Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 35


__ADS_3

"Bos aku pulang ya.. Makan sotonya selagi hangat. Ingat, besok jangan ke kantin lagi. Banyak cewek - cewek di kantor yang ingin memangsa kamu. Termasuk Ibu Olivia" ucap Cinta sebelum pulang.


Setelah Cinta pulang barulah Melodi dan Wildan keluar dari persembunyian mereka. Maksudnya persembunyian Melodi karena hanya dia yang ingin sembunyi. Kalau Wildan lebih tepatnya dipaksa untuk sembunyi agar tidak ada yang mengganggu Cinta memasak di dapur.


"Ayo kita makan agar kamu bisa pulang dari sini" ajak Melodi kesal.


"Halaaah bilang saja kalau kamu memang mau cepat - cepat makan masakan Cinta" goda Wildan.


"Gak usah bacot Wil, sudah syukur aku mengizinkan kamu makan setiap hari di sini" ancam Melodi.


Mereka segera membuka hidangan makan malam yang disiapkan Cinta.


"Hemmm wangi sekali, aku jadi laper" ujar Wildan.


Melodi menyicipi sambel ikan teri medan dicampur kacang tanah.


Kenapa bisa seenak serapuh ini. Makanan ini enak sekali. Puji Melodi dalam hati.


Mereka mulai menyantap hidangan makan malam dengan lahap.


"Mulai besok kata Cinta temannya yang akan menggantikan tugasnya membersihkan apartement kamu?" tanya Wildan.


"Iya, aku menyuruh nya mencari pengganti dirinya. Dia bilang ada teman kosnya yang bisa bekerja di sini" jawab Melodi sambil menikmati soto buatan Cinta.


"Tapi tetap Cinta yang masak kan?" tanya Wildan.


"Iya, dia bilang temannya gak bisa masak. Lagian aku tidak mau dapurku hancur di tangan orang yang tidak kompeten" jawab Melodi.


"Kamu ngaku aja deh kalau lidah kamu sudah terbiasa dengan masakan Cinta. Buktinya tadi siang kamu terlihat sangat marah sekalian karena makanan kantin tidak seenak masakan Cinta. Benar kan tebakku?" desak Wildan.


"Sok tau kamu. Aku memang serius mengenai hal itu. Karena aku pernah mendengar salah satu karyawan mengeluh dengan menu makanan kantin. Makanya aku ajak kamu makan di sana tadi siang" ungkap Melodi.


"Oooh aku kira kamu cuma ingin lihat Cinta" sambut Wildan.


"Bisa tidak kamu jangan hubung - hubungkan aku dengan Cinta? Belakangan ini aku lihat kamu semakin cerewet Wil. Aku jadi kesal melihat kamu" ucap Melodi mengingatkan.


"Baiklah... " sambut Wildan mengalah.


Dia tau bagaimana sifat Melodi. Melodi memang sangat tertutup tentang perasaannya. Egonya sangat tinggi untuk mengakui kalau dia memang tertarik dengan Cinta.


Usia makan malam Wildan pamit kembali ke apartement nya. Tinggallah Melodi sendiri di apartementnya.


Melodi baru saja selesai mandi dan bersantai di kamarnya. Ingatannya kembali teringat pada penampilan Cinta tadi siang di kantin. Itu kali kedua mereka bertemu secara langsung.


Cinta tampil dengan sederhana tapi tetap bisa menonjolkan kecantikannya yang alami. Melodi bisa melihat Cinta tidak menggunakan make up yang berlebihan seperti karyawan wanita lainnya di Perusahaan nya.


Cinta juga sepertinya bisa memilih teman yang mempunyai banyak kesamaan dengannya. Dan hebatnya tak sampai satu hari Cinta sudah mendapatkan teman di kantor.


Itu artinya Cinta pintar bergaul sehingga dengan mudahnya dia mendapatkan teman. Melodi tidak bisa seperti itu. Dari dulu hanya Wildan lah temannya satu - satunya.


Dimana ada dia pasti ada Wildan begitu juga sebaliknya. Bahkan Wildan memilih untuk tinggal di apartement yang sama dengannya meninggalkan rumah orang tuanya.

__ADS_1


Wildan sangat berarti dalam hidup Melodi. Karena Wildan lah yang selalu setia berada di sisinya di saat - saat dia terpuruk dan berada di titik terendah dalam hidupnya.


Hanya Wildan dan keluarganya yang memberi semangat kepada Melodi dengan tulus. Oleh sebab itu Melodi sangat menyayangi Wildan dan juga keluarga nya.


Hanya Wildan dan kedua orang tuanya satu - satu nya keluarga yang Melodi miliki. Dan dia sangat bersyukur akan hal itu.


Akhirnya perlahan Melodi terlelap setelah seharian letih bekerja di kantor.


Keesokan harinya Cinta dengan semangat berangkat menuju kantornya. Sandi apartement Melodi sudah dia kasih tau kepada Ratna dan nanti sekitar jam sepuluh Ratna akan datang untuk membersihkan apartement Melodi.


Cinta sudah menginformasikan Ratna bahwa ada daerah terlarang di apartement Melodi yaitu ruangan kerja. Ratna tidak boleh memasukinya.


Dan hati - hati melakukan apapun di sana karena Melodi sering mengecek CCTV apartement.


Cinta kini sudah sampai di kantor lima belas menit sebelum batas akhir absen. Dia berjalan dengan santai memasuki gedung kantornya.


Cinta masuk ke dalam lift yang akan menuju ke lantai bagian keuangan perusahaan ini.


"Kamu anak baru ya?" tanya seorang karyawan pria kepada Cinta.


"Iya" jawab Cinta singkat.


"Lantai berapa?" tanya Pria itu.


"Lantai enam" jawab Cinta.


"Bagian keuangan?" tanya pria itu lagi.


"Eh kenalkan aku Baim" ucap pria itu sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Cinta. Kamu di bagian apa?" tanya Cinta ramah.


"Pengembangan Proyek" jawab Pria itu.


"Oooh.. " sambut Cinta.


Ting... Cinta sudah sampai di lantai enam.


" Aku duluan ya" pamit Cinta.


"Silahkan.. Daaah nanti kita pasti akan bertemu lagi karena bidang kerja kita saling berhubungan" ungkap pria itu.


Cinta hanya bisa melemparkan senyumnya kepada pria yang baru dia kenal itu.


Hari ini Cinta mulai bekerja membantu Santi. Kemarin dia baru memperlajari bidang pekerjaannya dari berkas - berkas yang diberikan Santi.


Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Saat usai jam kerja Cinta buru - buru pulang. Dia segera turun ke lantai dasar lalu berjalan menuju halte.


"Hai Cinta ketemu lagi" sapa seorang pria kepadanya.


Cinta melirik ke arah suara.

__ADS_1


"Eh hai Baim, ketemu lagi kita" sambut Cinta.


"Mau pulang?" tanya Baim.


"Iya" jawab Cinta singkat.


"Rumah kamu dimana?" selidik Baim.


"Aku tinggal di jalan XXX" jawab Cinta.


"Lho kemarin aku lihat kamu naik Bus ke arah XXX?" selidik pria itu.


"Oh iya kemarin aku mampir ke rumah kenalan aku. Ada sesuatu yang harus aku lakukan di sama" jawab Cinta cepat.


"Hari ini mau langsung pulang?" tanya Baim


"Nggak,. aku mau ke arah XXX lagi


Aku masih ada keperluan lain" jawab Cinta.


"Kalau begitu kita bareng aja, aku juga mau ke arah yang sama. Kemarin kita satu Bus. Makanya aku terkejut saat melihat kamu tadi pagi. Rupanya kita teman satu kantor juga" sambut Baim.


Cinta hanya tersent membalas ucapan Baim. Saat Baim dan Cinta menunggu Bus tiba - tiba mobil Melodi lewat.


"Lho Cinta sama siapa tu, cowok lagi?" tanya Wildan sengaja untuk melihat reaksi Melodi.


"Cih tampang aja sok polos. Baru dua hari bekerja sudah dapat cowok" sambut Melodi tidak suka.


Wildan tersenyum tipis.


Ada yang panas nih hahaha... tawa Wildan dalam hati.


"Teman barunya kali Od. Aku kenal pria itu, dia dari bagian pengembat proyek. Kalau ada proyek baru anak itu selalu ikut. Dia pria yang pintar dan baik" puji Wildan.


"Teman baru udah kelihatan seakrab itu. Pasti ada maunya tuh?" ujar Melodi semakin kesal


Dia melihat Cinta dan Karyawannya ngobrol di halte, sesekali mereka tertawa bersama dan terlihat sangat akrab sekali.


Melihat mereka seperti itu membuat sesuatu dalam hati Melodi bangkit. Dia rasanya panas dan marah.


"Kita ke diskotik dulu yuk. Aku malas pulang cepat. Nanti udah gelap aja baru kita pulang. Biar si Cinta masak dulu dan gak digangguin sama kamu" ajak Melodi.


"Ya terserah kamu. Aku mah ikut aja" sambut Wildan.


Bilang aja kamu panas lihat aku godain Cinta dan saat ini juga kamu panas kan. Melihat Cinta terlihat akrab dengan pria lain, makanya kamu mengajak aku ke diskotik sesore ini. Hahaha.. Odiiii... Odi... gengsi amat sih jadi orang. Tawa Wildan dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2