
"Kalian harusnya berterimakasih pada istriku karena dia yang melarang aku untuk menghabisi kalian. Kalau bukan karena istriku sedang hamil dan istriku tidak memohon padaku untuk mengampuni kalian mungkin saat ini juga kalian sudah berpindah alam" ujar Melodi.
Ucapan Melodi tidak begitu di dengar oleh Rania dan Bella karena mereka sedang sibuk mengusir ular bulu yang mulai menjalar di sekujur tubuh mereka.
Rania dan Bella juga sudah mulai menggaruk tubuhnya yang gatal. Seluruh tubuh mereka kini sudah mulai merah dan timbul bentol - bentol di kulitnya.
"Sudah kamu siapkan semua bukti - buktinya Wil?" tanya Melodi.
"Sudah Od tapi bagian foto Ratna aku blur agar mereka tidak melihat aurat Ratna" jawab Wildan.
"Apa yang akan kalian lakukan lagi?" tanya Rania.
Bella menatap kedua pria itu dengan tatapan shock dan pasrah.
"Sebentar lagi kalian akan mendapatkan hukuman yang sebenarnya. Kami tidak ingin main hakim sendiri, biarlah pihak berwajib yang akan menentukan seberapa berat hukuman untuk kalian" jawab Melodi.
"Kalian sudah menjebak calon istriku, merusak nama baiknya, melakukan penculikan dan memfitnahnya tapi yang paling berat adalah kalian mencoba melakukan pembunuhan berencana. Aku sudah menyiapkan bukti - buktinya dan bersiaplah kalian akan mendapatkan hukuman yang berat. Mungkin kalian akan mendapatkan hukuman penjara seumur hidup. Sayang banget ya kalian masih muda harus menghabiskan waktu kalian di penjara" ujar Wildan.
"Tidaaak... jangan Wil, aku mohon. Aku sangat - sangat menyesal telah melakukan semua itu. Tolong ampuni aku, aku janji akan menghilang dari kehidupan kamu dan kembali ke luar negeri" pinta Bella memelas.
"Aku juga sama Wil, aku tidak akan mengganggu hidup kamu. Bahkan aku tidak akan menunjukkan wajahku di hadapan kamu lagi" sambut Rania.
"Semua sudah terlambat, kami sudah membuat pengaduan. Nanti sampaikan saja pada pengacara kalian dan juga kepada para polisi" jawab Wildan.
"Pak, Polisi sudah datang" ucap Roy.
"Suruh mereka masuk" jawab Melodi.
Tak lama lima orang polisi masuk ke dalam ruangan dan segera menangkap Rania dan Bella. Kedua wanita itu dikeluarkan dari box besar.
Semua tubuh mereka sudah memerah dan bentol - bentol.
"Huft.. bau apa ini?" tanya Melodi.
"Sepertinya ada yang ngompol Pak" jawab Roy.
Melodi dan Wildan menatap ke arah Rania dan Bella. Terlihat jelas pakaian bagian bawah mereka sudah basah.
"Saran saya sebelum mereka dipenjara ada baiknya mereka di suruh mandi dulu Pak. Demi kenyamanan tahanan yang lain" ucap Melodi kepada polisi.
"Baik Pak, kalau begini kami permisi dulu" sambut Pak Polisi.
Rania dan Bella kini sudah di borgol dan dibawa ke kantor polisi dengan menggunakan mobil polisi.
__ADS_1
"Aku harap mereka mendapatkan efek jera dengan apa yang kita lakukan tadi" ucap Melodi.
"Aku tidak menyangka kamu punya ide seperti itu. aku kira kamu akan melakukan kekerasan pada mereka" komentar Wildan.
"Aku ingat pesan Cinta. Dia sedang hamil, aku tidak mau berbuat kejahatan. Itu pasti akan ada dampaknya untuk keluargaku. Saat menikah dengan Cinta aku kan sudah berjanji untuk berubah hidup lebih baik. Aku tidak mau jadi pria seperti dulu lagi. Kini sudah ada istri dan calon anakku yang harus aku jaga dan lindungi dengan baik" jawab Melodi.
Wildan merangkul bahu Melodi.
"Aku lega melihat kamu kini sudah jauh berbeda. Terus terang sebenarnya tadi ada rasa takut kalau kamu akan melakukan kekerasan seperti dulu. Bukan aku kasihan pada mereka tapi kita tidak boleh main hakim sendiri Od" ujar Wildan.
