
Silakan Dibaca.
Lantai lima, tempat Perbelanjaan Arshna.
Ryu menatap ke arah dinding yang menyembunyikan sebuah jalan lorong menuju ke suatu tempat yang dirinya tidak diketahui.
Ryu sangat penasaran untuk sekarang. Rasa penasaran miliknya benar-benar tinggi, apalagi tentang misteri.
Dengan ringan jarinya menekan sebuah tombol di dinding, kemudian dinding bergerak dan terbukalah pintu lorong menuju ke suatu tempat.
Pendengaran Ryu sangat tajam, dia bisa mendengar suara langkah kaki dua orang sebelumnya. Namun, langkah kaki tersebut perlahan-lahan menjauh darinya.
‘Apakah aku menunggu mereka keluar terlebih dahulu? Sepertinya itu hal yang sangat bagus.’
Namun, Ryu bingung harus menggunakan apa untuk memantau kedua orang sebelumnya. Ryu menghela nafas, kemudian menunggu suara langkah kaki kedua orang tersebut menghilang.
“Sepertinya aku harus masuk. Itu lebih baik, dibandingkan tidak...” Ryu berjalan menuju ke lorong. Ketika dirinya melewati pintu lorong seketika dinding mulai menutup.
Ryu menatap ke depan, dia tidak bisa tidak mengerutkan keningnya ketika melihat bahwa lorong tersebut sama sekali tidak ada pencahayaan.
Ryu mencoba mendengarkan langkah kaki kedua orang sebelumnya, tetapi sama sekali tidak terdengar. Dia mengerutkan keningnya dan berpikir akan sesuatu.
‘Apakah ada lift? Namun, itu tidak mungkin bukan?’
Ryu menghela nafas panjang, kemudian dia meraih ponsel miliknya. Dia ingin menyalakan senter. Namun, sebuah panggilan masuk terlihat dan nama Risa terpampang di ponselnya tersebut.
Ryu mengangkat panggilan tersebut. Kemudian, dia mendengar suara Risa di balik ponselnya tersebut.
“Sayang, kamu berada di mana?”
“Aku berada di lorong menuju tempat misterius...”
Risa yang mendengar hal itu, segera menjadi antusias. Namun, seketika menjadi serius dan bertanya tentang lokasinya.
“Di mana lokasinya, Sayang?”
Ryu sebenarnya tidak ingin memberitahu tentang lorong tersebut. Namun, dia merasa jika ada Risa dan Yuna mungkin akan sedikit tenang.
“Tempat kita berpisah, beloklah ke kiri. Kemudian, ada sejarah... Patung... “Ryu menjelaskan detail lokasi miliknya, Risa langsung mengerti dan menutup panggilan, lalu berjalan bersama Yuna menuju ke tempat Ryu berada.
Ryu yang melihat bahwa panggilan sudah ditutup, dia mengembalikan ponsel ke dalam sakunya. Kemudian, dia menunggu kedua istrinya datang ke tempatnya berada.
Beberapa menit kemudian, pintu dinding terbuka. Ryu menatap ke arah pintu dan melihat bahwa ada dua perempuan yang cantik tengah berjalan ke arahnya.
“Benar-benar pintu rahasia...”
“Apakah ada semacam sesuatu di tempat ini?”
Ryu tersenyum tipis dan mengangkat bahunya, kemudian menjawab, “Aku kurang tahu... Sebelumnya, aku melihat ada dua orang berjubah hitam masuk ke dalam sini. Namun, langkah kakinya menghilang beberapa menit yang lalu.”
Risa dan Yuna menyipitkan matanya, Risa sendiri mulai berpikir dengan apa yang diucapkan oleh Ryu tersebut.
“Orang berjubah hitam? Sepertinya aku pernah mendengar... Tapi, di mana ya?” gumam Risa pelan, tetapi Ryu dan Yuna mendengarnya.
__ADS_1
Ryu menggelengkan kepalanya, kemudian Yuna menyalakan senter miliknya dan menerangi lorong tersebut.
Mereka bertiga melihat tidak ada apa pun di depan. Hal itu menjadi misteri kembali sekarang. Ketiganya saling memandang, kemudian mengangguk bersama.
Berjalan maju ke depan, Ryu memandang ke arah sisi dinding. Dia melihat bahwa tekstur dinding tersebut halus dan tidak ada sama sekali, dinding yang mirip lorong rahasia kuno.
‘Tempat ini tidak berdebu dan sangat bersih. Apakah ini benar-benar rahasia? Sepertinya tidak seperti yang kuduga.’ Ryu berkata dalam hatinya dengan perasaan yang penuh akan penasaran.
“Sayang, di depan ada lift.” Risa memberitahu Ryu dengan cepat. Ryu sendiri seketika terbangun dari pikirannya dan menatap ke arah depan.
Sebuah lift dengan pintu berwarna hitam terlihat. Tidak ada kode lantai sama sekali, hal itu membuat Ryu sedikit mengerutkan keningnya. Namun, dia tak peduli.
Ryu menekan tombol di dekat pintu lift, kemudian pintu tersebut terbuka dan sebuah lift yang berwarna emas terlihat. Ketiga orang tersebut masuk ke dalam, seketika pintu tertutup dan sebuah suara terdengar.
{Selamat datang di Black Market Arshna.}
Ryu, Risa, dan Yuna melebarkan matanya. Ketiganya terkejut akan hal itu, kemudian dengan cepat mereka bertiga sadar.
“Apa yang di jual di Black Market?”
