
Keesokan harinya karena masuknya Amel parah, Cinta dan Melodi memutuskan untuk menemani mereka ke Dokter kandungan. Sebelumnya seperti biasa Cinta sudah mendaftarkan Amel secara online jadi begitu sampai Amel dan Surya langsung masuk ke dalam ruang praktek Dokter Kandungan.
"Bagaimana Bu keadaannya?" tanya Dokter Kandungan yang biasa mereka temui.
"Parah Dok, istri saya mabuk berat" jawab Surya.
"Bu Amel hamil Pak?" tanya Dokter dengan semangat.
"Iya Dok, kemarin istri saya pingsan dan adik ipar saya memanggil Dokter ke rumah. Dokter itu memeriksa istri saya dan katanya istri saya saat ini lagi hamil" jawab Surya.
"Kalau begitu langsung aja Bu berbaring biar saya periksa" perintah Dokter.
Surya membantu Amel naik ke atas tempat tidur. Amel tampak pucat dan lemah tapi dia tetap semangat untuk memeriksakan kandungannya ke Dokter.
Semua demi anak yang sudah lama mereka harapkan. Bertahun - tahun dengan perjuangan dan pengorbanan yang tidaklah sedikit.
Dokter segera memeriksa perut Amel.
"Alhamdulillah benar Pak, Ibu memang sudah hamil lima minggu. Selamat ya Bu, Pak atas kehamilannya" ucap Dokter tulus.
"Bagaimana dengan miom saya Dok?" tanya Amel khawatir.
"Ukurannya masih tetap Bu, dari letaknya saya lihat tidak mengganggu. Sesuai rencana kita kemarin, nanti kalau Ibu melahirkan sebaiknya operasi aja biar sekalian kita angkat" jawab Dokter.
"Iya Dok" jawab Amel lega.
"Tapi istri saya lemah sekali Dok, dari kemarin mual muntah sampai lemas seperti ini" ungkap Surya khawatir.
Dokter tersenyum ramah.
"Memang tiap - tiap wanita kadar ngidamnya berbeda Pak, ada yang ringan banyak juga yang berat. Bahkan ada yang harus dibantu infus agar bertenaga. Nanti saya coba kasih obat pereda mualnya ya" ujar Dokter.
Dokter selesai memeriksa perut Amel, sedangkan perawat membantu membersihkan gel yang ada di atas perut Amel.
Setelah itu Surya membantu Amel duduk dan turun dari tempat tidur lalu duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Dokter.
Dokter menuliskan resep vitamin juga obat yang akan di konsumsi Amel selama awal kehamilannya.
"Ini Pak resepnya, silahkan tebus di apotek. Saya ada kasih obat pereda mual dan vitamin untuk menambah nutrisi bayi dalam kandungan ya Bu. Sebisa mungkin diusahakan minum susu. Walau muntah tak apa pasti ada yang tinggal itu di perut Ibu. Memang berat dan sangat menyakitkan tapi nanti semua akan terbayar setelah Ibu melahirkan bayi yang sehat" ucap Dokter memberi semangat.
"Iya Dok, saya mengerti. Tidak apa Dok, semua pesan Dokter akan saya lakukan. Bertahun - tahun saya selalu berdoa meminta dan membujuk Allah untuk menitipkan anak di rahim saya. Masak Allah sudah kasih tapi saya kalah. Saya gak mau, saya harus berjuang untuk menjaga calon bayi saya" sambut Amel.
"Bagus kalau Ibu tetap semangat. Dukungan suami dan keluarga juga sangat penting Pak. Jangan biarkan Ibu mengangkat benda - benda berat, jangan stes dan terlalu banyak bekerja. Jangan begadang ya Bu dan perbanyak istirahat apalagi di awal kehamilan seperti ini" pesan Dokter.
"Iya Dok" jawab Surya.
__ADS_1
"Ini Pak resepnya" Dokter menyerahkan selembar kertas resep obat yang akan ditebus Surya dan Amel.
"Sampai ketemu bulan depan" ucap Dokter.
"Tapi rumah kami di Cirebon Dok. Kalau istri saya tidak kuat datang ke sini gimana?" tanya Surya cemas.
Dokter tersenyum ramah.
"Dokter kandungan kan banyak Pak, di Cirebon juga ada. Gak harus saya yang memeriksa keadaan Ibu. Disesuaikan saja dengan keadaan fisik Ibu Pak. Dari pada Ibu kelelahan habis perjalanan panjang lebih baik periksanya di Cirebon saja. InsyaAllah Dokter - Dokter sekarang sudah sangat pintar - pintar Pak. Jangan khawatir" jawab Dokter.
