Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 103 - Masalah Dalam Perjalanan


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Hutan Pulau.


Pengangkutan Ular Kebesaran sudah selesai, namun para prajurit sama sekali tidak pergi dari Hutan Pulau tersebut. Mereka di sana melindungi pulau karena sesuatu hal yang terjadi di utara.


Clara yang tengah memandang ke arah ular besar tersebut, berbalik dan melihat Sanda dan Rio yang telah keluar dari dinding. Clara mengedipkan matanya dan tidak melihat sosok Ryu sama sekali.


“Kalian sudah selesai?” tanya Clara dengan penuh penasaran. Sanda mengangguk, kemudian mengeluarkan dokumen terkait instruktur dalam negeri.


“Semuanya sudah, juga Roa berada di mana?” tanya Sanda, ia melihat ke sekeliling, namun orang yang ia cari sama sekali tidak ada di tempat.


“Roa kembali terlebih dahulu, ia hanya tertarik dengan Ular Kebesaran yang sudah di bunuh, kemudian pergi begitu saja.” Sanda yang mendengar penjelasan Clara sedikit mengerutkan keningnya, namun segera ia abaikan.


“Tidak biasanya, namun sudahlah. Waktunya kita berangkat pulang.” Sanda kemudian memandang ke arah Rio yang sudah bersama dengan Siana. Mereka berdua tengah berjalan menuju ke kapal.


Clara mengangguk dan memegang tangan Sanda, keduanya juga beranjak pergi menuju ke kapal. Rombongan akhirnya mulai perjalanan untuk kembali pulang.


***


Dalam Dinding.


Alice akhirnya menentukan pilihannya, ia ingin bersama dengan Ryu. Hal itu bukan karena ia ingin berlindung, melainkan ia benar-benar mencintai Ryu sepenuhnya.


Kebaikan Ryu sangatlah berharga di dalam hati Alice, jika ia tidak bertemu dengan Ryu. Nasibnya kemungkinan akan menjadi istri dari orang yang paling tidak dirinya sukai.


Ryu memandang satu persatu istrinya, ia kemudian merasakan ponselnya bergetar dan ia segera mengambil ponselnya tersebut, kemudian dia melihat nama dalam nomor tersebut dan mengangkatnya.


“Ryu, waktunya kembali. Lanjutkan saja di rumah nanti.” Terdengar suara Sanda di seberang.


“Baik, Paman. Aku akan segera pergi ke kapal,” jawab Ryu, kemudian Sanda menutup panggilannya.


Ryu kemudian memandang ke arah ketiga istrinya, ia kemudian berkata, “Mari kita kembali, Paman Sanda sudah menghubungi kita untuk segera datang ke kapal sesegera mungkin.”


Risa, Yuna, dan Alice mengangguk, kemudian mereka berempat beranjak pergi dari ruang tersebut. Risa sendiri membawa dokumen terkait kepemilikan pulau yang telah menjadi hadiah turnamen.


***


Tak butuh waktu lama, Ryu dan ketiga istrinya tiba di dekat kapal. Mereka melihat Sanda, Clara, Rio, dan Siana yang tengah menunggu dirinya di pintu masuk menuju ke kapal.

__ADS_1


“Kalian sudah datang, kalau begitu ayo kit masuk dan kembali pulang ke kota.” Sanda memimpin semuanya masuk menuju ke kapal.


Selepas itu, Rock dan Emma yang berada di dekat kapten kapal mulai menginstruksikan untuk menjalankan kapal. Kapten mengangguk dan mulai mengendalikan kapal, menuju ke kota Arshna.


Di dalam kabin sendiri, semuanya kembali ke dalam kamar mereka masing-masing. Para pelayan sudah menyiapkan makanan di sana, sehingga semuanya tidak kelaparan selepas tiba di kapal.


Ryu dan ketiga istrinya mandi terlebih dahulu, kemudian mereka makan bersama. Setelah rangkaian kegiatan singkat, mereka bertiga tidur dan mulai melakukan olahraga malam.


***


Tengah malam.


Ryu selesai melakukan olahraga dengan ketiga istrinya, ia sekarang tengah duduk di sofa sambil mengecek hadiah yang ia dapatkan kali ini.


[Hadiah Misi Selesai.]


[- 3x Kotak Menarik.]


[- Paket Kecepatan 10x.]


[- Telur.]


Ryu kemudian ingin melihat status miliknya, namun getaran kapal membuat dirinya sedikit terkejut. Ia memandang sekeliling, kemudian menemukan bahwa kapal benar-benar terguncang.


“Ada apa ini?” gumam Ryu, kemudian ia memakai pakaian santai dan beranjak keluar dari kamarnya. Ketika ia membuka pintu kamar, ia seketika melihat berbagai kabut berwarna hitam di luar.


