Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 137


__ADS_3

"Cintaaaa" panggil mereka.


"Maaaaas" panggil Cinta lemah.


Dia memegang perutnya untuk melindungi bayinya.


"Stop, jangan maju" ucap Sofia.


Kaki Sofia terangkat dan hendak memijak Cinta dibagian perutnya.


"Jangan lakukan itu Sofia atau aku akan membunuhmu" ancam Melodi geram.


"Sebelum kamu membunuhku aku lebih dulu akan membunuh istri dan anakmu. Hahaha... kamu akan sendirian lagi Melodi tanpa orang yang kamu sayangi. Sama seperti aku, tujuh tahun ini aku hidup sendiri tanpa Papaku" Sofia balik mengancam.


"Aku tau kamu anaknya Andar kan?" tanya Melodi.


"Ka.. kamu anaknya Om Andar?" Cinta bertanya terkejut.


"Iya kenapa kamu terkejut? Saat kecelakaan itu kamu memang masih kecil dan lupa ingatan lagi. Tapi mengapa kamu gak mati saat kecelakaan itu" bentak Sofia.


"A.. apa? Mengapa kamu tau soal kecelakaan itu?" tanya Cinta.


"Hahahaha.... karena Papaku yang merencanakan semuanya" tawa Sofia pecah.


"A.. apa?" tanya Cinta.


Kepala Cinta terasa pusing dan dia memegangi kepalanya. Tiba - tiba cuplikan - cuplikan kejadian di masa lalu mulai kembali.


"Ssssss... Aaaaw" pekik Cinta.


"Bangsa* kamu Sofia. Jangan kamu pancing Cinta dengan cerita - cerita busuk kamu. Aku tidak percaya" ucap Melodi masih menjaga jarak karena dia takut kalau Sofia akan menyakiti Cinta.


"Hahahaha kamu lemah Od. Karena cinta kamu padaa Cinta kamu gak percaya dengan ceritaku? Kamu pikir ucapanku bohong?" tanya Sofia.


Dia tertawa karena merasa akan menang. Wildan perlahan mundur mencari celah untuk keluar mumpung Melodi dan Sofia sedang terlibat pembicaraan penting.


"Siala* kamu" maki Melodi.


Melodi mengepal tangannya menahan emosi. Tapi dia harus sabar demi Cinta. Dia sangat takut Cinta disakiti Sofia. Belum saatnya menyerang Sofia saat ini karena keadaannya masih mengkhawatirkan.


Di dekat Sofia dan Cinta ada dua pria bertubuh kekar sedang berjaga.


"Hahaha polisi tidak memeriksa keadaan saat itu dengan teliti. Papa sengaja memasang perangkap agar ban mobil Papa kamu pecah. Saat itu hujan deras, Papa kamu tidak bisa mengendalikan mobil karena jalanan licin kecepatan tinggi dan jalanan tidak bisa terlihat dengan baik. Hingga akhirnya mobil Papa kamu menabrak sebuah mobil. Sayangnya mobil itu adalah mobil keluarga Cinta dimana ada Cinta, Papa dan Mamanya" ungkap Sofia.


"Aaaaaaakh... " teriak Cinta sambil memeganh kepalanya.


"Sayaaaang... " panggil Melodi khawatir.


"Hahahaha... apa yang kamu rasakan Melodi? Pasti takut ya kehilangan orang yang kamu sayangi? Tujuh tahun aku berusaha mendekati kamu untuk membalas dendam hingga akhirnya aku jatuh Cinta pada kamu dan merelakan hati dan tubuhku untuk kamu tapi apa yang aku dapatkan? Kamu malah memilih gadis sialan ini. Hingga satu tahun yang lalu Papaku meninggal di penjara. Aku kembali diingatkan tentang dendamku kepada kamu. Saat inilah kesempatan terbaikku. Sekali aku tebas dua nyawa melayang. Kamu pasti akan hancur kembali hidup sendiri hahahaha" tawa Sofia pecah.

__ADS_1


Cinta memegangi kepala dan perutnya dan dia mulai merasa kesakitan seluruh tubuhnya.


"Maaaaaas" panggil Cinta lemah.


"Ja.. jadi apa salahku pada kalian? Mengapa kalian mau membunuhku dulu?" tanya Cinta bingung.


"Karena kamu adalah saksi hidup dalam kejadian saat itu. Tapi syukurnya kamu lupa ingatan sehingga Papaku selamat atas tuduhan pembunuhan. Tapi sialnya Melodi bisa menggagalkan rencana Papaku untuk memiliki perusahaan keluarganya hingga akhirnya Papaku di penjara dan akhirnya dia mati disana" jawab Sofia sedih mengingat kematian Papanya.


"Aaaaaaawh... " Cinta memegang kepalanya lagi.


Tiba - tiba ingatannya tentang semua kejadian itu kembali. Dia bisa mengingat kejadian saat kecelakaan.


Flashback On


"Papa.. Mama.... " panggil Cinta.


