
Silakan Dibaca.
Kapal Pesiar B...
Ryu mengakhiri panggilan dengan Sanda, kini ia menunduk sambil memikirkan ekspresi Sanda yang penuh akan amarah.
Risa dan Yuna merasakan Ryu berhenti bergerak, mereka juga ikut berhenti dengan ekspresi bingung. Keduanya segera menatap ke arah Ryu dan Risa bertanya dengan penasaran.
“Ada apa, Sayang?” Ryu yang mendengar pertanyaan istrinya, ia segera sadar. Ryu kemudian menoleh ke arah Risa, kemudian tersenyum.
“Pak Walikota ingin melawan Kapten Kapal.” Risa dan Yuna tertegun, mereka tidak menyangka Walikota sendiri akan turun tangan menghadapi Kapten Kapal.
Berita tersebut benar-benar membuat keduanya terkejut, akan tetapi mereka lebih mementingkan keadaan Ryu sendiri.
Keduanya tahu, bahwa Ryu ingin melawan Kapten Kapal. Namun, Walikota mengambil alih pertarungan. Alhasil, mereka paham suasana hati Ryu sedang sedih.
“Tenang, Sayang... Masih ada pertarungan lain, bukan?”
“Apa yang diucapkan Saudari Yuna benar, Sayang. Masih ada pertarungan nantinya.”
Ryu sedikit tertegun, ia menatap ke arah Risa dan Yuna secara bergantian. Kemudian, ia tahu bahwa kedua istrinya telah salah paham akan keadaannya tadi.
Ryu menggelengkan kepalanya, ia tahu istrinya sangat perhatian. Bukannya ia tidak suka, ia malah senang akan perhatian dan kasih sayang kedua istrinya.
Laki-laki mana tidak senang akan perhatian dan kasih sayang istrinya.
“Aku bukan memikirkan pertarungan, Sayang. Hanya saja, sekarang sudah tidak ada ancaman sama sekali.”
“Hal itu, membuatku sedikit agak aneh. Dipikir ulang kembali, pasti ada Bos di balik layar yang tengah mengendalikan Kapten Kapal.”
Ryu selalu memiliki intuisi tinggi. Ia memahami bahwa masalah yang dirinya hadapi, bukan masalah kecil. Melainkan, masalah besar.
Ryu bisa menebak hal itu, karena ada berbagai bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa Kapten Kapal memiliki sosok orang yang berada di balik layar.
Pertama, pasukan yang cukup banyak dan seharusnya itu tidak mungkin di miliki oleh seorang Kapten Kapal.
Kedua, Senjata tajam yang dibawa para pasukan memiliki model yang unik dan baru. Ada juga model senjata api yang paling terkenal dan termahal sedunia.
Dari fakta kedua itu, Ryu bisa menyimpulkan bahwa Kapten Kapal memiliki Bos di belakangnya dan Bos itu tidak bisa disinggung sama sekali.
“Bos di balik layar?” Risa dan Yuna mengerutkan keningnya. Mereka berdua tidak menyangka kasus kecil seperti penculikan akan menjadi kasus yang begitu besar.
__ADS_1
“Bos ini sepertinya berasal dari Luar Negeri. Bukan dari tempat kita berada.” Ryu bisa menebak dengan jelas. Hal itu karena, Kapal Pesiar berlayar di lautan lepas.
Lautan yang lepas bukan hanya milik Negaranya saja, ada juga milik Negara lain selain Negara tempat Ryu berada.
Ryu terus berpikir, mulai dari Negara yang membutuhkan perempuan banyak dan Negara yang memiliki Sistem Budak.
“Budak... Namun, itu tidak mungkin untuk muncul di atas. Pasti ada campur tangan dengan Dunia Bawah. Kasus ini sebenarnya lebih rumit dibandingkan memukul dan memasak.”
Risa dan Yuna mendengar keluhan Suaminya tidak bisa tidak tertawa kecil. Mereka benar-benar menikmati keluhan Suaminya karena, Suaminya itu sangat lucu ketika mengeluh.
“Kalian berdua... Berhentilah tertawa, apa yang lucu?” Ryu benar-benar tidak berdaya ketika ditertawakan kedua Istrinya.
“Habis, kamu lucu Sayang, saat mengeluh.” Risa benar-benar jujur, Yuna juga mengangguk membenarkan pernyataan Risa.
Ryu hanya bisa menghela nafas, kemudian ia menggelengkan kepalanya dan menatap ke depan. “Ayo kita pergi menuju ke Dek, kemungkinan mereka bertarung di sana.”
Risa dan Yuna mengangguk, kemudian Ryu memegang tangan kedua istrinya dan berjalan menuju ke Dek kapal.
***
Bam!
Dua pukulan tangan saling beradu satu sama lain. Keduanya terus-menerus memukul dan dihentikan oleh kepalan tangan lainnya.
Sanda menatap dengan tajam, pukulannya semakin menguat dan menjadi ganas, sampai-sampai pukulannya berubah menjadi siluet hitam.
Kapten Kapal merasakan pukulan Sanda semakin berat, ia menjadi gelap. Tangannya seketika mulai terasa sakit akibat benturan kepalan tangan Sanda tersebut.
Perlahan-lahan Kapten Kapal tertekan, ia tidak bisa mengimbangi serangan Sanda sama sekali. Tingkatan miliknya masih jauh dari Tingkatan Sanda.
Sementara Sanda sendiri, ia berkobar amarah dan memukul Kapten Kapal dengan cepat dan kuat. Kapten Kapal berhenti memukul, lalu pukulan Sanda mulai menghantam seluruh tubuhnya.
Bugh! Bugh!
Sanda kemudian mengakhiri serangannya dengan kekuatan yang lebih. Ia juga mulai melangkah maju, lalu ia mengayunkan pukulan kanannya tepat wajah Kapten Kapal.
Sanda memukul keras Kapten Kapal menuju ke bawah.
Boom!
Kapten Kapal tertanam di lantai dek, seluruh tubuhnya terkoyak. Darah terus keluar deras dari tubuhnya.
__ADS_1
“Inilah akibatnya berani menculik Putri kesayanganku.” Sanda memandang ke arah Kapten Kapal, kemudian memandang ke arah Ryu dan kedua istrinya yang berada di lantai 2.
“Terima kasih, Nak.” Sanda tersenyum, ia benar-benar tulus mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ryu. Tanpa Ryu, tragedi penculikan akan semakin menjadi.
“Sama-sama, Paman.” Ryu membalas sambil tersenyum, ia sedikit kagum melihat serangan Sanda dan dampak dari serangannya.
‘Paman ini, benar-benar kuat. Mungkin berada di Level 4.’
Risa dan Yuna juga kagum akan Sanda tersebut. Pukulan mengoyakkan tubuh lawan sampai benar-benar hancur. Kemampuan itu dimiliki oleh Walikota mereka sendiri.
Selepas itu, berbagai orang naik ke Kapal Pesiar B. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari Organisasi Gagak.
Semua orang tersebut menahan Kapten Kapal, lalu Tera juga selesai menyelamatkan Sandera berkat. Semua orang di Kapal Pesiar B berterima kasih kepada Ryu, Risa, Yuna, Tera, Selina, Sanda, dan berbagai orang lainnya yang ikut menyelamatkan Kapal Pesiar B.
Kapal sendiri tidak kembali menuju ke pelabuhan. Kapal berdiam di laut karena, semua orang ingin menikmati suasana malam hari bersama.
Ryu dan kedua istrinya juga sama-sama menikmati pemandangan malam hari dari atas dek kapal. Angin laut benar-benar membuat mereka merasakan keindahan laut di malam hari.
***
Pagi hari...
Kapal Pesiar tiba di pelabuhan, berbagai orang dengan tertib turun dari Kapal, kemudian mengucapkan selamat tinggal kepada Ryu dan kedua istrinya.
Semua orang sudah pergi menghilang hanya tersisa Ryu, Risa, Yuna, Tera, Selina, dan Sanda. Mereka berenam pergi menuju ke perusahaan kosmetik Mutiara Indah.
Ryu ingin mempertemukan Sanda dengan putrinya. Namun, ia merasa bahwa pertemuan keduanya akan mendatangkan masalah baru.
Alhasil, Ryu meminta Sanda untuk satu mobil dengan Tera dan Selina. Sementara dirinya dan kedua istrinya, akan membawa mobil milik Sanda yaitu, Mobil Taxi.
Di jalan, lebih tepatnya belokan menuju ke arah perusahaan. Ryu merasakan pengintaian kembali, ia melirik ke arah pejalan kaki dan melihat ada dua pasang mata menatap mobil taxi yang ia kendarai.
“Seperti yang kuduga, kasus ini tidak mudah...”
Risa dan Yuna yang mendengar ucapan Ryu, seketika menjadi serius. Mereka paham maksud ucapan Suaminya, kewaspadaan mereka naik dalam sekejap.
“Mari kita pergi ke tempat yang sepi...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment,, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.