
Setelah selesai mencurahkan isi hatinya perasaan Ratna lebih lega, walau dia memang masih sedih karena patah hati. Usai makan siang Cinta kembali mengantarkan Ratna ke kantor setelah itu dia kembali pulang ke rumah.
Karena acara pertunangan Wildan yang mendadak akhirnya Melodi meminta Bik Sumi dan Pak Ilham menunda rencana mereka. Disamping itu memang surat - surat mereka tidak bisa selesai dengan cepat.
Pak Ilham dan Bik Sumi tidak keberatan pernikahan mereka ditunda satu minggu lagi. Pernikahan mereka juga bukan yang pertama, masing - masing sudah pernah menjalani biduk rumah tangga sebelumnya. Jadi mereka bisa sabar menunggu hari pernikahan mereka.
Cinta masuk ke dalam kamarnya dan bersantai di atas tempat tidur. Karena terlalu serius dia sampai tidak menyadari kedatangan Melodi.
"Serius banget mikirnya sampai gak tau kalau aku pulang" ucap Melodi.
"Eh udah pulang Mas" sambut Cinta.
Cinta langsung menyambut Melodi. Melodi memeluk dan mencium istrinya dengan mesra.
"Udah keluar jalan - jalan makan siang sama sahabatnya tapi pulang - pulang kok melamun. Mikirin apa sih?" tanya Melodi.
"Ratna Mas" jawab Cinta.
"Ratna? Ada apa dengan Ratna?" tanya Melodi penasaran.
"Ratna katanya gak betah kerja di Perusahaan Mas Wildan. Dia pengen kembali ke Sanjaya Corp" jawab Cinta.
"Sayang, gak semudah itu bisa pindah - pindah kerja. Setiap pekerjaan pasti punya tantangan dan masalah. Bukankah begitu juga dengan kehidupan ini" sambut Melodi.
"Kasihan dia Mas, Rania terus membully Ratna. Apalagi sebentar lagi mereka akan bertunangan, Rania semakin seenaknya bertindak" sambung Cinta.
Melodi mengecup lembut kening suaminya. Dia tau Ratna adalah orang terdekat istrinya selain Kakaknya Amel dan Bik Sumi.
"Aku kira dulu Mas Wildan punya perasaan pada Ratna, tapi ternyata dia lebih memilih Ratna. Kalau begitu ngapain coba Mas Wildan ajak Ratna pindah ke Perusahaannya" ujar Cinta sambil cemberut.
Oh jadi ini masalah hati. Batin Melodi.
Melodi tersenyum tipis sambil menatap lembut kemata Cinta.
"Kamu gak salah sayang. Wildan memang menyukai Ratna. Tapi ternyata Wildan sudah dijodohkan orang tuanya dengan Rania. Rania itu anak dari Om Raharjo" ungkap Melodi.
"Kalau mereka menikah untuk apa Ratna bekerja di sana? Untuk menyaksikan kebahagiaan mereka? Aku juga wanita Mas, bukan karena baper. Tapi wanita mana coba gak salah artikan perhatian Mas Wildan. Dia ajak Ratna pindah kerja sebagai sekretarisnya. Di apartement dia juga meminta Ratna memasak untuknya setiap hari. Kalau hanya untuk memasak Mas Wildan bisa cari asisten rumah tangga lain atau koki kan?" protes Cinta.
"Aku tidak ingin Mas Wildan mempermainkan perasaan sahabat aku" sambung Cinta kesal.
Melodi semakin gemas melihat wajah istrinya.
__ADS_1
"Kamu sudah bersih belum? Malam jumat lho ini yank" tanya Melodi berbisik di telinga Cinta untuk menggodanya.
Sontak Cinta memukul dada Melodi, tentu saja gak kuat. Dia takut suaminya tersakiti.
"Maaaas aku lagi serius Mas ajak bercanda" protes Cinta.
"Aku serius sayang, untuk hal itu aku gak pernah main - main. Sudah satu bulan lebih aku puasa. Kapan aku bisa berbuka?" tanya Melodi sambil mencoba membuka kancing baju Cinta.
"Aku lagi memikirkan Ratna Mas" elak Cinta.
Melodi menghentikan aksinya karena dia memang hanya ingin menggoda Cinta. Melodi memeluk erat tubuh istrinya.
"Kamu tenang saja, saat acara pertunangannya dengan Rania nanti, Wildan akan melakukan sebuah kejutan. Mari kita saksikan bersama sayang, semua akan terlihat sangat seru dan kamu pasti sangat menyukainya" ujar Melodi.
"Kejutan apa Mas?" tanya Cinta penasaran.
"Kamu lihat aja nanti sayang" sahut Melodi.