"Kamu memang selalu lebih baik dari dulu dibanding aku. Makanya banyak wanita yang jatuh cinta padamu" balas Melodi.
"Kamu juga sama hanya saja kamu tidak pernah memperdulikan mereka sejak dulu. Untung saja Cinta bisa membuat kamu berubah dan mengenal cinta" sahut Wildan.
"Ya sudah yuk kita pulang. Cinta dan Ratna menunggu kita di kantor kamu" ajak Melodi.
"Iya" sambut Wildan.
Mereka kembali ke kantor Wildan. Disana Cinta dan Ratna sudah menunggu mereka dengan tegang.
"Kamu sudah kembali Mas" sambut Cinta yang langsung memeluk Melodi dan bernafas lega.
Mereka duduk di sofa ruangan kerja Wildan.
"Gimana Mas, apa yang terjadi dengan mereka?" tanya Ratna dengan penasaran.
"Hampir yaaaa setengah matilah setelah kami hajar" jawab Melodi berbohong.
"Iiih Mas Odi gak tepat janji, kan udah aku bilang jangan berbuat kasar. Aku lagi mengandung anak Mas masak Papanya ngajarin yang nggak - nggak sejak dia dalam kandungan?" protes Cinta.
"Kalian pasti tidak menyangka apa yang kami lakukan pada mereka" ujar Wildan.
"Apaan Mas, aku jadi penasaran?" tanya Ratna ingin tahu.
Wildan mengambil ponsel dari saku celananya. Lalu dia menunjukkan sebuah video kepada Ratna. Sontak Cinta merapat ke tubuh Ratna.
Mereka menyaksikan video saat - saat Melodi dan Wildan tadi memberikan pelajaran kepada duo ulat bulu.
"Hihihi... itu hamster kan?" tanya Cinta.
"Iya, kamu gak geli?" tanya Melodi terkejut.
"Aku sudah sering lihat tikus sawah Mas ngapain geli" jawab Cinta santai.
__ADS_1
Melodi dan Wildan saling tatap.
"Eh itu belut iya kan belut" sahut Ratna.
"Kok kamu tau?" tanya Wildan.
"Tau donk Mas aku sering banget tangkap di sawah. Belut itu suka sembunyi dibawah tanah lembek. Rasanya juga enak banget itu apalagi kalau dimakan pakai sambel ijo pedas heeeem" jawab Ratna.
"Iya.. iya benar kamu Rat. Banyak banget tuh gizinya. Aku jadi pengen, nanti malam kita cari belut cabe hijau yuk Mas" rengek Cinta.
Dua pria itu saling tatap, mereka merasa ngeri dua wanita yang ada di samping mereka tidak merasa jijik ataupun geli. Mereka malah ngomongin makanan.
Apa ada yang salah dengan mereka? tanya Melodi dan Wildan dalam hati.
Saat melihat hukuman terakhir untuk Rania dan Bella.
"Rat ulat bulu hahahaha iiih pasti gatel banget itu. Lihat wajah mereka takut plus jijik dan gatel" komentar Cinta.
"Bentol - bentol deh" sahut Ratna.
Terakhir mereka melihat polisi datang untuk menangkap Rania dan Bella.
"Kalian panggil polisi akhirnya?" tanya Cinta.
Melodi menganggukkan kepalanya.
"Waaah syukurlah aku kira kalian akan main hakim sendiri" sahut Cinta.
Melodi memeluk tubuh istrinya yang mulai terlihat gendut.
"Aku kan ingat pesan kamu. Dan aku juga gak mau dilihat sama anak kita kalau Papanya seorang pembunuh. Walau alasannya juga demi menjaga kalian berdua" jawab Melodi.
"Cin lihat Cin.. mereka pipis di celana" teriak Ratna.
Cinta langsung melepaskan pelukan Melodi dan kembali merapatkan tubuhnya kedekat Ratna.
"Hahahaha tau rasa kalian, seru kan di gigit ulat bulu" tawa Cinta.
"Iya mana mereka bauk banget lagi" sahut Wildan.
"Itu pantas untuk mereka. Sampah pasti akan bau walau tempatnya dimana - mana" ujar Melodi.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG