Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 201


__ADS_3

"Wildannya ada?" tanya seorang wanita kepada Ratna.


Dari tampilannya wanita ini bukan wanita sembarangan. Wanita ini punya tatapan yang tajam dan berkharisma. Wanita ini juga terlihat sangat berpendidikan dan pintar.


"Maaf Bu, Pak Wildan sedang keluar" jawab Ratna.


"Jam berapa pulangnya?" tanya Perempuan itu.


Ratna melirik jam tangannya.


"Jadwalnya sampai sore ini Bu. Maaf apa Ibu sudah ada janji dengan Pak Wildan?" tanya Ratna ramah.


"Belum" jawab wanita itu.


"Kalau saya boleh tau Ibu siapanya Pak Wildan?" tanya Ratna.


"Teman lamanya, bilang aja sama dia Ishabella, Isha" jawab Wanita itu.


"Baik Bu Isha nanti saya kabari beliau. Silahkan atur jadwal terlebih dahulu" pinta Ratna.


"Maaf Mbak saya gak bisa lama - lama. Besok ini saya harus pulang, saya gak punya waktu. Saya hanya ingin ketemu dengan teman lama saya saja sebentar. Saya tunggu aja deh di sini" sambut wanita itu.


"Tapi masih lama lho Bu" ujar Ratna.


"Gak apa - apa, saya hanya punya waktu hari ini saja. Gak apa - apa deh saya tunggu di sini" balas wanita yang bernama Ishabella.


"Baiklah kalau begitu silahkan tunggu di ruang tunggu aja Bu" ucap Ratna.


Ratna mengantarkan wanita itu ke ruangan tunggu untuk tamu - tamu yang ingin bertemu Wildan.


Satu jam berlalu, Wildan kembali dari kantornya Melodi. Begitu Wildan tiba Ratna langsung menyambut kedatangannya.


Wildan sempat terkejut melihat sikap Ratna yang seperti sedang menunggu kepulangannya. Wildan tersenyum tipis menatap kedatangan Ratna.


"Maaf Pak, ada seorang perempuan yang sudah menunggu Bapak dari tadi" lapor Ratna.


"Siapa?" tanya Wildan


"Namanya Bu Isha, katanya teman lama Bapak" jawab Ratna.


"Isha? siapa Isha?" tanya Wildan bingung.


Wildan mencoba mengingat - ingat nama teman - temannya tapi dia tetap tidak ingat siapa wanita yang bernama Isha.


"Dimana dia sekarang?" tanya Wildan.


"Sedang menunggu di ruang tunggu" jawab Ratna.

__ADS_1


"Baik, kalau begitu suruh dia masuk" perintah Wildan.


"Baik Pak, tunggu sebentar akan saya panggilkan" jawab Ratna.


Ratna pergi dari hadapan Wildan. Wildan menatap kepergian Ratna.


"Aku kira kamu menunggu kepulanganku karena merindukan aku dan kita kembali seperti dulu? Ternyata aku terlalu berharap lebih. Padahal aku sudah senang tadi" gumam Wildan.


Tak lama Ratna datang kembali ke ruangan Wildan bersama seorang wanita cantik.


Tok.. Tok..


Wanita itu mengetuk pintu Wildan sambil bercanda.


"Masuk" jawab Wildan.


"Hai Wil, apakah kamu merindukan aku?" sapa wanita itu dengan santai.


Wildan terlonjak kaget dan tubuhnya kaku, dia sangat tidak menyangka melihat sosok wanita yang ada di hadapannya.


"Silahkan masuk Bu" ucap Ratna mempersilahkan wanita itu untuk masuk ke dalam ruangan Wildan


Wanita yang bernama Isha itu masuk dengan penuh percaya diri ke dalam ruangan Wildan. Ratna dengan sopan menutup pintu ruangan Wildan dan kembali berjalan menuju tempat duduknya.


"Bagaimana kamu tau kalau aku ada di sini?" tanya Wildan.


"Hai honey.. aku tidak akan pernah lupa kamu itu siapa? Kamu adalah Wildan Raharjo, anak tunggal dari pemilik PT. Raharjo Group. Pasti kamu yang jadi penerus tunggal Perusahaan Papa kamu ini. Tidak sulit untuk menemukan kamu honey" ucap Isha.


Alangkah terkejutnya Ratna saat melihat Wildan dan wanita itu berpelukan. Wildan yang menyadari pintu terbuka langsung melihat siapa yang datang. Dia juga sama terkejutnya ketika melihat ternyata Ratna yang masuk.


"Ma.. maaf Pak, saya cuma mau tanya Ibu Isha mau minum apa?" tanya Ratna gugup.


"Beib.. seleraku masih yang dulu" jawab Isha manja.


"Coklat panas" jawab Wildan.


"Ba.. baik Pak" ujar Ratna.


Ratna langsung menutup pintu ruangan Wildan. Tubuhnya langsung bergetar dan air matanya tumpah sudah tanpa bisa dibendung lagi.


Sepertinya perpisahan memang jalan satu - satunya. Syukurlah kalau kamu secepat ini mendapatkan wanita lain. Wanita itu juga lebih segalanya dariku Mas. Aku yang tak tahu diri ini terlalu tinggi memimpikan kamu. Kini aku sadar posisiku bukan berada disamping kamu. Batin Ratna.


Ratna segera menghapus air matanya dan berjalan menuju pantry. Disana dia meminta office girl untuk menyiapkan coklat panas dan kopi pahit untuk Wildan dan tamunya.


Ratna membuat teh hangat untuk dirinya sendiri. Dia juga butuh minum yang bisa membuat pikirannya lebih tenang.


Sepertinya aku harus segera menjauh dari hidup kamu Mas. Maaf.. aku tidak sanggup melihat kamu bermesraan dengan wanita lain. Hatiku sangat sakit, tapi aku tak berhak marah. Karena aku sadar kita memang tak bisa bersatu. Mungkin kita memang tak berjodoh Mas. Ku harap kamu bisa menemukan wanita yang lebih baik dariku. Semoga wanita tadi wanita baik yang lebih pantas menjadi istri kamu. Batin Ratna.

__ADS_1


Office girl naik ke lantai atas bersama Ratna untuk membawa minuman untuk Wildan dan tamu wanitanya. Karyawan wanita itu menatap Ratna dengan tatapan bertanya.


"Dimana harus saya letak minuman - minuman ini Bu?" tanya wanita muda itu.


"Kamu langsung aja bawa ke dalam. Jangan lupa ketuk pintu dulu ya" jawab Ratna.


"Baik Bu" jawab wanita itu.


Ratna kembali ke tempat duduknya. Dia tidak punya urusan lagi untuk masuk ke dalam ruangan Dirut. Office girl mengetuk pintu lalu masuk ke dalam ruangan Wildan


Lama juga Wildan dan tamunya berbincang - bincang di dalam ruangannya. Sementara jam kerja sudah selesai sejak satu jam yang lalu.


Ratna jadi dilema. Kalau dia terlalu lama pulang dari kantor bisa - bisa dia kemalaman sampai rumah. Dia kan sekarang pulangnya naik bus jadi harus berjibaku dengan kemacetan kota Jakarta.


Apalagi ini hari jumat, hari kerja terakhir setelah besok weekend. Pasti jalanan semakin ramai menuju apartemennya. Ratna mencoba memberanikan diri untuk meminta izin pamit pulang.


Tok.. Tok...


Dengan jantung berdebar Ratna mengetuk pintu Wildan


"Masuk" jawab Wildan dari dalam.


Ratna masuk ke dalam ruangan dan melihat Wildan dan Isha duduk di sofa yang ada di ruangan Wildan.


"Maaf Pak, apa saya sudah bisa pamit pulang?" tanya Ratna.


"Tunggu.. tunggu sebentar lagi" jawab Wildan.


Ratna menahan nafasnya karena rasa kecewa pada jawaban Wildan.


"Sudah Wil, biarkan aja sekretaris kamu pulang. Lagian sudah lewat juga jam kerja" ucap Isha.


"Ada yang masih ingin aku bicarakan dengannya" ujar Wildan.


Wildan melirik Ratna sekilas. Ratna menatap wajah Wildan dengan rasa kecewa.


"Ayolah Wiiiiil.. habis ini aku mau ajak kamu makan malam. Besok aku harus kembali ke luar negeri. Apa kamu tidak merindukan aku?" bujuk Isha.


"Tidak bisa Bel, ada sesuatu yang penting harus aku bicarakan dengan Ratna" bantah Wildan.


Bel? Isha? Ishabella? Bella? Bela mantan pacarnya Mas Wildan? Oh ya Allah ternyata dia mantan pacarnya Mas Wildan. Batin Ratna.


"Ayolah Wil.. aku masih sangat merindukanmu. Apa kamu sudah melupakan aku? Aku masih mencintai kamu Wildan" ungkap Ratna.


Sontak Ratna terkejut mendengar pengakuan Bela yang begitu lugas dan jujur.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2