"Jangan khawatirkan Ratna lagi, tapi khawatirkanlah aku suami kamu yang sudah sengsara selama satu tahun lebih ini sayaaang" bujuk Melodi.
"Mas mandi dulu ya, dinginkan kepalanya. Udah mau maghrib, mandi dulu baru shalat maghrib. Setelah itu kita makan malam ya" perintah Cinta.
Cinta mendekatkan wajahnya ke telinga Melodi.
Sontak mata Melodi melotot dan tersenyum senang.
"Alhamdulillah.. ternyata doaku terkabul. Oke sayang siapkan semua dengan baik, aku ingin berbuka dengan yang manis" sambut Melodi semangat.
Cinta tersenyum membalas ucapan suaminya. Melodi langsung bergegas menuju kamar mandi. Sedangkan Cinta menyiapkan pakaian ganti Melodi lalu peralatan shalat mereka.
Tak lama kemudian terdengar suara adzan maghrib. Melodi selesai mandi dan berpakaian. Cinta gantian ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu mereka shalat maghrib bersama.
Usai shalat magrib Melodi dan Cinta keluar dari kamar untuk menyapa Pak Ilham. Bik Sumi dibantu asisten rumah tangga sedang menyiapkan hidangan makan malam. Cinta menyusul Bik Sumi ke dapur. Sedangkan Melodi dan Pak Ilham duduk di ruang TV.
"Gimana perlengkapan surat - surat nikahnya Pak?" tanya Melodi.
"Sudah Bapak kirim Den kekurangannya tadi ke Cirebon. Kata Surya minggu depan sebelum acara InsyaAllah sudah selesai" jawab Pak Ilham.
"Kalau sudah pasti kabari aku Pak, biar aku daftarin Bapak dan Bibik untuk berangkat umrohnya. Jadi setelah akad nikah kita balik ke Jakarta Bapak dan Bibik besoknya langsung berangkat" ujar Melodi.
"Iya Den. Tapi Bapak rasanya sungkan lho Den terima sebanyak itu dari Aden. Semua biaya nikah Aden tanggung saja kami sudah sangat - sangat senang" sambut Pak Ilham.
__ADS_1
"Udah Pak gak perlu dipikirkan, kalau Bapak anggap aku dan Cinta adalah anak - anak kalian pastinya kalian tidak akan sungkan menerimanya. Kalau seorang anak pasti ingin memberikan yang terbaik untuk orang tuanya. Kami berdua sudah tidak punya orang tua, kalianlah keluarga kami" balas Melodi.
"Yuk Mas Pak kita makan" ajak Cinta dari belakang.
Mereka berempat makan malam bersama sambil bercerita tentang pertunangan Wildan.
"Lusa kita berangkat selesai maghrib ya. Takut telat sampai lokasi" ujar Melodi.
"Ratna bagaimana Mas?" tanya Cinta.
"Suruh aja dia datang ke sini, nanti kita sama - sama pergi bareng. Ingatkan dia untuk pasti datang ke acara tersebut atau dia akan menyesal seumur hidup" tegas Melodi.
"Iya Mas" jawab Cinta.
Setelah selesai makan malam Melodi langsung mengajak Cinta segera masuk ke kamar. Mereka pamit sama Pak Ilham dan Bik Sumi dengan alasan Melodi ingin segera istirahat.
Setelah shalat Isya bersama, Melodi sudah menunggu Cinta dengan tidak sabar di atas tempat tidur sedangkan Cinta dengan malu - malu keluar dari kamar dengan memakai salah satu pakaian dinasnya saat honeymoon kemarin.
Begitu Cinta keluar dari kamar mandi, Melodi sudah tersenyum sumringah dan langsung menyambut Cinta. Dia langsung menggendong Cinta dan meletakkannya diatas tempat tidur.
"Akhirnya aku bisa buka puasa juga" ujarnya senang.
Cinta tersenyum membalas ucapan Melodi.
"Jangan lupa baca doanya Mas, dan doanya harus panjang. Siapa tau cocok tanamnya membuahkan hasil. Jadi anak - anak yang soleh atau solehah" ucap Cinta.
"Kalau request dua - duanya boleh gak?" tanya Melodi.
"Mmm... kayaknya asih juga tuh" sambut Cinta.
"Kalau begitu cangkulnya harus lebih semangat yank dan kalau bisa sampai pagi" ucap Melodi dengan semangat.
"Oh my god" mata Cinta melotot dengan sempurna.
"Hahahaa.... aku tidak akan memaksa kamu tapi kalau kamu mau itu akan lebih bagus sayang" ujar Melodi sambil tersenyum nakal.
Mereka akhirnya memulai malam panjang yang panas dengan mengucapkan doa - doa mereka malam ini. Semoga Allah mengabulkan permintaan mereka berdua.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG