Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 19 - Pertandingan Memasak 1


__ADS_3

Silahkan Dibaca.


Pagi hari, Ryu terbangun dari tidurnya. Dia membuka matanya dan duduk sambil menyandarkan dirinya di sandaran tempat tidur.


Ryu kemudian menatap ke arah samping, di mana istrinya tertidur di sana. Dia tersenyum dan menatap ke arah langit-langit. Dia tidak menyangka bahwa kemajuan teknologi melebihi dari harapannya.


“Teleportasi, benar-benar manusia di sini sudah menguasai hukum ruang dan waktu dengan cepat.”


Ryu sebenarnya tidak menyangka akan hal itu, tetapi bukti ada di sampingnya, yaitu istrinya yang tidur nyenyak tanpa busana apapun.


Ryu menunggu Risa bangun terlebih dahulu sebelum dia mulai berangkat menuju ke tempat pertandingan memasak.


Tak butuh waktu lama untuk Risa terbangun dari tidurnya. Dia duduk dan meregangkan kedua tangannya ke atas tanpa sadar selimut yang menutupi tubuhnya terlepas.


Ryu mengangguk dan mengakui bahwa tubuh istrinya tersebut sangat cantik. Dia dengan nakal bermain dua buah dada milik istrinya tersebut.


“Uh, apakah kamu masih kurang, Sayang?” Risa bertanya dengan sedikit terkejut ketika merasakan ada yang memegang buah dadanya.


“Tidak, hanya saja aku sedikit ingin memegang ini...” Ryu kemudian menyelesaikan bermain dengan buah dada. Dia turun dari tempat tidur dan menatap ke arah istrinya. “Ayo kita mandi.”


Risa mengangguk dan keduanya mulai berjalan bersama menuju ke kamar mandi.


***


Tiga puluh menit kemudian, keduanya keluar dari tempat mandi. Mereka berdua mulai memakai pakaian masing-masing dan keluar dari kamar hotel tersebut.


Tera juga keluar dengan seorang perempuan cantik, dia memperkenalkan istrinya tersebut kepada Ryu dan Risa.


“Nama saya adalah Selina Margareth, saya adalah istri dari Tera Rian... Salam kenal.” Selina memperkenalkan dirinya, Risa dan Ryu juga mulai memperkenalkan diri masing-masing.


Selepas acara perkenalan, Selina akhirnya ikut dengan Risa kembali menuju Kota Arshna. Dia ikut Risa karena ingin mendaftar ke dalam kedai yang dimiliki Risa dan Ryu tersebut.


Selina sendiri berasal dari golongan orang biasa. Dia cantik, tetapi dalam memilih pasangan sangat ekstra hati-hati. Dia bisa melihat orang itu baik atau buruk.


Selepas kedua perempuan itu pergi, Ryu dan Tera pergi menuju ke arah Gedung Pusat Kota Sian. Mereka menuju ke sana karena, Ryu akan memulai pertandingan memasaknya.


***


Arena pertandingan memasak, memiliki bentuk melingkar dengan ujung-ujung sisi dipenuhi dengan kursi para penonton.


Di tengah Arena terlihat ada dua meja besi di sebelah kanan dan kiri. Meja besi tersebut terdapat berbagai alat masak dan berbagai bahan makanan.


Di tengah kedua meja tersebut, terlihat ada meja panjang dan empat kursi yang berbaris dengan rapi.


Di berbagai kursi penonton terdengar banyak suara sorakan dari penonton. Mereka sangat antusias dengan pertandingan memasak.

__ADS_1


“Mulai...”


“Mulai...”


Berbagai sorakan dan teriakan mulai terdengar di Arena tersebut. Detik berikutnya, seluruh penonton mendengar suara yang ditunggu-tunggu oleh mereka.


“Perhatian-perhatian, Tuan-tuan dan Nyonya, baik itu yang muda maupun yang tua... Acara pertandingan memasak hari ini, akan dimulai!”


Suasana menjadi meriah, bagaimanapun juga hal itu yang ditunggu para penonton. Kemudian, pembawa acara mulai berbicara kembali.


“Sebelum itu... Mari kita sambut, para juri untuk pertandingan memasak kali ini.”


“Juri pertama, ialah Cucu dari Gourmet peringkat kelima... juri ini memiliki julukan yaitu Dewi Lidah Emas... Pasti seluruhnya sudah mendengar nama julukan tersebut...”


“Mari kita sambut... Elcia Vivian.”


Para penonton melebarkan matanya dan terkejut, mereka kemudian melihat seorang perempuan cantik dengan rambut pirang panjang, iris mata hijau, berjalan menuju ke tempat juri.


“Kyaaa, Putri Vivi.”


“Sungguh cantik, Putri Vivi.”


