
Silakan Dibaca.
Pagi hari.
Kapal yang digunakan oleh Ryu dan yang lainnya akhirnya tiba di pelabuhan Kota Arshna. Kapal tiba sangat cepat dibandingkan ketika berangkat yang membutuhkan waktu sekitar 4 hari untuk sampai di tempat turnamen.
Hal itu karena, kapal yang mereka tumpangi mengaktifkan kecepatan darurat. Kapal akan secara otomatis dipercepat ketika pulang dari suatu tempat. Namun, di tengah jalan, mereka mengalami kecelakaan khusus.
Tiba di pelabuhan Arshna, satu persatu turun dari kapal. Mulai dari Sanda dan Clara, diikuti Rio, Siana, Rock, dan Emma. Kemudian terakhir, Ryu, Risa, Yuna, dan Alice.
“Ryu, kami memberikan dirimu dua bulan istirahat, selepas itu memulai jadwal instruktur militer dan pengolahan pulau.” Rock berkata dengan jelas, Ryu memahami hal itu dan ia hanya bisa mengangguk dalam-dalam.
‘Dua bulan, itu sudah cukup untuk membuatku menerobos ke Level tinggi.’ Ryu berpikir dalam hatinya, kali ini ia tidak ingin kalah seperti dulu. Ia akan menaikkan secara penuh kekuatan dirinya.
“Apakah ada pertanyaan?” tanya Rock, ia melihat bahwa ekspresi Ryu sedikit linglung dan tidak biasanya ia seperti itu.
“Tidak ada, hanya saja aku kurang tidur kemarin malam.” Rock tersenyum mendengar kalimat dari Ryu tersebut. Memang benar, Ryu sejak kejadian pertempuran sama sekali tidak bisa tidur dan selalu linglung setiap saat.
“Dua bulan, kita akan bertemu lagi.” Clara berucap dengan nada ringan, Ryu tersenyum tak berdaya. Namun, ia tetap mengangguk, karena Claralah yang membuat dirinya sadar tidak perlu untuk menahan.
“Ryu, Roa memintaku untuk menyampaikan kepadamu, bahwa sebelum kamu pergi ke kamp. Ada dua orang militer yang akan datang kepadamu untuk magang.” Sanda berkata dengan nada serius, kemudian ia menyerahkan file kedua orang tersebut.
Ryu menerimanya dan melihat bahwa keduanya berbeda jenis kelamin, satu laki dan satu perempuan. Kakeknya ingin ia melatih kedua prajurit itu menjadi lebih kuat dan lebih tajam dari sebelumnya.
Ryu mengamati sekilas informasi tentang kedua prajurit itu, ia mengangguk paham. Lalu menatap ke arah Sanda. “Kapan mereka akan tiba?”
“Mereka sudah berada di perjalanan menuju ke rumahmu.” Sanda menjawab dengan santai, ia kemudian berbalik dan mengucapkan selamat tinggal kepada Ryu.
“Baiklah, aku pulang dulu. Hati-hati di jalan semuanya.” Sanda memegang Clara, kemudian menghilang dari tempat. Hal itu bukan karena keduanya memiliki kekuatan dalam bidang ruang, melainkan mereka menggunakan Alat perpindahan ke rumah.
“Oh, aku juga akan pulang. Serta, Ryu.. kedua prajurit yang diberikan kakek, bukanlah prajurit normal. Mereka adalah prajurit terlemah, namun memiliki semangat yang tinggi.” Rio menjelaskan tentang kedua prajurit yang akan diserahkan kepada Ryu.
__ADS_1
“Aku sudah tahu, Paman.” Ryu menjawab sambil tersenyum, ia sendiri tidak terlalu peduli, apakah prajurit yang diberikan kakeknya kuat atau lemah, karena ia sendiri dapat melihat potensi rahasia seseorang.
Inilah efek yang dihasilkan dari keterampilan melatih. Ia dapat melihat potensi rahasia setiap orang dan mengembangkan potensi tersebut menjadi hal mengerikan. Di mata Ryu, bukan bakat yang berbicara, melainkan kerja keras.
Rio memahami karakteristik kepercayaan Ryu, ia mengangguk dan melambaikan tangannya. “Aku kembali dulu, sampai jumpa dua bulan nanti.”
Kemudian, Rio pergi menghilang dari tempat. Siana sendiri tidak ikut, karena ia ingin berbicara sesuatu dengan Ryu.
“Ryu, aku akan bersamamu untuk sementara waktu. Bagaimanapun juga, aku ditugaskan oleh Ayah untuk melihat kinerjamu.” Siana memang mengajukan permintaan tersebut terhadap Roa, dan Roa sendiri setuju.
Roa tahu apa yang ingin dibicarakan Siana dengan Ryu, ia sebenarnya ingin mencarikan waktu yang tepat, namun sama sekali belum mendapatkan waktu tersebut.
Alhasil, ketika Siana mengajukan menjadi pengawas. Roa segera setuju, karena dirinya sendiri bingung, siapa yang akan menjadi pengawas untuk Ryu nantinya.
“Oh, mohon kerja samanya, Kak Siana.” Ryu sedikit menundukkan kepalanya, Siana juga melakukan hal sama. Kemudian, keduanya tegak dan saling berjabat tangan sebentar.
“Aku akan pergi Ryu, ada yang harus kulakukan bersama dengan Emma di wilayah lain.” Rock berbalik dan melambaikan tangannya.
Tepat di saat semuanya sudah menghilang, Tera dan Selina yang membawa mobil datang ke pelabuhan untuk menjemput Ryu dan lainnya.
“Tuan, silakan masuk.” Terus membuka pintunya secara otomatis. Kemudian, kelima orang masuk ke dalam mobil satu persatu. Tera dan Selina sendiri melirik sebentar ke arah Siana dan tahu bahwa wanita itu orang yang dibawa oleh Tuannya.
Semuanya sudah masuk, kemudian mobil menyala dan berjalan menjauh dari pelabuhan. Ryu yang sudah berada di dalam mobil, merosot di kursi penumpang dan bertanya kepada Tera.
“Apakah ada masalah terkait perusahaan?” tanya Ryu terhadap Tera, sementara Tera menjawab sambil menganggukkan kepalanya.
“Yah, di perusahaan ada beberapa masalah. Namun, semuanya sudah diselesaikan. Bagaimanapun juga, semuanya terkait dengan korupsi.” Tera menjelaskan dengan detail dan jelas.
Para perempuan di belakang juga mendengarkan hal itu, Siana juga mendengarkan penjelasan Tera dan ada rasa kagum terhadap keponakannya tersebut. Ia tidak menyangka bahwa Ryu memiliki berbagai perusahaan di kota Arshna.
“Kalau benar-benar sudah stabil, kamu dan yang lainnya. Kita akan memulai pelatihan, karena dua bulan kemudian, aku akan pergi dari Kota Arshna dan menempati wilayahku sendiri.” Ryu berkata dengan serius.
__ADS_1
Cahaya seketika melintas di mata Tera, ia mengangguk dan berkata, “Dimengerti, Tuan.”
***
Beberapa menit kemudian, mereka tiba di kediaman Ryu. Seluruh rombongan keluar, sementara Tera dan Selina tetap di dalam dan mulai menjalankan mobil menuju ke pangkalan.
“Apakah mereka preman?” tanya Siana kepada Ryu, ketika melihat Tera dan Selina pergi dari kediaman.
“Itu benar, mereka adalah preman.” Siana yang mendengarkan jawaban dari Ryu sedikit mengerutkan keningnya, ia tidak tahu bahwa Ryu mengayomi preman.
“Apakah mereka berbuat buruk?” tanya Siana dengan tatapan tajam. Ryu sendiri menggelengkan kepalanya, ia kemudian menjelaskan tentang preman yang dirinya miliki. Sampai akhirnya, Siana mengangguk paham.
Kemudian, mereka semuanya berjalan masuk ke dalam rumah. Risa, Yuna, dan Alice membawa Siana ke dalam rumah terlebih dahulu. Mereka berempat entah bagaimana sangatlah cepat untuk bergaul satu sama lain.
Ryu sendiri heran, bagaimana bisa para perempuan memiliki kemampuan akrab tingkat tinggi. Hal ini benar-benar membuat Ryu tidak bisa berkata-kata kembali.
Tepat Ryu sudah memasuki halaman rumah, ia mendengar bel rumahnya menyala dan melihat ada dua orang berbeda jenis kelamin tengah berdiri di pintu masuk rumah dengan seragam angkatan lengkap.
“Oh, mereka sudah datang ternyata.” Ryu yang ingin melangkah menuju ke area pelatihan, ia berhenti dan berbalik kembali menuju ke pintu rumah untuk menyambut kedatangan kedua prajurit yang dikirim oleh Kakeknya tersebut.
Tak butuh waktu lama, Ryu tiba di pintu masuk. Ia kemudian membuka pintunya dan melihat dua prajurit yang terlihat memiliki ekspresi wajah semangat dan penuh harapan.
“Apakah benar, tempat ini adalah tempat Instruktur Ryu berada.” Prajurit laki-laki berkata dengan sopan dan tegas, Ryu mengagumi.
“Iya...”
To be Continued.
Silakan Like, Comment Share,, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.