Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 118


__ADS_3

Malam harinya sesuai kesepakatan Melodi dan Cinta, mereka akan menginap di rumah kecil milik Bibik di kampung. Mereka sudah masuk ke dalam kamar Cinta.


Melodi menatap sekeliling kamar Cinta. Ada beberapa foto yang terpampang di dinding kamar. Mulai dari foto - foto Cinta saat kecil hingga dewasa dan juga foto keluarga Cinta.


Melodi memandangi foto keluarga Cinta amat lama. Cinta memperhatikan semua gerak - gerik Melodi tersebut.


"Ini foto keluargaku Mas. Ini Mama, Papa, Kak Amel dan Aku" tunjuk Cinta.


"Dulu yang aku ingat Papa punya usaha yang lumayan. Kami hidup serba kecukupan. Kak Amel juga sempat kuliah di universitas tempat aku kuliah dulu. Tapi sejak Papa dan Mama meninggal kata Kak Amel Papa punya banyak hutang jadi semua aset Papa dijual. Dan kami ikut Bibik ke kampung hidup dengan sederhana" ungkap Cinta.


Benarkah apa yang kamu katakan itu? Atau hanya cerita dari kakak kamu saja? Aku jadi bingung dengan masa lalu kamu? Sejauh ini aku memang tidak melihat kamu berusaha mencurangi aku? tanya Melodi dalam hati.


"Kak Amel banyak banget berkorban untukku. Dia rela meninggalkan kuliahnya demi untuk membesarkan aku dan membantu Bibik mencari nafkah, makanya aku ingin membahagiakan Kak Amel dengan hasil keringatku sendiri" sambung Cinta.


Melodi menggenggam tangan Cinta dengan lembut.


"Sekarang kamu dibawah tanggung jawabku. Biarkan aku yang melakukannya untuk kamu" ujar Melodi.


Cinta menatap manik mata Melodi, ada ketulusan, cinta dan kesungguhan disana.


"Besok pagi aku akan pergi bersama Mas Surya untuk melihat sawah yang akan dibeli. Mudah - mudahan usaha ini bisa membantu Kakak kamu" ungkap Melodi.


"Terimakasih Mas, tapi harusnya kamu tidak perlu melakukan semua itu" cegah Cinta.


"Kamu istriku sayang. Membuat kamu bahagia adalah salah satu kebahagiaanku" sambut Melodi.


Melodi memeluk erat tubuh Cinta. Tiba - tiba pikirannya travelling memikirkan sesuatu.


"Sayang kalau kita melakukannya di sini apakah Kakak dan Bibik kamu tidak bisa mendengarnya?" tanya Melodi mulai dengan tatapan genit.


"A.. aku gak tau Mas. Aku gak pernah mendengar sesuatu dari kamar Kak Amel" jawab Cinta malu. Wajahnya merah merona.


Melodi menyentuh ranjang tua yang ada di kamar Cinta.


"Apakah ranjang ini cukup kuat?" tanya Melodi khawatir.


"Kalau takut terjadi sesuatu lebih baik jangan lakukan" balas Cinta.


"Tapi aku merasa tertantang ingin mencobanya sayang. Tadi malam kan kira tidak melakukannya, malam ini lah saatnya" ajak Melodi.


"Mas harus janji tidak bertingkah aneh - aneh?" Pinta Cinta.


Melodi tersenyum menang.


"Aku janji, hanya gaya wajib aja sayang. Aku sudah kangen kamu" bisik Melodi.

__ADS_1


Cinta dan Melodi melewati malam yang panas di kampung halaman tanpa bantuan AC. Tapi karena cuaca di kampung sangat asri tidak perlu pendingin ruangan untuk menyejukkan kamar.


Pagi harinya Cinta buru - buru membangunkan Melodi dan menyuruhnya mandi.


"Mas bangun.. " ucap Cinta.


Melodi membuka matanya perlahan sambil beradaptasi dengan cahaya. Dia melihat wajah Cinta sudah segar dengan handuk yang melilit kepalanya. Itu artinya Cinta sudah mandi sepagi ini.


"Jam berapa yank?" tanya Melodi.


"Jam tiga Mas" jawab Cinta.


"Cepat banget bangunnya yank?" tanya Melodi.


"Mas harus mandi sebelum adzan subuh. Di sini cuma ada satu kamar mandi jadi kita harus bangun lebih cepat sebelum yang lain bangun" jawab Cinta dengan pelan - pelan.


Melodi bangun dari tidurnya dan duduk di pinggiran tempat tidur.


"Mas mandinya harus pakai air panas?" tanya Cinta.


"Kenapa?" tanya Melodi bingung.


"Kalau mau mandi pakai air panas aku harus masak dulu airnya" ucap Cinta.


Aduuuh aku gak tau kalau seribet ini. Batin Melodi.


"Ya sudah ini handuknya dan baju ganti kamu. Ganti bajunya di kamar mandi ya, jangan keluar cuma pakai handuk. Gak enak dilihat Bibik sama Kak Amel" Cinta memberikan handuk dan baju ganti kepada suaminya.


Cinta memakai jilbabnya lalu berjalan ke keluar kamar bersama Melodi. Mereka berjalan menuju dapur. Melodi masuk ke kamar mandi sedangkan Cinta memasak air untuk membuat teh.


Tak lama kemudian Bibik, Amel dan Surya juga bangun dan keluar dari kamar.


"Lho kamu sudah bangun?" tanya Bibik.


"Iya Bik, Mas Melodi minum kopi kalau pagi. Aku mau buatkan kopi untuknya" jawab Cinta.


"Melodi juga sudah bangun?" tanya Amel terkejut.


"Udah Mbak, lagi mandi" jawab Cinta.


"Kamu dek kayak gak tau aja pengantin baru" potong Surya.


Cinta langsung menunduk malu. Tak lama Melodi keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk saja melilit pingganggnya.


Untuk sesaat semua menatap kearahnya dengan tatapan tegang. Membuat Melodi jadi salah tingkah hingga dia juga terdiam paku.

__ADS_1


"Mas kan sudah aku bilang pakai bajunya di kamar mandi saja" ucap Cinta mengingatkan Melodi.


"Ma.. maaf aku kira belum ada yang bangun" jawab Melodi.


Melodi langsung balik badan dan masuk ke kamar mandi lagi.


"Maaf ya Bik, Kak, Mas Surya, Mas Melodi kebiasaan begitu kalau habis mandi" ucap Cinta malu.


Bibik dan Amel kini bernafas lega karena pagi - pagi mereka sudah melihat sarapan pagi tubuh bidang Melodi yang sangat menggoda mata.


"Hahaha... Gak apa - apa Cin. Hiburan untuk Bibik dan Kakak kamu. Biar mata mereka jadi fresh pagi - pagi lihat Melodi seperti itu" sambut Surya sambil tertawa.


Tak lama Melodi keluar kamar mandi dengan menggunakan pakaian lengkap dan berjalan ke kamar karena malu dengan keluarga Cinta. Cinta segera menyusul suaminya ke kamar.


"Mas kenapa kamu lupa?" tanya Cinta.


"Sorry yank aki benar - benar lupa. Aku kira mereka belum bangun" jawab Melodi.


"Aku malu banget tau Maaaas" ujar Cinta.


"Ya udah nanti kita renov rumah Bibik ya. Buat kamar mandi di dalam kamar agar tidak terjadi lagi accident seperti tadi" jawab Melodi sambil tersenyum.


Tak lama terdengar suara Adzan Subuh. Melodi dan Surya shalat ke Mesjid. Setelah selesai shalat mereka berjalan pulang menuju rumah.


"Nanti jam berapa Mas kita lihat sawahnya?" tanya Melodi.


"Jam sepuluh ya Od, kamu bisa santai - santai lagi" jawab Surya.


"Ooo begitu. Jauh gak Mas dari sini?" tanya Melodi.


"Gak jauh dekat sungai" jawab Surya.


"Dekat banget donk, kalau begitu bisa donk nanti minta bantuan Mas untuk mengawasi pembangunan rumah. Rencananya aku mau bangun rumah di sini. Jadi kalau kami bisa sering - sering datang ke sini untuk liburan" pintar Melodi.


"Bisa, nanti aku akan awasi pembangunannya" sambut Surya.


"Mas tapi sebelumnya ada yang lebih penting dari itu yang ingin aku tanya kepada Mas" ungkap Melodi.


Duh.. apakah Melodi akan bertanya tentang Cinta? tanya Surya dalam hati.


"Mau tanya apa Od?" tanya Surya.


"Mengenai mertua kita. Kata Cinta mereka meninggal karena kecelakaan. Apa Mas tau gimana mereka kecelakaan? Apakah Cinta ikut serta dalam kecelakaan itu?" tanya Melodi.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2