
Hari senin pagi di PT. Raharjo Group.
"Saya minta data semua karyawan PT. Raharjo Pelangi cabang Semarang" pinta Wildan ke bagian HRD.
"Baik Pak" jawab pejabat HRD yang mendapat panggilan telepon.
"Saya minta hari ini juga datanya sudah sampai di meja saya" perintah Wildan.
"Siap Pak" balas pria itu.
Satu jam kemudian ponsel Wildan berdering dari orang suruhannya.
"Halo, ada info yang kalian dapatkan?" tanya Wildan begitu menerima panggilan telepon.
"Pak kami sudah menemukan Ibu Ratna Wulandari. Saat ini beliau sedang interview di Perusahaan Jaya Bersama" lapor informan Wildan.
"PT. Jaya Bersama? Oke baik, terimakasih atas informasi kamu" balas Wildan.
Setelah telepon terputus Wildan segera menghubungi seseorang.
"Halo Jaya, apa kabar" sapa Wildan.
"Baik Wil, tumben kamu hubungi aku?" sahut pria yang sedang berbicara dengan Wildan di telepon.
"Aku ingin meminta sedikit bantuan kamu" ujar Wildan.
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Pria itu.
"Saat ini mantan sekretarisku yang bernama Ratna Wulandari kabarnya sedang menjalani interview di Perusahaan kamu. Bisakah kamu menerimanya dan memberinya posisi yang bagus? Aku bisa merekomendasikannya. Dia seorang wanita yang pintar dan juga pekerja keras" pinta Wildan
"Kalau memang benar seperti itu mengapa dia bisa keluar dari perusahaan kamu?" tanya Jaya penasaran.
"Ada sedikit permasalahan diantara kami" Jawab Wildan jujur.
"Apakah ada hubungannya dengan masalah hati?" tanya pria yang bernama Jaya.
"Yaaaah bisa dibilang begitu. Aku titip dia ya, aku tau kamu pria yang baik. Tolong jagakan dia untukku" pinta Wildan.
"Oke bro, aku jadi penasaran wanita seperti apa yang sudah berhasil mencuri hati kamu. Kalau begitu aku sendiri yang akan langsung menginterview dia" sambung pria itu.
"Makasih Jay, aku percayakan semuanya pada kamu" ujar Wildan.
__ADS_1
"InsyaAllah aku bisa jaga amanah kamu" sambut pria itu
"Makasih ya Jay, kalau begitu aku tutup teleponnya. Assalamu'alaikum" ucap Wildan diakhir telepon.
"Wa'alaikumsalam" jawab Jaya.
Wildan bisa menarik nafas lega. Kini dia bisa mengetahui dimana Ratna bekerja. Untung saja Ratna melamar pekerjaan di Perusahaan itu. Wildan mengenal baik pemilik perusahaan itu.
Yah Perusahaan itu adalah milih Jaya Atmaja. Seorang pengusaha muda yang terkenal bersih dan taat agama. Wildan sangat bersyukur Ratna berada di tempat yang mempunyai lingkungan baik seperti Perusahaan Jaya Bersama.
Yang membuat Widan tidak khawatir lagi. Jaya sudah menikah dan mempunyai keluarga yang bahagia. Sehingga dia tidak perlu takut kalau Ratna akan digoda oleh pengusaha muda yang lain.
"Aku menemukan dimana kamu Ratna.. tidak apa untuk saat ini kamu menjauh. aku akan mencari tau siapa orang yang memfitnah Bapak kamu" gumam Wildan.
Wildan berangkat menuju PT. Jaya Bersama. Setelah menghubungi Jaya Atmaja sang pemilik perusahaan itu, Wildan segera turun ke basement lalu keluar menuju perusahaan Jaya.
Sementara di PT. Jaya Bersama sedang diadakan penerimaan karyawan secara besar - besaran. Ratna adalah salah satu peserta yang akan menjalani interview di Perusahaan itu.
"Ratna Wulandari" panggil seorang wanita.
"Ya, saya" jawab Ratna.
"Silahkan masuk" perintah wanita itu.
Ya Tuhan... disaat seperti ini aku masih saja mengingat Mas Wildan. Batin Ratna.
"Silahkan duduk" perintah Pria itu.
Ratna memberi hormat kepada pria itu lalu duduk tepat di meja yang ada di depan pria tersebut.
"Perkenalkan diri Anda" perintah Jaya, pemilik Perusahaan tempat Ratna melamar pekerjaan.
Ratna mulai memperkenalkan dirinya secara terperinci. Dia menjalani interview sekitar empat puluh lima menit. Banyak pertanyaan yang dipertanyakan kepadanya.
