
Esok harinya pagi sekitar jam sembilan pagi Cinta sudah sampai di Sanjaya Corp. Cinta bingung siapa yang harus dia temui di Perusahaan ini. Gak mungkin satpam bertanya mau ketemu siapa dia harus jawab Bapak Mwlody Sanjaya.
Pasti satpam tidak akan percaya kepadanya. Mengingat penampilannya sangat tidak memungkinan Melodi mengenalnya. Itu pasti pikiran satpam yang berjaga.
Cinta memberanikan diri untuk mengirim pesan kepada Melodi. Karena dia tidak bisa terlalu lama menunggu. Sepulang dari kantor Melodi dia harus langsung menuju apartement Melodi untuk bekerja.
Cinta mengetik pesan di layar ponselnya.
Cinta
Bos aku sudah di kantor Bos. Kepada siapa surat lamaran ini aku berikan?
Tak lama ponsel Cinta bergetar tanda pesan masuk.
Melow Dingin
Bilang saja sama satpam kalau kamu ingin bertemu dengan Bapak Wildan Raharjo
Cinta langsung membalas pesan Melodi.
Cinta
Baik Bos 👌
Cinta langsung menemui penjaga keamanan yang berjaga di bawah.
"Selamat pagi Mbak, mau bertemu dengan siapa?" tanya seorang penjaga.
"Pagi Pak, saya mau bertemu dengan Bapak Wildan Raharjo" jawab Cinta santun.
"Oh silahkan masuk nanti Mbak lapor dulu ke bagian informasi, katakan kalau Mbak mau bertemu dengan Bapak Wildan. Barus setelah itu mereka akan menghubungi beliau" pesan satpam
"Baik Pak, terimakasih" Balas Cinta.
Cinta masuk melalui pintu masuk dan langit ke lobby bagian informasi.
"Selamat Pagi Mbak saya mau bertemu dengan Bapak Wildan Raharjo" ucap Cinta.
"Maaf dengan Mbak siapa? Dan apakah sudah janji dengan beliau?" tanya bagian informasi.
"Sudah.. saya sudah ada janji dengan beliau. Bilang saja nama saya Cinta Aurora" jawab Cinta.
"Baik tunggu sebentar kami coba hubungi beliau ya" sambut wanita itu.
Sementara di ruangan Melodi.
"Wil si Cinta sudah ada di bawah. Tadi dia kirim pesan padaku lamarannya mau di berikan kepada siapa. Aku suruh temui kamu aja. Sana kamu temui dia dan ketemukan beliau dengan bagian HRD. Selebihnya kamu atur semuanya" perintah Melodi.
"Baik Od. Asiiik akhirnya aku bisa bertemu dengan Cinta secara langsung" sambut Wildan semangat.
"Kamu jangan macam - macam sama dia" ancam Melodi.
"Kenapa? Kamu takut kalau dia akan aku rebut? Bukannya kamu gak mau berhubungan dengan pembokat?" tanya Wildan pura - pura.
__ADS_1
"Dasaaar kamu... di kantor ini harus bekerja secara profesional" Melodi mengingatkan.
"Siap Bos, aku akan bekerja secara profesional. Tapi boleh donk aku bergerak saat waktu istirahat dan sudah selesai jam kerja" goda Wildan.
"Terserah kamu" jawab Melodi kesal.
Tak lama kemudian ponsel Wildan berdering. Wildan langsung mengangkatnya.
"Dengan Bapak Wildan? " tanya wanita di seberang sana.
"Ya saya sendiri" jawab Wildan.
"Saya dari bagian informasi Pak, di sini ada Mbak Cinta Aurora yang katanya sudah ada janji mau bertemu dengan Bapak" lapor wanita itu.
"Ya suruh dia naik ke atas dan langsung ke ruangan aku" perintah Wildan.
"Baik Pak" jawab Wanita itu.
Telepon terputus.
"Aku harus kembali ke ruangan ku Od, Cinta sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Daaaah" Wildan langsung bergegas keluar dari ruangan Melodi membuat Melodi penasaran dengan apa yang akan dilakukan Wildan kepada Cinta.
Melodi mencoba menghubungi bagian IT dan minta akses CCTV. Karena ada yang ingin dia pantau.
Sebentar saja akses CCTV sudah tersambung di komputernya.
Cinta sudah naik ke lantai paling atas dan bertemu seorang wanita yang berjaga.
"Maaf Mbak mau bertemu siapa?" tanya wanita itu.
"Oh mari Mbak, Pak Wildan sudah menunggu Mbak dari tadi" sambut wanita itu.
