Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 261


__ADS_3

Esok harinya Cinta dan Melodi langsung berangkat menuju ke Rumah Sakit begitu mendapat kabar gembira dari Wildan.


"Alhamdulillah ya Allah... Akhirnya Allah mendengar doa kalian. Selamat ya Rat, semoga kamu dan anak kamu sehat sampai lahiran" ucap Cinta senang.


"Anak - anak Cinta" ralat Ratna.


"Anak - anak? Kamu hamil kembar?" tanya Cinta terkejut.


Ratna tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Oh ya Allah..Alhamdulillah" Cinta langsung memeluk Ratna penuh bahagia.


"Waaah gak nyangka ternyata kamu hebat juga" puji Melodi kepada Wildan.


"Ternyata ini jawaban dari Allah dan sangat indah. Pergi satu Allah ganti langsung dua" sambut Wildan dengan senyum bahagianya.


"Iya benar" Melodi dan Wildan saling berpelukan.


"Ternyata rencana Allah lebih indah kan Rat, tanpa program apapun kamu bisa hamil normal anak kembar lagi" ujar Cinta.


"Iya Cin, aku sudah hampir menyerah dan merelakan Mas Wildan untuk menikah lagi" ungkap Ratna sedih.


"Sayaaaang sudah jangan bahas masalah itu lagi" potong Wildan.


"Iya sekarang kamu sudah hamil ngapain lagi Mas Wildan nikah lagi" sambut Cinta.


"Iya Cin, aku sangat bahagia sekali" ungkap Ratna sambil menangis haru.


"Naaah nangis lagi" tegur Wildan.


"Biasa ibu hamil suka cengeng. Kamu harus bersiap - siap bro. Tiba - tiba saja nanti istri kamu akan bertingkah absurd dan diluar espektasi" potong Melodi.


Cinta tersenyum menatap suaminya, malu atas tingkah lakunya dulu waktu hamil.


"Terlebih saat di atas ranjang. Waow lebih buas" bisik Melodi.


"Mas jangan ngomong yang macam - macam ya" ancam Cinta.


"Hahaha.. aku cuma mau panas - panasin Wildan sayang. Untuk beberapa lama ini dia pasti tidak akan berani mengganggu Ratna" goda Melodi.


"Dasar kalian" umpat Wildan kesal.


Wildan menggenggam tangan istrinya dengan mesra.


"Aku akan melakukan apapun untuk menjaga istri dan anak - anakku" ungkap Wildan.


"Uh so sweet.. " puji Cinta.


"Emangnya aku nggak yank?" tanya Melodi kesal.


"Kamu lebih sweet Mas" puji Cinta sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Cinta.


"Putra kita sudah berumur dua tahun. Apa kamu gak mau hamil bareng sama Ratna, pasti seru kan?" bisik Melodi.


Mata Cinta langsung melotot kepada Melodi.


"Ide yang bagus itu Mas" sambut Cinta jenaka.

__ADS_1


Tingkah mereka malah membuat Ratna dan Wildan kesal.


"Hey kalian datang kesini untuk memberikan semangat kepada istriku bukan malah membuat semangat kalian berdua untuk mencetak anak kedua kalian" protes Wildan.


"Sepertinya pulang dari sini kita harus mampir ke Hotel terdekat sayang. Biar kita gak ketinggalan jauh dari mereka" goda Melodi.


"Sompret lo.. tuh ada kamar di sebelah kalau mau biar aku booking sekalian" ucap Wildan kesal.


Ratna tertawa lepas melihat tingkah suaminya yang panas karena tingkah laku Cinta dan suaminya.


"Ada yang panas sayang karena akan berpuasa dalam waktu yang lama hahaha... nikmatilah Wiiiiil" goda Melodi.


Wajah Wildan terlihat semakin kesal. Ratna menarik lembut lengan suaminya.


"Nanti kita tanya Dokter kapan kita bisa melakukannya" bisik Ratna.


Seketika mata Wildan terbelalak.


"Tidak sayang aku lebih memilih puasa untuk saat ini. Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu dan anak - anak kita" ujar Wildan.


"Tuh kaaan?" sambut Melodi menang.


"Hahahah" tawa Cinta dan Melodi pecah.


Wajah Wildan sudah memerah antara malu dan kesal pada pasang suami istri yang ada di hadapannya. Tiba - tiba Papa Mama Wildan datang bersama kedua orang tua Ratna.


"Nduuuuuk" ucap Bu Ramlan.


Dia segera menghambur dalam pelukan Ratna.


"Ibuuuu" sambut Ratna.


"Alhamdulillah akhirnya kamu hamil Nduk. Ibu sangat senang sekali mendengarnya" ujar Bu Ramlan.


"Iya Bu Alhamdulillah" sambut Ratna.


Pak Ramlan juga memeluk putrinya dengan bahagia.


"Selamat Nak atas kehamilan kamu. Semoga sehat ya sampai lahiran" ucap Pak Ramlan.


"Aamiin.. makasih Pak" jawab Ratna.


"Menunggu lima tahun akhirnya kita akan mendapat cucu kembar sekaligus" ujar Pak Raharjo.