Ryu dengan cepat keluar dan menutup pintu ruangannya. Mata malam aktif dan ia melihat bahwa kabut tersebut mengandung sesuatu yang membuat seseorang tidur.


Ryu sendiri tidak terlalu peduli, ia berjalan perlahan menuju ke dek kapal. Sepanjang perjalanannya, ia sama sekali tidak menemukan seorang pun.


Namun, ketika ia berada di dek kapal. Semua orang tengah berkumpul di sana, tatapan mereka mengarah ke laut. Ryu sedikit mengerutkan keningnya dan mengalihkan pandangannya mengikuti semuanya.


Mata malamnya yang telah aktif, menangkap sosok monster yang besar. Monster itu mirip dengan gurita, namun gurita tersebut memiliki sekitar tiga puluh tentakel.


“Gurita?” ungkap Ryu dengan bingung, karena suaranya tersebut seluruh orang yang berada di sana terkejut akan kemunculan Ryu.


“Kapan kamu berada di sini?” tanya Clara, ia paling terkejut karena Ryu muncul tepat di sebelahnya.


“Baru saja aku tiba, hanya saja Risa, Yuna, dan Alice masih tidur. Aku menutup segera karena terdapat kabut hitam di sana.” Ryu memberikan jawaban sekaligus penjelasan dalam satu tarikan nafas.

__ADS_1


Sanda, Rio, Clara, Siana, Rock, dan Emma sedikit terkejut, mereka sebenarnya tidak mengetahui tentang kabut hitam tersebut. Namun, mereka tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi.


“Ryu, kabut hitam apa? Juga, apakah ada efek dari kabut itu?” Sanda bertanya dengan cepat, nadanya serius kali ini.


“Kabut hitam tipis, efek yang dihasilkan adalah membuat seseorang yang menghirupnya akan tidur perlahan-lahan.” Ryu menjawab dengan detail.


Rock mengerutkan keningnya, mereka semua akhirnya tahu kenapa kapten dan para pelayan lainnya terbaring tidur di tempat.


“Ryu, apakah kau melihat sesuatu di sana?” tanya Rock, yang lainnya juga mengalihkan perhatiannya ke arah yang ditunjuk oleh Rock, mereka juga merasakan sesuatu, namun tidak bisa melihatnya.


“Bukankah aku sudah bilang, apakah itu Gurita? Kenapa ia memiliki tentakel tiga puluh..” Ryu semakin curiga dengan rekannya, karena bertanya monster di arah yang ditunjuk.


Sanda tahu apa yang dipikirkan Ryu, ia kemudian memandang ke arah Gurita dengan tatapan serius. “Ryu, kami sama sekali tidak melihat ada monster di sana. Namun, kamu bilang ada monster di sana yang mengartikan bahwa mata kami terhalang oleh sesuatu.”


“Juga, Gurita tentakel tiga puluh. Berada dalam ensiklopedia lautan, dikatakan bahwa Gurita ini tidak terlihat oleh siapapun, namun ketika Gurita tersebut dikalahkan. Mereka akan terungkap.” Clara menjelaskan terkait Gurita yang dibicarakan oleh Ryu.


Meskipun mereka semua kehilangan pandangan, naluri dan persepsi mereka masih dapat menangkap jejak nafas dan pergerakan dari Gurita tersebut.


Ryu tertegun, namun ia segera mengingat bahwa dirinya sekarang tengah mengaktifkan mata malam miliknya. Apapun yang menghalangi pandangannya, terutama kabut. Hal itu akan hilang, sehingga ia dapat melihat dengan jelas.


“Ryu, bersiaplah untuk bertempur. Gurita ini, hampir setingkat dengan Ular Kebesaran yang kau lawan. Kali ini, kau akan bersama dengan Rock untuk menghancurkan Gurita ini.” Ryu dan Rock saling memandang, mereka mengangguk dan setuju dengan pengaturan Sanda.


Rio sendiri menyeringai, ia kemudian maju di tengah-tengah keduanya. “Pak Tua, biarkan aku membantu mereka juga. Aku ingin bertarung, tulang-tulang milikku ingin bergerak melakukan pemanasan terlebih dahulu.”


Sanda mengerutkan keningnya, namun ia tetap mengangguk. Ketiga orang barbar itu saja sudah cukup untuk mengalahkan Gurita tiga puluh tentakel.


Menurut deskripsi yang dijelaskan Clara saat di rumah, Gurita itu sebenarnya memiliki kekuatan dua kali dari Ular Kebesaran. Mengingat Ryu yang dapat mengalahkan Ular Kebesaran, ia tidak terlalu masalah.


Ryu memandang ke arah Gurita tiga puluh tentakel, kemudian ia berdiri di pagar dek dan menekuk kakinya.


“Waktunya bertempur.”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2