Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 130


__ADS_3

Ponsel Melodi berdering saat dia melihat siapa yang sedang menghubunginya Melodi langsung berjalan keluar balkon ruangan rawat inap Cinta.


Wildan yang mengerti gerak gerik Melodi langsung ikut menyusul dibelakangnya. Ini pembicaraan penting, mereka tidak ingin Cinta mendengarnya.


"Ya halo kabar apa yang kamu dapatkan?" tanya Melodi.


"Begini Pak baru saja saya mendapatkan informasi bahwa Andar Kesuma sudah meninggal dunia satu tahun yang lalu di penjara karena serangan jantung" lapor si penelepon.


"Apa, Andar Kesuma sudah meninggal dunia?" tanya Melodi terkejut.


Tanpa Melodi sadari suaranya terdengar besar, Wildan langsung segera memberi kode kepada Melodi untuk mengecilkan volume suaranya.


"Ssst.. " Wildan mengangkat jari telunjuknya ke depan bibirnya.


"Iya benar Pak" jawab Pria di seberang.


"Coba kamu cari tau tentang keluarganya. Cari tau dimana dia dikuburkan" perintah Melodi.


"Kami sudah mencari tau tentang keluarganya. Dia mempunyai dua istri. Istri pertama sudah lama dia ceraikan dan berada jauh di luar kota. Sedangkan istri keduanya tinggal di Jakarta dan anaknya berusia lima belas tahun" jawab pria itu.


Lima belas tahun, berarti saat Andar Kesuma di penjara anaknya baru berumur delapan tahun. Tidak mungkin.. tidak mungkin anak itu yang mengirim surat kaleng kepadaku. Jadi siapa lagi yang melakukan itu? tanya Melodi dalam hati.


"Apa dia mempunyai anak di pernikahan pertamanya?" tanya Melodi.


"Kami belum mengetahuinya Pak" jawab pria itu.


"Cepat kamu cari tau semuanya dengan jelas. Aku tidak mau ada yang terlewat. Jangan lupa terus pantai makam Andar Kesuma. Aku mau tau siapa saja yang datang berziarah ke makam itu?" perintah Melodi.


"Baik Pak, perintah akan segera saya laksanakan" sahut pria yang ada di seberang.


Telepon terputus.


"Sial... Andar Kesuma sudah meninggal satu tahun yang lalu" umpat Melodi kesal.


"Tenang Od, jangan sampai Cinta mendengar pembicaraan kita ini. Coba kamu tanya sama Mbak Amel. Apa dia mengenal keluarga Om Andar? Siapa tau kita menemukan jejak baru" perintah Wildan.


"Aku akan menanyakannya nanti kepada Mbak Amel" jawab Melodi.


Melodi tampak sedang menahan emosi.


"Kendalikan emosi kamu, jangan sampai Cinta curiga dengan sikap kamu" ucap Wildan mengingatkan.

__ADS_1


"Aku kesal karena jejaknya hilang. Kalau Andar meninggal siapa yang mengirim surat kaleng itu?" tanya Melodi.


"Aku yakin pasti orang lain. Kalaupun Om Andar masih hidup tidak mungkin dia yang mengirim surat kaleng itu. Pertama, tidak mungkin dia membuka aibnya sendiri. Kedua, tidak mungkin dia mengirim surat itu dari penjara. Kecuali memang ada kaki tangannya" jawab Wildan.


"Aku yakin pasti ada orang yang masih mempunyai hubungan dengan Andar" ujar Melodi.


Wildan terlihat sedang berpikir.


"Ouuuh aku sampai lupa. Baru saja aku ingat, kemarin waktu Sofia mengantarkan aku ke Apartement dia sempat mengatakan kepada Cinta kalau aku menikahi Cinta karena ingin membalaskan dendamku atas kematian kedua orang tuaku" ungkap Melodi.


"Dari mana Sofia bisa tau cerita itu? Apa kamu pernah bercerita kepadanya?" tanya Wildan.


"Aku tidak pernah cerita tentang kehidupan pribadiku kepada orang lain Wil" jawab Melodi.


"Mungkin saja kamu tidak sadar mengatakannya pada saat kamu mabuk berat" ujar Wildan.


"Aku sangat yakin aku tidak pernah mengatakannya. Aku tau Cinta itu adalah gadis yang aku cari setelah aku menikah dengan Cinta. Dan setelah aku menikah baru dua kali aku bertemu dengannya. Pertama aku selamat karena kedatangan kamu. Yang kedua aku hanya minum sampai mabuk. Seingat aku, aku tidak ada berbincang - bincanh dengannya" ungkap Melodi yakin.


