
Ratna kini berada di sebuah kos - kosan sederhana. Ratna menghubungi Santi teman satu tim mereka saat di Sanjaya Corp. Santi juga tinggal di kos - kosan itu dan ketepatan ada kamar yang kosong disana.
Ratna menceritakan semuanya kepada Santi. Sambil menangis Ratna bercerita tentang kisah cintanya yang harus kandas bersama Wildan.
"Kamu yang sabar ya Rat, setelah gelap akan timbul terang, setelah hujan akan terbit pelangi. Saat ini memang akan terasa berat tapi setelah kamu berhasil melaluinya pasti kamu akan mendapatkan hikmahnya" nasehat Santi.
"Iya San" jawab Ratna.
"Kamu gak mau kembali ke Sanjaya Corp?" tanya Santi.
Ratna menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah terlalu banyak dibantu oleh Cinta dan Pak Melodi. Lagian sama aja San. Kalau aku bekerja di sana aku juga pasti akan bertemu Mas Wildan lagi. Mas Wildan kan sahabat Pak Melodi" jawab Ratna.
"Kamu benar - benar ingin menghilang dari hidup Pak Wildan Rat?" tanya Santi.
"Iya San. Mantan pacar, cinta pertamanya sudah kembali. Dia sangat cantik dan pintar. Aku tak sebanding dengannya. Aku melihat mereka berpelukan untuk melepaskan rindu. Hatiku sangat sakit, aku tak sanggup melihat mereka nanti. Lebih baik aku menghilang saja dari hidupnya dan tidak akan bertemu lagi" jawab Ratna.
"Tapi kalian masih sama - sama tinggal di Jakarta Rat, bisa saja kalian bertemu di tempat lain" ujar Santi.
"Jakarta ini Kota besar San, aku yakin kami tidak akan bertemu lagi. Apalagi dengan kehidupanku yang seperti ini. Aku tidak sekelas dengan Mas Wildan, aku tidak akan bisa datang ke tempat - tempat yang biasa Mas Wildan kunjungi" sambut Ratna dengan sendu.
Santi menyentuh bahu Ratna dengan lembut.
"Yang kuat ya Rat, aku tau ini pasti akan sangat berat. Sebaiknya kamu harus fokus untuk mencari pekerjaan baru. Kita sama - sama tau kerasnya hidup di Jakarta ini, kalau kamu tidak segera mendapatkan pekerjaan, bagaimana kamu mau mencicil hutang keluarga kamu pada Pak Wildan?" pesan Santi.
"Iya San, aku harus segera mencari kerja. Kemarin aku sudah mulai melayangkan surat lamaran ke beberapa perusahaan. Mudah - mudahan ada panggilan untukku" ujar Ratna.
"Ya sudah kalau begitu aku balik ke kamarku dulu ya. Kamu juga butuh istirahat kan. Istirahat ya Rat jangan menangis lagi. Kamu harus bisa kuat" ucap Santi.
"Makasih ya San" balas Ratna.
Santi keluar dari kamar Ratna. Ratna baru saja selesai menyusun pakaian - pakaiannya ke dalam lemari yang ada di kamar kosnya. Setelah itu Ratna menyalakan laptop dan mulai mencari lowongan pekerjaan.
__ADS_1
Tiba - tiba ada tanda pesan email masuk. Dengan hati berdebar Ratna membuka pesan tersebut. Ratna langsung menangis dan tak lupa bersyukur.
Ya Allah KAU memang Maha Pengasih Maha Penyayang. Disaat aku putus asa seperti ini KAU beri jalan keluar untukku. Alhamdulillah hari senin aku akan menjalani interview di satu perusahaan yang tak kalah besar dengan Sanjaya Corp dan PT. Raharjo Group. Terimakasih ya Allah, semoga aku diterima. Doa Ratna.
Siang harinya dia dan Santi pergi ke warung nasi dekat kos - kosan untuk membeli makan siang mereka. Mulai hari ini Ratna harus bisa berhemat. Dia sengaja membeli dua bungkus nasi untuk nanti malam.
Nanti malam dia malas untuk keluar kamar lagi membeli makan malam. Biarlah makan nasi dingin tak apa. Toh di kampung juga dulu dia jalani hidup yang lebih sulit dari saat ini.
Pulangnya Ratna singgah di kios ponsel yang ada di pinggir jalan. Ratna membeli kartu perdana yang baru. Dia berniat untuk mengganti nomor ponselnya agar Wildan tidak bisa menghubunginya lagi.
Ratna harus bisa memutuskan hubungan mereka. Dia tau siapa Wildan, dengan sangat mudah Wildan bisa saja menemukan dirinya. Buktinya dulu informasi tentang Bapak dan keluarganya Wildan bisa menemukannya dengan mudah.
Sesampainya di kamar kos, Ratna langsung makan karena perutnya sudah sangat lapar. Setelah itu barulah Ratna mengganti nomor ponselnya lalu segera menghubungi keluarnya.