Cinta diantar ke ruangan Wildan. Melodi memperhatikan dengan seksama tampilan Cinta saat itu. Dia mengenakan celana bahan berwarna hijau biru tua dan kemeja biru muda bercorak garis serta jilbab senada.
Cinta berjalan menuju ruangan Wildan. Semua disaksikan Melodi tanpa ada yang dia lewatkan.
Tok.. tok.. tok..
"Masuk" perintah Wildan.
Salah satu karyawan Melodi dan Cinta masuk ke dalam ruangan Wildan.
"Pak ini ada Mbak Cinta yang ingin bertemu" ucap wanita itu.
"Ah iya silahkan duduk" perintah Wildan dengan berwibawa.
"Silahkan Mbak" sambung wanita itu.
"Iya terimakasih" Cinta tampak gugup.
"Saya permisi Pak" ucap wanita itu kepada Wildan kemudian dia berjalan keluar ruangan meninggalkan Wildan dan Cinta berdua dalam ruangan.
Wildan berjalan menuju sofa di ruang kerjanya dimana Cinta masih berdiri di sana.
__ADS_1
"Saya Wildan Raharjo wakil CEO di perusahaan ini" ucap Wildan sambil menyodorkan tangannya kepada Cinta.
Cint menyambut nya dengan hormat dan mereka saling berjabat tangan.
"Sa.. saya Cinta Aurora Pak. Saya diperintahkan Bapak Melodi datang ke sini untuk menemui Bapak dan menyerahkan surat lamaran saya ini" ucap Cinta sambil memberikan amplop berwarna coklat kepada Wildan.
Wildan menerimanya.
"Silahkan duduk" Wildan duduk di salah satu sofa begitu juga dengan Cinta yang duduk tepat di depan Wildan.
Gila gadis begini di bilang Melodi lumayan cantik? Gadis begini ya cantiklah, santun dan sopan. Puji Wildan dalam hati.
Wildan membuka isi amplop tersebut dan mengeluarkan semua berkas - berkas surat lamaran Cinta. Wildan memeriksanya dan mulai membacanya satu persatu.
"Sebenarnya saya sudah tau informasi mengenai biodata kamu karena saya yang memasang iklan pekerjaan di apartement Bapak Melodi" ucap Wildan.
Cinta terkejut mendengar ucapan Wildan.
"Ma.. maaf Pak saya tidak mengetahui akan hal ini. Maaf terlambat memperkenalkan diri kepada Bapak" balas Cinta hormat.
"Tidak apa, sebenarnya saya sudah kenal kamu lebih tepatnya masakan kamu. Saya dan Melodi satu apartement dan saya sering makan bareng beliau di apartement" ungkap Wildan.
Cinta jadi tersipu malu mendengar ucapan Wildan.
"Maaf Pak mungkin masakan saya sangat sederhana. Saya memasak sesuai kemampuan saya" ucap Cinta.
"Tidak.. tidak.. masakan kamu enak kok. Saya suka dan sepertinya Melodi juga sangat menyukai masakan kamu" jawab Wildan.
Cinta tertunduk malu mendengar jawaban Wildan.
"Mmm.. kamu baru lulus kuliah ya.. Nilai kamu bagus nih. Kamuuuu jurusan ekonomi ya kalau begitu coba saya hubungi bagian HRD dulu ya" ucap Wildan.
Wildan meraih ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Pak Agung coba ke ruangan saya sebentar" perintah Wildan.
Tak lama kemy orang yang dihubungi Wildan langsung datang.
"Pagi Pak" sapa Pak Agung bagian HRD.
"Ini ada Mbak Cinta Aurora yang melamar ke perusahaan kita. Saya sudah baca biodata beliau dan saya juga baru saja mewawancarai beliau. Saya sudah berkomunikasi dengan Bapak Melodi dan kami memutuskan untuk menerima beliau untuk bekerja di perusahaan ini. Coba kamu bawa Mbak Cinta ini kebagian keuangan kita dan tanya kepala bagiannya jabatan apa yang saat ini sedang kosong. Tempatkan beliau di sana" perintah Wildan.
"Baik Pak" jawab pria yang bernama Agung tersebut.
Wildan menatap Cinta..
"Cinta silahkan ikut dengan Bapak ini" perintah Wildan.
"Baik Pak" jawab Cinta sigap.
Wah gawat aku tidak tau kalau aku akan langsung diterima dan bekerja di perusahaan ini. Gilaaa semudah itu aku bisa bekerja di perusahaan sebesar ini. Oh no.. gimana dengan apartement si Bos? Aku harus segera menghubungi Ratna nih dan menyuruhnya mulai bekerja di apartement si Bos hari ini. Batin Cinta.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG