Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 227


__ADS_3

"Astaghfirullah.. siapa yang melakukannya Mas?" tanya Ratna.


"Kita duduk dulu" ucap Wildan lembut.


Wildan dan Ratna duduk di sofa, Ratna sedang menghapus air matanya. Wildan menarik nafas panjang.


"Aku belum menemukan siapa pelakunya. Dua pelayan yang ada di video tersebut sudah resign dari Cafe itu. Saat orang - orang ku mencari mereka ke alamat rumah mereka ternyata mereka tinggal di kos - kosan dan pagi ini mereka juga sudah pindah kos" ungkap Wildan.


"Mas percaya kan kalau aku dan Wahyu tidak melakukan apapun tadi malam?" tanya Ratna meyakinkan dirinya.


Wildan tersenyum lembut penuh kasih sayang.


"Aku percaya, aku percaya kamu tidak akan melakukan semua ini. Maaf kalau tadi aku sempat marah pada kamu. Sebenarnya aku percaya kamu tidak akan melakukan itu tapi aku sangat takut kalau kamu di jebak dan kamu ternoda. Bukan karena aku tidak bisa menerima kamu apa adanya tapi egoku sebagai laki - laki melihat wanita yang aku cintai diperlakukan seperti itu mungkin aku akan membunuh Wahyu. Untung saja tadi malam kalian hanya diberikan obat tidur sehingga kalian berdua hanya tidur dan tidak melakukan apapun. Aku tidak bisa membayangkan kalau kalian dikasih obat perangsang" ungkap Wildan.


"A.. aku janji Mas, aku tidak akan melakukan kecerobohan yang sama" janji Ratna.


"Kamu tolong memaklumi keadaanku ya.. aku yakin ini bukan musuh kamu yang melakukannya. Aku yakin kamu tidak punya musuh, yang aku takutkan yang melakukan ini adalah saingan bisnisku ataaaaau... Rania. Rania masih dendam padaku karena aku sudah menggagalkan pertunangan kami. Kita harus lebih hati - hati karena dia bisa melakukan apapun bahkan hal kotor sekalipun untuk balas dendam padaku. Aku takut dia akan menyakiti kamu" ujar Wildan.


"Iya Mas" jawab Ratna.


Tiba - tiba Ratna terpikirkan masalah lain.


"Mas gimana dengan foto - foto yang dikirimkan kepada kamu? Bagaimana kalau pelakunya sampai menyebarkan foto - foto aku dan Wahyu?" tanya Ratna terkejut.


"Aku sudah menyuruh seseorang untuk memantau sosial media. Jangan sampai ada foto - foto kamu yang tersebar. Aku juga sedang melacak siapa yang mengirimkan foto - foto itu kepadaku" jawab Wildan.


"Kita belum bisa bernafas lega Mas, bisa saja pelakunya melakukan hal lain kan?" tanya Ratna.


"Iya, sebaiknya kamu pulang saja istirahat di rumah. Kamu pasti masih ngantuk kan?" tanya Wildan.


"Iya Mas" jawab Ratna tertunduk malu.


"Mas.. " panggil Ratna.


"Ya" jawab Wildan singkat.


"Bisa tidak kamu hapus saja foto - foto aku itu" pinta Ratna.


"Jangan dulu, foto ini masih sangat dibutuhkan. Kamu tenang saja aku tidak akan membuka atau melihatnya jika hal itu tidak penting. Kenapa, kamu malu ya?" tanya Wildan.

__ADS_1


Ratna mengangguk dan menunduk malu.


"Ini hanya foto, aku sudah melihat aslinya bahkan menyentuhnya tadi malam" ungkap Wildan dengan senyuman tipisnya.


"Maaaaas" protes Ratna.


Wajah Ratna sukses merah merona.


"Kamu tidak perlu malu dan aku juga cukup sabar. Beberapa minggu lagi kamu akan menjadi milikku, oleh sebab itu bersiaplah" goda Wildan.


"Aa.. aku harus pulang" Ratna langsung berdiri hendak keluar dari ruangan kerja Wildan.


"Tunggu biar aku antar. Aku tidak mau kejadian tadi malam terulang lagi" cegah Wildan.


"Tapi Mas kan harus kerja" sahut Ratna.


"Bukannya kamu yang bilang tadi kalau hari ini jadwal ku santai" goda Wildan.


Ratna tersenyum malu. Mereka melangkah bersama menuju pintu keluar. Ratna dan Wildan keluar dari area kantor PT. Raharjo Group menggunakan mobil Wildan.