“Putri Vivi, menikahlah denganku!”


Berbagai teriakan dalam sorakan meriah para penonton benar-benar meresahkan. Vivi sendiri hanya berjalan sambil tersenyum, kemudian duduk di kursi tempat para juri.


“Sang Master Rasa, Elcia Georg.”


Sorakan penonton semakin meriah, mereka semua tidak menyangka bahwa Cucu dan Kakek akan menjadi juri. Sebelum-sebelumnya mereka benar-benar tidak pernah hadir dan selalu menonton dalam balik layar.


Keluarnya Cucu dan Kakek tersebut sangat menggemparkan, banyak reporter mulai menyoroti hal itu. Pembawa acara tersenyum dan mulai kembali berbicara.


“Juri ketiga, kali ini... Tidak kalah seru dari sebelumnya. Seorang Master Gourmet yang memiliki keterampilan unik yaitu memasak hewan yang sangat berbahaya...”


“Dia dijuluki Master of the Beast Food. Sang Gourmet terkenal yang memiliki peringkat ketiga..”


Para penonton tersentak, mereka benar-benar terkejut akan informasi tersebut. Banyak yang sudah menebak, siapa juri ketiga tersebut.


“Jangan bilang...”


“Bukankah pertandingan ini akan semakin sulit...”


Pembawa acara tersenyum semakin lebar, kemudian dia melanjutkan perkataannya dengan meriah.


“Mari kita sambut... Sang Gourmet, Yuhara Kanzo!”

__ADS_1


“Wohhhh...”


Teriakan para penonton semakin meriah, ketika melihat seorang pria dengan penutup mata satu, pakaian jas formal hitam putih, rambut hitam panjang yang berkibar dengan liar. Otot-otot yang sangat keras, aura seorang petarung dan pembunuh monster keluar.


Yuhara Kanzo, Gourmet peringkat ketiga terkenal. Dia pernah membunuh seekor Beruang Titania, Beruang yang sangat besar bahkan melebihi rumah yang setinggi 5 meter.


Yuhara Kanzo berjalan ke arah tempat para juri berada. Dia menatap ke arah Georg dengan seringai. Begitu juga Pria tua itu menyeringai, keduanya mengeluarkan aura mereka dan saling berbenturan.


Kekuatan besar yang mendominasi, ini adalah salam khas para petarung di dunia tersebut.


Para penonton sangat kagum, mereka tidak bisa berkata-kata, hanya dalam seketika seluruh orang melepaskan dominasi mereka masing-masing.


Namun, satu menit kemudian... Dominasi dan aura mereka tarik kembali. Begitu juga, Kanzo dan Georg. Hal itu mereka lakukan ketika mendengar sebuah suara yang tidak asing.


“Benar-benar pertandingan yang sangat meriah... Kanzo, Georg, lama tidak bertemu, Kawan.”


Para penonton terkejut, pembawa acara segera memulai pembicaraannya.


“Juri kita selanjutnya dan terakhir...” Siluet seorang pria kekar dengan pakaian hitam terlihat, rambut merah panjang berantakan berkibar.


“Seorang yang pernah menyeberang lautan luas demi melawan Hiu bertanduk... Dan berakhir membawa daging Hiu bertanduk tersebut...” Siluet senyum menyeringai terlihat.


“Melawan Ular Sanca Kuning hanya untuk merebus telur yang dimiliki Ular tersebut... Ular Sanca yang konon memiliki panjang 5 Km dengan berat melebihi 5 Gajah biasa besar...” Siluet iris mata berwarna merah bercahaya terlihat.


“Mari kita sambut, Sang Legenda Gourmet yang memiliki peringkat pertama sepanjang masa...”


“Wild Beast Gourmet, Yukimura Denji!” Aura mendominasi yang sangat liar meluas dan menutupi seluruh Arena.


Seluruh orang seketika mengeluarkan Aura mendominasi mereka tanpa sadar. Siluet cahaya di mata Denji menyala, seringai di mulutnya menjadi liar.


Dalam beberapa menit, Arena menjadi sangat hening dan tenang. Tidak ada teriakan dan hanya ada suara langkah kaki dari Denji yang tengah menuju ke arah tempat para juri.


Namun, detik berikutnya. Semuanya sadar ketika ada suara pintu yang terbuka. Seorang pemuda yang bertubuh ramping dan kekar terlihat, itu adalah Ryu Adam.


Ryu Adam menatap ke sekeliling, kemudian sedikit bingung kenapa semuanya diam. Lalu, tatapannya tertuju pada tempat para peserta yang berada di ruangan lain.


Ryu sedikit malu dan menunduk sebentar, sebelum berkata dengan senyum khas miliknya.


“Maaf, aku salah masuk ruangan...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2