Cinta mulai ketakutan dan menangis melihat Papa dan Mamanya penuh darah sudah tidak bernyawa lagi di depannya.


Cinta mau bergerak tapi kakinya terjepit sehingga dia tidak bisa keluar dari mobil.


"Papa... Mama.. toloooooong" panggil Cinta sambil menangis.


Dia hendak menggapai kursi depan dimana kedua orang tuanya duduk tapi dia tidak bisa karena kakinya terjepit.


"Toloooooong... tolong aku... " teriak Cinta.


"Om Andar? Ooooom tolong aku. Tolong aku Om" teriak Cinta.


Andar terkejut mendengar seseorang menyebut namanya. Dia mencari dari mana arah suara itu. Akhirnya Andar berjalan menuju mobil Papanya Cinta.


Dia sangat terkejut melihat siapa yang ada di dalam mobil itu.


"Syarif... Syarif... " panggil Andar.


Dia tidak menyangka mobil temannyalah yang bertabrakan dengan mobil Bosnya.


"Om tolong keluarkan aku" pinta Cinta dengan suara merintih.


Tenaganya sudah mulai habis, seluruh tubuhnya terasa sakit dan darah keluar dibeberapa bagian tubuhnya.


"Cin... Cinta" panggil Andar panik.


Andar melihat kanan kiri memeriksa lokasi kejadian. Tidak ada siapa - siapa, tidak ada orang yang lewat. Andar ketakutan ada orang yang melihat dia ada di lokasi kejadian.


Dengan panik Andar mendekati Cinta dan membekap mulut Cinta.


"Tolong Oooom.. bbbbfmmmmm... $#+@&" Cinta yang sudah lemah akhirnya tak sadarkan diri.


Andar segera lari dan pergi meninggalkan lokasi kejadian kecelakaan.

__ADS_1


Flashback Off


"Oooowh... Ssssst.. aaaaaaaaakh..." pekik Cinta kesakitan.


Dia ingat semuanya sekarang, dia ingat. Andar mencoba membunuhnya saat itu. Cinta memegangi kepalanya tiba - tiba Cinta merasakan sakit di bagian perutnya.


"Aaaaaww... saaa... kiiiiit" ucap Cinta lemah.


Cinta kemudian tak sadarkan diri. Melihat hal itu terjadi Melodi langsung bertindak brutal.


"Kurang ajar kalian, bangsaaaaa*" jerit Melodi.


Melodi maju dan langsung di hadang oleh dua pria tegap di depannya. Terjadi perkelahian. Tapi Melodi yang sudah dikuasai amarahnya menghantam dua pria itu tanpa ampun.


Sofia yang merasa situasinya terbalik dan posisi dia terjepit, segera berencana untuk melarikan diri.


"Jangan lari Sofia, aku akan membunuhmu" teriak Melodi marah.


Matanya sudah merah karena amarah yang luar biasa menguasai dirinya. Melodi langsung menangkap Sofia dan mencekik lehernya.


"Ja.. ja.. ngan Od... A.. aku minta maaaf. Ja.. ngan.. bu.. nuh.. a.. aaaakuuu" ucap Sofia terbata - bata karena tercekik Melodi.


Tubuh Melodi bergetar karena amarah yang sedang dia rasakan. Dengan semua kekuatannya tanpa ampun Melodi mencekik leher Sofia dengan sangat kuat.


"Melodi jangan lakukan" cegah Wildan.


Wildan segera menarik tangan Melodi. Wildan datang bersama polisi. Dua pria yang sudah jatuh tersungkur kemudian diamankan oleh polisi.


Sofia yang hampir kehilangan nyawanya kini juga sudah diamankan polisi. Melodi menatap wajah istrinya yang terlihat pucat. Dia segera berlari ke arah Cinta dan mengangkat tubuh Cinta.


"Sayang.. kamu harus kuat.. please... jangan tinggalkan aku" ucap Melodi sambil menangis.


"Ayo Od angkat Cinta, kita harus bawa dia ke Rumah Sakit" teriak Wildan mengingatkan.


Melodi menggendong Cinta dan segera membawanya keluar. Wildan sudah berada di kursi kemudi. Melodi dan Cinta duduk di kursi belakang. Setelah Melodi masuk Wildan langsung tancap gas menuju Rumah Sakit terdekat.


"Sayaaang jangan pergi.. aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri... aku bisa gila bila tidak ada kamu.. aku bisa mati karena kehilangan kamu" ucap Melodi sambil menangis.


Wildan melirik dari kaca spion, wajah putus asa Melodi terlihat seperti tujuh tahun yang lalu saat kehilangan Papa dan Mamanya. Wildan harus konsentrasi mengendarai mobil dengan cepat agar sampi ke Rumah Sakit dengan segera.


Akhirnya mereka berhenti di depan pintu UGD sebuah Rumah Sakit.


"Toloooooooooong" teriak Melodi.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2