"Assalamu'alaikum" ucap Ratna begitu panggilan teleponnya diangkat Retno.
"Wa'alaikumsalam.. Mbak Ratna? Mbak kemana aja? Dari tadi pagi Mbak Cinta dan Mas Wildan berulang kali menghubungiku mencari Mbak?" Retno balik bertanya.
"Ceritanya panjang No, ini nomor ponsel Mbak yang baru. Tolong kamu jangan kasih tau mereka atau siapa saja ya yang bertanya nomor Mbak ini. Mbak butuh waktu untuk sendiri dan tidak ingin di ganggu. Kalau Cinta biar nanti Mbak yang akan hubungi dia. Bilang sama Bapak dan Ibu jangan khawatirkan Mbak di sini. Mbak baik - baik saja, tidak ada masalah apapun. Mbak hanya berusaha menjauh dari Mas Wildan. Mbak sudah resign dari perusahaan dan sudah keluar dari apartement Pak Melodi. Kalian baik - baik ya di sana, kalau ada apa - apa hubungi Mbak ke nomor ini saja" jawab Ratna.
"Iya dek, udah dulu ya. Assalamu'alaikum" pamit Ratna.
"Wa'alaikumsalam" jawab Retno.
Telepon terputus, Ratna langsung mengubungi Cinta. Ratna beberapa kali melakukan panggilan tapi Cinta tidak menjawabnya. Mungkin karena nomor tidak dikenal.
Ratna mengirim pesan kepada Cinta.
081xxxxxxxxx
Cin, tolong angkat. Ini aku, Ratna.
Setelah pesan terkirim Ratna langsung menghubungi Cinta lagi. Cinta yang baru saja selesai makan siang bersama Melodi, Wildan, Pak Ilham dan Bik Sumi. Sengaja menjauh dari mereka, agar tidak ada yang mendengar pembicaraannya dengan Ratna.
__ADS_1
"Mas aku ke kamar sebentar ya" ucap Cinta.
Cinta berjalan ke kamar sambil menerima telepon dari Ratna.
"Assalamu'alaikum Rat, kamu dimana?" tanya Cinta langsung.
"Wa'alaikumsalam, Cin.. aku.. aku.. " Ratna langsung menangis.
"Apa yang terjadi Rat? Mengapa kamu pergi? Dimana kamu sekarang?" Cinta menyerang Ratna dengan beberapa pertanyaan.
"Aku.. aku sekarang tinggal satu kos dengan Santi. Tolong Rat jangan kasih tau siapa pun. Termasuk suami kamu, aku tidak mau siapapun mengetahui dimana keberadaanku saat ini" pinta Ratna.
"Tapi kenapa kamu pergi Rat?" tanya Cinta bingung.
"Kalau masalah Bapak kamu aku rasa masih bisa dibicarakan baik - baik?" sambung Cinta.
"Masalahnya sekarang bukan hanya itu saja Cin. Mungkin inilah yang dinamakan kami tida berjodoh. Sekuat apapun aku mencintai Mas Wildan pasti kami tetap tidak akan bersatu. Pasti ada saja penghalang untuk kami bersama" jawab Ratna.
Ratna menarik nafas panjang.
"Mantan pacar Mas Wildan sudah kembali Cin, aku melihat mereka berpelukan. Aku.. aku sekarang tidak perduli mereka mau melakukan apa. Karena aku dan Mas Wildan sudah tidak punya hubungan apapun juga saat ini. Tapi aku tidak sanggup melihatnya Cin. Aku masih mencintainya tapi kami tidak bisa bersama. Biarlah dia bahagia dengan wanita itu. Aku memang harus pergi menjauh dari hidupnya. Tapi aku pastikan akan mengembalikan semua uang yang telah dia berikan kepada keluargaku" jawab Ratna sambil menangis.
Cinta jadi ikutan menangis, bagaimanapun Ratna adalah sahabatnya sejak dulu. Susah senang sudah banyak mereka lalui bersama. Saat ini sahabatnya itu pasti sangat sedih sekali dan dia tidak bisa menghiburnya.
"Apa ada yang bisa aku bantu Rat? Jangan sungkan pinta saja padaku?" tanya Cinta.
"Tidak Cin, tidak ada. Cukup kamu sudah cukup banyak membantuku. Kali ini aku akan hadapi semua ini sendiri. Aku menghubungi kamu hanya ingin memberitahu nomorku yang baru, selebihnya aku cuma mau minta tolong sama kamu untuk mendoakanku agar aku bisa menghadapi semua cobaan ini Cin" pinta Ratna.
"Iya Rat, baiklah kalau begitu. Kami baik - baik ya di sana. Kalau kamu butuh bantuan jangan lupa segera kabari aku" ujar Cinta.
"Iya Cinta. Udah dulu ya, aku tutup teleponnya. Assalamu'alaikum" pamit Ratna.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG