Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 54 - Kebenaran


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Staff yang dicengkeram oleh Ryu mulai tidak tenang, ia kesulitan bernafas dan keringat dingin membasahi punggungnya.


Ryu membanting Staff tersebut ke lantai, kemudian ia mengayunkan pukulan tepat perut Staff tersebut.


Bugh!


“Ugh.” Staff mengeluarkan darah di sudut mulutnya, Ryu sama sekali tidak peduli. Ia memukul hanya menggunakan sedikit kekuatannya.


“Fisikmu buruk, akan tetapi berani melawanku.” Ryu berkata dengan ringan, ia mengangkat kembali staff tersebut dan membantingnya lebih keras.


Krak!


Terdengar suara retakan tulang dari tubuh Staff tersebut. Ryu melepaskan cengkeramannya. Ia memandang dengan tajam ke arah Staff itu.


Ryu tahu bahwa yang retak hanya tulang tangan, kaki, dan beberapa tulang di tubuh. Semuanya tidak mengancam nyawa dalam waktu singkat. Namun, rasa sakit yang dalam akan sangat terasa.


“Arhhh!” teriakan Staff benar-benar menyakitkan. Staff sama sekali tidak bergerak, ia takut tulangnya bergetar kembali dan menimbulkan rasa sakit yang parah.


Ryu kemudian bertanya dengan nada dingin. “Jawab, siapa saja rekan kalian?”


Staff itu tetap diam, ia hanya meringis kesakitan. Ryu diabaikan tidak marah, ia mengangkat tangannya dan mengisyaratkan Tera untuk mengikat Staff tersebut.


Tera mengangguk dan mulai mengikat kedua tangan Staff dan kedua kaki Staff tersebut dengan erat. Tera juga mengikat Staff dalam sebuah meja yang berada di kamar.


“Sayang, ambilkan beberapa bulu ayam.” Risa mengangguk, ia mengambil alat kebersihan. Kemudian, mencabut beberapa bulu ayam.


(Note : Alat kebersihannya kemoceng.)


Risa kemudian menyerahkan kepada Ryu. Namun, Ryu mengambil satu bulu saja dan berkata, “Sisa bulu untukmu dan ketiga lainnya.”


Risa bingung, ia mengambil bulu ayam satu. Lalu, menyerahkan sisanya ke Yuna, Selina, dan Tera.


“Selanjutnya, kita melakukan apa?” Risa memiringkan kepalanya sambil bertanya. Yuna, Selina, dan Tera memandang ke arah Ryu dengan tanda tanya yang sama dengan Risa.


“Mari kita buat orang ini tertawa.” Ryu mulai mengayunkan bulu ayam di telapak kaki Staff tersebut. Tera juga melakukan hal sama, begitu Selina, Risa, dan Yuna.


Staff tersentak, ia tertawa lepas dan terus menggeliat untuk lepas dari bulu ayam tersebut. Namun, usahanya sia-sia, karena Staff benar-benar terkunci dan terikat dengan meja yang kuat.


***


Beberapa menit kemudian...


“Hahaha, berhenti... Berhenti... Ku mohon berhenti... Hahahaha.” Staff benar-benar tidak kuat menahan tawa, ia merasakan perutnya terus kesakitan akibat tawa lepasnya.


“Jadi, beritahu aku siapa rekanmu?” Ryu menyiksa Staff tersebut terus-menerus sampai akhirnya, ia mengangkat tangannya untuk berhenti menyiksa.


“Itu... Itu, Kapten Kapal, dan beberapa Staff kapal ini.” Staff tersebut mulai ketakutan akan siksaan Ryu, ia benar-benar tidak menyangka akan siksaan Ryu yang begitu kuat.

__ADS_1


“Lalu, di mana lokasi Putri Luke Abrian?” Ryu bertanya dengan nada ringan, ia masih menatap Staff itu dengan tajam dan penuh akan rasa penasaran.


“Putri Luke Abrian kami tidak tahu. Hal itu karena, kami menjual para perempuan ke luar negeri.”


Risa, Yuna, dan Selina melebarkan matanya, mereka bertiga tidak menyangka akan operasi tersebut. Namun, selepas dipikir ulang kembali, memang besar kemungkinan itu terjadi, karena Robot hanya mengatakan hidup dan tidak mengetahui lokasinya.


“Lalu, apa maksudmu semua perempuan akan diculik?” Ryu bertanya dengan penuh penasaran. Namun, sebelum pertanyaan Ryu dijawab, ia mendengar suara ketukan di luar.


“Warren, segera ambil perempuan di dalam. Kita harus bawa mereka semua menuju ke ruang makan.”


Ryu mengerutkan keningnya, ia mengangkat tangannya. Kemudian, Tera mengambil kain yang ada dan menaruh tepat di mulut Staff yang terkunci.


Ryu kemudian mendekat ke arah pintu. Selepas itu, ia membuka pintu dan memukul orang yang mengetuk sebelumnya dengan keras.


Bruk!


Suara pukulan Ryu sangat keras, staff lainnya yang ingin mengetuk pintu kamar orang lain berhenti dan menatap ke arah suara pukulan tersebut.


Mereka melebarkan matanya, kemudian segera sadar dan salah satu Staff berteriak, “Bunuh Laki-laki itu!”


Ryu mendengar teriakan para Staff, ia melirik sebentar dan mengetahui jumlah Staff yang akan menyerangnya.


“Hanya sepuluh orang...” Ryu berkata dengan nada datar, ia sama sekali tidak menganggap sepuluh orang itu berbahaya. Siluet cahaya melintas di mata Ryu, kemudian Staff1 tiba di dekat Ryu.


Merasakan serangan Staff1, Ryu tetap tenang. Sampai serangan akan mengenai dirinya, Ryu mulai bergerak dan memukul tangan Staff1 tersebut.


Ryu menarik pisau yang menancap di Staff1, kemudian ia melemparkan pisau tersebut lurus ke arah kening Staff2.


Raja perang Ryu aktif, ia menyerbu dengan kecepatan tak kasat mata. Dalam sekejap, ia muncul di depan Staff3 dan menendang tepat perutnya.


Bugh!


Staff3 terkejut, ia terpental dan menabrak Staff4 dan Staff5. Tiga pisau yang di bawah oleh tiga Staff tersebut, melayang ke udara.


Ryu menangkap masing-masing pisau dan melempar pisau tersebut tepat ke arah jantung Staff3, Staff4, dan Staff5.


Selesai membunuh lima Staff, Ryu merasakan bahaya di belakangnya. Ia menghindar ke kiri dan terlihat sebuah peluru melesat melewati tempat ia berdiri sebelumnya.


Ryu memandang ke arah Staff6 yang memegang pistol Desert Eagle. Ryu sedikit terkejut, akan senjata tersebut. Namun, ia mengabaikan rasa terkejutnya dan melesat ke arah Staff6.


Dor! Dor!


Ryu menghindari rentetan peluru yang menuju ke arahnya, ia bisa menghindari seluruh peluru karena perasaannya. Sementara mata miliknya, belum bisa melihat lintas peluru. Hal itu, karena Pistol Desert Eagle sangat kuat.


Ryu tiba di dekat Staff6 dan menendang tepat pistol yang berada di tangannya. Pistol terlepas dan Ryu mengambilnya. Sekilas, Ryu bisa melihat bahwa Pistol tersebut mirip dengan Desert Eagle.


‘Ternyata Tiruan...’


Ryu mengarahkan pistol tersebut ke arah Staff6 dan menembaknya.

__ADS_1


Dor!


Staff6 terkejut dan darah menyembur keluar dari lubang peluru dan mulutnya. Ryu mengarahkan pistol tepat ke arah Staff7, Staff8 yang akan menembak Ryu.


Dor! Dor!


Ryu menembak lebih cepat dibandingkan dua Staff tersebut. Ia kemudian memandang ke arah Staff9 dan Staff10. Ryu menekan pelatuknya kembali, akan tetapi peluru tidak muncul.


Ryu membuang pistol miliknya. Sementara Staff9 dan Staff10 gemetar ketakutan ketika melihat rekan-rekannya terbantai satu persatu.


Ryu tiba di depan Staff9 dan Staff10, ia memukul tepat perut keduanya dengan keras.


Bugh!


“Ugh..” Staff9 dan Staff10 merasakan rasa sakit di perutnya, pisau yang berada di tangan kedua staff tersebut, melayang lepas dari genggaman mereka.


Ryu mengambil kedua pisau tersebut, kemudian dia mengayunkan pisau itu tepat leher kedua Staff tersebut.


Jleb!


Staff9 dan Staff10 melebarkan matanya dan jatuh mati di tanah. Ryu memandang satu persatu Staff tersebut. Kemudian, ia mendengus ringan.


Namun, sebelum Ryu kembali menuju ke ruangannya. Dia mendengar suara berbagai langkah menuju ke kabin miliknya. Ryu tahu siapa pemilik langkah-langkah tersebut.


“Tera, tutup pintunya!” Ryu berteriak dengan kencang. Tera yang berada di dalam ruangan, segera mengunci pintu kamar.


“Kenapa, kau menguncinya Tera. Ryu masih di luar!” Yuna berteriak dengan keras, ia ingin membuka pintunya. Namun, Tera menghalangi.


“Maaf, Nyonya... Tuan memerintahkan hal itu, agar kalian tidak terluka.” Risa dan Yuna ingin melawan. Namun, keduanya mendengar suara Ryu di luar.


“Risa, Yuna, sesuai rencana tadi...” Risa dan Yuna tertegun, mereka cepat sadar dan menjadi serius.


“Baik, bertahanlah.” Kedua perempuan itu segera melakukan rencana yang mereka buat bersama Ryu sebelumnya.


***


Di luar...


Ryu memandang ke arah depan, ia menyeringai dan berkata dengan nada ringan.


“Nah, mari kita mulai berpesta...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.

__ADS_1


__ADS_2