
Silakan Dibaca.
Perusahaan Kosmetik, ruang pemimpin.
Ryu mengerutkan keningnya ketika mendengar suara desa*han di dalam ruang pemimpin. Ia penasaran siapa yang membuat suara itu.
‘Siapa yang mengeluarkan suara seperti itu di dalam?’ batin Ryu, kemudian ia mengingat Risa dan Yuna membawa Melissa pergi keluar dari ruang rapat sebelumnya.
Ryu menghela nafas dan membuka pintu ruang pemimpin. Namun, pintu masih terkunci. Ryu tidak ambil pusing, ia mengeluarkan kartu gesek untuk membuka pintu ruang pemimpin.
Kunci terbuka, Ryu memasuki ruangan dan disambut dengan Risa yang tengah memainkan area perempuan milik Melissa.
“En... Pe-Pemimpin.” Melissa terkejut dan langsung mendorong Risa, kemudian memakai kembali Roknya.
Risa tertegun dan menatap ke arah pintu, ia tersenyum canggung ketika melihat ada suaminya di pintu.
“Ah, sayang. Kamu akhirnya datang, juga maaf ruanganmu kupakai untuk hal yang tidak-tidak.” Kata Risa sambil menunduk maaf dan malu.
Yuna juga mengikuti Risa, ia menunduk malu karena melakukan hal yang sama dengan Risa.
Melissa sendiri menunduk malu, air mata miliknya terbendung di sudut matanya. Ia benar-benar merasa bersalah melakukan hal itu tepat di depan pemimpin dan di ruangannya.
“Melissa, aku punya sesuatu untuk dibicarakan. Apakah kau luang?” Melissa menegang, ia tahu bahwa ia akan dipecat sekarang.
Risa dan Yuna saling memandang, mereka tidak tahu mengapa Melissa menunduk dan ingin menangis.
“Melissa, kamu tidak apa-apa? Maaf, jika yang kulakukan tadi membuatmu marah.” Melissa mendongak dan menatap ke arah Risa, ia menggelengkan kepalanya tanda bahwa tidak marah.
“Ak- Aku takut, Pak Ryu akan memecatku.” Melissa langsung mengungkapkan kekhawatirannya.
Ryu yang masih memfokuskan diri ke file yang ia dapat. Tidak bisa untuk tidak berhenti, ketika mendengar kekhawatiran Melissa.
“Apa maksudmu? Kenapa aku harus memecatmu... Sebenarnya, aku ingin membahas beberapa proyek terkait kosmetik.”
Melissa terkejut, ia bingung harus bereaksi seperti apa... Ia akhirnya sadar bahwa dirinya telah salah paham. Namun, memikirkan aksi tidak senonohnya. Ia ingin minta maaf, tetapi Ryu menyuruhnya mendekat.
(Note : Buaya bertindak.)
“Kemarilah, aku sebenarnya tidak terlalu peduli akan yang kau lakukan tadi. Sekarang aku membutuhkanmu untuk mengatur beberapa orang untuk proyek baru ini.”
Melissa bangkit dan berjalan mendekat ke arah Ryu. Sementara Risa dan Yuna, sudah tiba di belakang Ryu dan memeluk suaminya itu.
Ryu tidak terlalu peduli, ia hanya membelai keduanya. Sebelum fokus, ke arah Melissa.
“Jadi Tuan, apa proyek yang akan kita lakukan untuk perusahaan kosmetik ini?” temperamen Melissa sekejap berubah menjadi profesional.
Ryu mengangguk, kemudian ia menyerahkan berkas terkait peraturan perusahaan miliknya.
__ADS_1
“Masalah proyek, kita akan membahas melalui panggilan nanti. Juga, para petinggi sudah kuusir dan sekarang ceritakan, siapa yang berada di belakang para petinggi busuk itu!”
Siluet cahaya melintas di mata Ryu, ia menggerakkan tangannya mendekatkan Melissa ke arahnya. Risa dan Yuna tersenyum dan mereka duduk di dekat keduanya.
Melissa terkejut, ketika ditarik oleh Ryu. Kemudian, ia tersentak ketika merasakan sesuatu tengah bermain di area miliknya. Melissa langsung mengeluarkan desa*han ringan sambil menceritakan tentang kejadian perusahaan secara jujur.
(Stimulasi otak, biasanya orang yang kehilangan pemikiran. Mereka akan menjawab dengan jujur tanpa sadar. Mirip seperti orang yang mabuk.)
Melissa mulai menceritakan awal berdirinya perusahaan kosmetik, kemudian ada Organisasi Capung yang ingin membeli perusahaan miliknya itu.
Namun, Melissa menolak. Organisasi Capung ingin menindas Melissa. Namun, sebelum mereka bertindak para robot mulai melindungi Melissa.
Alhasil, Organisasi Capung mulai merencanakan sesuatu. Mereka menyuap para petinggi keseluruhan dan akhirnya keuangan perusahaan terus berkurang, selepas itu produk semuanya cacat, akhirnya bangkrut seperti sekarang.
“Itu yang sebenarnya terja- Uhh!” Melissa melengkungkan tubuhnya dan berbagai air putih keluar dari miliknya. Air itu sangat deras, sampai membasahi lantai.
Tak butuh waktu lama, Melissa pingsan dengan tubuh gemetar. Risa dan Yuna membaringkan Melissa di sofa yang berada di ruang pemimpin.
“Sayang, jadi selanjutnya?” Risa yang selesai membaringkan Melissa, bertanya kepada suaminya tentang langkah selanjutnya.
Ryu berpikir sebentar, kemudian ia menjawab, “Selidiki Organisasi aneh ini dulu. Selepas itu, mulai akuisisi mereka.”
Ryu ingin menguasai Organisasi ******, agar Organisasi Gagak miliknya bisa berkembang lebih jauh kembali.
Ryu mengambil ponselnya dan menghubungi Tera untuk naik ke tempatnya berada. Namun, sebelum ia menekan tombol hubungi. Pintu terbuka, menampilkan Tera dan Selina tengah masuk ke dalam ruangan.
Selina sendiri berjalan ke arah Risa dan Yuna, ketiganya membicarakan sesuatu. Selina sendiri, diam-diam melirik ke arah Melissa yang gemetar dan cairan keluar dari bunga merah mudanya.
Selina tidak bertanya, ia tahu apa yang terjadi dengan Melissa. Jadi, ia hanya mengobrol santai dengan Risa dan Yuna.
“Tera, apakah kau mengetahui Organisasi Capung?”
Tera mengerutkan keningnya, ia tahu tentang Organisasi Capung itu. Tera mengangguk, meskipun ia tidak tahu apa yang ingin direncanakan Tuannya.
“Selidiki mereka, aku ingin sedikit memberi pelajaran karena ingin merebut perusahaan ini.” Tera terkejut, akan tetapi ia menyeringai ketika mendengar Tuannya akan menghancurkan Organisasi Capung.
“Dimengerti, Tuan.” Tera undur diri, Selina mengikuti Tera menuju ke ruangan khusus Tera sendiri.
Ryu kemudian memandang ke arah dua istrinya dan bertanya, “Menurutmu, nama perusahaan ini, cocoknya diberi nama apa?”
Risa dan Yuna saling memandang, keduanya berpikir dan saling mengemukakan pendapat dengan suara rendah. Pembicaraan itu, hanya untuk para perempuan. Jadi, Ryu hanya bisa menunggu.
***
Beberapa menit kemudian...
Risa memandang ke arah suaminya dan berkata, “Sayang, bagaimana kalau perusahaan kita beri nama Mutiara Indah.”
__ADS_1
“Nama itu kita berdua ambil karena, di tempat kita berada ada pelabuhan dan laut. Di dasar laut, pasti ada mutiara.”
Ryu berpikir dan mengangguk setuju dengan alasan dan penamaan nama untuk perusahaannya. Ryu selalu setuju, bagaimanapun juga, ia tidak terlalu peduli dengan nama.
Ryu kemudian memandang ke arah layar panel di depannya, ia melihat misi pertama sudah selesai.
[Ding!]
[Misi : Berikan Nama untuk Perusahaan.]
[Telah selesai.]
[Selamat, Tuan Rumah telah menyelesaikan misi pertama.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan kotak biasa.]
Ryu memandang dengan senyum mengambang di wajahnya, ia kemudian berkata dalam hati.
‘Sistem, buka ketiga kotak biasa milikku.’
[Membuka kotak biasa tiga kali.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan proses pembuatan Krim Penyembuhan Wajah.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan kenaikan status acak, 15x.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Uang 10 juta rupiah.]
Ryu benar-benar terpana melihat hal itu, ia tidak menyangka akan hadiah yang ia dapatkan sekarang.
Ryu mengesampingkan kenaikan statusnya terlebih dahulu. Ia sekarang, merasakan berbagai informasi terkait krim penyembuhan wajah tersebut.
Ryu melebarkan matanya dan benar-benar tak menyangka akan efek krim penyembuhan wajah tersebut.
“Dalam sebulan, luka bakar akan diganti kulitnya jika selalu memakai Krim ini, bukankah ini mirip harta karun...”
Ryu menimbang pro dan kontranya. Namun, ia tidak terlalu peduli kembali. Entah kenapa, untung dan rugi tidak terlalu membuat Ryu terpengaruh.
Ryu kemudian berdiri dan memandang ke arah laut di belakangnya. Risa dan Yuna melihat gerakan suaminya tidak bisa untuk tidak mendekat.
Keduanya memeluk Ryu dari masing-masing sisi. Ryu mengeratkan pelukannya dan tangannya mulai beraksi kembali.
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
__ADS_1
Thank you Minna-san.