Ibu yang hamil Pak" jawab Dokter.


"Lantas apa hubungannya saya sakit dengan istri saya yang hamil?" tanya Melodi tidak mengerti.


"Ada Pak, sangat ada hubungannya. Kalau benar Ibu hamil itu artinya Bapak mengalami kehamilan simpatik. Jadi yang hamil itu Ibu tapi Bapak yang mengalami yang namanya ngidam. Mual - mual dan muntah - muntah. Sebagian besar seperti itu ciri - ciri wanita hamil Pak. Indra penciuman jadi lebih peka makanya setiap mencium wangi makanan Bapak langsung mual dan muntah" jawab Dokter menjelaskan.


"Apa bisa seperti itu Dok?" tanya Cinta.


"Bisa Buk, makanya kedatangan saya ke sini untuk meminta Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan Ibu. Setelah itu kami akan tau tindakan apa yang tepat untuk Bapak" pesan Dokter.


"Baik kalau begitu saya akan melakukannya" sambut Cinta.

__ADS_1


"Ini Bu alat test kehamilan. Silahkan Ibu periksa di kamar mandi" Perawat memberikan alat test kehamilan pada Cinta.


Cinta meraih alat tersebut lalu bergegas ke kamar mandi untuk melakukan test. sekitar sepuluh menit kemudian Cinta keluar. Semua mata menatap wajah Cinta dengan tatapan bertanya.


"Bagaimana yank?" tanya Melodi tak sabar.


"Iya Mas, ternyata aku hamil" jawab Cinta.


"Alhamdulillah akhirnya doa dan usaha kita membuahkan hasil. Tidak percuma kita honeymoon bulan lalu" sambut Melodi.


"Berarti benar dugaan saya ya Bu. Kalau begitu Ibu tinggal susun jadwal periksa ke Dokter kandungan. Untuk Bapak kami akan kasih resep obat untuk mengurangi rasa mual. Mudah - mudahan ngidam Bapak tidak parah" ujar Dokter.


"Jadi maksud Dokter istri saya yang hamil saya yang ngidam ya?" tanya Melodi memperjelas.


"Ya begitulah Pak" jawab Dokter.


"Ya sudah Dok saya mengerti dan tidak masalah bagi saya. Mungkin itu lebih baik dari pada istri saya yang mengalaminya kasihan dia dan anak kami yang ada di dalam perut istri saya" sambut Melodi.


Dokter dan perawat tersenyum menatap tulusnya cinta Melodi kepada istrinya.


"Besok Ibu bisa periksakan kehamilannya ya dan Bapak silahkan istirahat dan usahakan makan Pak agar tenaganya kembali pulih" pesan Dokter.


"Baik Dokter, terimakasih banyak" sambut Melodi.


"Kami permisi dulu Pak Bu, selamat malam" ucap Dokter undur diri.


Dokter dan perawat pergi meninggalkan kamar rawat inap Melodi.


"Sayang sini" panggil Melodi.


Cinta mendekati Melodi yang duduk di atas tempat tidurnya. Melodi menarik tangan Cinta lalu menggenggamnya.


"Alhamdulillah ya kamu hamil. Radit pasti senang banget ini dengar kabar gembira begini. Dia pasti akan senang sekali karena sebentar lagi akan punya adek baby" ujar Melodi.


"Iya Mas, besok kita pinta Bik Sumi dan Pak Ilham datang ke sini membawa Radit baru setelah itu kita kasih tau dia kabar gembira ini" sambut Cinta.


"Iya sayang. Makasih ya, sebentar lagi kamu akan memberi aku dua orang anak. I love you sayang" ucap Melodi.


"Love you too Mas" sahut Cinta.


Melodi memeluk erat tubuh Cinta.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2