
Cinta dibantu teman - teman satu tim lainnya memasak di dapur sedangkan para lelaki bermain gaplek di ruangan TV.
Cinta terlihat sangat lihai sekali memasak.
"Cin sepertinya kamu, luwes banget memasak. Aku yakin pasti makan malam kita ini enak banget" ujar Santi.
"Aamiin.. " sahut Cinta.
"Cin gimana tadi pergi sama Pak Melodi dan Pak Wildan. Pasti senang banget kan kamu dikawal belanja sama dua pria ganteng" ucap teman mereka yang bernama Loli.
"Biasa aja, aku hanya diam di kursi belakang. Mana berani aku bersikap di depan mereka berdua" jawab Cinta.
"Kalian ngapain aja tadi di sana?" selidik Suri ingin tau.
"Menemani mereka belanja pakaian. Karena ternyata mereka tidak bawa apa - apa dari Jakarta. Setelah itu baru kami belanja bahan makanan" ungkap Cinta.
"Jadi orang kaya enak banget ya. Gak perlu repot bawa - bawa pakaian dari rumah, bisa beli" sahut Suri
"Trus gimana perasaan kamu Cin, pasti senang banget?" tanya Loli penasaran.
"Biasa aja. Mereka kan cuma atasan aku bukan siapa - siapa. Ngapain aku harus senang. Kecuali kalau salah satunya gebetan aku baru aku senang" jawab Cinta.
"Iya ya kamu kan gebetannya Baim" sambut Santi.
"Aku dan Baim? kami hanya berteman sama seperti kalian semua. Aku dan Baim tidak punya hubungan apapun" elak Cinta.
"Padahal kyaknya Baim suka sama kamu lho Cin" ujar Loli.
"Ah sudah... sudah.. kita harus masak yang cepat. Nanti Si Bos marah lagi karena udah laper" ucap Cinta pada teman - temannya.
ke empat gadis itu kembali memasak bersama.
"Hemmm.. wangi banget, pasti enak nih masakan kalian" puji Baim yang datang ke dapur.
"Im tolong bawain makanan ini ke depan" perintah Cinta.
"Oke Cin" sahut Baim.
Baim menjalankan perintah Cinta, setelah selesai memasak mereka membawa semua makanan ke ruangan TV.
"Waaah makan besar kita" ujar salah satu anggota tim.
"Gak nyangk ternyata kamu pintar banget masak Cin. Kirain cuma masak mie instant aja kamu bisanya" sambut yang lain.
"Wanita idaman kan?" ujar Baim.
"Cieeeee... " sambut yang lain.
Entah mengapa hati Melodi panas mendengar obrolan para karyawannya.
"Ini Pak makanan untuk Bapak berdua. Silahkan makan" ucap Cinta menyajikan hidangan untuk Melodi dan Wildan.
__ADS_1
"Terimakasih Cinta" sambut Wildan ceria.
"Akhirnya makan masakan Cinta lagi" ujar Wildan tanpa sadar.
Sontak semua menatap Wildan penasaran.
"Emangnya Bapak pernah makan masakan Cinta?" tanya Baim.
Melodi melotot ke arah Wildan.
Mampu* aku keceplosan. Umpat Wildan dalam hati.
"Kalian salah dengar kali, aku belum. pernah makan masakan Cinta. Yang aku maksud tadi akhirnya aku bisa merasakan masakan Cinta. Karena saat belanja tadi entah mengapa aku udah yakin kalau masakan Cinta memang enak" ralat Wildan
"Ooo.. " sambut yang lainnya.
Wildan bisa bernafas lega.
Melodi menyantap makanam Cinta dengan begitu lahap. Cinta memperhatikan reaksi Melodi.
Hihihi ternyata si Bos emang kangen masakanku. Teriak Cinta dalam hati.
"Bapak mau tambah lagi?" tanya Cinta memberi penawaran.
"Boleh tambah dikit lagi" jawab Melodi.
"Sudah tiga minggu selera makan Melodi memang berkurang Cinta. Mungkin dia kangen masakan seseorang. Kamu tambah aja agak banyak dikit makanannya. Kasihan dia agak kurusan beberapa minggu ini" sindir Wildan sambil tersenyum nakal.
Melodi menatap mata Wildan memberi ancaman tapi Wildan tak perduli.