Ratna sebenarnya sedikit merasa heran padahal jabatan yang dia lamar adalah sekretaris tapi mengapa yang ditanya malah seputar keuangan dan akuntansi.
Untung saja itu adalah jurusannya saat kuliah dan Ratna juga mempunyai pengalaman saat bekerja di Sanjaya Corp. Sehingga semua pertanyaan yang diberikan kepadanya bisa dijawab Ratna dengan baik.
Terakhir di ujung interview Ratna mendapatkan pertanyaan yang sangat mengejutkan untuknya.
"Selain membutuhkan seorang sekretaris saya juga membutuhkan asisten pribadi di kantor untuk membantu saya dalam mengatur perusahaan ini. Jika Anda lulus, apakah Anda bersedia kami tempatkan untuk mengemban tugas itu?" tanya pria itu.
__ADS_1
"InsyaAllah saya siap Pak. Walau memang saya belum mempunyai pengalaman yang mencukupi tapi saya tidak akan menyerah. Saya akan melaksanakan tugas saya dengan sebaik mungkin. Jika memang kelak saya akan diberikan amanah di posisi tersebut InsyaAllah saya akan menerimanya dan menjalankannya dengan segenap jiwa raga saya Pak" jawab Ratna dengan penuh percaya diri.
Pria itu tersenyum puas mendengar jawaban dari Ratna.
Benar apa yang Wildan katakan. Gadis ini memang sangat pintar dan cerdas. Dia juga kelihatannya cekatan dan tampilannya sepertinya amanah. Tidak ada salahnya kalau aku memberikan jabatan yang lebih tinggi dari target yang dia ajukan. Lagian aku kenal Wildan. Dia pria yang cekatan dan tidak sembarang. Walau Wildan menyukai gadis ini tapi Wildan bisa bersikap profesional.
Pantas saja Wildan menyukai gadis ini, selain kepintarannya gadis ini juga cantik. Yaaah seimbanglah dengan kepribadian Wildan. Puji pria itu dalam hati.
"Baiklah perkenalkan saya Jaya Atmaja CEO PT. Jaya Bersama. Saya sangat puas dengan jawaban - jawaban Anda tadi. Oleh sebab itu secara langsung saya akan katakan pada Anda kalau Anda saya terima bekerja di Perusahaan saya sebagai asisten pribadi saya. Saya memang sedang mencari karyawan muda yang berbakat seperti Anda. Saya harap Anda bisa bekerjasama di Perusahaan ini dengan baik" ucap Pria itu sambil mengulurkan tangannya kepada Ratna.
"Ba.. bapak serius Pak?" tanya Ratna tak percaya.
"Kalau saya tidak serius tidak mungkin saya membuat lowongan kerja ini" jawab Jaya.
"Ya Allah... Alhamdulillah... Terimakasih Pak" jawab Ratna sambil menerima uluran tangan Jaya, calon atasannya.
"Sama - sama. Selamat bergabung di PT. Jaya Bersama. Silahkan nanti Anda berhubungan dengan bagian HRD" ujar Pria yang sebentar lagi akan menjadi atasannya.
"Baik Pak" jawab Ratna patuh.
Jaya pergi meninggalkan ruangan interview. Sedangkan Ratna langsung mengisi administrasi di bagian HRD.
"Selamat Bu, Anda bisa mulai bekerja di Perusahaan ini besok ya" ucap bagian HRD.
"Baik, terimakasih. Kalau begitu saya boleh pulang?" tanya Ratna.
"Boleh, silahkan" balas wanita itu.
Ratna keluar dari Perusahaan Jaya Bersama langsung sujud syukur. Dia tak berhenti mengucapkan rasa syukur. Tanpa sadar air matanya mengalir.
Ya Allah terimakasih ternyata dibalik kesulitan ada kemudahan yang KAU berikan. Ucap Ratna dalam hati.
Ratna kembali berdiri dan menyeka air matanya. Kemudian dia tersenyum menatap kedepan seolah - olah dia sedang menatap masa depannya.
Tak jauh dari tempat Ratna berdiri tanpa sadar ada seorang pria melihat dirinya dari dalam mobil. Pria itu menatap Ratna dengan tatapan sendu.
Ingin sekali rasanya dia keluar dari mobil dan langsung menemui kekasih pemilik hatinya. Tapi dia takut Ratna akan membencinya.
Masih banyak yang harus dia selesaikan. Wildan bertekad akan menyelesaikan masalah orang tua mereka. Setelah itu baru Wildan menemui Ratna dan menyelesaikan perselisihan hati mereka karena Bella.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG