Sistem Kekayaan : Pengembalian

Sistem Kekayaan : Pengembalian
Chapter 20 - Pertandingan Memasak 2


__ADS_3

Silahkan Dibaca.


Seluruh Arena hening, kemudian Ryu keluar dari arena tersebut dan menuju ke tempat para peserta berada. Namun, sebelum dirinya tiba, berbagai peserta berlari keluar dengan takut.


Ryu yang melihat itu mengangkat bahunya, dia tidak peduli dan masuk ke dalam tempat para peserta berada.


Ketika Ryu masuk hal, dia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat hanya ada tujuh peserta di tambah dirinya menjadi delapan peserta pertandingan kali ini.


“Oh, kau yang masuk ke arena tadi...”


“Begitu sangat beraninya...”


Seorang laki-laki dan seorang perempuan tengah berjalan menuju ke arah Ryu. Keduanya memakai pakaian koki dengan ciri khas masing-masing.


Laki-laki yang mendekati Ryu memiliki lambang Naga di pakaiannya, kemudian tertulis Akademi Naga Hitam di bagian belakang pakaiannya tersebut.


“Bagaimana kalau kita berkenalan, namaku Shimura Honda.”


Selepas itu, seorang perempuan yang mendekati Ryu dan memakai pakaian dengan lambang sakura, serta nama Akademi Sakura terlihat di belakang pakaiannya, mulai memperkenalkan dirinya juga.


“Aku, Yuuki Yuna, berasal dari Akademi Sakura.”


Ryu sedikit menaikkan sudut mulutnya, kemudian dia mulai memperkenalkan dirinya.


“Salam kenal, namaku adalah Joichiro, hanya seorang koki biasa.”


Berbagai pasang mata dari para peserta menatap dengan tajam ke arah Ryu Adam, mereka semua berasal dari Akademi yang berfokus terhadap makanan.


“Hei, apakah kau bercanda?” Seorang perempuan yang memakai kacamata menatap dengan tajam ke arah Ryu. Dia sebenarnya terkejut, ketika mendengar seorang koki biasa tanpa memiliki identitas Akademi mana pun muncul di Pertandingan memasak.


“Tidak, aku hanya seorang koki biasa.” Ryu menjawab dengan senyum di mulutnya. Dia benar-benar seorang koki biasa, perkataannya tidak salah.


“Lebih baik, kamu mengalah... Juri kali ini sangat berat... Semuanya adalah Gourmet kelas tinggi...”


Yuna memberikan saran terbaik untuk Ryu. Namun, Ryu menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada santai.


“Terima kasih, tapi tidak perlu... Karena, namaku sudah dipanggil untuk menuju ke Arena kali ini.”


Seluruh peserta terkejut, kemudian mereka menatap ke arah papan nama yang akan bertanding untuk pertama kali. Terpampang nama Joichiro dan seorang laki-laki yang bernama Kunikito Masato.


Ryu tersenyum dan kemudian berbalik untuk keluar menuju ke arah Arena Pertandingan Memasak tersebut.


Seorang laki-laki dengan tubuh besar dan berotot, serta memakai pakaian koki dari Akademi Shitsuki membuka matanya dan melirik ke arah samping.


“Masato, hati-hati... Orang yang bernama Joichiro tidak sesederhana yang dilihat.”


Seorang laki-laki yang memiliki tubuh ramping dan berotot mengerutkan keningnya. Namun, dia tetap mengangguk karena dia yakin dengan orang yang bertubuh besar tersebut.


Masato kemudian berjalan keluar dari ruangan. Di dalam ruangan tersebut, semuanya segera menatap ke arah luar. Mereka ingin melihat pertandingan pertama tersebut.


***

__ADS_1


Ryu tiba dan menuju ke arah tempat memasak sebelah kiri, kemudian dia mendapatkan tatapan intens dari arah meja para juri.


Ryu menatap ke arah tempat para juri tersebut dan menaikkan alisnya ketika melihat Vivi dan Georg tengah menatapnya dengan intens.


Dia penasaran, tetapi sekarang fokusnya adalah memasak dan menyentuh meja besi yang akan menjadi dapurnya untuk sementara.


“Peralatan dan bahan makanan benar-benar lengkap... Namun, sepertinya masakan yang harus dihidangkan mengikuti kriteria yang akan muncul di papan atas.”


Ryu memandang ke arah atas, kemudian menatap ke arah Masato yang sudah tiba di meja besi sebelah kanan.


Keduanya saling memandang, Masato sedikit membungkuk menunjukkan kesopanannya. Begitu juga Ryu.


***


Henji dan Kanzo merasakan tatapan intens Georg dan Vivi, mereka berdua mengerutkan keningnya dan menatap ke arah Ryu tersebut.


“Pak Tua, apakah dia orang yang kau bilang membuat makanan sangat enak?”


Georg mengangguk, kemudian senyum di wajahnya terlihat. “Pemuda itu, masakannya enak. Aku tidak tahu, apakah dia hanya memasak satu jenis saja atau yang lainnya.”


Henji kemudian menyusutkan matanya, dia kemudian dapat melihat potensi dari Ryu tersebut.


“Pemuda yang bernama Joichiro itu, aku tidak bisa menilai tingkatannya... Kemungkinan besar, dia seorang koki yang tidak terkenal. Namun, keahliannya sangat hebat.”