{Ada beberapa barang yang tidak bisa dibeli di Dunia luar. Black Market menyediakan keseluruhan, mulai dari pelayan handal, sampai barang-barang langka.}
“Apakah ada suatu event di tempat ini?” Giliran Risa bertanya, dia sedikit mengetahui secara kasar, siapa kedua orang yang telah ditemukan Ryu tersebut.
{Event hari ini sampai minggu depan adalah Turnamen Bertarung Beruang Perkasa.}
{Tujuan dari Turnamen tersebut ialah menyeleksi berbagai petarung Level 1 dan 2, kemudian tantangan terakhir selepas seleksi adalah melawan Beruang Perkasa.}
Risa dan Yuna sedikit terkejut. Mereka mengetahui Beruang Perkasa tersebut. Ryu sendiri bingung dan mau tidak mau bertanya.
{Beruang Perkasa, Beruang yang memiliki luka cakar di mata kanannya. Beruang ini memiliki kulit hitam. Mereka tergolong Binatang Buas Level 1.}
Ryu mengangguk, dia tidak tahu tingkatan binatang buas sekarang. Namun, dia akan bertanya untuk hal itu nanti kepada Risa dan Yuna.
“Apa Hadiah untuk pemenang Event tersebut?”
{Juara 1 : Ramuan Peningkatan fisik + Tiket peserta Turnamen Jalanan.}
{Juara 2 : Ramuan Peningkatan fisik lemah + Tiket peserta Turnamen Jalanan.}
{Juara 3 : Rumah di jalan Suan + Tiket peserta Turnamen Jalanan.}
Ryu sedikit tertarik dengan ramuan. Dia tidak menyangka hadiahnya seperti itu. Namun, suara mekanis tersebut tidak berhenti di situ.
{Masing-masing dari juara tersebut, akan diberikan uang dan lencana tersendiri.}
“Bagaimana cara mendaftar Turnamen tersebut?” Ryu bertanya dengan nada serius, Risa dan Yuna yang mendengarnya terkejut.
“Sayang, apakah kau yakin?” Risa bertanya dengan rasa khawatirnya, tatapan Yuna juga jelas sama, yaitu sebuah kekhawatiran yang dalam.
Ryu menatap ke arah keduanya, kemudian memandang ke arah mekanis yang berbicara tersebut. “Sayang, apakah kau menghentikan diriku untuk menjadi lebih kuat?”
Ryu sekarang benar-benar tidak tahan, bagaimanapun juga dia ingin sekali memukul orang lain bahkan binatang buas pun, dia tidak peduli.
__ADS_1
Risa dan Yuna langsung berteriak membantah ucapan Ryu. “Kami tidak!”
“Hanya saja kami khawatir... Bukankah seharusnya begitu untuk seorang istri, mengkhawatirkan suaminya?” Ryu yang mendengar ucapan Risa hanya tersenyum.
Selepas itu, tangan Ryu menarik kedua perempuan tersebut dan memeluknya dengan erat.
“Jangan khawatir, Sayang.” Ryu berkata dengan nada serius, baginya dianugerahi dua perempuan yang cantik sudah lumayan layak. Di tambah keduanya mengkhawatirkan dirinya. Ryu tidak bisa tidak merasakan kehangatan dalam hatinya.
Risa dan Yuna yang dipeluk membalas pelukan Ryu, mereka benar-benar sayang terhadap Ryu. Namun, ketika melihat postur tubuh Ryu kembali, keduanya benar-benar terpana.
‘Sangat panas.’ Itu adalah pikiran kedua perempuan tersebut, mereka akhirnya paham bahwa Suaminya benar-benar ingin mendominasi Dunia dan berdiri di puncak Dunia.
Risa dan Yuna saling memandang, kemudian mengangguk bersama. Keduanya saling memahami dan mengerti apa yang seharusnya istri lakukan ketika suami sangat bersemangat.
Kedua perempuan tersebut mencium masing-masing pipi dari Ryu. Kemudian, mereka tersenyum dan berkata secara bersamaan.
“Kalau begitu, kami mendukungmu, Suami.”
Ryu mengembangkan senyum lebar, dia membalas dengan senang. “Terima kasih, aku akan memenangkan Turnamen ini. Lihat saja, aku beraksi nanti.”
{Cara mendaftar, isi form ini.}
{Selepas itu, silakan pilih. Paket istirahat VIP atau Normal.}
{Harga Paket istirahat normal : 500.000.}
{Harga Paket istirahat VIP : 5 Juta.}
Ryu yang melihat itu tersenyum, dia kemudian memilih Paket istirahat VIP. Risa dan Yuna sebenarnya ingin menghentikan tersebut. Namun, mereka memilih diam, karena Ryu akan selalu berkata...
‘Pilih yang terbaik, meskipun mahal, itu layak untuk menjaga kesehatan dan keamanan kedua istriku.’
Kedua perempuan hanya menghela nafas dalam-dalam. Ryu sendiri tak peduli akan hal itu. Dia sekarang menghabiskan uang sisanya dengan mentransfer uangnya kepada Tera dan menyuruhnya untuk membeli sesuatu.
Ryu kemudian melakukan pengembalian uang dan sekarang uangnya tersisa 40 juta.
[Selamat, Tuan Rumah berhasil menghabiskan pengembalian.]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan hadiah.]
[Hadiah terbuka...]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan keterampilan Raja Perang (rendah.)]
[Selamat, Tuan Rumah mendapatkan Uang 100 Juta Rupiah.]
[Pemberitahuan : Fitur baru terbuka.]
[Fitur : Misi terbuka.]
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.