"Benarkah?" tanya Pak Ramlan.


Pak Ramlan dan istrinya menatap wajah Ratna. Ratna tersenyum dengan tatapan haru lalu menganggukkan kepalanya.


"Iya Pak alhamdulillah aku hamil anak kembar" jawab Ratna.


"Alhamdulillah ya Allah.. sungguh besar karunia yang telah KAU berikan pada keluarga kami" ucap Pak Ramlan.


"Setelah keluar dari rumah sakit mereka akan kembali ke rumah kami Jeng, aku aku bisa jagain Ratna selama Wildan bekerja" sambut Bu Raharjo kepada besannya.


"Iya Mbak aku setuju, lebih baik seperti itu. Sekalian biar Ratna gak kesepian sendirian di apartement" sahut Bu Raharjo.


"Lagian nanti kalau anak - anak mereka lahir di asuh di apartement yang sempit rasanya kurang nyaman. Biar mereka tinggal di rumah Opanya. Rumah itu juga kelak akan menjadi milik mereka juga" ucap Pak Raharjo.

__ADS_1


Semua tersenyum bahagia menyambut kabar bahagia ini. Sore harinya Cinta dan Melodi pamit pulang ke rumah mereka. Di mobil Melodi tak penah melepas genggaman tangannya pada Cinta.


"Yank aku serius lho tentang ucapanku di Rumah Sakit tadi" ucap Melodi memecah keheningan.


"Ucapan Mas yang mana?" tanya Cinta yang lupa dengan ucapan suaminya.


"Tentang memberi Radit adik. Aku rasanya waktunya juga sudah tepat. Nanti saat adiknya lahir Radit sudah berumur tiga tahun" ungkap Melodi.


"Mmmmm... tergantung usaha Mas buat aku setuju" goda Cinta.


"Maksud kamu? Kamu mau minta apa sayang? Katakanlah aku akan mengabulkannya" sambut Melodi.


"Mas kan dulu pernah janji bawa aku honeymoon ke tempat Ratna dan Mas Wildan honeymoon. Itu lho Maldives nya Indonesia" pinta Cinta.


"Apa Radit bisa kita tinggal selama satu minggu?" tanya Melodi.


"Kenapa harus di tinggal Mas?" tanya Cinta.


"Ya namanya honeymoon sayang. Lagian di sana pulau kecil jauh dari kota. Aku merasa kurang nyaman membawa Radit ke sana. Radit masih terlalu kecil" jawab Melodi.


"Kalau begitu aku nanti coba tanya sama Bibik ya. Apa Bibik mau jagain Radit selama kita pergi" sambut Cinta.


"Sudah lama juga kita tidak menjalani quality time berdua. Terkadang itu penting sayang untuk mencarger kembali cinta kita. Aku butuh waktu berdua saja dengan kamu" ucap Melodi.


"Sama anaknya saja cemburu" sahut Cinta.


"Aku pernah baca sebuah majalah yang isinya tentang perubahan sikap istri setelah punya anak. Kalau pria jika di tanya pilih istri atau anak. Survei mengatakan kalau kebanyakan pria akan menjawab pilih istri termasuk aku. Tapi kalau para wanita ditanya seperti itu menurut survei para wanita akan menjawab lebih memilih anak. Apa kalian para wanita lupa tanpa kami suami kalian, kalian tidak akan pernah punya anak. Jadi jangan pernah melupakan kami" ucap Melodi sedikit memprotes.


Cinta tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.


"Iya.. iya.. aku tidak akan lupa kalau tanpa kamu aku tidak akan memiliki Radit dan mmm.. sebentar lagi adiknya" jawab Cinta sambil menggoda.


"Hahaha berarti kita sudah deal ya kita akan pergi honeymoon minggu depan. Bersiaplah sayang aku akan menggempur kamu habis - habisan hingga kamu menyerah dibawah kekuasaanku" tegas Melodi.


"Aaaaaw... atuuuuuut" goda Cinta yang semakin membuat Melodi gemas melihat tingkah istrinya itu.


"Sayaaaang jangan goda aku seperti itu terus. Bisa - bisa rencana aku singgah ke Hotel bisa jadi kenyataan lho" protes Melodi.


"Hahaha oke.. oke.. kita lanjut ke rumah ya. Aku udah kangen Radit" pinta Cinta.


"Belum juga sehari pisah sama Radit kamu udah kangen. Gimana nanti kalau kita tinggal selama seminggu? Nanti jangan nangis ya minta pulang" sambut Melodi.


"Tergantung... " goda Cinta lagi.


"Tergantung apanya?" tanya Melodi.


"Tergantung sama service kamu Mas" jawab Cinta tersenyum lebar.


"Eh itu ada Hotel di depan kita mampir ya" ancam Melodi.


"Hahahaha siapa takuuuut" sambut Cinta.


"Udah mulai nakal kamu ya godain aku terus" ujar Melodi.


Mereka tertawa bersama, hari ini terasa sangat indah setelah melihat kebahagiaan sahabat mereka yang sebentar lagi akan mempunyai anak.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2