Henji belum pasti, dia sedikit meragukan ucapan dari Georg sebelumnya. Namun, ketika melihat orangnya langsung, dia akhirnya paham... Bahwa Ryu memiliki potensi yang tidak bisa dia tebak.


Georg mengangguk dan menambahi kalimat dari Henji. “Kau benar, aku semula berasal dari Cucuku. Awalnya aku tidak percaya, tetapi melihat Cucuku sendiri yang menilai, berarti benar.”


Kanzo mengangguk, dia memahami situasi sekarang. Bagaimanapun juga, lidah emas adalah sesuatu yang dapat menilai baik dan buruknya suatu makanan. Lidah tersebut tidak bisa membuat pemilik berbohong.


Ketiga juri mengangguk setuju dengan ucapan dari Henji. Mereka benar-benar menanti bagaimana rasa dan pembuatan masakan Ryu tersebut.


***


“Baiklah, mari kita lihat Tema untuk masakan kali ini adalah...” Pembawa acara menatap ke arah atas, melihat papan yang tengah menentukan tema untuk acara memasak kali ini.


Papan berhenti, Pembawa acara tersenyum dan berkata dengan keras. “Ikan.”


Seketika, seekor ikan besar muncul dari bawah meja besi. Ryu sedikit terkejut, tetapi tidak tampak di permukaan.


Ikan yang muncul adalah Ikan Tuna, Ryu yang menatap ikan tersebut mengangguk. Dia paham, apa yang ingin dirinya masak kali ini.


“Baiklah, pertandingan hanya memiliki waktu satu jam. Silahkan, dimulai memasaknya.”


Masato dengan cepat mulai mengiris dan membagi antara daging dan tulang. Dia menyisihkan tulang tersebut, meskipun ada beberapa daging.


Ryu sendiri tidak bergerak, dia menatap ke arah Masato sambil mengerutkan keningnya. Hanya ada satu kata dalam pikirannya untuk sekarang.


Pemborosan.


Masato mulai membumbui daging ikan tersebut. Kemudian, dia sedikit melirik ke arah Ryu. Dia tidak menyangka melihat lawannya sama sekali tidak bergerak dan tidak mengambil peralatan apapun.

__ADS_1


Juri, penonton, bahkan pembawa acara juga bingung dengan tingkah Ryu tersebut. Para penonton menggelengkan kepalanya dan menganggap Ryu sudah menyerah.


Keempat juri menatap ke arah apa yang ditatap oleh Ryu tersebut. Mereka menyipitkan matanya dan melihat bahwa Ryu fokus ke arah Masato.


Keempatnya tidak mengetahui, apa yang aneh dari Masato tersebut. Henji kemudian bertanya, “Apakah dia menyerah?”


Georg dan Kanzo bingung harus menjawab apa... Sementara Vivi sendiri menjawab dengan serius. “Tidak.”


Henji, Georg, dan Kanzo melirik ke arah Vivi, kemudian mendengarkan kembali ucapan dari Vivi.


“Coba lihat fokusnya orang itu...” Ketiga juri yang mendengar ucapan Vivi, segera menatap ke arah Ryu dan melihat fokusnya pemuda tersebut.


Ketiganya seketika melebarkan matanya, apa yang ditatap Ryu bukanlah cara pengerjaan dari Masato melainkan hal yang paling sering dilupakan oleh seorang koki.


“Anak ini, jangan-jangan...”


“Tapi, itu tidak mungkin...”


“Itu benar... Lebih baik, kita tunggu saja terlebih dahulu...”


***


Tiga puluh menit terlewati, Ryu masih tenang dan tidak memegang alat apapun. Masato sendiri sudah selesai dalam membuat masakan.


Dia sekarang tengah memandang ke arah Ryu dan mengerutkan keningnya, ketika melihat Ikan Tuna yang masih utuh tanpa dipegangnya.


“Ohhh... Chef Masato sudah menyelesaikan masakannya... Sekarang tinggal Chef Joichiro, apakah Anda akan mulai memasak atau menyerah?”


Ryu yang mendengar itu, hanya tersenyum kemudian berjalan menuju ke arah Meja Besi milik Masato.


Para penonton menaikkan alisnya, mereka penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Ryu tersebut.


Namun, mereka seketika melebarkan matanya... Bahkan pembawa acara juga sedikit terkejut, juri pun juga terkejut.


Apa yang dilakukan oleh Ryu adalah mengambil sisa bahan masakan yang digunakan oleh Masato tersebut.


“Apa yang kau lakukan?” Masato bertanya dengan nada penuh kejutan. Dia tidak menyangka Ryu akan mengambil sisa bahan makanan yang dia pakai.


“Akan kutunjukkan... apa itu arti dari kata seorang Koki.” Ryu berkata dengan nada serius. Seluruh orang mendengar ucapan dari Ryu, meskipun suara itu rendah. Namun, dapat terdengar di telinga mereka masing-masing.


Henji yang melihat itu, seketika menyeringai. Begitu juga Kanzo dan Georg. Mereka sama-sama berpikir satu hal.


‘Anak ini sangat menarik.’


Vivi sendiri seketika panas mendengar kalimat dari Ryu. Dia kemudian berpikir satu hal.


‘Aku menantikan masakanmu, Joichiro.’


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.

__ADS_1


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.


__ADS_2