Ditengah perjalanan mereka mampir di sebuah rumah makan karena memang sudah tiba saatnya waktu makan siang. Mereka singgah dan kini sudah duduk di dalam Restoran.


"Mas" ucap Ratna.


"Heeem" sahut Wildan.


"Jangan menatapku seperti itu" ucap Ratna.


"Kenapa?" goda Wildan.


"Aku malu" ujar Ratna.


"Ternyata kamu menyembunyikan sebuah keindahan dibalik jilbab kamu" puji Wildan.


"Maaaaas" protes Ratna.


Wildan sudah sukses membuat wajah Ratna merah merona karena menahan rasa malu.


"Aku jadi semakin menyesal kenapa kemarin waktu di Pati aku tidak serius meminta pada kedua orang tua kita untuk langsung saja melakukan ijab kabul. Kalau tidak kan aku sudah bisa menikmati wajah cantik istriku. Dan tragedi tadi malam tidaka akan terjadi" ungkap Wildan.

__ADS_1


"Maaaaas" sahut Ratna dengan rasa bersalah.


Wildan menarik nafas panjang.


"Baiklaaaah... tidak ada baiknya menyesali apa yang telah terjadi. Aku yakin Allah pasti sedang menyimpan keindahan dalam pernikahan kita nanti. Kata orang cobaan menikah memang sangat luar biasa, aku kini mengakuinya. Bahkan kita sudah dua kali mengalami hal yang berat. Tapi untungnya kali ini salah satu diantara kita tidak ada yang mengucapkan kata putus " Wildan kembali menyindir Ratna.


"Maaaaas" akhirnya Ratna mencubit lengan Wildan karena benar - benar malu.


Dari tadi Wildan sudah sukses membuatnya berulang kali merasa malu.


"Aww... aww... oke oke.. ampuuun" ujar Wildan sambil mengangkat kedua tangannya.


Wildan tertawa bahagia, walau masalah mereka belum selesai karena mereka belum menemukan siapa pelakunya. Tapi setidaknya Wildan sudah merasa lega karena tidak ada diantara mereka yang memilih kalah dan mundur.


Mereka kini bisa saling percaya walau Wildan akui diawal - awal sangat berat rasanya untuk percaya kalau Ratna tidak akan mengkhianati dirinya. Tapi berkat nasehat Melodi dia coba bertahan dan mencari kebenarannya.


Dan akhirnya kebenarannya terlihat juga. Ternyata Ratna di jebak dengan tujuan untuk merusak pernikahan mereka.


Tak lama pelayan datang menghidangkan makan siang mereka. Ratna dengan telaten mengambilkan makanan untuk Wildan. Mereka tampak sangat serasi dan bahagia.


Sambil makan mereka ngobrol ringan tentang rencana pernikahan mereka yang hanya tinggal sekitar dua minggu lagi. Sesekali mereka bercanda, tersenyum bahkan tertawa. Mereka terlihat mesra dan bahagia walau cobaan besar sedang mereka hadapi.


Tapi kebahagian mereka ternyata tidak menular ke sekeliling mereka. Ada dua pasang mata sedang menatap mereka dengan tatapan kebencian.


"Cih mereka masih terlihat mesra. Apakah yang kita lakukan tadi malam gagal dan tidak berpengaruh pada hubungan mereka?" tanya Rania.


"Ternyata Wildan sangat mencintai wanita itu, hingga apa yang dia lihat tidak masalah untuknya" jawab Bella.


"Atas mungkin Wildan sudah tau kalau gadis itu memang sudah tidak suci lagi makanya tidak masalah buat dia?" tanya Rania bingung.


"Menurut aku tidak. Aku kenal siapa Wildan. Sepertinya apa yang kita lakukan tadi malam terlalu ringan. Kita harus merencanakan sesuatu yang lebih dahsyat untuk menggagalkan pernikahan mereka" ujar Bella.


"Yup kamu betul. Aku bisa membalaskan dendam ku pada Wildan dengan menggagalkan pernikahannya sedangkan kamu bisa mendapatkan Wildan kembali" sambut Rania penuh semangat.


Mereka mulai berdiskusi dan merencanakan langkah selanjutnya untuk membuat pernikahan Wildan Ratna batal. Bila perlu rencana mereka harus lebih ekstrim. Mereka tidak perduli yang penting keinginan mereka tercapai.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2