
"Yank besok kita jalan - jalan yuk" ajak Melodi.
Rutinitas mereka setiap malam biasanya sebelum tidur dan setelah melakukan olahraga malam selalu berpelukan di tempat tidur sambil berbincang - bincang ringan.
"Kemana Mas?" tanya Cinta.
"Besok kamu pasti akan tau" jawab Melodi.
Cinta menatap wajah suaminya.
"Surprise ni? Kok aku jadi deg.. deg.. ser?" tanya Cinta.
Melodi tersenyum menjawab pertanyaan Cinta.
"Maaaaas" rengek Cinta.
"Kalau aku kasih tau sekarang itu namanya gak surprise sayang, lagian belum tentu juga kamu akan suka dan setuju. Lihat besok aja deh" bujuk Melodi.
Cinta berpikir sejenak.
"Ya udah deh kalau begitu" sambut Cinta.
Cinta memperketat pelukannya dan memejamkan matanya, tak lama kemudian dia tertidur nyenyak. Tak lama kemudian Melodi pun menyusul Cinta ke alam mimpi.
"Kita mau kemana Ma?" tanya Cinta.
"Kita mau ke kampungnya Bibik, anaknya akan menikah besok" jawab Mama Cinta.
"Asiiiiik kita akan ke kampung" sambut Cinta sambil berteriak kesenangan.
"Tapi kamu harus duduk yang tenang ya, kita jemput Mbak Amel dulu ya ke kampusnya baru kita lanjut berangkat ke kampung" perintah Papa Cinta.
"Oke Pa" sahut Cinta.
"Hati - hati Pa, hujannya semakin deras" potong Mama Cinta.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Cinta seperti mengenal kemana arah tujuan mobil melaju.
Ini kan menuju ke kampusku? tanya nya dalam hati.
Tibalah di perapatan yang sering Cinta lalui, jalanan semakin gelap karena hujan yang sangat deras sekali. Papa Cinta melajukan mobilnya dengan hati - hati.
Tapi tiba - tiba saja dari arah depan muncul cahaya yang sangat menyilaukan sehingga Papa Cinta terkejut dan tidak bisa mengelak lagi.
Braaaaak.....
Mobil yang dinaiki Cinta dan Papa nya menghantam sesuatu dengan keras, mobil terlempar beberapa meter hingga akhirnya terhenti setelah menabrak pepohonan yang ada di pinggir jalan raya.
Sekujur tubuh Cinta merasa sangat kesakitan dan tidak bisa bergerak. Cinta mencoba membuka matanya. Perlahan - lahan dia bisa merasakan darah segar keluar dari kepalanya.
Cinta melihat di bangku depan Papa dan Mamanya sudah tidak bergerak lagi.
"Pa.. Ma.. " panggil Cinta.
Cinta mencoba menggerakkan tubuhnya tapi sangat berat. Kakinya juga tidak bisa diangkat karena terjepit sesuatu.
__ADS_1
"Pa.. Ma... " panggil Cinta mulai terisak.
Cinta mulai menangis karena merasa takut Papa dan Mamanya diam saja tidak menanggapi panggilannya.
"Mama... Papa... Tolooooooong... toloooooong" teriak Cinta.
Cinta berteriak dengan suara yang keras hingga suaranya terasa serak. Tak lama kemudian Cinta kembali pingsan.
"Cinta.. Cinta.. bangun deek" panggil suara seorang wanita sambil menangis.
Cinta mengenali suara itu, dia ingin menyahut tapi matanya sangat berat sekali untuk terbangun.
"Bangun dek.. banguuuun.. jangan tinggalkan Kak Ameel. Hanya kamu yang tersisa hiks.. hiks.. Papa dan Mama sudah pergi. Bangun deek.. kamu sudah terlalu lama tidur" panggil Amel.
Apa... Papa dan Mama sudah pergi? kemana mereka pergi? mengapa mataku sulit sekali terbuka? Tubuhku juga sangat sulit sekali bergerak seperti terikat. Ada yang bisa membantuku.. To... to... loooong...
"Toloooooooong" teriak Cinta.
Peluh membasahi seluruh wajahnya.
"Sayaaang.. sayaaang" panggil Melodi.
"Hiks.. hiks... " Cinta melanjutkan tangisnya setelah dia terbangun dari tidurnya.
"Kenapa? kamu mimpi buruk?" tanya Melodi.
"Aku mimpi Papa.. Mama... aku mimpi saat kecelakaan, aku melihat Pa.. Papa .. Ma.. mama hiks.. hiks.. mereka gak bisa bergerak lagi. A.. aku hiks.. hiks.. aku terjepit, kakiku gak bisa bergerak" jawab Cinta masih sambil terisak.
Melodi memeluk Cinta dengan erat dan mencoba menenangkannya.
"Sudah.. sudah.. tenang ya sayang.. tenang.. " ucap Melodi.
Melodi membelai kepala Cinta dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Semua cuma mimpi sayang.. kamu tenang ya" sambut Melodi.
"Tapi semua terasa seperti nyata Mas. A.. aku lihat.. tempat terjadinya kecelakaan itu. Tempatnya sama.. sama seperti tempat kecelakaan Mama dan Papa Mas" ungkap Cinta.
"Aduuuuh... " Cinta memegang kepalanya karena sakit.
Wajahnya tampak pucat.
"Sakit banget Mas.. aduuuh" pekik Cinta.
Melodi menatap wajah Cinta yang terlihat sangat kesakitan.
"Aaaaakh... " Cinta tak sadarkan diri.
"Sayang.. sayaaaaang.. " panggil Melodi.
Tapi Cinta tetap tidak sadarkan diri. Melodi sangat panik sekali. Dia segera menghubungi Wildan.
"Apa sih Oood masih malam juga" sahut Wildan dengan suara serak karena baru saja terbangun dengan paksa dari tidurnya karena suara telepon.
"Wil tolong panggil Dokter cepat, Cinta pingsan" perintah Melodi.
__ADS_1
"Apa? Cinta kenapa bisa pingsan? Kamu bermain keras sampai dia pingsan?" tanya Wildan terkejut.
"Udah gak usah banyak tanya cepat kamu panggil dokter dan cepat ke sini, ajak Ratna juga" pesan Melodi.
Melodi segera mengambil minyak angin dan mengoleskan nya ke hidung, dahi dan dada Cinta agar terasa hangat.
"Sayang bangun sayang" panggil Melodi.
Tak lama kemudian bel apartement berbunyi. Melodi segera membuka pintu apartement. Muncullah Ratna dan Wildan yang datang berbarengan.
"Gimana Cinta Pak?" tanya Ratna yang terlihat khawatir.
"Masih belum sadar di kamar Rat" jawab Melodi.
Ratna langsung berlari ke kamar Melodi.
"Kamu sudah panggil Dokter?" tanya Melodi kepada Wildan.
"Sudah, dia sedang dalam perjalanan" jawab Wildan.
"Kamu tunggu di sini saja ya, kalau Dokter datang langsung bukain pintu. Aku mau lihat Cinta ke kamar" perintah Melodi.
"Oke" sambut Wildan.
Melodi kembali ke kamarnya, disana Ratna sedang menggosok - gosok tangan Cinta yang terasa dingin.
"Apakah dia sering mengalami hal seperti ini?" tanya Melodi kepada Ratna.
"Tidak Pak, tapi pernah beberapa kali seperti ini kalau Cinta berusaha mengingat tentang kematian Papa dan Mamanya. Kepalanya pasti terasa sangat pusing dan dia pingsan" jawab Ratna.
"Tadi sebelum pingsan Cinta bermimpi dan menangis. Dia memanggil - manggil Papa dan Mamanya. Saat aku banguni dia terus menangis, lalu dia memegang kepalanya dan pingsan" ungkap Melodi.
"Pasti mimpinya sedih banget Pak makanya dia nangis seperti itu dan pasti Cinta memaksa untuk mengingat sesuatu makanya dia merasa sangat kesakitan" sambut Ratna.
"Apa kamu tau sesuatu tentang kecelakaan orang tua Cinta?" selidik Melodi.
Ratna menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak tau persis Pak, karena Cinta juga tidak pernah menceritakan jelas tentang kecelakaan orang tuanya. Cinta tidak ingat apapun tentang kecelakaan itu. Dia hanya tau Papa dan Mamanya meninggal karena kecelakaan saat menuju ke kampung" jawab Ratna.
Tok.. tok.. tok..
Pintu kamar di ketuk.
"Od, Dokter sudah datang" panggil Wildan dari luar.
Melodi membuka pintu kamar dan mempersilahkan Dokter masuk sedangkan Wildan menunggu di luar. Dokter melakukan pemeriksaan dan bertanya kepada Melodi apa yang terjadi pada Cinta sebelum dia pingsan.
Melodi menceritakan semua apa yang dia tau. Melihat kondisi Cinta saat ini Dokter akhirnya mengambil kesimpulan.
"Sepertinya istri anda mengalami sebuah trauma yang sangat besar. Dia sepertinya kehilangan ingatannya tentang kecelakaan itu dan dia memaksa untuk mengingat semuanya hingga kepalanya pusing dan tak sadarkan diri. Sebaiknya jangan dipaksa Pak. Saya sudah menyuntik obat penenang dan memberi beberapa obat. Mudah - mudahan tak lama lagi istri Bapak akan sadar, biarkan dia istirahat dulu" ungkap Dokter menjelaskan keadaan Cinta kepada Melodi.
"Terimakasih Dokter" sambut Melodi.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG