Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 80 - Ryu Vs Sebastian 2


__ADS_3

Silakan Dibaca.


Area Pertandingan.


Ryu melesat ke arah Sebastian, ia berbeda dengan sebelumnya. Kali ini, ia benar-benar kembali seperti Ryu yang penuh akan rasa percaya diri.


Sebastian menaikkan sudut mulutnya ketika melihat Ryu yang melesat ke arahnya. Ia senang dalam hati, karena lawannya tidak seperti sebelumnya.


‘Bagus, Bocah ini menangkap niatku.’ Batin Sebastian dengan senang.


Ryu tidak tahu pemikiran Sebastian, namun ia sekarang tiba tepat di depan Sebastian. Kemudian, mengayunkan tendangan dengan keras secara horizontal ke arah Sebastian.


Bam!


Sebastian menahan tendangan Ryu, namun serangan Ryu tidak berhenti di sana saja. Ia melompat dan mengayunkan kaki kanannya secara vertikal ke arah Sebastian.


Merasakan serangan Ryu, Sebastian mengepalkan tangannya dan mengayunkan dengan cepat ke arah kaki kanan Ryu.


Boom!


Keduanya terdorong ke belakang, Ryu melayang dan berputar melakukan backflip dan mendarat dengan ringan. Ia sama sekali tidak merasakan sakit, karena otot-otot miliknya melindungi kakinya dengan cepat.


Sebastian sendiri sedikit mengerut, ia tidak tahu akan kekuatan absurd Ryu tersebut. Hal itu karena, ketika pertempuran Ryu, ia sendiri tengah bermain dengan Istrinya.


‘Kemampuan? Tapi, ia level tiga.. menarik.’ Batin Sebastian, kemudian ia melesat ke arah Ryu dengan cepat.


Ryu merespons, ia memiliki insting yang sangat tinggi. Ketika, ia merasakan ada bahaya, ia secara aktif menghindar dengan cepat.


Boom!


Serangan Sebastian menghantam ke arah lantai, melewati tempat Ryu sebelumnya berada.


Ryu melirik sebentar, ia tidak terlalu terkejut ketika melihat serangan Sebastian yang menghancurkan lantai membentuk kawah yang lumayan relatif besar.


Ryu segera menjaga jarak dengan Sebastian. Ia memusatkan otot-otot miliknya, tepat di kaki kanannya.


Seketika kaki kanan membengkak dan menjadi sedikit lebih besar, Ryu menekuk kakinya dan melesat dengan cepat.


Lantai yang dilewatinya naik dan hancur di udara dalam sekejap, cekungan lurus terbentuk ketika Ryu melewati lantai di depannya.


Tiba di dekat Sebastian, Ryu melakukan putaran ke depan dan mengayunkan kaki kanannya secara vertikal dari atas.


Gesekan yang sangat kuat, membuat api besar tercipta di kakinya.


Sebastian merasakan bahaya, namun ia sangat tenang dan sama sekali tidak panik. Baginya perasaan bahaya sudah terbiasa, dirinya alami.


Sebastian mengepalkan tangannya, ia menanggapi serangan dari Ryu dengan senang.


Booom!


Robot segera mengangkat kedua tangannya dan pelindung tebal muncul mengelilingi arena pertandingan. Ia benar-benar menaikkan keamanan para penonton untuk kali ini.


Namun, cahaya melintas di matanya dan ia melihat penghalang tebal yang dirinya buat retak sedikit, namun segera kembali normal.


Robot juga melihat lantai merah yang terdapat kawah yang sangat besar. Matanya menyala dan menganalisa kerusakan yang terjadi akan dampak benturan serangan Ryu dan Sebastian.


Ryu dan Sebastian sama sekali tidak mengetahui dampak dari serangan mereka berdua. Mereka menikmati pertarungan, tendangan, pukulan, mereka berdua luncurkan terus menerus.

__ADS_1


Boom! Boom! Boom!


Para penonton yang melihat hal itu benar-benar tercengang, mereka tidak bisa melihat kedua peserta, melainkan mereka melihat ledakan-ledakan yang terjadi ketika dua serangan saling berbenturan.


Mereka tidak bisa untuk tenang, ketika melihat hal itu. Mereka membayangkan, bagaimana jadinya jika mereka berada di sana.


Seketika rasa takut menjalar ke dalam tubuh mereka. Namun, di sisi lain.. mereka bersorak dengan heboh, hati mereka yang merasakan takut, seketika menghilang dalam sekejap.


***


Kembali ke Arena.


Ryu dan Sebastian terus bertukar serangan satu sama lain. Sebastian benar-benar mulai sedikit serius, ketika melihat kekuatan Ryu yang begitu besar.


“Ayo, Ryu Adam.. naikkan kekuatanmu!” raung Sebastian dengan penuh kebahagiaan. Ia benar-benar menikmati pertandingan dengan senang.


Baru kali ini, ia mengerahkan tenaga selepas ia pensiun. Sebastian merasakan kebahagiaan beradu kekuatan dengan seseorang.