"Iya Dok, terimakasih kalau begitu" sambut Surya.
"Terimakasih ya Dok, kami pamit pulang dulu" ujar Amel.
Begitu Amel dan Surya keluar dari ruangan praktek Dokter, Melodi langsung menerobos masuk tanpa daftar lebih dulu. Untung saja Dokter mengenal siapa Melodi sehingga tidak mengusirnya.
"Dokter tolong priksa istri saya" ucap Melodi sambil memegang Cinta.
Mereka berjalan masuk ke dalam ruangan dan duduk di depan meja kerja Dokter.
"Istri Bapak sudah telat?" tanya Dokter.
"Belum Dok" jawab Cinta sungkan.
"Kapan terakhir Ibu datang bulan?" tanya Dokter bingung.
"Kalau begitu kita tunggu dua atau tiga minggu lagi aja Bu, kalau dilihat sekarang pasti belum kelihatan" ujar Dokter.
"Saya juga bilang begitu Dok tapi suami saya gak percaya" sambut Cinta.
"Ya habisnya kamu dari tadi mual - mual" ucap Melodi.
"Aku mual karena asam lambung aku kumat Mas. Mungkin karena kemarin aku terlalu banyak makan sayur asem nih" jawab Cinta.
Dokter tersenyum melihat tingkat pasangan suami istri itu.
"Jadi mualnya bukan karena hamil ya?" tanya Melodi polos.
"Tidak semua wanita hamil mengalami mual muntah Pak, ada yang biasa saja. Kalau Bapak dan Ibu mau mengetahui hamil atau tidak bisa kok priksa darah dulu untuk melihat dan mendeteksi kehamilan secara akurat" jawab Dokter.
"Aaaah gak perlu dok, santai aja. Lagian kami baru beberapa bulan kok nikahnya. Gak buru - buru juga, lihat bulan depan aja kalau saya telat baru kami datang ke sini" sambut Cinta.
"Baiklah kalau itu yang Ibu mau. Mau saya kasih resep vitamin untuk penyubur kandungan?" tanya Dokter.
"Boleh.. boleh Dok. Kasih saja istri saya resep vitamin penyubur kandungan. Yang bagus ya Dok, biar istri saya cepat hamil seperti Kakak ipar saya" potong Melodi cepat.
__ADS_1
"Maaaas" cegah Cinta.
Dokter kembali tersenyum melihat tingkat mereka.
"Baik sebentar ya Pak, Bu" jawab Dokter.
Dokter menulis resep vitamin penyubur kandungan untuk Cinta. Kemudian wanita itu menyerahkannya kepada Cinta.
"Ini ya Bu, Ibu bisa menebus obat - obatnya ke Apotek" ujar Dokter.
"Iya Dokter, terimakasi ya Dok" sambut Cinta.
"Kalau begitu kami pamit Dokter" ucap Melodi.
"Iya Pak, semoga Ibu segera hamil ya" sahut Dokter memberi semangat.
"Aamiin" jawab Melodi dan Cinta.
Melodi dan Cinta keluar dari ruangan Dokter.
"Gimana Cin?" tanya Amel tak sabar.
"Udah aku bilang kan Mbak kalau aku gak hamil. Asam lambung ku kumat, wong aku baru dua minggu lalu datang bulan" jawab Cinta.
"Wah berarti kamu lagi masa subur itu. Perbanyak usaha aja dek, bercocok tanam" sahut Amel.
"Hehehe iya Kak" jawab Cinta malu - malu.
Tadi malam aja udah Kak. Batih Cinta.
"Ya sudah, sudah selesai kan? Yuk kita pulang" ajak Melodi.
"Kakak gak pengen sesuatu mumpung kita lagi diluar?" tanya Cinta.
"Mmm, Kakak pengen bubur ayam Cin. Enak kali ya, begitu dimakan langsung ditelan. Pasti Kakak gak mual" jawab Amel.
"Ya sudah kalau begitu kita cari yuk" ajak Cinta.
"Oke, kita cari bubur ayam ya" sambut Melodi.
Akhirnya mereka berempat berjalan keluar rumah sakit sebelumnya mereka menebus obat untuk Amel dan Cinta. Lalu lanjut jalan pulang sembari mencari bubur ayam yang diinginkan Amel.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG