
Sekitar jam sebelas siang Melodi dan Cinta sudah keluar dari apartement. Tubuh Cinta terlihat sudah lebih segar dan kuat untuk diajak jalan.
Mereka terlebih dahulu makan siang di sebuah restoran terkenal. Setelah itu baru Melodi membawa Cinta ke suatu tempat.
"Kita mau kemana Mas? Kok jauh?" tanya Cinta.
"Nanti kalau sudah terbiasa gak terasa jauh kok sayang" sahut Melodi.
"Emangnya mau kemana?" tanya Cinta penasaran.
"Kamu lihat saja nanti. Kamu pasti sangat suka" jawab Melodi.
Melodi membawa mobil menuju kota Bogor. Sekitar empat puluh menit mereka sudah sampai di tempat yang ingin di tuju.
"Rumah siapa ini Mas?" tanya Cinta bingung.
"Rumah kita sayang" jawab Melodi.
Cinta terpana melihat pemandangan yang ada di depannya. Rumah dengan halaman yang luas. Saat ini memang sedang direnovasi.
Tampak banyak tukang yang sedang bekerja di rumah itu. Ada sebahagian yang menata halaman. Membuat taman di dekat kolam renang.
"Rumah ini memang tidak di bangun dari awal sayang. Aku mencari rumah yang sudah jadi lalu di renovasi sedikit. Bulan depan setelah resepsi pernikahan kita, kita akan tinggal di sini" ungkap Melodi.
Cinta menatap Melodi tak percaya.
"Benarkah Mas?" tanya Cinta.
"Benar sayang" jawab Melodi.
Melodi turun dari mobil dan mengajak Cinta berkeliling rumah mereka yang baru. Rumah dengan bangunan dua lantai ada dua kamar di bawah dan tiga kamar di atas. Di bagian belakang ada dua kamar kecil untuk asisten rumah tangga. Tepat di belakang rumah ada kolam renang dan taman yang sangat luas.
"Nanti kamar kita di bawah sayang, kalau anak - anak kita lahir sementara saat mereka masih kecil tidur di lantai atas tapi kalau mereka sudah besar kamar anak - anak kita akan ada di lantai dua" ucap Melodi menjelaskan konsep rumahnya.
Ada ruangan tamu kemudian ruangan keluarga sangat luas merangkap ruang TV dan terhubung dengan ruangan makan. Dibelakangnya ada dapur yang terhubung dengan kamar asisten rumah tangga.
Cinta memperhatikan tata letak rumah yang nanti akan mereka tempati.
"Aku ingin rumah dengan konsep yang nyaman seperti di kampung sayang. Kalau kamu mau berkebun bunga, kamu boleh mengolah lahan yang ada di belakang" Melodi menunjukkan halaman belakang rumah yang masih sangat luas.
Cinta mengikuti ke arah yang Melodi tunjuk.
"Minggu depan kita akan ke kampung, setelah dari kampung kita sudah bisa berburu furniture untuk melengkapi rumah kita ini. Kamu yang pilih semua isinya ya" ujar Melodi sambil menggenggam tangan Cinta dengan mesra.
"Mas coba deh cubit aku" pinta Cinta.
Melodi menatap dengan heran.
"Untuk apa?" tanya Melodi bingung.
"Aku ingin terbangun dari mimpi. Mimpi ini sangat indah Mas, aku takut tak mau bangun lagi" jawab Cinta.
__ADS_1
Melodi memeluk Cinta dari belakang.
"Ini bukan mimpi sayang, semua ini nyata. Dan aku melalukan ini semua untuk kamu. Rumah ini akan menjadi rumah masa depan kita" ungkap Melodi.
Cinta memutar badannya dan merangkul kan kedua tangannya ke leher Melodi.
"Makasih Mas, aku tidak tau harus berkata apa lagi" ucap Cinta.
"Kamu tidak perlu berkata apa - apa lagi. Kamu hanya cukup diam dan berbaring manis di atas ranjang kita. Agar kamar - kamar di atas segera ada penghuninya" ucap Melodi.
Bola mata Cinta membesar karena terkejut mendengar ucapan Melodi. Melodi mengeluarkan senyuman genitnya.
"Aku ingin punya tiga anak, dan mereka semua harus cantik seperti kamu dan tampan seperti aku" ungkap Melodi.
"Sepertinya aku akan langsung menyetujuinya Mas" sambut Cinta dengan senyuman penuh cinta.
"Kamu suka rumah ini?" tanya Melodi.
Cinta menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahagia.
"Sangat suka Mas, aku suka semua yang kamu berikan. Bukan dari nilainya tapi apapun yang kamu berikan untukku aku pasti akan menyukainya" jawab Cinta.
Melodi mendorong tubuh istrinya ke kamar utama yang kosong dari para tukang yang bekerja memperbaiki rumah mereka.
Melodi memberikan kecupan hangat untuk istrinya. Tentu saja harus di tempat yang sepi dan tidak ada orang. Karena dia sangat menghargai istrinya. Dia tidak ingin mengumbar hal - hal seperti ini dan membaginya dengan orang lain.
Setelah puas berkeliling rumah masa depan mereka. Melodi mengajak Cinta kembali ke Jakarta.
Melodi memilih untuk menyetir mobilnya sendiri. Mereka tiba di Cirebon sekitar jam sepuluh malam. Cinta memutuskan untuk menginap di hotel. Besok pagi baru mereka lanjut ke kampung halaman Cinta.
"Kenapa kamu gak mau kita langsung ke rumah kamu saja?" tanya Melodi.
"Kita mau tidur dimana Mas? Rumah aku kecil dan sempit. Kamu tidak akan terbiasa" jawab Cinta.
"Di kamar kamu aja" ujar Melodi.
"Serius Mas gak keberatan?" tanya Cinta.
Melodi menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu, besok aja ya kita tidur di rumahku" ajak Cinta.
Keesokan harinya setelah sarapan pagi mereka melanjutkan perjalanan menuju kampung Cinta. Mereka langsung check out dan membawa barang - barang mereka keluar dari Hotel karena malam nanti mereka berencana tidur di rumah Cinta.
Bibik dan Amel terkejut melihat mojok Melodi sudah sampai di depan rumah mereka. Bibik dan Amel menyambut kedatangan Cinta dan Melodi.
"Mas Surya mana Mbak?" tanya Melodi.
"Ke kelurahan ada urusan" jawab Amel.
"Kalian kok gak kasih kabar? Bibik kan bisa siapin makanan favorit kamu" ujar Bibik.
__ADS_1
"Sengaja Bik, biar Bibik gak repot" jawab Cinta.
"Surat nikah kalian sudah sampai kan?" tanya Amel.
"Sudah Mbak, begitu selesai Mas Surya langsung mengirimkannya ke Jakarta" jawab Melodi.
"Syukurlah, kalau surat nikah kaliak sudah selesai Mbak merasa lebih lega" sambut Amel.
Amel berjalan ke dapur untuk menyajikan minuman untuk adik dan adik iparnya. Cinta mengikuti Amel ke belakang.
"Gak perlu repot Kak" ucap Cinta.
"Suami kamu kan haus. Kalau kamu sih bisa ambil sendiri tapi Melodi mana mungkin kan?" tanya Amel.
Cinta tersenyum mendengar ucapan Kakaknya.
"Gimana hidup kamu setelah menikah? Apakah kamu bahagia?" tanya Amel.
"Alhamdulillah Mas Melodi baik Kak. Dia sangat perhatian dan menyayangiku" ungkap Cinta.
"Syukurlah, Kakak senang mendengarnya" sahut Amel.
"Kalian sampai besok kan di sini?" tanya Amel.
"Iya Kak" jawab Cinta.
"Nginap di hotel?" selidik Aeml.
"Malam ini kami tidur di sini bolah?" tanya Cinta.
"Ya Allah dek, kok tanya gitu sih? Boleh dunk. Tapi gimana dengan suami kamu?" tanya Amel.
"Malah Mas Melodi yang minta untuk nginap di sini" jawab Cinta.
"Oh ya? Dia mau dek tidur di rumah kita?" tanya Amel tak percaya.
"Iya" angguk Cinta sambil tersenyum.
Tiba - tiba wajah Cinta berubah dan terlihat sedih sehingga Amel penasaran dengan keadaan adiknya.
"Kamu kenapa? Ada masalah dengan pernikahan kalian?" tanya Amel.
Cinta menggelengkan kepalanya.
"Trus kenapa wajah kamu seperti itu?" tanya Amel.
Cinta menarik nafas panjang.
"Kak belakangan ini mimpi itu semakin sering datang. Kakak ingat gak jalan yang dekat kampus aku, yang kalau setiap aku lewat di situ aku merasa ada sesuatu yang aneh terjadi di sana. Tempat itu sering sekali muncul dalam mimpiku. Dan yang paling mengejutkan lagi ternyata di tempat itu juga orang tuanya Mas Melodi meninggal karena tabrakan. Entah karena kebetulan, tanggal kematian orang tua Melodi sama dengan tanggal kematian Papa dan Mama" ungkap Cinta.
Praaaang.....
__ADS_1