Ia benar-benar menikmati pertarungan pukulan dengan pukulan, baginya kepalan tangan yang diadu adalah Romansa bagi para pria.


Booom!


Keduanya mundur beberapa langkah, Ryu memandang tajam ke arah Sebastian. Ia sudah mengerahkan beberapa kekuatannya, ia sama sekali belum mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Begitu juga Sebastian, ia hanya mengeluarkan kekuatan relatif sedikit dibandingkan Ryu, ia membatasi kemampuannya sampai ke Level empat.


Namun, ketika bertarung dengan Ryu. Ia menyadari bahwa Level 4 sama sekali tidak cukup untuk mengalahkan Ryu.


“Sepertinya, kau masih memiliki kekuatan.” Ucap Sebastian, ia memandang ke arah Ryu. Ia melihat hanya ada beberapa butir keringat saja yang keluar dari pelipis Ryu.


“Kau juga menahan.. jadi kita sama.” Jawab Ryu dengan acuh tak acuh, ia menambah kekuatan kembali di kakinya.


Sebastian mengedutkan bibirnya, ia tidak menyangka akan disamakan dengan seorang bocah bau di depannya.


“Baji*ngan! Kau benar-benar membuatku, geram.” Geram Sebastian, ia melupakan tujuannya untuk menguji Ryu kali ini.


Meski ia melupakan tujuan sebelumnya, ia masih membatasi kekuatannya sampai ke Level Lima.


Sebastian mengerutkan keningnya ketika melihat kaki kanan Ryu yang memerah. Ia tidak tahu kenapa, merasakan bahaya dari kaki kanannya.


Ryu tidak menanggapi geraman dari Sebastian, ia menekuk kakinya sebentar dan melesat ke arah Sebastian dengan cepat.


Lantai, Penghalang, udara, seketika robek dan hancur ketika Ryu melesat ke arah Sebastian.


Mata Robot memancarkan cahaya merah. Ia kemudian, mengangkat kedua tangannya kembali dan mengganti lantai dan penghalang ke tahap selanjutnya.


“Pelindung tebal tiga lapis..”


“Lantai Biru..”


“Lantai Hijau..”


“Semuanya sudah terpasang.”


Lantai dan Penghalang dalam sekejap berubah, namun.. benturan serangan Ryu dan Sebastian terjadi tepat pergantian.


Boom!

__ADS_1


Ledakan keras terjadi, angin bertiup dengan kencang menabrak dinding pelindung. Angin bertabrakan dengan Angin lainnya.


Dua angin yang berbeda arah, dalam sekejap membuat berbagai pusaran angin di dalam Arena, namun segera hancur ketika Ryu dan Sebastian melewati mereka.


Ryu dan Sebastian saling bertukar serangan satu sama lain, mereka tidak bergerak di satu tempat. Mereka terus menerus berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya.


Penghalang membuat keduanya benar-benar terbatasi, namun sama sekali tidak mengurangi kekuatan keduanya.


Ryu dan Sebastian menambah kekuatannya, penghalang yang baru saja berlapis tiga, perlahan-lahan mulai retak kembali.


Robot yang melihat hal itu, matanya dalam sekejap berubah menjadi tulisan ‘Error.’ Robot benar-benar tidak bisa mengatasi kekuatan keduanya.


Jalan pintas terakhir, ketika pertempuran melampaui batas.


“Pemindahan pertarungan peserta..”


“Tujuan : Acak..”


“Pemindahan akan dimulai, dalam hitungan 3..”


“1...” Ryu dan Sebastian sama sekali tidak peduli mereka, terus bertarung satu sama lain.


“2...” Penghalang yang menahan keduanya mulai bergetar, tidak kuat menahan kekuatan keduanya.


“3...” Ryu dan Sebastian menguatkan kekuatan mereka dan menyerang satu sama lain.


Booom!


“Pemindahan selesai.”


Namun, Robot terlambat.. seluruh lantai lenyap dalam sekejap, kawah yang sangat besar terbentuk di tengah-tengah Arena pertandingan.


Para penonton terkejut, namun detik berikutnya monitor muncul di depan mereka masing-masing.


Mereka paham, bahwa kekuatan Turnamen Jalanan melebihi dari biasanya. Alhasil, peserta dipindahkan ke tempat lain.


“Sial, mereka benar-benar monster.”


***


Tanah Tandus Bukit Arham.


Suatu bukit tanpa adanya kehidupan sama sekali, bahkan tanaman tidak ada di sana. Hanya ada batu besar dan tanah yang membentuk pilar tidak beraturan.


Tanah di sana relatif buruk, banyak retakan-retakan di tanah. Namun, tanah di sana sangat keras, melebihi kerasnya lantai hijau.


Di tempat itu, terlihat dua orang tengah saling berpandangan satu sama lain. Tatapan mereka tajam, dan siap untuk bertarung.


Keduanya ialah Ryu dan Sebastian, mereka dipindahkan di tempat tersebut.


“Ayo lanjutkan kembali, pertarungan kita baru saja dimulai.”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.

__ADS_1


Thank you Minna-san.


__ADS_2