Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 10 : Tiba di Kedai


__ADS_3

[Chapter 10.]


[Tiba di Kedai.]


[Silahkan Dibaca.]


Jalan Pahlawan Kesepian.


Di jalan tersebut terdapat dua petarung saling bertanding untuk mengalahkan satu sama lain. Kedua Petarung itu ialah Ryu dan Tera.


Keduanya terus saling bertukar pukulan, Ryu mengayunkan ayunan pukulan dengan keras ke arah wajah Tera.


Namun, Tera dengan cepat menyilangkan kedua tangannya di depan menahan pukulan Ryu tersebut.


“Bughh..” Tera mundur beberapa langkah, pukulan Ryu benar-benar sangat kuat sekarang. Dia menyadari akan hal itu, wajahnya menjadi serius, kemudian balik menyerang Ryu.


Ryu menyadari hal itu, ia tidak menghindar melainkan balas mengayunkan pukulan miliknya. Kedua pukulan saling bertemu.


“Bughh...” Tera merasa sakit di tangan miliknya selepas beradu pukulan dengan Ryu. Sedangkan, Ryu hanya tersenyum menyeringai. Dia benar-benar menikmati pertarungan tersebut.


“Ayo berikan yang terbaik, Tera.” Ryu mengayunkan pukulan lain miliknya dan melayang ke arah tepat wajah Tera.


Tera tidak bisa merespons kecepatan pukulan Ryu, dia terkena dan terlempar ke belakang dengan keras.


“Bughh..” Tera terbaring di tanah, ia benar-benar sudah tidak kuat. Ryu, sendiri menatap dengan tajam. Seringai miliknya terlihat tajam, kemudian ia mendekat dan memukul wajah Tera tanpa henti.


“Bugh..Bugh..Bugh..” Ryu benar-benar tidak peduli apakah Tera pingsan atau tidak. Dia berhenti ketika wajah Tera penuh darah dan bengkak semuanya.


“Sudah selesai ternyata.” Ryu berkata dengan ringan, kemudian ia menatap ke arah Risa. Dirinya tersenyum ketika melihat istrinya sudah menyelesaikan preman dengan bersih tanpa terluka.


Risa tersenyum ketika dipandang Suaminya. Dia mendekat sambil mengeluarkan air minum yang dirinya bawa sebelumnya.

__ADS_1


Tiba di dekat Ryu, Risa memberikan air minum tersebut. Ryu mengangguk dan mengambil sambil minum air tersebut.


Selesai minum, Ryu menatap ke arah pakaiannya yang penuh akan darah. Dia menghela nafas, seharusnya ia lepas pakaiannya sebelum bertarung, itu adalah yang ada di pikiran Ryu.


Risa menyadari hal itu, ia kemudian berkata, “Di depan nanti ada toko menjual pakaian santai.”


Mendengar hal itu, Ryu tersenyum dan mengangguk. “Terima kasih, Sayang.” Lalu, ia menatap ke arah Tera. Dirinya menatap datar, kemudian mengeluarkan sebuah kertas dan menyelipkan ke saku milik Tera.


Risa tahu surat apa itu, dia mendekat ke arah Suaminya dan memegang lengan kirinya, selepas itu keduanya berjalan bersama meninggalkan Jalan Pahlawan Kesepian.


***


Ryu dan Risa berjalan dengan santai dan tiba di toko pakaian yang hanya ada beberapa pelanggan saja.


Keduanya masuk, kemudian diperhatikan oleh pelanggan dan pelayan. Mereka memperhatikan pakaian Ryu yang berdarah, banyak yang mengangguk paham. Bagaimanapun juga, mereka sudah terbiasa melihat laki-laki berdarah.


Bagi Perempuan maupun Wanita, laki-laki harus terlihat kuat dan berdarah. Jika, lembek atau lemah... Mereka akan pergi dan mencari yang baru.


“A-Apakah ada yang bisa kubantu, Tuan dan Nyonya?” Pelayan mendatangi dengan gugup, bagaimanapun juga Ryu terlihat gagah dan membuat dirinya tersipu.


Risa tidak mempermasalahkan hal itu, dirinya tersenyum dan senang bahwa suaminya benar-benar mengagumkan.


“Bisakah tunjukkan pakaian santai untuk Suamiku?” Risa bertanya dengan nada lembut. Pelayan itu mengangguk dan menunjukkan jalan menuju ke arah tempat pakaian tersebut berada.


Tiba di sana, Ryu melepas pakaian miliknya dan membuang pakaian ke tempat sampah yang memiliki fungsi penghancuran kain. Tubuh yang berotot dengan perut yang terbentuk terlihat. Dia mencari pakaian yang santai tanpa tahu banyak perempuan yang merasa panas karena dirinya.


Risa ikut mencarikan pakaian untuk Suaminya. “Coba pakai ini, Sayang.”


Ryu mengangguk dan mengambil pakaian yang dia pilih dan mengambil pakaian yang di pilih oleh Risa. Dirinya masuk ke dalam tempat untuk berganti pakaian.


Tak butuh waktu lama, dia keluar dengan pakaian hitam dengan logo Elang di bagian dada. Risa melihat itu mengangguk senang, akhirnya Ryu memakai pakaian tersebut.

__ADS_1


Ryu juga mengemas pakaian yang dirinya pilih juga. Dia berbelanja pakaian dan celana, selepas itu dia keluar dan menghabiskan 350 Rupiah untuk berbelanja tersebut.


Ryu dan Risa keluar, lalu keduanya berjalan menuju ke arah Kedai yang mereka berdua beli sebelumnya.


***


Tak butuh waktu lama, keduanya tiba di kedai kecil yang lumayan bagus. Mereka memandang sekitar dan mengangguk paham bahwa jalanan memang sepi.


Ryu sudah melakukan pengembalian, Uang miliknya sekarang ada 6.400 Rupiah. Dia menatap ke arah Kedai, kemudian sebuah Robot manusia datang ke arah mereka.


Robot itu tidak berkata apapun, dia menatap Ryu dan Risa, kemudian mengangguk. Selepas itu, mengulurkan tangannya dan menunjukkan sebuah kunci.


Ryu mengambil kunci tersebut, kemudian robot membuka perutnya dan mengeluarkan surat dokumen. Risa menerima dokumen tersebut.


Robot tersenyum dan berkata, “Pengiriman dan konfirmasi data sudah selesai, selamat bekerja.”


Robot tidak menunggu respons dari Ryu maupun Risa. Dirinya berubah menjadi mobil mini dan bergerak pergi meninggalkan kedua orang itu.


“Apakah itu, Robot?” Ryu sebenarnya terkejut. Dia tidak menyangka bahwa teknologi di Dunia Paralel lebih maju.


Risa tersenyum dan mengangguk. “Itu adalah Robot pengiriman. Biasanya jika kita pesan sesuatu, barang itu akan datang 30 menit paling cepat, 1 jam paling lama. Tergantung mau pengiriman cepat atau santai.”


Ryu mengangguk paham, dia tidak menyangka bahwa pengiriman bisa secepat itu. Keduanya sekarang menatap ke arah kedai.


“Baiklah, ayo masuk ke dalam.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2