"Ini Pak, silahkan di lanjut makannya" ucap Cinta.
Melodi kembali memakan hidangan dengan lahap. Malam ini Cinta masak sup kepiting, dadar telur dan sayur capai.
Udara dingin seperti ini enak sekali makan sup panas. Sebenarnya ucapan Wildan tadi sangat benar, tapi Melodi tentu saja gengsi untuk mengakuinya.
Sudah tiga minggu dia tidak makan selahap ini. Walau minggu lalu Cinta sempat memisahkan makanan via online untuknya dan enak tapi rasanya tetap tak seenak masakan Cinta.
Cinta tersenyum tipis saat melirik Melodi yang makan dengan sangat lahap. Benar - benar seperti orang yang sedang kelaparan.
Setelah selesai makan mereka santai di ruang TV. Ada yang sedang main gaplek ada juga yang bermain musik. Wildan tidak malu untuk bergabung. Tapi Melodi seperti biasa gengsi.
Melodi mengasingkan diri dari mereka dan berdiri di teras sambil mengisao rokok. Dia sibuk membuka ponselnya dan memeriksa emailnya.
Cinta dan teman - temannya perempuan bergabung dengan para lelaki yang bermain musik. Ternyata salah satu teman mereka membawa gitar untuk hiburan mereka saat malam hari.
"Nyanyi Cin lagu biasa" perintah temannya.
"Bosan ah, masak hampir tiap hari aku nyanyi lagu itu" elak Cinta.
"Habis kamu lucu" sambut yang lain.
__ADS_1
"Emangnya Cinta suka lagu apa?" tanya Wildan.
"Lagu dangdut Pak. Judulnya Kopi Dangdut tapi dia pakai joget goyang dumang" jawab salah satu anggota tim
"Huft.. hahaha... " sambut Wildan tertawa.
Aku sudah pernah melihatnya melalui kamera CCTV di rumah Melodi. Batin Wildan.
"Ayo Cin nyanyi. Tunjukkan pada Pak Wildan kalau kamu pintar nyanyi" sambut Loli.
"Aku malu" tolak Cinta.
"Udah Cin gak usah malu. Aku kan bagian dari kalian juga" ucap Wildan memberi semangat.
"Kami bantuin deh, bantu goyang juga biar ramai" sambut Loli dan Suri.
Cinta berpikir sejenak.
"Mmm... baiklah" jawab Cinta akhirnya.
"Aseeek.. tunggu aku ambil gayung dulu buat gendang" sambut teman pria mereka.
Setelah semua lengkap barulah atraksi di mulai.
Kala kupandang kerlip bintang
Nun jauh di sana...
"Aseeek" sahut Baim
Cinta mulai bernyanyi dan bergoyang di temani Loli dan Suri.
Suasana seketika jadi ramai. Wildan tertawa sampai sakit perut melihat atraksi Cinta secara live. Biasanya hanya lewat CCTV. Tapi kali ini dia melihat siaran langsung.
Melodi penasaran dengan apa yang dikerjakan para karyawannya itu malam - malam begini. Apalagi mereka terdengar sangat ribut sekali.
Dia berjalan masuk ke dalam rumah dan melihat apa yang dilakukan para karyawannya di dalam Mes. Ternyata dia melihat Cinta sedang bernyanyi dangdut dan berjoget bersama teman - temannya.
Persis seperti yang sering dia lakukan di apartement Melodi. Melodi menatap tidak percaya dengan apa yang dilakukan Cinta.
Cewek kok gak ada urat malunya. Bisa secuek dan seceroboh itu di hadapan banyak pria. Mana suaranya jelak banget lagi terdengar. Apa dia gak merasa kalau telinga yang mendengar sakit karena mendengar suara jeleknya itu. Umpat Melodi.
Walau begitu Melodi tidak berniat untuk menghentikan aksi mereka. Lama kelamaan Melodi malah terlena dan menikmati aksi Cinta. Diam - diam Melodi mengambil foto wajah Cinta yang sedang tertawa lepas.
Kamu lucu kalau sedang tertawa seperti ini. Gak kelihatan cerewetnya. Aku jadikan foto profil kamu aja deh. Ucap Melodi dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Pagi readers.. jangan lupa vote, like dan komentnya ya.. Agar aku lebih semangat 🥰🥰
Terimakasih 🙏💕