
Keesokan harinya..
"Cin aku pergi dulu ya ke kampus" ucap Ratna.
"Oke Rat, hati - hati ya" jawab Cinta sambil berjalan sedikit pincang.
"Lho kamu udah bisa jalan seperti itu?" tanya Ratna.
"Alhamdulillah sudah. Kata dokter juga cuma cidera ringan. Aku juga udah oles minyak ramuan dari kampung. Ampuh untuk sakit beginian" jawab Cinta.
"Syukurlah kalau kamu lebih cepat pulih" sambung Ratna.
"Besok mungkin aku udah bisa temani kamu masak di apartement si Bos. Aku bosan di kamar terus. Sedangkan aku masih tugas dinas luar belum bisa ngantor" ujar Cinta.
"Wah asik donk" sambut Ratna senang.
"Tapi kamu jangan bilang - bilang Pak Melodi dan Pak Wildan ya" pinta Cinta.
"Seeep tenang aja" Ratna menarik tangannya ke bibir tanda bahwa dia akan menjahit bibirnya dan tidak membocorkan rahasia mereka.
"Hati - hati Rat" pesan Cinta.
Ratna hanya melambaikan tangannya lalu pergi. Ratna menatap kamarnya yang kecil menurut Melodi. Bagi Cinta ini sudah lumayan besar dan harga sewanya juga murah perbulan.
Dia dan Ratna sudah dua tahun tinggal di sini. Tempatnya nyaman dan membuat mereka betah. Jadi tidak ada keinginan untuk pindah dari sini sementara waktu.
Selain kosan mereka ini dekat kemana - mana dan tidak jauh dari halte bus. Kosan ini tidak jauh dari kampus dan juga apartement Melodi. Dua lokasi tempat Cinta bekerja.
Bosan hanya tiduran saja Cinta akhirnya memutuskan untuk membersihkan debu kamarnya. Sudah tiga minggu kamar ini dia tinggalkan ke luar kota. Saat ini kakinya sudah lumayan pulih jadi kinilah saatnya membersihkan kamarnya.
Tanpa terasa waktu berlalu sampai siang hari. Cinta sudah selesai membersihkan kamarnya. Perutnya sudah minta di isi karena sudah waktunya makan siang.
Cinta hendak memesan makanan melalui aplikasi online. Tiba - tiba terdengar suara ketukan dari luar. Cinta segera menyambar jilbab nya dan memakainya baru setelah itu dia membuka kamarnya.
"Permisi Mbak Cinta ya?" tanya seorang pria.
"Iya kok tau?" Cinta bertanya karena penasaran.
"Tadi saya tanya di depan, katanya kamar Mbak yang ini" jawab pria itu.
"Ooo.. ada perlu apa Mas?" tanya Cinta penasaran.
"Ini Mbak mau antarin pesanan" jawab Pria itu sambil menyerahkan bingkisan kepada Cinta.
Cinta menerima dan membukanya.
"Saya gak ada pesan makanan lho. Mas salah alamat kali" tolak Cinta.
"Ini Mbak Cinta Aurora kan? Alamat jalan XXX?" tanya pria itu memastikan.
"Iya benar, tapi saya gak ada pesan lho Mas. Di situ ada tertera siapa nama pemesannya?" tanya Cinta.
"Bapak Melodi Sanjaya" jawab Pria itu.
__ADS_1
"Ha.. Bapak Melodi?" tanya Cinta bingung.
"Mbak kenal kan sama Bapak Melodi Sanjaya?" tanya pria untuk memastikan.
"Iya kenal, dia Bos saya" jawab Cinta.
"Ya udah Mbak berarti saya gak salah alamat. Di terima ya Mbak. Permisi" ujar pria itu.
"Iya Mas, terimakasih ya" sambut Cinta.
Pria itu hilang dari pandangan Cinta. Cinta menutup pintu kamarnya dan membuka isi bungkusan. Ada beberapa jenis makanan.
Tak lama kemudian ponsel Cinta bergetar tanda pesan masuk. Cinta membuka dan membacanya.
Melow Dingin
Jangan telat makan siangnya. Habiskan semuanya, jangan ada sisa
"What? Makanan sebanyak ini harus aku habisin sendiri? Gile.. dia kira aku udah tidak makan sebulan makanya dikirimin makanan sebanyak ini? Si Bos makin aneh" gumam Cinta sendiri.
Cinta meletakkan ponselnya kembali, tapi tidak lama kemudian ponselnya bergetar lagi tanda pesan masuk. Dengan berat hati Cinta membukanya dan membacanya.
