
Silakan Dibaca.
Sanda yang berada di dekat Ryu, segera menatap ke arah Ryu. Dia terkejut ketika mendengar nama ‘Melissa’ disebut.
“Nak, apakah kau tahu keberadaan Melissa?” Sanda dengan cepat meraih dan bertanya dengan nada penuh keseriusan dan kekhawatiran.
Ryu sendiri yang diraih kerahnya dan diguncangkan, hanya bisa mengangkat satu tangannya mengisyaratkan untuk berhenti terlebih dahulu.
Sanda segera sadar, ia melepaskan kerah Ryu kemudian dia menunggu Ryu selesai berbicara dengan anak buahnya tersebut.
“Tera, kita diskusikan masalah ini nanti. Sekarang ada kesibukan sebentar.”
“Baik, Tuan.”
Keduanya menutup panggilan mereka. Kemudian, Ryu menatap ke arah Sanda dan berkata, “Aku bertemu dengan Melissa. Namun, Melissa yang kutemui apakah sama atau tidak dengan putrimu. Itu kamu tentukan.”
Ryu kembali memainkan ponselnya sebentar, ia membuka galeri dan menunjukkan foto Melissa kepada Sanda.
Sanda yang melihat Melissa, tubuhnya seketika bergetar. Dia meraih ponsel Ryu dan memfokuskan satu persatu struktur tubuhnya. Gemetar yang ringan, perlahan-lahan menjadi serius.
Air mata Sanda keluar dan ia benar-benar senang melihat Melissa yang tak lain Putrinya sudah dewasa. Air mata kebahagiaan orang tua ketika melihat sosok putri kecilnya benar-benar sudah dewasa dan baik-baik saja.
“Nak, kau tahu tempat Melissa, bukan?”
Ryu menghentikan Sanda dengan cepat. “Tenang, Paman. Aku paham rasa rindumu tinggi. Namun, jangan terlalu bersemangat dan meledak.”
“Kita akan bertemu dengannya selepas kapal kembali ke pelabuhan.” Sanda sadar kembali, ia menggaruk kepala belakangnya.
“Kau benar, Nak. Hah... Aku benar-benar tidak bisa menahan rasa rinduku kepada putriku.” Sanda menghela nafas panjang, ia benar-benar terlalu senang ketika mendengar dan melihat Putrinya masih hidup.
“Paman, entah kenapa aku merasa aneh...” Risa yang mendengar Melissa adalah putri Sanda, ia terkejut. Namun, ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Begitu juga, Yuna.
“Apa yang aneh, Nak Risa?” Sanda memiringkan kepalanya, ia sebenarnya bingung apa yang aneh.
“Jika, Melissa adalah Putrimu. Kenapa, ia tidak muncul kembali jika Melissa masih hidup.”
Sanda melebarkan matanya sesaat. Kemudian, ia memegang dagunya dan berpikir dengan cepat.
“Kemungkinan ada dua...”
“Pertama, Melissa selalu di kengkang dan tidak bebas. Ia suka tantangan dan tidak diizinkan orang tuanya.”
__ADS_1
“Kedua, Melissa kehilangan sebagian ingatannya.”
Ryu menyebutkan kemungkinan yang ia miliki. Sanda yang berpikir segera mengangguk dengan dua kemungkinan yang Ryu siapkan.
Risa dan Yuna tertegun, apa yang dibilang Suaminya benar. Hanya ada dua kemungkinan itu, akan tetapi ada satu orang yang menyela ke empatnya.
“Ada satu lagi seharusnya.”
Ryu sudah menyadari sejak awal. Dia menatap ke arah seorang pria dengan pakaian Koboi.
“Orang ini...” Ryu masih ingat orang yang main hakim di depannya, ia juga memikirkan beberapa keadaan. Orang itu ialah, Samurai No Shiku.
“Yo, kita kembali lagi, Bocah. Juga, salam Walikota.” Shiku menundukkan kepalanya, ia selalu menghormati Walikota Arshna. Bagi Shiku, tanpa adanya campur tangan Sanda, Kota Arshna akan kacau.
Sanda melambaikan tangannya, kemudian berkata, “Tegaklah, Samurai Shiku. Aku hanya ingin mendengar tentang kemungkinan yang kamu sebutkan.”
Shiku tertegun, kemudian ia berkata, “Terima kasih, Pak Walikota. Satu kemungkinan yang kusebutkan ialah Melissa ingin menyelesaikan semuanya sendiri. Ia tidak ingin melibatkan keluarganya terlebih dahulu.”
Sanda, Ryu seketika memahami akan keadaan itu. Risa dan Yuna hanya mengangguk paham.
“Lebih baik, jangan temui terlebih dahulu.” Shiku memperingatkan Sanda, ia paham keinginan Sanda. Namun, untuk mencegah masalah yang tidak diinginkan, ia harus memperingatkan untuk sabar.
“Aku tahu, Bocah Samurai...” sorot mata Sanda bercahaya sebentar. “Hanya saja, musuh seperti apa yang dihadapi oleh Putri kecilku itu.”
“Aku tidak tahu, Paman. Aku kembali dulu, serta... Senior Shiku, kami permisi terlebih dahulu.” Ryu melambaikan tangannya dan membawa kedua istrinya masuk ke dalam kabin kapal pesiar.
“Ya, jaga kedua istrimu. Aku takut, penculiknya akan menculik dua istrimu itu.” Sanda memperingatkan Ryu dengan sedikit lelucon.
Ryu hanya melambaikan tangannya, isyarat untuk tenang. Kemudian, Sanda memandang ke arah Shiku dengan serius.
“Bocah Samurai, aku merasa malam ini akan ada kejadian besar. Entah istri Ryu yang diambil, atau akan ada hal besar nantinya.”
Shiku menjadi serius, ia mengangguk setuju dengan firasat Sanda. “Saya mengerti, Pak Walikota.”
***
Dalam kamar...
Ryu, Risa, dan Yuna duduk di sofa bersama. Mereka menunggu Tera dan Selina masuk ke dalam kamar. Tak butuh waktu lama, Tera dan Selina masuk.
“Tuan, file keempat orang itu sangat mencurigakan. Namun, yang paling mencurigakan adalah Lucas...”
__ADS_1
Ryu memandang file Lucas. Hanya berisi kegiatan tentang playboy dan bermain dengan berbagai perempuan. Ryu merasa ada sesuatu yang salah, antara kasus dengan Lucas.
“Nah Tera, coba kau selidiki ini...” Ryu menyerahkan lembaran kertas yang sudah ia isi nama beberapa orang. Tera mengambil lembaran kertas itu, kemudian menyusutkan matanya dan mengangguk.
“Akan kuselidiki segera.” Namun, sebelum Tera beranjak pergi. Ada suara ketukan di luar kamar Ryu. Ketiga perempuan ingin membukakan pintu, akan tetapi Ryu melarang.
“Kalian lebih baik, tetap di tempat. Tera, kau bukakan pintunya.” Tera mengangguk, kemudian beranjak pergi dari sofa dan melangkah menuju ke pintu kamar.
“Siap—“ Belum Tera menyelesaikan kalimatnya. Indera bahayanya dalam sekejap menyala. Tera segera menghindar dan sebuah pemukul melintas di tempatnya berdiri sebelumnya.
Bugh!
Tera dengan cepat, menendang kaki orang yang menyerangnya. Orang yang menyerang terkejut. Namun, belum sempat bereaksi, ia sudah dirobohkan dalam sekejap.
Bruk!
Tera dengan cepat mematahkan kedua kaki dan kedua tangan orang itu. Tera melihat ke sekeliling, selepas itu ia menyeret orang itu masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar.
Ryu, Risa, Yuna, dan Selina terkejut akan keributan sebelumnya. Keempatnya memandang ke arah Tera yang masuk sambil menyeret seorang pria yang menahan rasa sakit.
“Siapa dia, Tera?” Ryu berdiri dan berjalan ke arah pria itu. Ia jongkok dan menatap dalam pria di depannya.
“Dia tiba-tiba menyerangku. Mungkin dia orang yang ingin menculik istrimu, Tuan.” Tera berkata dengan nada serius, tatapannya dingin menyapu ke arah pria yang meringis kesakitan.
“Kalian... Kalian akan mati dan Istri kalian akan kami jual ke Luar Negeri...” Pria itu meraung dengan penuh amarah, matanya melebar dan nafasnya membara.
Ryu, Risa, Yuna, Tera, Selina mendengar ucapan Pria itu, seketika menjadi serius. Ryu yang berjongkok di depan pria tersebut, tidak bisa tidak memandang dengan dingin.
Grep!
“Ugh!” Ryu mencekik leher Pria itu dan mengangkat tinggi-tinggi. Tatapan Ryu mengganas, ia seperti baru saja menemukan mangsa yang berani mengancamnya.
“Dari seragammu, kau sebenarnya adalah Staff pembersih sebelumnya. Juga, maksud dari perkataanmu itu, kalian akan menangkap seluruh perempuan di kapal.”
Pria yang dicekik tidak bisa melakukan apapun, ia mencoba bergerak. Namun, cengkeraman tangan Ryu sangat kuat, membuat pria itu tidak berkutik sama sekali.
“Arti dari kedua hal itu, hanya satu... Event ini, hanya jebakan untuk seluruh orang, bukan...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.