"Kalau begitu dia harus kita curigai Od. Mungkin dia punya hubungan dengan Andar. Siapa tau dia ingin balas dendam karena Andar di penjara" ujar Wildan.


"Apa Sofia istri Andar?" tanya Wildan tiba - tiba.


"Tidak.. tidak mungkin. Umur Sofia sebaya dengan kita, tujuh tahun yang lalu dia masih berumur sekitar sembilan belas atau dua puluh tahun. Tidak mungkin seumur itu dia sudah punya anak berumur delapan tahun. Karena kata orang yang aku suruh mencari informasi tentang Andar. Andar punya anak berumur lima belas tahun saat ini" jawab Melodi.


"Satu - satunya kemungkinan yang perlu kita waspadai, jangan - jangan Sofia adalah putrinya Andar" ucap Melodi.


"Kamu harus hubungi orang suruhan kamu untuk mencari informasi tentang Sofia Od" perintah Wildan.


"Kamu benar Wil. Kamu punya foto Sofia?" tanya Melodi.


"Tidak, ngapain aku simpan foto Sofia. Dia bukan tipeku, kamu aja yang mau tergoda sama wanita seperti itu" jawab Wildan.


"Aku hanya butuh teman tidur bukan teman hidup dan itu dulu sebelum aku mengenal Cinta. Baru kali ini aku menyesal pernah berhubungan dengan Sofia. Ternyata dia wanita berbahaya" ujar Melodi.


"Makanya dengar semua nasehatku, kamu sih selalu lari ke diskotik kalau sedang galau. Dari dulu gak pernah berubah" sindir Wildan.


"Sudah lah Wil, gak ada juga gunanya disesali semua sudah terjadi yang penting kedepannya aku tidak akan pernah melakukannya lagi" ikarar Melodi.


"Syukurlah kalau kamu sudah sadar. Kamu tau Od, saat mendengar Papaku sakit aku semakin takut kehilangannya. Aku tau bagaimana hancurnya kamu saat kehilangan orang tua kamu. Aku tidak ingin sehancur itu. Oleh sebab itu selagi aku masih punya banyak waktu aku akan membahagiakan Papa dan Mamaku" ujar Wildan.


"Kamu beruntung Wil, seumur ini masih punya orang tua yang lengkap. Segeralah selesaikan pekerjaan kamu di kantor, aku sudah sangat siap melepas kamu pergi" sambut Melodi.

__ADS_1


"Iya Od, eh buruan hubungi detektif kamu untuk mencari informasi tentang Sofia. Lebih baik kita mencegah sejak dini dari pada kita terlambat" perintah Wildan.


"Baik" Melodi segera menghubungi orang suruhannya.


"Ya Pak, apa masih ada yang kurang?" tanya pria itu.


"Iya, aku baru ingat sekarang. Coba kamu cari tahu semua informasi tentang Sofia, wanita penghibur di diskotik XXX. Apakah dia ada hubungannya dengan Andar Kesuma" perintah Melodi.


"Baik Pak" sahut pria yang ada di seberang.


Melodi menutup teleponnya dan menyimpan ponselnya ke saku celana.


"Ayo kita masuk, sebelum Cinta mencariku. Aku tidak mau dia curiga dan stres memikirkan apa yang sedang aku lakukan" ajak Melodi.


"Oke" sahut Wildan.


Melodi dan Wildan masuk kembali ke dalam kamar.


"Rat sebaiknya kita pulang, sudah malam. Besok kita harus bekerja lagi" ajak Wildan.


"Baik Bos" sahut Ratna sigap.


"Cie... yang sebentar lagi akan jadi bos dan sekretaris. Semoga berhasil ya.. aku selalu berharap yang terbaik untuk kalian" goda Cinta.


"Cintaa aa.. " bisik Ratna kedekat Cinta.


"Tenang saja, aku selalu berdoa semoga kamu berjodoh dengan Mas Wildan" balas Cinta sambil berbisik.


"Baiklah Cin kalau begitu aku pulang dulu ya" pamit Ratna sambil memeluk erat tubuh sahabatnya.


"Sehat - sehat ya dedek di dalam" Ratna mengelus lembut perut Cinta.


"Terimakasih aunty" sahut Cinta sambil tersenyum bahagia.


"Aku pulang dulu ya Mbak, Bik" pamit Ratna.


"Hati - hati Ratna" balas dua wanita itu.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2