Melow Dingin
Kenapa tidak di balas? Makanannya sudah sampai kan?
"Ya Allah.. apa aku harus membalas setiap kali dia mengirim pesan?" ucap Cinta kesal.
Cinta ❤
Sudah sampai Boooos... nih aku baru mau mulai memakannya. Apa perlu aku kirimin Bos foto - fotonya?
Cinta dengan kesal melempar ponselnya ke atas tempat tidur.
Melow Dingin
Perlu. Kirimkan foto - fotonya
"Oh my god... Si Bos makin aneh deh" gumam Cinta dengan kesal.
Tapi dia tetap menjalankan apa yang Melodi perintahkan. Cinta mengirim semua gambar - gambar makanan yang di pesan Melodi untuknya.
Melow Dingin
Kok cuma foto makanan? Foto kamunya mana? Aku tidak suka kalau kamu bohong!
"iiiiiih si Bos ini makin ngeselin deh" ucap Cinta.
Cinta mengangkat salah satu makanan dan dia mengambil foto selfie nya sambil memegang makanan tersebut.
Cinta❤
Nih Bos fotonya..
__ADS_1
Melow Dingin
Bagus, makan yang banyak. Btw kamu sudah mandi belum? Sudah gosok gigi? jangan seperti kemarin waktu saya datang bawa sarapan ke kosan kamu. Kamu cuma ganti baju doank
Cinta ❤
Aku sudah mandi dan gosok gigi sebelum shalat subuh ya Bos. Cuma setelah itu aku tidur kembali. Jangan suka su'udzon sama orang Bos. Dosa!
Melow Dingin
Oke baiklah, sekarang kamu harus makan!
Melodi tersenyum membaca pesan Cinta terakhir. Ternyata gadis itu bukan gadis yang malas dan jorok. Dia malah lebih rajin subuh sudah mandi pagi. Dia juga rajin shalat subuh. Puji Melodi dalam hati.
"Cie.. cie.. yang lagi jatuh cinta.. sukanya senyum - senyum sendiri" goda Wildan yang baru saja masuk ke ruangan Melodi.
Sangkin seriusnya Melodi saling berkirim pesan dia sampai tidak sadar kalau ada orang yang masuk ke dalam ruangannya.
Sontak Melodi diam dan kembali bersikap seperti biasanya.
"Udahlah Ooood kamu gak perlu berpura - pura di hadapanku. Kamu suka sama Cinta kan?" tanya Wildan.
"Ngggaaaak" jawab Melodi cepat.
"Beneeeer?" tanya Wildan lagi.
"Benar" jawab Melodi.
"Oke kalau begitu aku lebih bersyukur. Itu artinya Cinta masih belum ada yang punya. Kalau begitu mulai saat ini aku akan mencoba mendekati nya. Dari pada diambil Baim mending Cinta buat aku saja. Dia cantik, pintar, jago masak daaaan.... " goda Wildan.
"Jangan.. jangan.. Cinta milik aku" cegah Melodi. Tanpa sadar akhirnya dia membuat pengakuan.
"Cieeee... cie.... " goda Wildan.
"Dia milikku.. bukan milikmu.. dia untukku bukan untukmu.. pergilah kamu, jangan kau ganggu.. biarkan aku mendekati nya.. " ledek Wildan sambil bernyanyi.
Melodi baru tersadar kalau dia sudah masuk dalam perangkap Wildan.
"Dasar kamu" Melodi melemparkan tutup penanya ke arah Wildan.
"Sejak kapan kamu sadar kalau kamu menyukainya?" tanya Wildan penasaran.
Melodi tidak bisa lagi merahasiakan perasaan hatinya kepada Wildan. Karena Wildan sudah mengenal dirinya sejak dulu. Dan diantara mereka memang tidak pernah ada rahasia.
"Kemarin waktu aku ke kosnya tanpa sengaja dia membuka kamar tanpa mengenakan jilbab. Aku melihat dia sangat cantik. Terus saat aku pulang kata - kata kamu yang menyadarkan aku kalau aku memang sudah jatuh cinta kepadanya. Aku tidak tau kapan perasaan ini mulai tumbuh tapi yang jelas aku sangat tidak suka kalau dia di dekati oleh pria manapun. Tidak terkecuali kamu juga. Awas kalau kamu merebutnya dariku. Aku tidak akan perduli dan tidak akan mempertimbangkan usia persahabatan kita selama ini " ancam Melodi.
"Santai Bro.. aku malah sangat senang sekali mendengar pengakuan kamu dan aku akan mendukung kamu untuk mendapatkan cintanya Cinta" sambut Wildan.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1